
Aku meninju bocah kapak besar tersebut, bertepatan pipi sebelah kanannya, sehingga membuatnya terpental mengikuti jalur pukulan ku. Tapi pukulan tersebut tidak membuat dirinya terjatuh, dia berhasil menahan posturnya dengan sempurna. Jika dia sampai terjatuh hanya dengan pukulan seperti itu, itu sangat memalukan bagi seorang dengan pangkat Jenderal.
Melihat ada sesuatu yang menghantam pipinya secara tiba-tiba, dia merasa terkejut dan melototi diriku, yang berdiri di samping Suri Cruise. Yang paling membuatnya sangat terkejut adalah sosok yang menghalanginya ternyata seorang Hunter Class rendah.
"Apa..! seorang Hunter belaka, berani menghalangi aku, apa kau bosan hidup?"
Suri Cruise juga terkejut melihat diriku tiba-tiba berada disampingnya, dia hanya melototi aku.
Aku mengabaikan ocehan bocah kapak itu, dan aku berkata kepada Suri Cruise.
"Kau terlalu lengah."
"Apa yang kau lakukan...?"
"Aku menyelamatkan mu."
"Aku tidak perlu kau selamatkan, asal kau tau, biarpun kau menyelamatkan ku, aku masih tidak mempercayai mu."
"Kau pasti akan mempercayai ku, soalnya aku mempunyai sesuatu yang akan membuat mu percaya." dan aku pun beralih pandangan, ke dua orang penganggu tersebut.
"Ha..ha..ha..ha, sudah memukul diriku, kau juga mengabaikan aku. Kau memang benar ********, jangan salahkan aku, jika aku menyiksa dirimu, mekuliti mu, dan mencincang dirimu hidup-hidup."
"Ternyata kau banyak ngocehnya juga ya, tapi kau membuat kesalahan, menganggap diriku hanya seorang Hunter biasa."
Setelah aku selesai berbicara, aku menarik pedang ku dari sarungnya yang berada di pinggang, tanpaklah sebuah pedang warna hitam pekat tanpa ada noda sedikitpun dari ujung ke ujung, yang aku pegang dengan tangan kanan.
Tidak selesai hanya itu aja, aku pun mencabut alat Magic ku yang berada di kuping, alat ini berbentuk anting yang bernama Pilox, ketika aku mencabutnya, sebuah perubahan terjadi pada sekitar area kepala ku, rambut ku berubah menjadi warna abu-abu ke hitaman, serta bola mata dan alis berubah juga, mengikuti warna rambutku.
Tidak lupa juga, aku mengedarkan elemen kegelapan ku ke sekitar tubuhku, membuat diriku tampak seperti dikelilingi oleh api hitam yang membara.
Melihat perubahan diriku yang secara tiba-tiba, membuat ke tiga orang yang ada disekitar ku pun terkejut.
"Apa yang ter-."
sebelum Suri Cruise menyelesaikan pembicaraan nya, aku memotong nya.
"Nanti aja penjelasannya, yang lebih penting kita mengurus mereka dengan cepat."
Suri Cruise tidak menjawab, hanya berbalik ke dua orang pengganggu itu.
Maria Cruise, ketika melihat diriku, tatapannya berubah menjadi tatapan liar bagaikan binatang buas melihat mangsa.
"Ha...ha..ha..ha., dua makhluk pendosa telah muncul, ini hari keberuntungan ku, oh.. Dewa Cahaya! aku akan mempersembahkan kepada Mu dua makhluk pendosa ini!"
Maria Cruise pun berbicara sambil mengangkat kedua tanganya ke atas langit, seolah-olah dia lagi meminta pengampunan.
Melihat perubahan yang tiba-tiba itu membuat Suri tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Maria! apa yang terjadi pada mu?"
tanya Suri Cruise
"Kurang ajar..! berani-beraninya dirimu, makhluk pendosa, mengganggu diriku yang lagi berbicara dengan Dewa Cahaya yang agung." Dia berbicara sambil melototi Suri Cruise.
'apa yang terjadi padanya, dia tiba-tiba berubah seperti ini.'
Suri Cruise bergumam didalam hatinya.
"Hei... Suri Cruise."
Mendengar panggilan ku yang sambil menepuk bahunya, membuat nya terbangun dari lamunannya.
__ADS_1
"A - apa?"
"Kau lawan dia," aku sambil menunjuk Maria Cruise, " dan aku akan mengurus bocah kapak besar. apakah kamu sanggup?"
"Kau tidak perlu memerintah ku, aku juga sudah tau apa yang aku harus lakukan, dan kau juga menganggap terlalu remeh diriku."
