
"Oh.. jadi kamu Bandavir, kalau begitu kami akan memperkenalkan diri juga. Nama aku Keosy, sedang kan dia Suri Cruise."
"Hahahahhaah, kalian memiliki nama yang aneh, sangat mirip dengan tampang kalian."
"Hahahah, begitu kah, itu juga berlaku dengan mu, Bandavir."
"Wow, manusia kecil seperti mu, memiliki mulut yang kurang ajar juga ya."
"Itu juga berlaku untuk mu, Bandavir, dengan tubuh sebesar itu, kau masih memiliki mulut kurang ajar juga."
Karena merasa geram, karena aku terus mengikuti apa yang di ucap kannya, sebuah tangan besar Bandavir mengarah ke aku. Aku dengan cara melompat berhasil menghindari pukulan tersebut.
Bangunan yang baru aku pijak pun hancur lebur akibat pukulan yang dikeluarkan Bandavir.
"Yo, Bandavir, kenapa kamu menyerang ku secara tiba-tiba." Aku yang telah berdiri di atas sebuah bangunan, berbicara kepada Bandavir.
"Cih... Manusia seperti mu, harus di bunuh terlebih dahulu." Pukulan kembali menuju ke arah ku dengan cepat, serangannya yang mengandung kekuatan saja, tidak akan pernah mengenai diriku.
Selagi aku yang masih menghindari serangan tersebut, aku berbicara kepadanya, "Bandavir, apakah kamu tidak tahu sopan santun, atau kah, kamu tidak di ajarin orang tua mu dengan sopan santun."
"Apa!! Baji**an kecil seperti mu, berani berbicara tentang orang tua aku, kau pasti ku bunuh." Tangan kanan Bandavir mulai mengeluarkan aura yang sangat berbahaya, seperti Bandavir yang lagi bersiap untuk mengumpulkan energinya di tangan kanannya.
"Matilah Kau!" Dengan teriakan yang sangat kuat, di ikuti dengan serangannya yang mengarah pada diriku.
Serangannya yang mengarah pada diriku mengenai sebuah pelindungi yang telah aku buat, dengan element es. Pelindung yang telah aku buat memiliki daya tahan yang baik, seharusnya serangan itu tidak akan meneganaiku, tetapi aku malah terpelanting cukup jauh.
Woow, serangan yang luar biasa, berapa jauh aku terpelanting, kurasa cukup jauh, dia pikir serangan tersebut bisa menghancurkan aku. Untung saja kekuatan pukulanya berkurang ketika menghantam pelindung es.
Kalau tidak itu bisa serius, sungguh menakutkan ras raksasa ya.
Aku pun mulai menyerang Bandavir, dengan tinju yang dilapisin sebuah element es.
Dalam sekejap aku sudah langsung berada di depannya, sebuah tinjupun mengenai ke jidat Bandavir, dia langsung seketika membeku.
Sebuah raut wajah terkejut pun di tampakan oleh Bandavir, dan itu masih bertahan akibat dia membeku.
"Hey kau, kenapa tidak membantuku?" Aku melihat ke arah Suri, yang berada di belakang."
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu di bantu."
"Huf.. kamu terlalu dingin ya, kalau begitu ayo pergi dari sini, sebelum dia sadar kan diri."
"Ya."
****
Di dalam perjalan menuju tempat penjara bawah tanah tersebut, aku melihat di penjuru kota telah mengalami ke kacauan. Para raksasa yang ada lima tersebut menyerang manusia tanpa pandang bulu.
Sebuah jeritan terbentuk, mulai dari anak-anak, dewasa, dan orang tua, dari berbagai gender.
Aku adalah orang yang tidak memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, jadi ketika aku mendengar itu aku merasa bias saja.
Tapi lainnya dengan seorang wanita yang ada di samping kanan aku. Dia menampakkan raut wajah yang begitu menyedihkan ya.
Sangat berat bagi seseorang yang memiliki rasa kemanusiaan seperti dia, dan tidak bisa melakukan apapun.
"Sungguh raut wajah yang jelek." Aku bergumam agar dia mendengar, tapi dia hanya menggit bibirnya tanpa bicara apapun.
Tapi aku bersyukur dia tidak melakukan sesuatu yang bodoh seperti membantu mereka itu.
