
Suasana mendadak tak karuan, dengan terjadinya secara tiba-tiba, Keosy dengan sigap langsung menghampiri Suri, dan menanyakan sesuatu kepadanya.
"Apa yang terjadi?"
tanya Keosy.
"Mata ku terasa sakit," Suri bebricara sambil memegang tangan kanannya, ketika dia selesai mengatakan itu, dia mulai merasa sakit yang semangkin meningkat, di barengin teriakan.
"Ahhhhhhhhh!!" Dengan jeritan yang dikeluarkannya, dan disertai mata kanannya berubah seperti diselimuti bagaikan api hitam yang membara.
Ketika Keosy melihat perubahan yang mendadak tersebut, dia langsung menempelkan tangannya ke mata kanan Suri, dengan di lapisi Elemen kegelapan.
Dia mulai memeriksa dengan memasukkan elemen kegelapannya ke dalam tubuh Suri melalui mata, guna untuk mengetahui apa permasalahan yang di alami.
Permasalahan tersebut, seperti dia duga, ini ada hubungannya dengan Elemen Cahayanya. Ke dua Element tersebut saling bentrok, ketika Element kegelapan mulai terpojok, jadi Element Kegelapan tersebut memaksa untuk keluar, mengakibatkan tubuhnya si pengguna merasa kesakitan.
Keosy mulai mengalirkan elemen kegelapan, selanjutnya dia pun membuat suatu benteng atau pembatas agar ke dua Element tersebut tidak saling bentrok lagi, ketika selesai, ke dua Element mulai tenang.
Dia mulai mengangkat tangannya yang terletak di atas mata, ketika dia melihat wanita tersebut, ternyata telah jatuh pingsan, begitu juga tubuhnya, yang dimana lukanya telah terbuka akibat gerakan-gerakan tadi.
"Apa yang terjadi dengannya?"
tanya maria yang masih terikat.
"Element Cahayanya tidak memberikan ruang bagi Element kegelapan, akibatnya Element kegelapan merasa terpojok dan ingin keluar dari wadah tersebut, sehingga membuat tubuh pengguna menerima akibatnya." Keosy menjawab pertanyaannya sambil maju menghampiri Maria, dan menghapus ikatannya.
Maria terkejut, mengetahui ikatannya telah dihapuskan, Keosy tidak peduli rasa terkejutnya dan mulai lanjut berbicara,
"Tapi kamu tidak perlu khawatir, aku sudah membuat sebuah pembatas bagi ke dua Elemen, jadi untuk sementara akan aman, sampai dia bisa mengontrolnya."
"Aku tidak mengkhawatirkannya, dan lagi kenapa kamu melepas ikatan aku?"
__ADS_1
tanya Maria, dengan antusias, sambil berdiri.
Keosy mulai memejamkan matanya, dan menjawab, "Aku harap kamu, merawat lukanya...." Keosy membuka matanya, ketika itu tampaklah mata Iblis merah, yang penuh akan kekuatan. Mata iblis yang dimiliki Keosy, sangat berbeda apa yang ada di mata kanan Suri Cruise.
Sehingga ketika melihat itu, Maria merasakan seperti dia berada di atas jurang yang penuh dengan mata yang mengawasinya, dan dibawah jurang terdapat berbagai macam Monster yang tidak pernah dia lihat, tanpa sadar keringat pun menetes. Apa yang di alami Maria adalah sebuah ilusi yang dikeluarkan oleh mata iblis milik Keosy.
Keosy melanjutkannya perkataannya, "Aku harap kamu tidak melakukan sesuatu yang aneh."
Ketika selesai berbicara, Keosy berbalik dan meninggalkan kamar tersebut, sedangkan Maria hanya terpaku, seperti patung, beberapa saat kemudian, efek ilusi tersebut pun menghilang, dia pun mulai jatuh kelantai, selanjutnya mulai mengatur nafasnya agar setabil.
"Huft...Huft...huft, apa itu tadi, ini sangat berbeda dengan miliknya." Sambil melihat Suri Cruise.
"Jika, aku melakukan kesalahan, aku bisa dibunuhnya." Sambil bangkit dan berjalan Kearah dan mulai memeriksa luka tersebut.
