THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 7 : Pergerakan Kelompok Pertama


__ADS_3

Beberapa waktu pun berlalu dengan banyak hal yang terlewatkan. Mavis bersama kelompok utamanya telah tiba di pusat ibu kota Kerajaan Yukhiro dan telah menghabiskan satu malam di tempat itu, sebelum datangnya hari yang telah diprediksikan orang misterius itu. Jika apa yang dikatakannya dalam surat adalah suatu kebenaran, maka kehancuran akan melanda ibu kota kerajaan ini dalam dua hari dari sekarang.


Pagi ini Mavis terlihat tengah berpakaian setelah sebelumnya membersihkan diri, begitu dia merasa semuanya sudah oke dan rapih, kaisar cilik yang sedang menyamar itu pun memutuskan untuk pergi melihat-lihat daerah sekitar pasar yang mungkin dapat menghilangkan kebosanannya. Sekedar informasi penginapan yang dia sewa berada tak jauh dari area pasar, jadi tidak membutuhkan tenaga ekstra untuk berjalan menuju pusat perdagangan itu.


"Selagi menunggu Akio dan Giraldo tiba dan membawa anak itu, akan sangat baik jika aku bisa mendapatkan sedikit cemilan langka yang hanya ada di kerajaan ini." Mavis berjalan dengan santai ketika berjalan menuju area pasar, diikuti dengan para makhluk bayangannya. "Kalau tidak salah paman pemilik bar itu merekomendasikan kue ikan buatan salah satu kenalan wanitanya yang tinggal di ujung gang dekat perbatasan wilayah kumuh, benar begitu?"


Mavis menoleh ke arah Mikaela hanya untuk mengkonfirmasi pendengarannya itu tidaklah salah. Hanya saja dia segera menemukan fakta bahwa Mikaela tengah mengintai keadaan sekitar layaknya seorang bodyguard sungguhan. Tidak biasanya dia begitu serius melihat ke arah sekitar, mungkinkah ada musuh yang bersembunyi dan mengikuti kelompok kami secara sembunyi-sembunyi? Mavis membatin dalam hati dan berpikir itu hanya kemungkinan terburuknya.


"Apa kau menemukan sesuatu?" Mavis kemudian fokus berkomunikasi dengan Mikaela seraya berjalan dengan ekspresi santai. Dia sudah terbiasa menyembunyikan ekspresi sebenarnya, selagi masih tersambung dengan koneksi para pelayannya.

__ADS_1


"Hanya sekumpulan tikus pasar berani menargetkan kekayaan milik Tuanku, mereka memiliki mata, tapi tidak bisa melihat ujung langit!" kata Mikaela dengan nada kesal saat berkomunikasi dengan Mavis melalui sambungan telepati. Mikaela pun segera menoleh dan tersenyum kepada tuannya itu dengan cara yang aneh. Kemudian melanjutkan, "Tuan, haruskah aku pergi dan membereskan mereka semua?"


"Tidak diperlukan, itu hanya akan membuang waktu saja. Kalian tidak perlu khawatir, mereka akan datang kepada kita dengan sendirinya dan pada saat itulah kalian bisa mengurusnya," kata Mavis seraya terkekeh pelan saat melihat bahwa bukan hanya Mikaela saja yang memancarkan senyuman bengis, para pelayan yang lainnya pun juga memancarkan aura permusuhan.


Kelompok Mavis terus bergerak, melangkah memasuki wilayah pasar itu, dan sesaat berhenti untuk melihat-lihat. Mata pria itu segera berubah terang dan senyum lebar mulai terlukis di wajahnya. Sejauh mata memandang deretan toko terlihat rapih berjejer memanjang, para pengunjung pun memadati jalanan, tak jarang kereta pengangkut terlihat melewati jalan pasar yang sudah rata dengan konstruksinya.


"Perbedaan status suatu kerajaan maupun kekaisaran, aku mengira hanya berbeda dengan kekuatan tempur yang dimilikinya. Sungguh, aku tidak mengira dalam hal fasilitas yang dimiliki masing-masing pasar saja sudah jauh berbeda." Mavis mengoreksi pemikirannya yang keliru tentang status yang diklaim kerajaan dan kekaisaran di dunia ini. Dia telah menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya, dia menyadari fasilitas pasar Kekaisaran Menara Kembar miliknya bukanlah tandingan kerajaan ini.


Singkatnya Kerajaan Yukhiro memang layak menyandang status sebagai kerajaan berafiliasi tingkat enam di benua tengah. Para petinggi kerajaan pasti memiliki banyak aliran dana yang mengalir dari jalur perdagangan mereka. Membuat perkembangan kerajaan mereka stabil dan sanggup bersaing dengan kerajaan besar lainnya di benua tengah. Meskipun kerajaan ini berada di paling ujung, itu masih tetaplah wilayah benua tengah, pusatnya kekuatan nyata berkumpul untuk memperebutkan manfaat yang lebih besar.

__ADS_1


"Lihatlah, sepertinya keputusanku sudah sangat tepat mengunjungi kawasan pasar ini. Banyak hal yang dapat kupelajari dan mungkin itu akan sangat membantu kemajuan kekaisaran setelah aku kembali dari perjalanan ini." Mavis terkekeh sesaat dengan sukacita yang teramat besar.


Dia berhenti di tengah jalan bersama dengan para pelayannya. Dia jatuh dalam pemikirannya dan tanpa dia sadari banyak pasang mata yang memperhatikan keberadaan mereka. Beberapa orang hanya sekilas melirik—tatapan mereka seakan mengkonfirmasi bahwa, oh mereka pendatang asing lainnya, tak sedikit pula dari mereka yang melemparkan tatapan permusuhan pada kelompok Mavis.


"Tuan, aku merasakan ...."


Belum selesai Mikaela menyelesaikan perkataannya, Mavis mengangkat tangannya dan tersenyum. Kemudian dia berkata, "Aku juga merasakan hal yang sama, sesuatu ada yang tidak beres dengan tempat ini."


"Yah, kita akan mengetahuinya nanti. Mereka pasti memiliki alasan lain dibaliknya."

__ADS_1


__ADS_2