THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 27 : Selamat Bergabung


__ADS_3

Melihat sang pemimpin mereka telah dikalahkan membuat mental para orc jatuh pada titik terendah. Sejatinya mereka bingung dengan kondisi saat ini, jelas tidak ada yang menyangka dengan hasil akhir pertarungannya. Pemimpin dan para petinggi yang mereka yakini sangatlah kuat malahan tumbang hanya karena melawan satu sosok dari pihak lawan, mereka tidak tau lagi apa yang harus mereka lakukan saat ini. Meskipun kecerdasan mereka berada di level yang sama dengan rata-rata makhluk inhuman lainnya, tapi mereka tidak sebodoh itu sampai terburu-buru kembali ke dalam dungeon yang mana sumber daya di dalamnya sangatlah terbatas, sementara daratan utama sudah ada di depan mata! Di satu sisi mereka tidak bisa begitu saja melepaskan kesempatan untuk mendapatkan kebebasan menghirup udara segar di daratan utama. Namun, di sisi lain mereka harus mengakui bahwa mereka takut dengan kekuatan kelompok Mavis.


Di saat para orc masih dalam keadaan kacau dan keributan terjadi di antara masing-masing dari mereka, tiba saatnya Mavis kembali maju untuk memberikan sebuah pertunjukan. Di hadapan pasang mata orc, dia menghampiri sang pimpinan orc lalu sejenak berdiam diri di tempat, lalu mengedarkan pandangannya ke arah kerumunan makhluk kolosal tersebut. Dalam hati Mavis bersukacita karena telah berhasil mencegah kekacauan seperti yang diramalkan oleh sosok misterius itu. Di sisi lain dia juga merasa beruntung karena sebentar lagi dia akan mendapatkan kekuatan tambahan baru dari ras orc.


"Saatnya kalian bangun." Mavis tersenyum kecil sembari memfokuskan diri membangun fondasi pada mantra sihirnya. Kali ini Mavis akan memperlihatkan perkembangan atas kerja kerasnya selama ini. Tidak perlu lagi baginya untuk repot-repot melantunkan mantra secara lisan, dia hanya perlu berkonsentrasi pada pikirannya, dan sihir tersebut akan tercipta dengan sendirinya.


Segera kabut hitam nan pekat mulai muncul dan menciptakan lingkaran sihir lima kali lipat, kemudian perlahan menyelimuti jasad para mayat yang berdiri di pusat permukaan. Momen saat itu tentu membuat ngeri para orc yang menyaksikan dari samping. Hanya dengan mengandalkan insting, tanpa sadar para orc ini bahkan mengambil langkah mundur, seakan tidak ingin terseret ke dalam lingkaran mengerikan tersebut.


Keheningan melanda dalam kurun waktu kurang dari sepersekian menit. Proses pembangkitan itu sangatlah cepat. Kini keempat sosok besar perlahan muncul dari balik kabut hitam, masing-masing dari mereka mengambil posisi setengah bersujud di hadapan Mavis. Senyuman indah pun langsung terlukis di bibir manis Mikaela, tak terhitung seberapa banyak dia telah melihat proses kebangkitan, dia selalu saja kagum dengan kemampuan yang tak terbatas milik tuannya itu.

__ADS_1


"Sambut hamba kepada Tuanku." Salah satu dari tiga makhluk bayangan itu berkata dengan nada penuh hormat. Terlihat sekali perbedaan antara sebelum dan sesudah dirinya dibangkitkan, begitu juga dengan ketiga mantan petinggi orc yang saat ini berada di belakang Durothan.


Kejadian ini disaksikan oleh para orc, mereka pun serentak terkejut begitu mengetahui para petinggi suku mereka ternyata belum mati. Mereka bersuka cita sekaligus bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, otak mereka belum bisa mencerna, terlebih Durothan yang mana pimpinan mereka saat ini bersujud di hadapan pimpinan musuh mereka.


"Baiklah, langsung saja aku akan memberikan Durothan kembali tugas sebagai pimpinan para orc, mulai sekarang kamu yang bertanggung jawab atas mereka, berikan pengertian tentang apa saja peraturan yang harus mereka taati, nanti Mikaela akan memberikannya padamu," kata Mavis dengan nada santai.


"Terimakasih, Tuan."


Senyum kecil terlintas di wajah pemuda itu, kini dia memilih untuk berbalik dan berjalan pergi dari pusat ruangan. Sembari berjalan, Mavis mengirimkan pesan telepati kepada Mikaela untuk memberikan rincian peraturan dan hal-hal lainnya kepada Durothan. Kecantikan yang memikat itu pun menunduk mengiyakan seraya melipat salah satu tangannya ke dada, ketika Mavis berjalan melewatinya.

__ADS_1


"Kemenangan yang mutlak." Mavis berjalan pergi dengan penuh kelegaan, dia menghela napas kecil, sebagai bukti bahwa sebelumnya dia sempat khawatir dengan bagaimana hasil akhir dari invasi pasukan para orc ini. "Untunglah tidak ada kerusakan ataupun bencana besar yang berdampak kepada kerajaan ini."


Mavis berjalan pergi menuju ruangan aula yang masih dalam proses pembersihan. Sesampainya di sana, Mavis pun langsung meminta kepada para pekerja itu untuk menghentikan pekerjaan mereka sebentar karena ruangan itu ingin dipakai. Nasib serupa dialami oleh para prajurit yang ditendang keluar dari dalam ruangan, memikirkan tentang hal ini membuat mereka menjadi semakin sadar diri bahwa mereka ini bukanlah apa-apa. Mereka hanyalah kutu di hadapan sosok-sosok kuat di dalam sana. Bahkan menyebutkan komandan regu yang paling dikagumi karena kekuatannya di antara para prajurit, hanyalah mainan anak-anak di hadapan satu makhluk bayangan yang paling lemah.


Pintu ruangan itu pun tertutup rapat, Mavis berjalan maju menaiki anak tangga dan langsung mengambil posisi duduk di kursi singgasana begitu tiba di atas. Sementara para makhluk bayangan yang mengikutinya mengambil posisi berdiri sejajar dan memanjang dengan dua sisi yang saling berhadapan.


"Sekarang masalah para orc itu sudah terselesaikan, jadi yang perlu aku lakukan saat ini adalah merubah susunan kepemerintahan ibu kota kerajaan Yukhiro dan memberlakukan kebijakan yang sama seperti ibu kota kekaisaran Menara Kembar. Kali ini aku akan memberikan tugas baru kepada salah satu dari kalian untuk memimpin para pasukan dalam menyebarkan berita tentang kedatangan ras orc yang akan bergabung dan tinggal di ibu kota kerajaan."


"Dalam hal ini aku akan memberikan tugas tersebut kepada Aletta. Bagaimanapun dia memiliki popularitas yang tinggi di kota ini dan tidak ada yang tidak mengenal dirinya. Aku percaya dia bisa dengan mudah menggiring opini para penduduk dengan baik untuk percaya dan menerimanya."

__ADS_1


Mendengar pernyataan tersebut membuat Aletta segera berjalan ke hadapan Mavis dengan wajah berseri, kemudian dia pun memberi penghormatan kepada sang tuan seraya berkata, "Terimakasih, Tuan, aku akan melaksanakan tugas pertamaku ini dengan sangat baik, aku pastikan Tuanku tidak akan menyesal karena telah memilihku."


__ADS_2