
"Cit..cit.."
Suara burung-burung yang membangun kan diriku dari tidur, aku pun bangkit dari tempat tidur, aku pun bersiap-siap untuk
berangkat.
Karena kamar ku dilantai dua, aku pun harus menuruni tangga untuk mencapai ke pintu keluar dari rumah ini.
Setelah aku menuruni tangga, aku pun berada di aula rumah atau ruang tengah rumah ini.
rumah ini sangat sepi, aku tidak melihat satu pun manusia.
Mungkin saja Pak Kepala Desa ada urusan mendesak mangkanya rumah ini sangat sepi, dan aku juga tidak ingin menunggu mereka, aku pun langsung keluar, dan menuju ke. Hutan Utara.
****
Waktu pun berlalu dengan cepat, aku pun sudah tiba di kediaman Nenek Suri, dalam kejauhan aku pun melihat ada sosok wanita yang begitu cantik yang sedang menunggu, wanita cantik tersebut adalah Nenek Suri.
Di bantu dengan sinar Matahari yang lagi mau terbit, membuat kecantikan wanita tersebut semangkin bertambah.
"Selamat Pagi Tuan Keosy." Sambil membungkuk dan tersenyum.
"Pagi Nenek Suri, apakah kita bisa berangkat sekarang?"
"Ya, kita bisa berangkat sekarang."
***
Kami berjalan berdua, Nenek Suri berada di belakang ku, kami pun menyusuri hutan belukar, sesekali kami menjumpai Monster - Monster kecil, Karena mereka tidak menyerang, kami pun tidak bersusah payah untuk membunuh nya. Sepanjang perjalanan kami tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Dia hanya menatap ku dari belakang, tatapan yang tampak dari matanya adalah sebuah tatapan yang melihat sesuatu yang mencurigakan, bisa dikatakan bahwa dia sedang menyelidiki ku. Melihat seorang wanita cantik yang menatap ku seperti itu, membuat hati ku bergetar.
'Situasi ini membuat ku sedikit canggung,'
batin ku berbicara.
Tetapi situasi canggung ini tidak berlangsung lama. Nenek Suri pun mulai berbicara.
"Aku sangat penasaran, apakah kamu benar-benar Hunter Class F?"
"Ini, kamu bisa melihatnya sendiri."
Aku pun berbalik, dan mengeluarkan kartu Hunter dari saku, dan memberikan kepadanya, dia pun mengambil nya, dan membacanya.
"Sulit di percaya, seorang Hunter Class F bisa mengalahkan laba-laba Salju, yang menakjubkan kamu sendirian lagi."
Dia berkata sambil mengembalikan kartu Hunter ku, aku pun mengambil nya dan berbalik sambil berjalan kembali.
"Aku hanya beruntung."
"Wow beruntung, itu sesuatu yang luar biasa, kalau begitu, aku bisa mengandalkan kebruntungan mu dalam pencarian ini."
"Ya, serahkan saja pada ku."
'sepertinya dia tidak percaya apa yang aku katakan, ya itu wajar saja menjawab dengan suatu keberuntungan itu adalah sesuatu yang bodoh." Batin ku berbicara
"Sulit dipercaya ya, Seorang gadis muda dipanggil Nenek - Nenek."
Selesai aku berbicara, tiba-tiba aku merasakan aura membunuh yang tajam mengarah pada ku, aku pun ingin bergerak, tapi sudah terlambat, sebuah pedang putih terjulur ke leher ku, dari belakang badan ku, jika aku bergerak sedikit saja, aku bisa ditebasnya, karena aku tidak melakukan persiapan, maka aku harus berhati-hati tidak perlu gegabah.
"Siapa yang mengirim mu, apakah kau pembunuh yang dikirim dari pihak Kerjaan Cahaya?"
"Apa maksud mu, aku tidak mengerti sama sekali."
__ADS_1
"Masih tidak mau jujur," dia menekan pedangnya, akibatnya leherku mengeluarkan darah," jika kau mengaku sekarang, kemungkinan aku akan mengampuni nyawamu."
'apa yang harus aku lakukan, bagaimana dia bisa berubah sekejam ini,'
batin ku berbicara
"Bagaimana bisa aku mengakui sesuatu yang tidak aku lakukan, dan mengenai tujuan ku, kau kan juga tau apa tujuan ku kemari."
