THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 40 : Bentrokan Sayap Hitam


__ADS_3

Saat itu angin berhembus kencang, disertai deburan pasir yang samar-samar menutupi pandangan para makhluk bayangan. Mereka telah bersiap dan membentuk sebuah formasi. Para makhluk bayangan telah berpencar dan mengambil komando di antara para penyintas. Para tawanan itu memutuskan untuk bergabung dalam medan perang, tak terkecuali kelompok elf yang telah tunduk pada perintah.


Dari kejauhan, tepatnya hanya berjarak sekitar delapan ratus meter di atas langit, Samantha dengan mengandalkan kemampuan pengelihatannya menyadari bahwa segerombolan sosok bersayap hitam tengah bergerak mendekati mereka. Pengelihatan itu hanyalah muncul secara sekilas, tak sampai dua detik, dan semuanya telah kembali normal.


Kemudian, Samantha berkata dengan nada penuh ketenangan.


"Mereka datang, bersiaplah."


"Mereka benar-benar datang untuk mati? Bagus! Sangat bagus!" kata Becky.


Kemudian Becky dengan bersemangat memanggil senjata sabit mematikan miliknya dari ruang kehampaan. Dia tersenyum dengan cara yang aneh dan mimik wajahnya terlihat sangatlah sangar. Atmosfir kegilaan yang dipancarkannya pun membuat takut para penyintas di dalam regunya sendiri. Sabit miliknya itu besar dan terlihat sangat tajam. Begitu mengintimidasi siapapun yang melihat. Tak sedikit dari mereka yang berada di dalam regu terdepan pun berpikiran mungkin Becky lebih menakutkan dibandingkan para bintang buas yang akan mereka lawan. Mereka bahkan mulai khawatir saat bertempur nanti, dia akan menggila dan salah mengenali mereka sebagai kawan di pihak yang sama. Namun, untung saja berada di belakang sosok bengis itu, sosok yang lebih anggun dan memiliki sikap yang jauh lebih tenang, mulai berjalan mendekatinya. Sosok itu kemudian berdiri di samping Becky dan menghela napas. Sebelum akhirnya memperingatkan saudarinya itu untuk tidak kehilangan akal dan menghabisi semua musuh yang ditemuinya. Lagipula, sudah semestinya dalam pertempuran untuk menyisakan beberapa dari pihak musuh untuk menjadi tawanan perang.

__ADS_1


"Violet, Scott, lakukan sekarang," lanjut kata Samantha ketika dia memperkirakan musuh yang telah memasuki jangkauan serangan.


Dua sosok yang berada di bagian paling belakang itu pun menerima instruksinya. Segera keduanya mulai mengandalkan kemampuan satu sama lain. Mereka berdua sejatinya bergerak dalam satu tim yang saling mendukung. Scott membuka gulungan dari penyimpanannya yang berisikan sebuah segel lukisan. Bersamaan dengan itu, Violet kemudian mengandalkan kemampuan unik miliknya, melakukan koneksi pikiran ke dalam segel lukisan milik Scott lalu melakukan pelafalan sebuah mantra tingkat tinggi.


Kemampuan bawaan milik keduanya itu sungguh membuat kagum mereka yang baru pertama kali menyaksikannya. Sebuah kemampuan unik yang bahkan para elf sepakat untuk mengakui kehebatan keduanya. Sebuah kombinasi yang sukses menciptakan getaran medan pertempuran yang cukup mengerikan!


Hanya membutuhkan beberapa detik, sebuah proyeksi bayangan yang berasal dari hasil gambaran Scott dan pelafalan mantra yang direalisasikan oleh Violet, muncul di atas langit-langit dan membawa aura yang menindas! Bayangan berwarna hitam yang berukuran sangat besar itu dengan ganas menarik senjata panah miliknya yang memancarkan asap hitam, berkobar, layaknya api yang disisipkan di setiap sentuhan anak panahnya.


Sosok bayangan hitam itu mengambil posisinya, menarik anak panah busur dan bersiap untuk menembak. Hanya membutuhkan satu perintah dari Violet dan dia akan melesatkannya. Semua tergantung dari kehendak. Ketika Samantha kembali memberikan komando, baru saat itulah Violet mengangkat tangannya dan menjatuhkannya ke depan.


Sebuah bunyi hentakkan yang sedikit keras terdengar diikuti lonjakan angin yang sangat kencang. Panah yang berkobar api hitam itu baru saja ditembakkan ke arah datangnya musuh. Target dari arah panah itu sejatinya ditujukan pada segerombol lautan langit hitam yang sedang bergerak mendekat menuju mereka.

__ADS_1


"A-apa itu yang barusan lewat!"


"Mereka sanggup memanggil dewa kematian? Betapa mengerikannya!" Banyak dari mereka yang melihat serangan itu bergetar kikuk di bawah kekuatan yang sangat mendominasi. Di antara dari mereka bahkan bersyukur dalam hati bahwa sosok seperti Violet dan Scott yang menciptakan bayangan itu berada di pihak mereka.


Terlebih lagi setelah menyaksikan apa yang terjadi selanjutnya. Kepulan asap hitam pekat yang memenuhi langit di kubu musuh kemudian bertabrakan dengan anak panah yang baru saja dilepaskan si bayangan besar. Sebuah ledakan hebat! Langit yang semula tertutup dengan segerombolan entitas hitam itu kini mulai berangsur berubah menjadi lebih cerah.


"Hebat!"


Sedikit rasa kagum terpancar dari beberapa penyintas yang melihat. Serangan awalan itu ternyata telah memberikan keberanian lebih bahwa peperangan ini akan dimenangkan oleh pihak mereka. Semangat juang di kubu mereka pun melonjak hanya karena serangan pembukaan yang menurut para makhluk bayangan adalah sesuatu hal yang remeh.


"Aku tidak berpikir bahwa dua anak itu sudah mulai pintar memamerkan kemampuan mereka. Meski serangan itu tidak bisa dibilang kuat, tapi aku harus mengakui bahwa itu sukses memberikan kesan bagi para penyintas yang melihatnya," kata Becca.

__ADS_1


"Tidak buruk, keduanya sudah melaksanakan tugasnya dengan baik." Samantha sedikit tersenyum karena menyadari bahwa serangan tumpul semacam itu bahkan efektif menghancurkan pasukan lini musuh yang sebelumnya bergerak mendekat dengan melintasi langit-langit.


"Mereka ternyata lawan yang lemah?" Becky yang semula antusias pun kini sedikit kesal karena menyadari hal yang sama seperti apa yang dipikirkan oleh Samantha.


__ADS_2