THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 3 : Kebetulan Yang Tak Disangka-sangka


__ADS_3

Rapat itu berakhir ketika matahari berdiri tepat di atas kepala. Setelah para raja dari kerajaan berafiliasi dalam kekaisaran tersebut melaporkan perkembangan wilayahnya, pembicaraan siang itu ditutup dengan pemberitahuan dari Penasihat Reene tentang surat rahasia yang dikirimkan oleh sosok misterius yang tidak diketahui namanya.


Sudah ketiga kalinya selama sebulan ini dia kedatangan tamu misterius ketika malam hari. Tidak ada yang tau pasti mengapa sosok itu menitipkan surat kepada Reene, alih-alih langsung memberikannya kepada sang kaisar. Meski dia tidak tau apa sebenarnya isi dari surat tersebut, akan tetapi Reene paham betul bahwa surat yang dititipkan padanya itu bersifat sangat rahasia! Pasalnya sosok misterius itu selalu saja mengancamnya sebelum menghilang dalam kegelapan. Dia memberikan saran kepada Reene agar tidak memiliki pemikiran untuk membuka surat tersebut, jika dia tidak ingin kehilangan nyawanya.


Setelah Mavis membubarkan rapat, aula pertemuan itu pun hanya menyisahkan Mavis, Yennefer, para makhluk bayangannya, dan juga Penasihat Reene itu sendiri. Ketika surat itu telah diberikan dan sampai di tangan Mavis, Reene pun seperti biasanya langsung mengirimkan salam penghormatan sebelum pada akhirnya pergi meninggalkan aula pertemuan.


"Tuan, mungkinkah itu orang yang sama seperti terakhir kalinya?" Akio bertanya dengan wajah yang mengernyit kesal. Pasalnya semalam dirinyalah yang kedapatan tugas untuk berpatroli di sekitar kota. Dia sangat malu di hadapan sang tuan karena tidak berhasil menangkap sosok itu.


"Melihat bagaimana surat itu dititipkan kepada Reene, itu haruslah berasal dari orang yang sama," kata Mavis seraya membuka lipatan surat itu.


Dengan seksama Mavis membaca kata demi kata yang tertulis dalam surat. Sampai beberapa saat kemudian dia memberikan surat itu kepada Yennefer dan menghela napas berat.

__ADS_1


Surat itu sebenarnya menjelaskan secara garis besar tentang apa yang akan terjadi pada waktu yang akan mendatang. Mavis sebenarnya tidak percaya dengan informasi yang dikirimkan sosok misterius itu, lagipula dia belum mengetahui motif apa yang ada di balik itu semua. Namun setelah menyadari semua yang dituliskan dalam dua surat sebelumnya benar-benar terjadi, Mavis tidak punya alasan untuk menolaknya mentah-mentah.


Mungkinkah sosok misterius itu benar-benar memiliki kemampuan melihat masa depan? Mavis pun jatuh ke dalam pemikiran yang mendalam. Dia berpikir, bukankah kemampuan itu sangat mengerikan? Dapat mengendalikan masa depan sesuka hati! Kemampuan itu bahkan lebih hebat dibandingkan kemampuan yang dimiliki Samantha! Kekuatan yang dimiliki salah satu makhluk bayangannya itu bahkan hanya bisa memprediksi masa depan, kemungkinan itu sangat kecil benar akan terjadinya. Kemampuan sosok misterius itu sebenarnya sangat hebat? Siapa sebenarnya dia? Dan mengapa dia memberikan semua informasi itu kepada Mavis secara cuma-cuma?


Pertama kali surat yang Mavis terima dari sosok misterius itu memaparkan tentang penyerangan yang terjadi di benua utara oleh para makhluk buas yang sebelumnya sudah berhasil menginvasi kerajaan Minami—kerajaan berafiliasi enam di benua tengah, dekat dengan wilayah utara. Pada minggu selanjutnya surat kedua pun datang dan memberitahukan tentang rencana asosiasi petualang dengan mengumpulkan para petualang dari penjuru benua untuk berperang dengan kuil suci. Kedua isi surat itu sangatlah berharga. Pikirkan saja betapa pentingnya informasi yang memuat kejadian di masa depan, jika Mavis melewatkan kesempatan kali ini, dia akan merasa sangat dirugikan!


Pasalnya isi surat ketiga ini terlalu menakjubkan jika dibandingkan dengan dua surat sebelumnya!


"Dikatakan bahwa sebuah lubang dimensi dungeon akan terbuka dan aliansi dari kedua ras yakni orc dan lizardman akan kembali ke benua utama. Lokasi kemunculan dungeon itu berada di benua bagian tengah, tepatnya di ruangan bawah tanah rahasia yang terkubur di bawah bangunan mansion keluarga Kerajaan Yukhiro."


"Kekacauan akan melanda ibu kota kerajaan itu, semua bangunan yang berada tepat di atas ruangan rahasia itu hancur dan beberapa fasilitas umum yang berdiri di sekitarnya akan diratakan dengan kekuatan gabungan dari kedua ras. Namun meski demikian, pihak kerajaan pada akhirnya berhasil mengalahkan gabungan dari kedua ras tersebut dengan mengandalkan kemampuan para petualang berlencana merah yang dimilikinya."

__ADS_1


"Sangat disayangkan jika mereka mati dengan sia-sia."


"Oh ...."


"Tunggu!"


"Nama kerajaan itu bukankah aku pernah mendengarnya di suatu tempat?" Ketika Mavis sedang merenungkan tentang pengelihatan masa depan itu, tiba-tiba saja dia seperti pernah mendengar nama kerajaan tersebut. Mavis pun berpikir keras dan mencoba untuk mengingatnya, akan tetapi rupanya usahanya itu tidak kunjung membuahkan hasil.


Pada akhirnya Mavis pun memutuskan untuk bertanya kepada Yennefer dan para makhluk bayangannya. "Apa salah satu dari kalian ada yang pernah mendengar nama kerajaan itu?"


"Tuan, sebenarnya itu ada kaitannya dengan apa yang dikatakan seorang budak pria sewaktu masih di perbatasan selatan. Mengenai putri yang dimaksudkan itu haruslah gadis kecil yang pernah Tuanku selamatkan. Namanya Zahard, terakhir kali dia pergi bersama dengan rombongan anak lainnya ke ibu kota kerajaan sebelum terjadinya perang dengan aliansi ketiga kerajaan," kata Mikaela.

__ADS_1


"Sebuah kebetulan yang tidak disangka-sangka!"


__ADS_2