"Semua dalam dirimu terlalu mencurigakan, baiklah jika kamu tidak menjawabnya, jangan salahkan aku apabila kepalamu berpisah dengan badan mu."
Tanpa kompromi, dia pun langsung mengayunkan pedangnya ke arah kiri dengan cepat, dengan maksud untuk memotong kepala ku. akibatnya aku terpental ke sebelah kiri, mengikuti arah jalur pedangnya.
Melihat diriku yang terpental, dirinya pun terkejut, bukanya kepala ku putus, tapi malah aku nya terpental, ini bukanlah sesuatu yang diharapkan nya.
Aku pun mulai berdiri, sambil memegang leher ku yang terkena tebasan. Detik-detik penebasan leher, aku telah melapisi leherku dengan elemen es yang sangat keras, sehingga bisa menahan tebasan pedang tersebut, tapi masih merasakan sakit akibat tebasannya, dan elemen es dileher ku pun hancur, melihat dampak yang diterima elemen es ku, itu bisa membuktikan bahwa tebasan nya sangat kuat dan tanpa keraguan.
"Itu sangat berbahaya bagi seorang wanita untuk memotong leher manusia tanpa keraguan,"
gumam ku
"Tidak heran kalau kau selamat, tidak mungkin pihak Kerajaan Cahaya mengirim seseorang yang lemah, tapi itu tetap saja, kau akan mati ditangan ku."
"Cwuss"
Dia pun menghilang dari pandangan ku, dan tiba-tiba dia pun muncul dihadapan ku, dan mengayunkan pedangnya dari atas kebawah, aku pun dengan mudah menghindari serangan nya. dampak dari serangan tersebut membuat tanah yang kupijak sebelumnya terbelah cukup besar.
"Kekuatan yang mengerikan,"
gumam ku.
'jadi ini kekuatan dari elemen cahaya.'
Tak sampai disitu saja, dia pun menyerang ku bertubi-tubi, aku pun menghindari semua serangannya, tak ada satupun seranganya yang berhasil mengenai ku.
"Pertarungan ini tidak berguna dan akan menghabiskan waktu saja, jika aku memang ingin membunuh mu, kenapa aku tidak membunuh mu diawal kita bertemu!"
"Dan lagi, apa tidak masalah membuat mereka yang terluka menunggu lama, kamu pasti tidak mau kan melihat Billy dan Billu menangis ketika melihat ayahnya meninggal, dan kamu juga berjanji kepada nya untuk menyembuhkan ayahnya... Kalau begitu dengan cara ini, kamu bisa mencoba membunuhku ketika kita selesai mencari Bunga Delima Putih. Aku tidak akan lari."
"Apa yang kau katakan juga masuk akal, untuk sementara aku mempercayai mu, tetapi jika kau melakukan sesuatu mencurigakan, aku bersungguh-sungguh akan membunuh mu."
'apakah dari tadi dia belum bersungguh - sungguh untuk membunuh ku, apakah jika dia serius , akan lebih mengerikan dari ini, benar-benar wanita yang mengerikan. cih.. keadaan mulai membaik, akan menjadi ruyam lagi, kuharap dia tidak menyadarinya dan bergegas pergi dari sini,'
batin ku berbicara.
Dia berbicara sambil menyarungkan pedangnya, tetapi dia berhenti menyarungkan pedang tersebut, dan kembali mengeluarkan nya dan berkata.
"Jadi ini tujuan mu sebenarnya, aku mengerti sekarang, kau hanya sebagai umpan untuk mengulur waktu, agar teman-teman mu itu muncul."
Tiba-tiba datanglah sebuah pasukan yang memiliki jumlah 30 orang dan dipimpin satu orang, aku pernah melihat orang ini, dia adalah Jendral yang aku lihat di Kota IceCream, sesuatu yang membuat suasana ruyam, telah datang, mereka pun mulai mengelilingi kami.
"Hunter Keosy, terima kasih karena telah membantu mengulur waktu."
Jendral tersebut berkata, sambil melempar lima kantung yang berisi dengan emas.
