THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 24 : Semut Tidaklah Lemah


__ADS_3

Masih berada di tempat yang sama, di ruangan bawah tanah. Beberapa saat setelah menyetujui proposal dari Mavis, orc itu muncul kembali bersama dengan rombongannya. Kali ini nampak sesuatu yang berbeda dirasakan Mavis, aura yang menusuk dan membebani, datang dari salah satu orc yang saat ini menggunakan pakaian kulit berduri, serta membawa dual pedang di genggamannya.


Sekilas penampilannya tak jauh berbeda dengan orc lainnya, lagipula bagi seorang seperti Mavis tidak akan terlalu mengerti struktur tubuh dari para orc itu, yang bisa dia lakukan untuk membedakan mereka hanya dengan mengamati atribut atau standar tempur saat bertarung. Sebagai contohnya orc yang saat ini sedang berdiri di tengah kerumunan, sosok itu jelas sengaja menyebarkan auranya yang bertujuan untuk menindas pihak kelompok Mavis, terbukti, mental para prajurit jatuh pada titik terlemah, beberapa di antara mereka bahkan kesulitan untuk berdiri dengan benar, sedikit dari mereka tak sengaja menjatuhkan pedang dari genggaman.


Realitas muncul di wajah Mavis, terlihat jelas antisipasi yang sedang dia rasakan saat ini. Pasalnya kekuatan dari orc itu tidak bisa dipandang remeh, standar tempurnya sama hebatnya dengan para makhluk bayangan terkuat yang dimilikinya. Sebagai perbandingan, jika harus menyebutkan kekuatan dari orc yang diperkirakan adalah pemimpinnya itu bisa setara dengan kekuatan penuh dari Bulan atau jajarannya yang lain. Mikaela saja saat ini begitu serius mengamati sosok pimpinan orc itu, seakan-akan memperjelas bahwa orc satu itu memanglah kuat dan layak diperhitungkan. Mikaela sudah bersiap untuk mengerahkan seluruh kekuatannya, begitu juga yang terlihat pada ekspresi seluruh makhluk bayangan yang hadir di tempat itu.

__ADS_1


"Manusia, bawahanku mengatakan bahwa kamu ingin bertemu denganku karena ingin membicarakan sesuatu mengenai kesepakatan? Sekarang aku sudah di sini, jadi kau bisa mengatakannya sekarang," kata pimpinan orc itu, sambil berjalan ke depan, membelah gerombolan orc lainnya.


"Sebelum itu aku ingin memperkenalkan diri lebih dulu, namaku Mavis, raja dari kerajaan bernama Yukhiro yang berdiri di atas permukaaan tempat ini. Sebagai perwakilan dari ras manusia, aku mengucapkan selamat datang kepada kalian semua," kata Mavis dengan pembawaannya yang santai.


"Aku tidak pernah berpikir akan datang waktunya bangsa manusia bisa menarik seperti dirimu. Kamu berbeda dengan para manusia yang ada di ingatanku, bukan hanya kamu tidak terpengaruh dengan kehadiranku, tapi kamu bahkan berani menatapku. Sangat baik! Aku mengakuimu, Nak." Pimpinan orc itu terkesan dengan keberanian Mavis.

__ADS_1


"Namaku Durothan, kepala suku Kargnan sekaligus pimpinan dari bangsa orc." Setelah memperkenalkan dirinya orc itu kembali memasang wajah serius. "Sangat disayangkan, aku tidak punya banyak waktu untuk berbicara denganmu. Sekarang lebih baik kau katakan maksud dari kesepakatan yang ingin kamu buat dengan kami, Manusia."


"Baiklah, aku akan mengatakannya sekarang. Kesepakatan ini sangatlah sederhana, aku akan menyediakan tempat untuk bangsa orc kalian bisa tinggal dengan aman dan juga nyaman. Namun, dengan syarat kamu harus tunduk dibawah kekuasaanku."


"Kau sungguh arogan untuk ukuran seorang manusia, mengapa kau terlihat begitu yakin aku akan menerima tawaran darimu itu? Apa kau pikir layak untuk membuatku tunduk dibawah kekuasaanmu? Sekarang lihatlah, hanya dengan melihat jumlah kita sekarang, aku sangatlah yakin bisa dengan mudah menghapus keberadaanmu, semudah membalikkan telapak tangan!"

__ADS_1


__ADS_2