****
Keosy mulai berjalan, menuju Serikat Hunter, di perjalan Keosy melihat berbagai macam orang-orang yang lalu - lalang. Di kota ini tidak hanya ada orang pengguna Element es saja, tapi berbagai macam, dan lagi Kota ini memiliki nuansa damai yang sangat kental.
Tapi sempat riyuh, akibat penyusup beberapa hari yang lalu, dan sekarang sudah agak mulai kondusif, dalam perjalanan Keosy juga melihat beberapa penjual makanan dipinggir jalanan, Keosy merasa semenjak disini dia belum menikmati suasana Kota.
"Jualan apa pak?"
tanya Keosy.
"Saya jualan sate daging burung blue ice."
jawab Pak penjual.
"Kelihatannya enak, saya satu dong pak." bapak itu memberikan sate tersebut, Keosy langsung melahapnya dan dia merasakan rasa yang sangat nikmat, ketika daging sate tersebut sudah habis, dia mulai membeli beberapa lagi, setelah itu dia pun membayar seharga 2 koin perak.
Sebelum aku beranjak dari sini, bapak itu berbicara pada ku.
__ADS_1
"Kamu seorang Hunter kan, apakah kamu telah mendaftar dalam penjelajahan sebuah makam?"
"Penjelajahan makam, saya aja baru denger ini pak, bagaimana saya bisa terdaftar, pak." sambil ngunyah sate kembali.
"Dari mana saja kamu selama ini, oke saya akan jelasin, kamu tau kan, Hunter Class A yang dari ibu kota?"
"Um." Keosy sambil anggukkan kepala,
"Mereka itu, telah menemukan sebuah makam di Hutan Salju, dan perihal besar itu akhirnya sampai di telinga Gubernur Kota. Jadi Gubernur memberikan sebuah undangan bagi para Hunter untuk menjelajah makam itu," berhenti sejenak, dan mengambil sebuah air minum, "bukan hanya itu, bagi yang berhasil menjelajah makam, tersebut akan dapat hadiah."
"Hanya sebuah hadiah? kita tau pak, bahwa sebuah makam yang telah ditinggal lama, pastinya memiliki beberapa harta. Bagaimana jika para Hunter menemukan harta tersebut, apakah akan jadi miliknya?"
"Ya dia akan memilikinya, para Hunter."
"Jadi keuntungan Gubernur itu apa? untuk jauh-jauh mengadakan ini."
"Kalau masalah itu, saya kurang tau, yang jelas seperti itu ditulis dalam brosur, yang ada di Serikat Hunter." Berbicara sambil melayani pembeli lainnya.
"Seperti itu ya pak, kalau begitu, terima kasih karena pemberitahuannya, dan juga makanannya, aku akan mampir membeli sate di kemudian hari." sambil melangkah ingin pergi, tapi bapak itu malah mencegat Keosy ingin pergi.
"Anak muda, apakah kamu punya squad, kalau ingin daftar dalam penjelajah itu harus ada squadnya tidak bisa sendiri." Mendengar perkataan bapak itu, membuat diri Keosy merasa bapak ini terlalu ngotot untuk memberi informasi tentang hal ini, tidak mungkin dia iseng, pasti ada maunya ini.
"Jadi seperti itu ya, kebetulan saya tidak punya squad, bagaimana mana dong pak?"
Dengan senyum yang lebar dengan tergopoh-gopoh bapak itu langsung menghampiri diriku.
"Kebetulan, anak aku sedang mencari satu orang lagi, yang akan masuk squadnya, Kalau masalah Class, yang mana aja pun jadi, yang terpenting dia sudah terdaftar di Serikat Hunter." Ketika bapak ini selesai bicara, Keosy sadar bahwa ini yang dimaksud dengan ada maunya.
"Kebetulan sekali ya, bagaimana jika kalau aku masuk ke squad anak bapak."
"benarkah, kalau begitu aku akan memanggil anak ku, tunggu sebentar jangan pergi dulu." Ketika bapak itu pergi memanggil anaknya, Keosy pun menunggu sambil duduk dibangku jalan, serta bergumam dalam hati.
__ADS_1
'Aneh, dia senang mendengar ada orang yang masuk sqaud anaknya, seperti tidak ada yang ingin masuk ke squad anaknya saja.'
Bersambung