"Ya, baguslah kalau kau sudah tau, tapi kamu gak perlu khawatir, aku pasti mengurus bocah kapak itu dengan cepat, dan aku langsung menuju tempat mu untuk membantu."
Aku berkata sambil menepuk bahunya.
"Aku tidak perlu bantuan mu, urus aja urusan mu sendiri."
sambil membersihkan bahunya yang bekas aku tepuk tadi, dan dia langsung pergi, melihat dia pergi, aku pun langsung berbalik menghadap bocah kapak tersebut.
"Hey...! bocah kapak, kenapa bengong, apakah kau masih terkejut dengan perubahan ku?"
tanya ku.
"Ya, aku sedikit terkejut melihat perubahan mu, tapi bukan itu yang aku pikirkan, yang aku pikirkan adalah bahwa aku sangat beruntung berjumpa dengan Kaum Kegelapan, kau bisa menjadi batu loncatan untuk ku, agar aku naik pangkat lebih tinggi. tapi sebelum aku menangkap mu, aku ingin bertanya, apakah kau yang menyusup ke Kota IceCream?"
"aku akan menjawab pertanyaan mu, asal kan kau bisa membuat diri ku untuk menjawabnya."
'karena aku sibuk , jadi aku lupa untuk, mengecek keadaan gadis tersebut, tapi tampaknya mereka belum menemukan nya, kalau begitu bagus la,'
batinku berbicara.
Aku telah menanam kan eleman kegelapan ke dalam tubuh gadis yang aku selamatkan waktu itu, sehingga aku bisa mengetahui keberadaan nya. Tapi skill ini tidak bisa mengetahui secara otomatis, dia akan aktif jika aku menginginkannya.
" Kau terlalu sombong, bocah..! aku akan membuat mu menyesal."
"Whooosss."
Dia pun meluncur ke arah ku dengan cepat, dengan memegang sebuah kapak besar ditangan kanannya. Dia melancarkan sebuah serangan besar yang mengarah ke kepala ku, tapi, serangan tersebut berhasil aku tangkis, menggunakan pedang yang aku pegang dengan tangan kanan. Akibat serangan tersebut, membuat tanah yang aku pijak hancur membentuk kawah kecil.
Dia terkejut, melihat serangannya yang berhasil aku tangkis dengan mudah.
"Hey bocah...! , ternyata kau mempunyai kemampuan juga."
Dia berbicara kepada ku.
Tapi aku mengabaikan nya, dan meluncur kearahnya dengan cepat, aku menggunakan skill Shadow Step sehingga membuat kecepatan ku bertambah. Dan aku menyerang nya menggunakan skill Flash Slash, semua serangan ku mengenainya tapi tidak ada yang menyebabkan luka fatal, aku pun lekas mundur.
'Tubuh yang cukup keras.'
"Kau cukup cepat, tapi serangan mu sangat lembek." Dia pun mulai melapisi Kapaknya dengan Es, menjalar ke seluruh tangan kanannya.
Sudah selesai persiapannya, dia pun mulai menyerang ku, kecepatannya masih tetap sama, tapi kekuatan nya semangkin meningkatkan, aku menangkis seranganya yang mengarah ke arah perut ku, aku terkejut merasakan kekuatannya, membuat diriku terbang keudara, tapi tidak membuat ku lepas kendali, aku pun langsung mendarat di batang pohon.
Tapi tidak sampai disitu, dia menghantam kapaknya ke tanah dan tiba-tiba muncul lah duri-duri Es dari hantaman kapaknya. Duri-duri Es tersebut meluncur ke arah ku yang berada di atas pohon.
"Ice Thorns"
Melihat serangan duri-duri es yang mengarah pada ku, aku hanya melihatnya dengan tenang, dan mengayunkan pedang ku ke sebelah kanan untuk membelah duri-duri es tersebut, duri-duri es itu terbelah dua tak ada yang berhasil mengenaiku.
'Sungguh lembek.'
Setelah menerima serangan tersebut, aku pun tidak tinggal diam, aku pun menyerangnya dengan menggunakan skill Dark Hand.
Skill Dark Hand adalah skill yang menciptakan sebuah tangan yang banyak, yang terbuat dari elemen kegelapan, yang bisa menyerang musuh dengan serangan bertubi-tubi.
"Dark Hand."
__ADS_1
Aku pun menyeranganya dengan tangan-tangan elemen kegelapan, serangan beruntun pun aku lancarakan.
Merasa berbahaya akan serangan ku, dia pun dengan sigap membuat sebuah pelindung dari Es. Aku pun menghantam pelindung Es dengan bertubi-tubi, ketika beberapa saat kemudian, aku pun menghentikan serangan tersebut. Akibat dari serangan yang aku lancarkan, membuat tanah dan pohon berhancuran dan salju-salju berhamburan membuat pandangan menjadi terhalang.
