The Shadow King

The Shadow King
Pertarungan Akhir.


__ADS_3

Aku melihat bahwa orc tersebut telah menambahkan kekuatan pada tubuhnya, aura kegelapan yang sangat kuat, menghantam diriku bertubi-tubi.


Aura ini memang kuat tapi, masih lemah jika di hadapan aku, seorang yang telah mencapai puncak dalam pengendalian elemen kegelapan.


Pedang hitam yang aku pegang di sebalah kanan telah berkobar dengan api hitam, begitulah penampilannya, tapi itu bukan api.


"Kita lihat, sampai mana kamu berhasil menahan serangan aku, manusia."


Orc itu berbicara dengan sombongnya, dia tidak tahu lagi berhadapan dengan siapa.


"Menarik, dengan tingkat percayaan diri seperti itu. Aku semangkin ingin menghancurkan mu."


Sepertinya ini akan menjadi lawan terkuatku semenjak aku terbangun ke dunia ini, baguslah kalau begitu, jadi aku bisa melepaskan dengan kekuatan penuh, waktunya berpesta pora.


"wuhssss."


Suara angin berhembus ketika Orc itu mulai bergerak dengan kecepatan penuh.


Serangan tinju yang kuat mengarah kepada aku, lebih tepatnya dia mengincar kepala.


Ya, aku berhasil menangkisnya dan mulai membalas dengan tebasan ke samping.


Terjadi saling serang dengan kecepatan penuh, memang benar aku berhasil mengenainya tapi, serangan aku tidak ada yang melukainya.


Pertahanan yang sungguh keras, sampai pedang yang aku lapisin dengan elemen kegelapan tidak mempan melukainya.


10 menit berlalu, pertarungan kami, dan juga tidak dapat menemukan siapapun yang menang. Dia pun mulai berhenti, begitu juga dengan aku


Dia dan aku, hanya berjarak 10 meter, dia tidak melakukan serangan lagi, tapi malah berbicara pada aku.


"Sungguh mengejutkan. Aku baru saja keluar dari penjara itu, tapi telah melawan orang yang sangat kuat,"


kata Orc tersebut


Aku tidak menjawab perkataannya, melihat aku hanya diam, Orc itu berbicara lagi kepada aku.


"Kau cukup pendiam ya, sayangnya pertarungan kita sampai disini saja, tapi kamu tenang saja, kita pasti ketemu cepat atau lambat."


Ketika aku mendengar dia berbicara, membuat aku kesal, karena ingin berhenti di tengah pertarungan.


"Jadi maksud mu, kau akan kabur."


Aku pun menanggapi pertanyaannya.

__ADS_1


"Bukannya aku ingin kabur, aku hanya ada urusan sedikit, mangkanya itu aku menyudahi pertarungan kita, dan satu lagi, aku sangat menyesal membunuh rekan mu, sebenarnya sih aku tidak ingin, hanya saja mereka menyerang aku, jadi aku terpaksa membunuh mereka. Seperti waktunya sudah habis, jadi itu saja untuk semuanya, aku pamit dan sampai jumpa."


Ketika dia mengatakan sesuatu omongan sampahnya itu kepada aku, aku pun berteriak marah kepada orc, karena telah menghinaku.


"Sialan kau, beraninya mempermainkan ku."


Dia hanya tersenyum mendengar teriakkan ku, kemudian sebuah aura kegelapan mengelilingi orc itu.


Ketika aku tahu dia bersiap untuk pergi, aku pun langsung menerjang ke arahnya dengan kecepatan penuh, mata iblisku pun aktif, seketika gerakan orc itu pun melambat.


Pada saat jangkauan pedang aku telah terpenuhi, aku langsung menebasnya dengan kuat, tebasan ku mengenai tubuhnya, tapi orc itu berhasil kabur.


"Dia berhasil kabur, jika aku tahu di awal akan seperti ini, aku pasti dengan cepat membunuh sialan itu, tapi.... ya sudah la, lagi pula dia telah terkena tebasan cukup telak, mungkin hari ini cukup sampai di sini saja."


Ketika aku ingin pergi, aku dapat melihat rekan-rekan ku yang telah mati.


"Sungguh malang, tenang saja aku akan membalaskan dendam kalian, sebelum aku pergi, lebih baik aku membantai para orc yang di balik pagar ini."


Aku mulai dengan menghancurkan pintunya berkeping, tampak lah para orc dengan muka jelek melihat ke arah aku.


