The Shadow King

The Shadow King
10. Keosy vs Maria Cruise


__ADS_3

"Augh...."


Suara kesakitan pun keluar dari mulut Suri, Maria terus menendang perutnya, hingga terseret jauh. Terus ia menangkap leher dengan menggunakan tangan kirinya dan mengangkat nya ke udara, serta mencekeknya dengan erat.


"Sudah waktunya bagi ku, untuk mengirim mu ketempat Dewa Cahaya berada."


ketika dia ingin menebas Suri, aku pun muncul di depannya, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, aku langsung memasang kuda-kuda, dengan berjongkok setengah, dan ketika Elemen kegelapan sudah terkumpul ditangan kanan, aku pun melancarkan serangan ke perutnya.


"Dark Punch."


Ketika dia sadar bahwa, aku datang, tapi itu sudah terlambat, karena aku sudah melancarkan serangan sehingga membuat nya terpental jauh hingga menabrak beberapa pohon.


Dengan lepasnya genggaman Maria, maka Suri pun terjatuh, aku langsung menangkapnya dan menggendongnya dalam posisi seorang putri, aku meletakannya dengan lembut di sebuah pohon besar.


"Maaf, aku terlambat, tapi sekarang kamu tidak perlu khawatir, aku akan mengurusnya dari sini." Ketika aku selesai berbicara, aku pun berbalik tapi ada seseorang yang menarik celanaku, aku pun berhenti dan berbalik, dia pun langsung berbicara.


"Ka... kamu, tidak bo....boleh.. Uhuuk...mem..bunuhnya, bi...ar be..begitu dia ma..ma..masih adik ku, hah...hah ..."


"Kau memiliki hati yang baik, tapi memiliki mulut yang pedas, beristirahat lah, aku akan menyelamatkan adikmu."


mendengar jawaban yang aku lontarkan, membuatnya tersenyum, dan tak lama kemudian kesadaran nya mulai memudar, aku berbalik dan berjalan menghampiri Maria Cruise.


"Aku tau kau masih hidup... jadi keluar lah jangan bersembunyi terus!"


"Ha..ha..ha..hah, tidak aku duga ternyata hidangan utamanya telah datang, baguslah aku tidak susah payah mencari mu." Ketika dia selesai berbicara, dia pun melapisi seluruh tubuhnya dengan aura Elemen Cahaya, seperti yang aku lakukan sebelumnya. Tekanan kekuatannya yang ku rasakan sangat kuat.


'Mengalahkannya tanpa membunuhnya, sangat lah susah.'


Aku pun memasang kuda-kuda bertarung ku, dengan posisi menurunkan pedang kebawah dan agak menaikkan nya sedikit. Ketika dia selesai melakukan persiapan, dengan sangat cepat, dia meluncur ke arah ku dan menyerang di area perut, aku menangkis serangannya, terus aku mundur, guna untuk menjaga jarak, tapi dia terus maju untuk menutupi jarak aku padanya.


Serangan yang dilancarkannya tidak ada yang mengenai diriku, aku menangkis semuanya, ketika ada celah, aku langsung meninju mukanya dengan tangan kiri, tapi itu tidak ber efek kepadanya, dan malah membuatnya semangkin marah dan serangan nya semangkin cepat.


kecepatan dan kekuatannya semangkin kuat, hanya saja serangannya tidak beraturan, jadi mudah bagiku untuk menghalaunya, sehingga membuat serangan tersebut tidak berguna bagi aku.


Dia pun tiba-tiba berhenti menyerang aku, dan langsung mundur, sesuatu yang aku tunggu telah tiba.


'akhirnya dia beraksi juga.'


Efek racun dari pukulan Dark Punch akhirnya ber reaksi juga, tujuan ku tidak menyerang nya, karena aku ingin menunggu efek tersebut aktif, dan juga ingin membuktikan bahwa, apa benar racun tidak bisa disembuhkan dengan Elemen Cahaya.


"Apa yang telah kau lakukan...?"


"Kenapa? apakah kau merasakan sesuatu yang aneh pada dirimu, ya,.. aku tidak wajib menjawabnya." Ketika aku selesai berbicara, aku hendak menyerangnya, tapi sebuah tekanan kuat yang datang darinya, membuat diriku tidak bisa maju selangkah pun.


