
Di tempat lain, ketika salah satu pengintai dari pos penjagaan terluar menerobos masuk ke dalam aula pertemuan, kegelisahan terpancar dari mimik wajah May. Padahal, rapat itu baru saja dimulai untuk membahas tentang rencana selanjutnya dalam mengambil alih seluruh daratan benua bagian utara. Namun, tak disangka berita tentang kemunculan beberapa sosok asing ini terdengar langsung oleh sang raja. Pemimpin dari fraksi ular itu jelas menyadari bahwa entitas di belakang kekacauan yang sedang dibicarakan merupakan keberadaan Samantha bersama dengan timnya. Mereka adalah pihak dari kubu manusia yang sebelumnya melakukan komunikasi dengannya.
May memang telah memberikan surat balasan mengenai kesepakatan untuk melakukan pertemuan rahasia. Dia pikir ada baiknya untuk menyepakati bahwa titik pertemuan itu berada di dalam wilayah binatang buas, sehingga dia memiliki keuntungan ketika terjadi negosiasi. Namun, dia tidak tahu kalau rencananya itu justru malah memicu kekacauan. Dia telah ceroboh karena memberikan mereka alasan untuk menyerang basis pertahanan luar kubunya sendiri. May benar-benar melupakan fakta bahwa para binatang buas ini banyak yang tidak memiliki akal yang cerdas. Dia menduga bahwa salah satu dari mereka pasti telah memprovokasi pihak Samantha dan yang lainnya.
Sekarang setelah semua kekacauan ini, May menjadi kehilangan kepercayaan diri di hadapan sang raja. Padahal, dia berencana untuk memberitahukan sang raja tentang perundingan rahasianya itu ketika rapat ini mencapai akhir. Namun, akibat berita buruk ini telah datang lebih dulu, dia menjadi gelisah.
"Berapa kerugian di pihak kita?" Sang raja bertanya kepada pengintai itu. Dia masih dengan pembawaannya yang tenang.
"Tuan, seluruh legiun dua dari pasukan serigala dan pasukan gagak hitam telah dilumpuhkan. Pimpinan mereka satu telah terbunuh dan satunya lagi tidak ditemukan jejak keberadaannya."
"Apa ada laporan terperinci mengenai kemampuan para musuh yang melakukan penyerangan? Mengetahui bahwa legiun terdepan kita dihancurkan tanpa bisa mengirim surat peringatan, bukankah para musuh ini terlalu kuat? Bagaimana pendapat kalian?" Sang raja bertanya kepada para pemimpin fraksi yang hadir dalam pertemuan.
"Tuan, aku pikir mereka memang tidak bisa diremehkan. Mereka pasti sangatlah kuat, aku takut mereka bahkan bisa menyaingi salah satu di antara kami para pemimpin fraksi. Belum lama ini aku sempat mengamati salah satu legiun yang hancur itu, tapi mereka jelas tidak bisa dibilang lemah di antara legiun lainnya. Terlebih legiun kedua milik si gagak merupakan salah satu legiun terkuat yang berada dibawah komando Cosmo," jawab Fray.
__ADS_1
"Aku juga setuju dengan apa yang dikatakan Fray. Pikirkan bahwa mereka bahkan bisa menghabisi kedua legiun itu hanya dengan sedikit prajurit yang mati di pihaknya," kata Vermont selaku pemimpin dari fraksi rubah.
Vermont ini merupakan salah satu yang memiliki kecerdasan tinggi di antara para pemimpin fraksi yang hadir. Tentu saja sangat mudah baginya mengukur tingkat kekuatan musuh. Dia tidak ingin sang raja akan salah mengira kekacauan ini terjadi karena prajurit dari fraksi Cosmo yang terlalu lemah. Dia sendiri memiliki kedekatan dengan pemimpin satu itu. Dia merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu mengatasi masalah fraksi rekannya itu selagi dia bertugas di tempat lain.
Tidak berbeda dengan Vermont, Fray yang merupakan pimpinan dari fraksi kucing ini juga memiliki hubungan yang baik dengan Beta. Dia pun ingin memberikan validasi mengenai kekuatan yang dimiliki legiun dua yang berada dibawah komando Alpha dan Beta.
Kedua pemimpin fraksi ini mendukung sang rekan dengan argumennya masing-masing. Namun, tentu saja insting yang dimiliki para binatang buas membuat para pemimpin fraksi lainnya ikut menyerukan ketidakpuasannya. Mereka benar-benar sangat suka menjatuhkan fraksi satu sama lain hanya karena ingin terlihat menonjol di hadapan sang raja.
