THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 38 : Ketidakpastian


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Becky memberikan instruksi kepada kelompok elf untuk sementara kembali ke kamp mereka dan beristirahat. Becky juga memberikan peringatan terakhir kepada kelompok tersebut agar tidak bertindak macam-macam atau melakukan sesuatu yang bisa memuat kelompok di sisi Becky salah paham. Para elf yang baru saja melihat sendiri bagaimana sifat dan sikap Becky pun diam-diam bergidik ngeri. Mereka tidak bodoh. Masing-masing dari mereka sejatinya sadar betul bahwa peringatan tersebut bukanlah sekedar omong kosong. Mereka yakin kalau kali ini mereka melanggar batasan itu, mereka pasti akan benar-benar mati.


"Ketua, apa Putri Aleena sedang beristirahat di dalam?" tanya seorang elf wanita berambut pendek kepada Neth yang saat ini tengah duduk termenung.


Neth menjawab pertanyaan kawannya itu dengan mengangguk pelan. Nampak raut wajahnya yang sangat rumit. Saat ini dia tengah memikirkan keadaan kelompok mereka yang berada di ambang ketidakpastian. Neth masih penasaran tentang apa yang direncanakan Becky terhadap kelompok mereka. Seharusnya, eksistensi kuat sepertinya sangatlah mudah membinasakan kelompoknya jika memang dia menginginkannya. Namun, setelah semua perlakuan sang putri yang sedikit menyinggungnya, Becky hanya memerintahkan kelompok mereka untuk menjaga sikap dan kembali ke kamp masing-masing?


Seorang veteran dari bangsa elf seperti Neth bukanlah seorang yang berpikiran sempit. Dia tau jelas bahwa kelompok ini sedang berada di situasi yang tidak baik. Menurutnya, hanya terdapat dua kondisi yang memungkinkan terjadi pada kelompok mereka nantinya. Entah itu menjadi kawan atau menjadi budak yang dipergunakan sebagai perisai daging dalam pertarungan melawan para makhluk binatang buas.

__ADS_1


Neth sadar betul kalau tidak ada jalan keluar lagi bagi kelompok mereka. Sejatinya mereka sudah terseret dalam pertarungan antara kedua belah pihak. Hal ini membuat Neth sakit kepala saat memikirkan kondisi Putri Aleena. Sebelumnya saat masih dalam pengejaran orang-orang kuil suci, dia memiliki janji kepada sang pangeran untuk menjaga adiknya itu. Namun, tak hanya gagal melindunginya dan berakhir ditangkap oleh sekelompok binatang buas, tapi dia juga membuat sang putri berakhir menjadi tawanan perang di bawah kekuasaan kelompok Becky.


"Apa kamu sedang memikirkan keselamatan putri?" Elf wanita itu kembali bertanya, dia menyadari bahwa pemimpin kelompoknya itu sedang banyak pikiran. "Ketua, aku hanya akan mengatakan ini sekali saja, karena bagiku sangat memalukan."


"Aku hanya ingin Ketua tau bahwa kami semua sangat bersyukur ada dirimu di kelompok ini. Kami semua sangat berterimakasih karena kamu, kelompok ini bisa bertahan sampai sejauh ini. Kamu sudah berusaha keras menggantikan Pangeran Yasha sebagai pemimpin kelompok ini. Jadi, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri karena kondisi kita saat ini berada di luar kemampuan kamu."


"Maaf karena sudah membuatmu mengatakan hal memalukan itu kepadaku. Aku sungguh senang dan terhibur, tapi itu juga sedikit membuatku merinding karena kamu yang mengatakannya."

__ADS_1


"Aku bahkan sempat terkejut dan bertanya-tanya, apakah sosok yang saat ini berada di sampingku benar-benar Galadriel?" kata Neth dengan maksud sengaja meledek elf wanita itu.


"Cukup ingat perkataan itu dan jangan mengungkit-ungkitnya lagi oke? Jika kamu masih bersikeras melakukannya bahkan di hadapan putri, aku tidak akan melepaskan kamu, Ketua!"


"Baiklah, baiklah, aku mengerti. Lagipula tidak ada baiknya jika orang lain mengetahui seorang Galadriel mengatakan hal semanis itu. Bukankah mereka semua nanti akan sama terkejutnya seperti aku? Bagaimana jika orang itu memiliki penyakit jantung, itu akan sangat berbahaya, bukan?"


"Ketua!!!"

__ADS_1


__ADS_2