"Jadi ini tempatnya?" Aku berbicara kepada Suri, yang telah mendarat di samping ku.
"Ya, tidak salah lagi, ini lah dia."
"Sepertinya masih dijaga dengan ketat."
"Itu sudah jelas, apakah kita akan menyerangnya secara langsung?"
"Bukan kah itu sudah jelas."
"Baiklah."
Kami berdua berjalan menuju gerbang utama dari kastil tersebut, ada dua penjaga pintu yang berdiri dengan tegap. ketika mereka melihat kami, penjaga itu langsung, bersiap-siap untuk menyerang.
Tapi aku langsung melempar kan 2 peluru es, membuat mereka menjadi beku. Hanya ada dua penjaga, yang bisa di katakan sangat lemah.
__ADS_1
Setelah berhasil menumbangkan penjaga tersebut, aku mulai menebas pintu gerbang tersebut, menjadi 5 bagian, disini kami masih memasuki halaman depan kastil tersebut.
Di dalam gerbang tersebut, ternyata sudah banyak pasukan yang mengarah kami, karena mendengar suara sebuah pintu yang hancur.
Ada lebih dari 100 pasukan yang akan menyerang kami, aku tidak menyangka pasukannya banyak, jadi aku dan Suri menghadapi pasukan itu.
Bagi aku pasukan ini bukanlah apa-apa, begitu juga dengan Suri, yang telah meningkat pesat dalam segi kemampuan, ya karena dia telah banyak berlatih selama ini.
10 menit kelar pasukan itu kami bersihkan, kami beruntung menyerang, pada saat para pasukan monster menyerang kota ini, jadi pasukan kota tidak akan datang kemari, sudah jelas mereka sangat sibuk.
Kami mulai memasuki kastil tersebut, sampai sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tapi tiba-tiba, sebuah panah es menyerang kami, dari atap salju. jadi mulai menjauh dari pintu masuk.
Aku melihat dari kejauhan ada seorang wanita yang menggunakan kerudung warna biru, dari dia lah panah itu dilancarkan, tidak sampai di situ, hembusan elemen es keluar dari pintu kastil.
Aku menahan serangan elemen es itu, dengan pelindung yang dibuat dengan elemen yang sama, aku berhasil menahannya dan tidak mengenai kami.
Setelah itu, tidak ada serangan kembali, tapi ada sebuah langkah kaki terdengar, yang berasal dari dalam kastil tersebut.
Langkah kaki itu, tidak di miliki oleh satu orang tapi lebih, dibukalah pintu kastil tersebut, dan munculah 5 Manusia yang mengenai kerudung biru.
Tampaklah mereka berlima, dari postur tubuh mereka, hanya ada 2 wanita, yang satu berada di atap, satunya lagi disini.
Suara laki-laki yang cukup berat berbicara, "Aku tidak menyangka, ke dua serangan kami, berhasil kalian gagal kan," berhenti sekejap dan melanjutkan berbicara, "hemm. jadi siapa kalian? dan apa tujuan kalian?"
"Serangan kalian tidaklah begitu luar biasa, sehingga aku dan rekanku bisa menghindarinya. Hemm.. sungguh tidak sopan ya, menanyakan nama orang lain, sebelum memperkenalkan dirinya."
"Hahahahah, ya emang serangan tadi tidak begitu luar biasa, aku sungguh menganggap remeh kalian berdua. Emang tidak sopan, jika menanyakan nama orang lain, sebelum memperkenalkan diri, hmmmm, baiklah aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Kami ada pasukan penjaga kastil, dan Aku Arnos Pemimpin pasukan ini, giliran kalian".
"Salam kenal Arnos, aku adalah Keosy, dan dia Suri Cruise, Kalian adalah pasukan penjaga kastil?"
"Ya," jawab Arnos.
"Kalau begitu, jika kami berhasil mengalahkan kalian, berarti tidak ada lagi yang menghalangi kami?"
"Ya, tapi kamu sangat begitu yakin bisa mengalahkan kami".
"Kenapa aku tidak yakin, jika aku tidak yakin, kenapa aku harus menyerang kastil ini."
__ADS_1
"Kau benar juga."
"Baiklah Arnos, sebelum aku mengalahkan kalian, aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu, apakah bisa?"