Mendengar keributan yang tidak kunjung mereda membuat sang raja terpaksa menggeram keras. Semuanya pun terdiam.
"Tuan tidak perlu khawatir. Jika mereka terbunuh saat menghadapi musuh, salahkan diri mereka sendiri karena terlalu lemah. Para musuh itu haruslah mudah untuk ditaklukkan bila berhadapan denganku."
"Lancang! Kamu pikir legiun banteng milikmu lebih hebat dibandingkan milikku?" Beta berteriak karena merasa harga dirinya telah terinjak oleh pemimpin banteng itu.
__ADS_1
"Kamu ingin protes? Mengapa tidak kita buktikan sekarang siapa yang lebih kuat?"
"Taurus, apa kamu pikir selama ini aku diam karena tidak berani? Jika bukan karena Alpha yang sering menahan diriku, mungkin aku sudah menghabisimu sejak lama!" Beta kemudian perlahan mulai melakukan transformasi ke dalam bentuk serigalanya. Dia sudah tidak bisa lagi menahan kebenciannya yang sudah lama terpendam kepada Taurus. Pemimpin banteng itu benar-benar membuatnya muak.
"Pengecut sepertimu apa bahkan bisa membunuh prajurit semut?"
Beta kemudian melesat dengan wujud serigalanya, mencoba menerjang Taurus dengan gerakan menebas menggunakan lengannya. Di sisi lain, Taurus yang menyadari serangan itu pun mengambil gerakan siaga dengan mengangkat senjata besar miliknya itu. Namun sayangnya, sebelum keduanya sempat bentrok, sebuah pisau kecil sudah melayang dengan sangat cepat ke arah keduanya. Lantas keduanya refleks langsung menangkis pisau tersebut, lalu sama-sama melirik ke arah sosok yang baru saja menyerang keduanya itu.
"Cukup! Kalian ingin menghancurkan tempat ini? Pergilah jika kalian ingin bertarung! Berani-beraninya kalian bertingkah tidak sopan di hadapan raja kalian?" May yang tidak ingin pertemuan ini semakin ricuh pun akhirnya mengambil tindakan.
Segera pemimpin fraksi ular itu berjalan mendekat ke arah sang raja lalu membisikan sesuatu. Melihat tindakan May yang terlalu dekat dengan sang raja pun memancing ketidaksukaan beberapa pemimpin fraksi. Namun, tidak ada satupun yang berani secara terang-terangan menyerukan komplainnya. Pasalnya, semuanya tahu betul kalau May ini adalah bawah yang paling difavoritkan oleh sang raja.
"Hamm. Hmm...." Sang Raja hanya diam sambil mengiyakan apa yang dikatakan May ketika dia sedang berbisik.
__ADS_1
Setelah semuanya, barulah semua yang melihat jatuh dalam kebingungan masing-masing. Soalnya, May nampak begitu kikuk seakan dirinya telah melakukan kesalahan besar. Begitupun Sang Raja yang hanya diam setelah mendengar bisikan dari bawahannya itu. Beberapa dari pemimpin fraksi ini pun mulai menduga bahwa Sang Raja nampaknya marah kepada May. Hanya saja, apa yang mereka tidak tahu adalah fakta bahwa sang raja sedang memiliki kecemasan tersendiri. Entah mengapa, firasatnya sebagai penguasa binatang buas sedang terancam. Dia benar-benar tidak mengerti, mengapa dia bisa terintimidasi hanya dengan mendengar perkataan May barusan.
Sang Raja telah mencoba untuk tetap terlihat tenang di permukaan, tapi ternyata itu masih terlihat tidak baik dan disadari oleh para pemimpin fraksi yang hadir. Dia sedang tenggelam dalam pemikirannya untuk menangani masalah ini, termasuk memikirkan cara agar semua pemimpin fraksi yang hadir tidak mengetahui bahwa May memiliki sedikit keterlibatan di belakangnya. Dia sangat yakin jika mereka mengetahuinya, posisi May yang dekat dengannya akan berubah menjadi canggung. Dia tidak ingin hal itu terjadi. Sang Raja benar-benar tidak ingin jauh dari bawahan yang paling disayanginya itu. Meskipun kali ini dia merasa kecewa karena May tidak membicarakan hal ini terlebih dahulu dengannya.