Dalam sekian menit, markas orc pun hancur lebur aku buat, setelah aku menguburkan rekan-rekan aku, aku pun meninggalkan tempat ini dan kembali ke kota.


****


"Ught...."


Rintihan ke sakitan keluar dari mulut Gobun, Gobun adalah sebuah bangsa orc yang telah berevolusi ke puncak perubahannya, bisa di katak Gobun adalah makhluk yang sangat kuta di bandingkan Orc biasanya.


Dia tidak menyangka bahwa, Manusia yang paling dia benci bisa melukainya tampa di sadari.


"Sudah 1000 tahun aku hidup. dan baru kli ini aku merasakan luka seperti ini, dan lagi tampa aku sadarin."


Gobun berbicara sambil menahan rasa sakitnya, dia pun mulai berjalan sempoyongan, ke arah hutan salju paling dalam.


"Jika dia bisa melukai ku seperti ini, itu menunjukkan bahwa waktu pertarungan itu , dia belum serius. Aku tidak bisa terima manusia rendahan itu melukaiku, ah... sial yang terpenting aku harus melaporkan kepadanya."


****


Aku kembali ke penginapan, di situ sudah ada Suri yang menunggu aku. Hem, tidak biasanya dia berada di kamar, tampaknya dia lagi menunggu kedatangan aku.


"Ada ini, tumben kamu disini."


sambil melangkah ketempat tidur, dan duduk.

__ADS_1


"Sepertinya kota ini akan di serang oleh segerombolan monster."


"Hah.. sungguh konyol, kau pasti tahu, monster di sini tidaklah banyak, jangan mengada-ada."


Tidak mungkinlah ada monster menyerang kota ini. Selama aku disini, aku dapat pasti mengetahui jumlah moster disini, palingan sekitar 5000.


Dan dalam 5000 itu, hanya beberapa lah yang sedikit kuat, jika 5000 yang menyerang kota, mereka akan dibantai sebelum sampai di kota, sungguh konyol.


"Iya, aku pertama memang berpikiran seperti itu, tapi aku sudah melihatnya langsung."


Aku pun langsung teringat dengan Orc waktu itu, Monster yang cukup kuat, sampai dia berhasil lolos dari aku, jika apa yang dia katakan itu benar, maka itu pasti kebenaran.


Dan pada waktu perjalanan pulang ke kota, dapat melihat desa-desa yang hangus terbakar, ketika itu, aku tidak bisa mengatakan jika itu serangan monster, di karenakan tidak jarang desa hancur di kota ini.


Bisa saja itu perbuatan perampok. Tapi ketika Suri mengatakan akan ada serangan moster secara besar-besaran, bisa di asumsikan bahwa itu serangan monster.


"Jadi itu, mengapa desa sekitar banyak hancur."


kata aku.


"Ya benar, aku bertemu dengan para monster ketika aku pergi menyelamatkan Kakak beradik itu."


Jadi desa mereka juga di serang, ya tidak mungkin jika tidak, jika melihat berapa banyak desa yang hangus, bisa di asumsikan bahwa, mereka sebentar lagi akan mendekati kota.


Jika seperti ini, Kota ini tidak akan bisa menampung seluruh manusia dari sekitaran desa.


Melihat ramainya manusia di alun-alun kota, itu menandakan para pengungsi sudah berdatangan.


"Apa yang akan kita lakukan, apakah kita ikut mempertahankan Kota?


Suatu pertanyaan yang konyol keluar dari mulut perempuan ini, aku jadi bingung, apakah dia emang benar benci Kota ini apa bukan.


"Hah ... Kenapa kita harus repot-repot mempertahankan kota ini."


Kenapa aku harus melakukan sesuatu yang merepotkan seperti itu, dan lagi aku tidak begitu suka, orang-orang yang ada di kota ini.


Mereka terlalu mengkrimalisasi keturunan aku, walaupun keturunan tidak langsung, tapi dapat dilihat dengan kemiripan elemen kegelapan dengan aku, meskipun aku tidak mengetahui kenapa itu bisa terjadi.


"Ada undangan dari Asosiasi hunter yang mengatakan bahwa, setiap Para Hunter wajib untuk mempertahankan kota, jika tidak dia diangggap kriminalitas."


Suri menjelaskan alasannya, bahwa kita harus mempertahankan Kota ini.


"Gitu kah, kenapa aku peduli, dan lagi ini adalah kesempatan bagus kita."

__ADS_1


"Kesempatan Bagus?"


__ADS_2