"Aaaaaaaaaaaa.." Dengan suara teriakan tersebut, berserta luapan Elemen cahaya yang mengelilingi tubunya. serta mengeluarkan tekanan yang amat kuat, Membuat diriku tidak bisa melangkah sedikitpun.


Aku terkejut melihat ke kekuatan yang begitu dahsyat, dan aku berpikir, bahwa, apabila ini terus berlanjut, tubuhnya akan rusak.


'dia menekan racunnya, dengan elemen cahaya yang kuat. Aku harus cepat mengalahkannya, jika tidak aku tidak akan bisa menepati janji.'


Seketika, aku dikejutkan dengan sebuah serangan pedang, yang langsung mengarah ke perut, tebasan tersebut membuat aku terpental jauh, tapi tidak sampai disitu, ketika di udara, dia pun langsung muncul dihadapan ku, dan langsung menyerang perut ku kembali, sehingga membuat diriku terbentur dengan tanah, dan tanah tersebut hancur membentuk sebuah kawah yang besar.


'tebasan yang kuat.'


Setelah menerima hantaman tersebut, aku pun bangkit, dampak dari serangan tersebut tidak begitu besar bagi ku, karena pakaian yang aku kenakan, bukanlah pakaian biasa, ini adalah pakaian yang aku lapisi menggunakan Elemen Kegelapan, semua serangan bisa di minimalisir dampaknya, tapi jika menerima serangan yang sangat kuat, baju ini tidak akan bisa menahan, seperti serangan Dragon Lord.


Melihat diriku yang tidak terkuka, tanpa ada jejak cedera. Dia semangkin menggila, dalam sekejap, dia telah berada di depan ku, dengan cepat dia langsung menebas ku, tepat di kepala, tapi aku menangkis nya dengan pedang, tidak sampai disitu saja, aku langsung menarik tangannya kearah ku, dan menghantam kan kepalanya ke tanah.

__ADS_1


Ketika dia tidak bisa bergerak, aku mengalirkan Elemen Kegelapan ke kepalanya, dengan tujuan membuat dirinya tak sadar diri, hanya ini cara, agar aku bisa menyelamatkan nya tanpa membunuh, walaupun mempunyai efek samping lainya.


Dia memang sempat melawan, tapi, itu sia-sia dan perlawanannya tidak berarti bagi ku, semangkin lama dia melawan, semangkin cepat dia kehilangan kekuatan. Dia pun akhirnya tumbang juga.


"Huft...." aku menghela nafas, dan berbicara, "sungguh ironi, bagaimana bisa aku mengalami banyak kejadian, ketika aku hanya baru beberapa hari terbangun.


Ya.... begitulah hidup, kita tidak akan tau, apa yang terjadi untuk hari esok."


Aku pun mengangkat Maria, diatas pundak, dan berjalan menghampiri seorang wanita yang tidak sadarkan diri.


Dan aku meletakkan Maria disamping Suri, untuk berjaga-jaga, aku pun harus mengikatnya.


Ketika aku selesai mengikatnya, aku menatap mereka yang tak sadar kan diri, melihat wanita cantik seperti ini, adalah sebuah keberuntungan, aku menatap mereka semangkin dalam, dan menghayati nya.


Tapi ketika aku terbuai dalam khayalan ku, aku merasakan ada sesuatu yang aneh dalam anggota tubuh ku, ini adalah sesuatu yang sangat berbahaya, dan bisa membuat aku terbunuh, ketika aku sadar ,aku pun berbalik dan pergi.


'Bagaimana mungkin, aku bisa melakukan seperti itu, aku adalah pengguna elemen terkuat, untuk saat ini, huft... sungguh memalukan.' Aku memandang langit yang semangkin gelap.


Ketika malam tiba, ku buatlah sebuah formasi pelindung disekitar area, ketika persiapan selesai, aku memanjat pohon besar itu, aku pun mencari ranting pohon yang nyaman buat aku tidur, ketika aku menemukan nya, aku pun langsung terlelap.


****


"Eehm... ehm."


Aku mendengar suara erangan, aku berbalik, melihat seorang wanita telah bangun.


"Gimana keadaan mu?"


tanya ku.


"Aku baik-baik saja, berapa hari aku tidak sadarkan diri?"


"Lebih baik dirmu berisitirahat, sudah 2 hari kamu tidak sadarkan diri."


