
Setelah menyerahkan taring serigala sebagai bukti telah menyelesaikan misi, aku kembali mencari misi yang baru, untuk informasi saja Hunter Class rendah sangat terbatas pengambilan misi, karena misi di sini rata-rata misi Class C.
Jika ingin menaikkan Class, aku harus menyelesaikan 9 Misi lagi yang memiliki level E, hadiah yang aku terima, dalam pembasmi serigala, berupa 2 silver.
2 silver sangat sedikit buat diriku, hanya habis untuk makan 2x, tapi aku tidak mempermasalahkannya, karena aku tidak kekurangan uang sama sekali.
Aku selanjutnya melihat-lihat misi, tapi tidak ada yang menarik sama sekali, ya jadi aku tidak ingin mengambilnya, lagi pula aku tidak terlalu fokus untuk menaikin Class, jadi, itu tidak masalah.
"Tuan Keosy."
Aku mendengar suara pria yang memanggil. Aku langsung balik kebelakang arah suara tersebut, aku dapat melihat seorang pria yang maju mendekati ku, dia ditemani anggota squadnya.
Tapi yang anehnya, anggota nya telah berganti, tidak seperti yang tempo lalu.
"Tuan Keosy, akhirnya aku menemukan mu."
"Maksudnya?"
"Aku ingin, menembus kesalahan aku waktu lalu."
"Terus."
"Kali ini aku telah membentuk Squad baru, jadi aku ingin mengundang mu untuk bergabung, kamu tenang saja tidak ada perlakuan seperti sebelumnya."
Jadi dia telah memiliki Squad baru, apakah ada konflik antara mereka, tapi aku gak heran, jika terjadinya sebuah konflik, melihat anggotanya seperti itu.
Selama ini dia mencari diriku, hanya ingin menembus kesalahnya, emang benar lelaki sejati,
"Tuan Gunner, yang tempo lalu, aku tidak mempermasalahkannya, itu bukan salah mu juga, ya kalau begitu aku akan bergabung dengan mu, tapi aku punya Satu teman lagi, apakah dia bisa ikut?"
"Tuan Keosy, panggil saja aku Gunner tampa penghormatan, mengenai teman mu, itu tidak masalah jika dia ikut."
"Baguslah, dan juga kamu bisa memanggil aku dengan Keosy, Terima Kasih sudah mengundang aku."
"Tidak masalah, Keosy perkenalkan mereka."
Sambil mempersilahkan anggota partai yang lain untuk memperkenalkan diri sendiri.
Yang pertama memperkenalkan diri adalah seorang wanita pendek, dengan rambut berwarna merah, mengenakan pakaian berwarna putih, dengan garis di bagian tepi lengannya panjang berwarna hitam, di bagian bawah, mengenakan rok pendek warna putih dan di lengkapi dengan renda-renda hitam.
Senjata yang dia gunakan berupa sebuah busur, yang berada di punggungnya.
"Halo perkenalkan, aku Wenny Roexun senang bertemu dengan mu."
Memperkenalkan sambil melambaikan tangan yang mungil ke arah aku.
"Salam kenal. Aku Keosy, panggil aku Keosy."
Aku menyambutnya dengan memperkenalkan diri.
Selanjutnya, adalah pria yang berdiri di samping kanan Wenny yang akan memperkenalkan dirinya, pria ini memiliki postur tubuh tidak besar atau pun kecil, setara dengan diriku, dia memilik warna rambut biru muda, mengenakan pakaian warna abu-abu dan di balut dengan armor kebiruan, di pinggangnya menggantung sebuah pedang.
"Aku Doru Londols, semoga kamu betah."
kata Doru
__ADS_1
"Aku keosy, mohon jaga aku."
Selanjutnya, seorang wanita yang berdiri di samping Doru, wanita yang memiliki postur yang tinggi untuk ukuran seorang perempuan, dengan warna rambut biru tua. Mengenakan pakaian warna Biru dan di balut dengan armor silver, di punggungnya terdapat lah sebuah senjata besar yang berbentuk pedang tumpul.
"Aku Lili Lodji."
Perkenalan yang singkat aku pikir, tapi itu bukan masalah, aku membalasnya dengan singkat juga.
"Aku Keosy."
"Maaf ya Keosy dia agak sedikit pendiam, tapi orangnya baik kok."
kata Doru.