'**Kriting'
'kriting'
'kriting'
'kriting'
'kriting**'
__ADS_1
"Ini, maksud-."
belum selesai aku berkata, perkataan ku terus dipotong.
"Ini, semua upah mu, tugas mu sudah selesai, kamu boleh mengambil kantong itu dan pergi," kata Jendral pasukan tersebut.
'cih.... siapa yang telah mengatur sekenario ini, tidak mungkin mereka tau nama ku jika tidak ada yang mengaturnya, hanya ada satu orang yang melakukan ini, jika dia mau bermain dengan ku, baiklah, kita akan bermain.'
"Semua, seret wanita itu, hidup atau mati!!!"
teriak Jendral pasukan.
Akibat teriakan tersebut membuat diriku terbangun dari lamunan ku, teriakan tersebut seruan untuk pasukannya agar menyerang.
para pasukan yang lebih dari 30 mulai menyerang Nenek Suri, mereka menyerang secara bersamaan sekaligus, Sang Jendral hanya berdiam dan menunggu.
'Wow... mereka menghiraukan aku, apakah dengan Kantong emas membuat ku pergi, ini sungguh penghinaan.'
Aku melihat wanita tersebut diserang, kelihatan nya dia bisa menanganinya, tapi lain cerita jika pria ini ikut campur.
Aku pun melihat kantong emas tersebut,
karena akan terbuang sia-sia jika tidak ada yang mengambil, aku pun mengambil kantong emas tersebut, dan memasukanya ke dunia parsial.
'lumayan dapat emas dengan cuma-cuma.'
Pertarungan sudah mulai berakhir, 30 pasukan yang diperintahkan untuk menyerang telah kalah.
"Baiklah tinggal kalian berdua."
Sambil menatap diriku dan Jendral.
"Aku bukanlah yang akan melawanmu, yang akan menjadi lawan mu, akan segera tiba,"
kata Jendral tersebut
'Whoooos'
Tiba-tiba sesuatu bayangan putih melesat dengan cepat melewati diriku, dan langsung menyerang Nenek Suri.
Nenek Suri pun dengan reflek menangkis serangan bayangan putih tersebut, dia menangkis menggunakan pedangnya, akibat serangan tersebut, membuat Nenek Suri terdorong.
"Maria Cruise!!", apakah kamu kesini untuk membunuh ku juga!"
Ternyata sosok misterius putih itu adalah Maria Cruise, dia adalah adik dari Suri Cruise.
"Membunuh seorang penghianat, bukanlah suatu perbuatan yang berdosa, sebagai keluarga Cruise sudah tugas ku untuk menghabisi sang penghianat, biarpun dia saudara kandung ku sendiri."
"Apakah kau yakin bisa mengalahkan ku."
"Aku bukanlah Maria Cruise yang dulu kau kenal, asal kamu tau, bahwa aku sudah lama melampaui kekuatan mu."
"Aku tidak tau dari mana kepercayaan dirimu datang, tapi jika tekat mu sudah bulat, baiklah majulah dan serang aku."
Kakak beradik tersebut memulai pertarungannya. sedangkan diriku hanya melihat mereka bertarung, sangat tidak baik untuk menganggu duel diantara para gadis, tapi lain ceritanya jika Bocah besar ini ikut campur. pertarungan mereka terjadi dengan sengit dan juga cepat, skill yang mereka gunakan terlihat sama.
Maria Cruise kewalahan menghadapi serangan yang dikeluarkan Suri Cruise.
dengan tinju yang mengarah ke perut Maria Cruise, membuat Maria Cruise terpental jauh.
"Ya, kau memang bertambah kuat, tapi kau membuat kesalahan, kesalahan mu menganggap diriku seperti dulu, asal kamu tau, aku tidak berdiam diri saja, aku juga meningkatkan kekuatan ku."
Jendral Tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia pun langsung melesat dengan cepat ke arah mereka berdua, dengan tujuan menyerang Suri Cruise secara diam-diam.
__ADS_1
Aku pun tidak tinggal diam, aku pun langsung melesat dengan cepat mengikuti Jendral tersebut. Ketika kapak besar tersebut hampir mengenai kepala Suri Cruise, berketapatan juga aku meninju pipinya sebelah kanan, hingga membuat nya terpental mengikuti jalur pukulanku.
Bersambung..