"Apa! kau bilang 2 hari, aku tidak bisa bersantai begini, kita harus cepat menemukan bunga itu, jika tidak mendapatkan hari ini, mereka akan mati."


Dia berusaha untuk bangkit, tapi, karena dia masih tidak memiliki tenaga, dia terjatuh kembali, ketika aku melihatnya jatuh, aku langsung menangkap tubuhnya dan mendudukkan kembali.


"Sudah aku bilang, kamu harus beristirahat, tapi sebelum itu, apa yang harus kita lakukan tengang adikmu?"


Sambil menunjuk gadis yang terbaring lemas.


"Adik ku?."..pertama dia tidak mengingatnya, tapi sesaat kemudian dia sadar dan berbalik ke sebelah kanannya.


"Apa yang terjadi padanya? kenapa tubuhnya dipenuhi racun?"


tanyanya.


"Kau tidak perlu khawatir, itu hanya racun."


aku jawab dengan santai.


Mendengar jawaban ku, dia langsung berbalik dan melototi aku.


"Apa yang kau katakan, ini hanya racun, apa kau gak sadar racun ini sangat ganas, aku tau kau mempunyai penawarnya, berikan padaku."


Sambil menjulurkan tangannya ke pada ku.

__ADS_1


Aku mengerutkan keningku, melihat wanita ini sangat cerewet.


"Ya, aku mempunyainya, tapi sebelum itu, apa yang akan kau lakukan terhadapnya?"


"Kenapa, kau menanyakan sesuatu yang sudah jelas, dia adik aku, jadi aku akan membawanya, cepat berikan penawarnya."


"Bagaimana kau akan memabawanya? dia tidak sadarkan diri, sedangkan kau tidak bisa bergerak?"


"Bukan urusanmu bagaimana aku membawanya, kamu jangan kebanyakan nanya, sudah berikan saja penawarnya."


"Kenapa aku harus menuruti perkataan mu?"


"Apa yang kau katakan, ini semua ulahmu, sampai tubuh adik ku seperti itu, jika kau tidak meracuninya dia tidak akan begini."


"Apa yang kau katakan, kau sendiri yang meminta untuk tidak membunuhnya."


"Emang benar, tapi kau tidak perlu sampai meracuninya kan, aku tau kau bisa menundukannya tanpa meracuninya." Mendengar perkataanya, aku terdiam beberapa saat, melihat aku diam dia langsung berbicara.


"Halo,, kenapa kamu diam? apa yang aku katakan itu benar? kalau benar cepat berikan penawarnya."


'emang benar apa yang dia katakan, tidak pun dia meminta, aku pasti akan mencabut racun itu.'


aku bergumam dalam hati.


Aku mengalihkan pandanganku kearah Maria, dan menghampirinya serta berjongkok didekatnya.


"Apa, yang kau lakukan?"


"Diam lah...., aku sedang mengobatinya."


Aku meletakkan tangan aku diatas badannya, tidak sampai mengenai tubuhnya.


Terus aku mencabut semua elemen kegelapan dalam dirinya, racun yang aku tanamkan, termasuk elemen kegelapan.


Tidak sampai disitu, aku melapisi tubuhnya dengan elemen kegelapan, sampai tidak terlihat, bagaikan dimakan kegelapan dan langsung menghilang dari hadapan ku, aku telah memasukannya di Dimensi Parsial.


"Hei.. apa yang kau lakukan, menghilang kemana dia?"


"Dia aman, aku telah memasukannya ke Dunia Parsial, ini sama waktu aku membawa ke lima orang terluka itu."


Ketika berbicara, aku langsung menghampirinya dan berjongkok membelakanginya.


"Apa yaang kau lakukan?"


"Aku ingin mengendongmu."


"Aku sudah tau itu, kenapa kau melakukannya?"


"Apa kau bisa berdiri? tidakan, dan kau sendiri yang mengatakan bahwa kita harus cepat mencari Bunga itu, jadi cepat la naik jangan membuang waktu."


Dia terdiam, langsung menaiki punggung ku.


Sesuatu yang bulat dan lembut mengenai punggung ku, ini sangat nyaman, tapi ini bukan saatnya untuk menikmati moment tersebut.


"Aku harap, kau tidak mengambil kesempatan dalam hal ini."


"Maaf saja, aku tidak tertarik." Ketika aku mengatakannya, sekaligus aku melompat tinggi dengan cepat.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2