THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 6 : Di Bawah Kekuatan Absolut Sang Raja


__ADS_3

"Di sini aku bertanya, ke mana perginya si gagak hitam?"


Mengetahui bahwa pembicaraan saat itu telah sampai di penghujung akhir, sang raja mengalihkan pandangannya, mengoreksi barisan terdepan para pimpinan binatang buas yang ternyata masih memiliki satu tempat yang kosong. Setelah sebelumnya ketua banteng, ketua katak, dan ketua belalang sembah, tiba di tengah pembicaraan, belum ada yang masuk ke dalam aula pertemuan sesudahnya.


"Menurut apa yang disampaikan Cosmo sebelum pergi, belum lama ini sebuah dungeon muncul di antara tepi perbatasan benua bagian timur dan tengah. Berada di wilayah kerajaan berafiliasi tingkat tujuh yaitu Kerajaan Kettleburn, dikabarkan bahwa penghuni di dalam dungeon tersebut diidentifikasikan menyerupai sekelompok burung yang bertindak layaknya mereka para manusia."


"Dengan begitu Cosmo yang merupakan pimpinan dari kelompok yang sama telah bergegas pergi untuk mengangkut mereka, bersama dengan seluruh pasukan burung yang berada dibawah komandonya." May menjelaskan dengan nada lembut dan penuh ketenangan. Dia menjawab pertanyaan sang raja tentang absennya salah satu pimpinan di aula pertemuan itu.


May tidak menutup-nutupi pelanggaran yang telah Cosmo perbuat, yakni seenaknya pergi tanpa mendapatkan izin terlebih dahulu dari sang raja. Meski mereka berdua memiliki ikatan yang cukup dekat, May masihlah wanita yang jujur di hadapan sang raja.


Tepat setelah mendengar pernyataan May, sang Raja pun berubah wajah. Dia tertawa keras hingga menggema dan mengisi seluruh penjuru ruangan aula pertemuan itu. Sang raja pada dasarnya tidak marah, justru dia senang dengan apa yang dilakukan jendral gagak hitam itu sudahlah benar.

__ADS_1


"Baiklah, May. Masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan," kata Raja Leon selepas dia tertawa.


"Tapi, Tuan ...."


Raja Leon mengangkat tangannya rendah, mengisyaratkan agar May berhenti mempermasalahkan hal ini. Setelah keadaan kembali tenang, sang raja pun melanjutkan perkataannya, "Segera kalian pergi dan bereskan seluruh wilayah di luar ibu kota kerajaan. Setelah kalian selesai dengan tugas masing-masing bergegaslah kembali, malam ini kita akan mengadakan perayaan besar."


Seluruh pasukan binatang buas yang berada di barisan belakang pun bersorak riuh dan mengagungkan nama sang raja. Bagaimana tidak? Setiap datangnya pesta perayaan besar yang diperintahkan langsung oleh sang raja pasti akan menghidangkan banyak makanan lezat. Belum lagi tontonan yang ditampilkan kelompok rubah yang menari di dekat perapian, pesta perayaan pada dasarnya selalu dinantikan bagi mereka yang berhasil selamat dan kembali dari kerasnya medan perang.


Para petinggi hewan buas pun mengirimkan salam penghormatan kepada sang raja sebelum pada akhirnya satu persartu pergi meninggalkan aula pertemuan itu bersama dengan bawahan-bawahan mereka. Ruangan itu pun kembali dikosongkan, hanya menyisahkan sang raja yang masih duduk di kursi singgasana dan May yang terdiam dan masih mengambil posisi setengah bersujud di hadapan sang raja.


"Ada apa denganmu?" Raja Leon bertanya dengan wajah datar.

__ADS_1


"Bukankah Tuan terlalu bersikap lunak di hadapan mereka?" Tiba-tiba May membuka suara, lalu sedikit memicingkan mata. Hanya tak lama dia segera tersadar dan buru-buru meminta maaf atas kelancangannya barusan. "Maaf Tuan, aku tidak bermaksud meragukan keputusanmu. Hanya aku khawatir itu akan menjadi contoh yang buruk bagi prajurit lainnya."


"Kupikir kamu telah banyak memahamiku, May."


"Tuan, ini ...."


"Berhenti berpikir yang tidak-tidak. Dalam hal ini Cosmo telah mengambil keputusan yang tepat. Berpikir bahwa pergi menemuiku untuk mendapatkan izin, itu hanya akan menjadi sebuah pemborosan. Ingat, nasib keluarga kita di luar sana sedang dipertaruhkan, pikirkan kembali betapa berharganya waktu." Raja Leon bangkit dan berjalan mendekati wanita ular itu. Selanjutnya raja itu meletakan salah satu tangannya ke pundak May, kemudian dengan tenang melanjutkan perkataanya.


"Setiap kali aku memutuskan sesuatu hal, aku selalu ingat dengan tiga pesan yang diberikan oleh ayahku, sang raja terdahulu. Pertama, baik buruknya segala sesuatu di dunia ini, tergantung pada pandangan seseorang. Kedua, seorang raja yang bijaksana akan membuat keputusan yang tebaik bagi rakyatnya. Ketiga, seorang raja sejati tidak akan pernah mengambil keputusan saat dalam pengaruh orang lain."


"Kuharap setelah mendengarkan ini, kamu dapat jelas mengerti maksudku," kata Raja Leon seraya tersenyum, lalu berbalik dan berjalan kembali ke kursi singgasananya.

__ADS_1


"Tuan, aku akan mengingatnya dengan baik mulai dari sekarang." May pun jatuh dan memposisikan dirinya setengah bersujud, memberikan salam penghormatan sebelum pergi dengan perasaan hati yang mengganjal. Dia menyesal karena tidak mengerti apa-apa tentang sang raja. Bahkan hal mendasar seperti itu pun dia lamban dalam menyadarinya? Sungguh dia merasa tidak layak menyandang peran sebagai pimpinan para prajurit ular.


__ADS_2