****
"Maria...! sadarlah apa yang terjadi pada mu?"
Suri Cruise merasa, bahwa Maria telah dikendalikan oleh sesuatu yang jahat.
' Dia berubah setelah melihat elemen kegelapan, jika dia memang membenciku, dia tidak mungkin berubah seperti ini, dia bagaikan binatang buas.'
Ketika aku sedang memikirkan sesuatu, Maria pun meluncur dengan cepat mengarah ketempat Keosy berada. Melihat itu aku pun segera meluncur dengan cepat menyusul nya, aku pun menghalangi laju dengan muncul didepannya.
"Maria..! aku yang jadi lawan mu."
"Kau menjadi lawan ku, haha...haha..., kau tidak pantas melawan ku, jangan mehalangi ku. Aku akan mengurus mu ketika aku selesai dengan Makhluk kegelapan itu."
Karena dia mengabaikan aku, aku pun langsung menyerang nya, melihat serangan ku yang mengarah ke kapalanya, dia pun dengan cepat menangkis serangan ku menggunakan pedangnya, dan tidak sampai disitu, dia pun langsung mendorong diriku. Aku terkejut bahwa dorongannya sangat kuat, kekuatannya berkali-kali lipat dari serangnya ketika dia masih normal, membuat diriku terpental jauh menabrak pohon-pohon.
"ahhhh...ahhhh."
aku mengerang kesakitan, dan aku langsung berdiri, dan melancarkan sebuah serangan jarak jauh, serangan berbentuk 2 sabit yang mengarah ke arahnya.
"Sickle Light."
Melihat serangan Sickle light ku, dia hanya menangkis serangan ku menggunakan pedangnya dengan santai, akibatnya serangan yang aku lancarkan tidak berpengaruh kepadanya.
"Mempersembahkan hidangan utama terakhir itu juga baik."
gumamnya, sambil meluncur dengan cepat kearah ku.
*****
Ketika salju-salju menghalangi pandangan ku, mulai menghilang, aku dapat melihat bahwa pelindung Es tersebut masih kokoh berdiri.
Aku pun terkejut, tapi yang membuat aku terkejut, bukanlah karena melihat serangan ku tidak bisa menghancurkan pelindungnya, tapi yang membuat aku terkejut adalah terdapat banyak kapak diudara yang siap menyerang ku, melihat serangan itu, membuat aku dengan sigap mengaktifkan Skill Dark Shield.
Skill Dark Shield adalah skill pelindung terbuat dari elemen kegelapan yang berbentuk bulat.
"**Dark Shield."
"Axe Rain**."
Bersamaan aku mengaktifkan Skill ku, Hujan axe pun menghujani ku, serangan tersebut sangat mirip apa yang telah aku lakukan sebelumnya.
Serangannya tidak mampu menembus penghalang yang aku gunakan.
Ketika aku menahan serangannya, aku melihat dari jauh pertarungan Suri Cruise, pertarungan nya berat sebelah, tidak ini bukan pertarungan, tapi penyiksaan, melihat tersebut membuat hati ku sakit, bagaimana tidak, seorang wanita cantik dihajar habis-habisan seperti itu, walaupun yang menghajar juga wanita.
'Sepertinya dia tidak akan bertahan lama, aku harus menyelesaikan dengan cepat pertarungan disini.'
Ketika serangannya berhenti, aku pun dengan cepat meluncur kearah bocah kapak tersebut, penghalang Es itu bukan penghalang bagi ku untuk mendekatinya, aku pun tiba dengan cepat di depan nya, dan langsung menggenggam mukanya dengan telapak tangan ku, melihat aku muncul tiba-tiba, dia terkejut tanpak dari raut wajahnya, tapi dia sudah terlambat untuk beraksi, aku langsung membanting kepala nya ditanah dan membekukannya dengan elemen es ku sehingga dia tidak bisa bergerak.
"khuk...Khuk."
karena bantingan ku yang cukup kuat, dia mengeluarkan suara erangan.
"Sebenarnya aku ingin pertarungan dengan mu berlangsung lama, tapi seorang wanita telah menunggu ku, untuk diselamatkan, ya apa boleh buat, selamat tinggal."
"Dark Spine."
__ADS_1
Ketika aku mengaktifkan skill ku, sebuah duri hitam muncul dari bawah badan Bocah Kapak tersebut, Sehingga duri-duri es tersebut menembus badannya, ada lima duri yang menembus dirinya..
Bersambung..