"Itu tidak masalah buat aku."
Doru memperhatikan aku, lebih tepatnya dia melihat sesuatu yang menggantung di pinggang aku, aku menyadarinya tapi diam saja, sampai dia melakukan pembicaraan terlebih dahulu.
"Keosy, itu pedang kamu dapat dari mana?
Tapi Doru tiba-tiba di marahin oleh Gunner.
"Hey.. Doru, kenapa kamu menanyakan Sesuatu yang tidak pantas seperti itu."
Emang benar, menyakan sesuatu seperti itu kepada orang yang baru kenal itu sangat tidak sopan, kesannya seperti kalau kita itu mendapatkan barang tersebut dengan cara yang tidak benar.
Tapi aku tidak begitu peduli mengenai itu, jadi aku jawab saja, dengan menyelah Gunner yang mulai menasehati Doru,
"Gunner, tidak masalah, pedang ini aku dapat, di toko pandai besi di sebelah timur dari Kota ini, aku membelinya seharga 100 emas."
"100 Emas! apakah kau anak raja?"
kata Wenny.
"Tidak-tidak, aku hanya kebetulan mempunyai uang segitu, jadi aku bayar saja ini pedang, dan dengan melihat pedang ini, rasa ku sangat pantas untuk 100 Emas."
"begitukah, tapi bagiku, 100 emas itu sangat banyak, walaupun ditukar dengan senjata yang sangat baik,"
kata Wenny, dengan merasa tidak rela.
Doru pun, mulai memasuki percakapan antara kami,
"Apakah aku bisa melihat pedang itu dari dekat."
Aneh kenapa, kamu sebegitu ingin melihatnya, apa karena pedang ini memiliki kualitas luar biasa, tapi tidak masalah kalau dia melihatnya, aku pun mengambil pedang ku dan memberikan kepada Doru.
"Kamu bisa melihatnya, sepuas yang kamu mau."
Aku memberikan apa yang dia mau dan dia langsung mengambilnya dengan cepat, tampa membuang waktu dia mengecek seluruh bagian dari pedang tersebut.
Selang beberapa detik, matanya mulai melotot karena terkejut dan dia bergumam sesuatu.
"ini..ini tidak salah lagi, ini adalah
senjata itu."
__ADS_1
"Apa ini benar, kamu membelinya?"
"Iya itu benar, Kenapa aku harus berbohong padamu, emanga kenapa kamu sampai terkejut seperti itu?"
"Apakah kamu tidak tahu, ini adalah pedang kerjaan Es yang telah hilang 2 tahun lalu."
"Tunggu Doru, apakah kamu yakin ini pedang itu."
Gunner berbicara kepada Doru.
"Tidak salah lagi."
kata Doru.
"Jadi maksud mu, pedang aku adalah curian?"
"Aku yakin 100 persen,"
kata Doru.
"Jadi, apa yang akan kamu lakukan, apakah kamu akan melaporkannya?"
"Hah.. buat apa aku melaporkannya, ini bukanlah urusanku, dan aku juga tidak perduli, aku hanya terkejut saja, ini aku kembalikan pedang mu."
Hah.. ada apa dengan expresi heboh itu, sedangkan dia tidak perduli, sungguh aneh, yang lain juga tidak begitu perduli mengenai pedang aku.
"Ya sudah, kita bahas yang lain, Keosy apakah kau sedang mencari misi?"
Gunner mengubah topik pembicaraan.
"Iya, pada awalnya aku berniat untuk mengambil misi, tapi untuk aku yang Hunter rendah ini, tidak banyak parian misinya yang bisa aku dapatkan, jadi aku mengurungkan niat."
"Hem,, emang kamu Hunter Class apa?"
tanya Wenny.
"Oh, Gunner belum mengatakan ya, aku Hunter Class F."
"Class F, sungguh tak terduga."
kata Wenny.
"Tak terduga?"
"Ya tak terduga, untuk Hunter Class F memiliki peralatan yang baik dan juga uang banyak."
"Ya aku hanya beruntung."
Obrolan kami pun berhenti, akibat kedatangan Lili Lodji, Lili Lodji membawa sebuah kertas misi kearah Gunner.
"Gunner, misi ini sepertinya cocok."
Kata Lili yang sambil menyerahkan selebar kertas yang berisi keterangan misi.
Gunner mengambilnya dan membacanya.
__ADS_1