
Di depan aku sudah terdapat lima orang yang menyebut mereka sebagai pasukan penjaga penjara bawah tanah.
"Arnos, apa yang di penjarakan di situ, adalah bangsa kegelapan?" tanya aku.
"Ya," jawab singkat Arnos, dan seperti mengingat sesuatu dia mulai berbicara kembali.
"Aha, jadi tujuan kalian ingin membebaskan para tahanan, ahahahaha, sungguh tidak masuk akal, kenapa orang seperti kamu ingin membebaskan bangsa keturunan iblis tersebut, tapi, aku harap kalian tidak perlu melakukannya, karena mereka hanya tersisa tinggal 20 orang saja, yang lain sudah pada mati."
Jadi hanya tinggal 20 orang saja, yah, ini sudah aku prediksi, tidak mungkin mereka akan bertahan hidup, apa lagi di dalam penjara yang sebuah kehidupan yang tidak menyenangkan.
"Jadi apa yang terjadi dengan 20 orang lagi?" tanya Suri.
"Yang 20 lagi, aku tidak harus menjawab pertanyaan mu kan?" tanya balik Arnos.
"Yah, sepertinya aku harus memaksa mu, untuk memuntahkan apa yang kamu katakan."
Suri mulai kesal dengan jawaban dari Arnos.
Tapi tiba-tiba, aku merasakan kehadiran 4 orang yang jaraknya sekitar 10 meter, dan mereka bersembunyi di balik bangunan.
Kemudian terdengar lah sebuah suara seorang wanita, dan dari aura wanita aku mengenalnya.
"Jadi ada 20 orang yang berada di penjara itu." Wanita yang berbicara itu adalah Nia Kazuki, aku pun berbalik melihat ke arahnya, dia berjarak 10 meter di belakang aku, dan dia juga di ikuti 3 orang lainnya.
"Woh... aku tidak menyadarinya ternyata kaum kegelapan berada di sini, atau apakah kalian satu kelompok?" Arnos bertanya.
"Kamu Arnos, pemimpin dari pasukan penjaga, hari ini aku akan membebaskan kaum aku, jika kamu tidak ingin terluka aku harap dirimu untuk membiarkan kami melakukannya." Nia tidak menanggapi pertanyaan dari Arnos, tapi malah menyatakan bahwa dia akan membebaskan teman-temannya.
"Hahahahahaha, kenapa dengan mu, aku tidak mengenal dirimu, kenapa kau berlagak kalau kau dapat mengalahkan aku, dan ini sudah tugas aku untuk menjaganya, jadi kau tidak perlu berbaik hati seperti itu."
Aku tertawa di dalam hati, kenapa dia menyuruh musuhnya untuk mundur, atau dia terlalu percaya diri dengan kemampuannya sehingga dia yakin kalau dia akan mengalahkan mereka, tapi bisa saja dia hanya menggertak, karena mereka berjumlah empat orang saja.
"Hey tuan, aku tidak tahu urusanmu di mari, tapi kelihatannya kamu bermusuhan dengan mereka, jadi aku punya usul untuk kita berkerja sama."
Aku melihat seorang wanita yang tidak kalah cantik dengan yang satu lagi, wanita itu memiliki rambut panjang sepantat, rambut hitam mengkilat di bawah sinar matahari, itu adalah pemandangan yang indah.
__ADS_1
Apalagi wanita itu, memiliki kulit yang sangat putih, sungguh perpaduan yang menarik. walaupun dadanya tidak begitu besar tapi, itu sudah lumayan, sungguh layak dijadikan sekiri, jika aku sebagai seorang Raja.
wanita itu berbicara pada aku, dan dia mengajak berkerja sama, tapi seketika wanita yang satu lagi malah marah dan menolak.
"Hey, Winna, apa yang kau lakukan, apa kah kau tidak lihat, dia adalah pengguna elemen es, kenapa kamu mengajak dia berkejasama."
Aku dengar tahu, dan apa salahnya berkerjasama dengan aku, padahal aku peenah membantu mu, hati aku bergumam.
Tapi wanita yang dipanggil sebagai Winna menghiraukan dirinya, dia mungkin menunggu jawaban diriku.
"Baiklah, tapi sebelum itu, aku akan bertanya pada rekan aku."
Aku menanyakan kepada Suri bahwa kita akan berkerjasama dengan mereka, Suri menyetujui nya.
"Hey,! sampai kapan kalian tetap mengobrol, apakah kalian jadi menyerang atau tidak?"
Aku mendengar suara dari Arnos yang tidak sabaran, sungguh aneh, sudah jelas kalau kami adalah penyusup tapi dia malah menunggu, tidak menyerang diluan.
"Baiklah Arnos, maaf menunggu mu." Setelah mengatakan itu aku berbalik melihat rekan baru diriku, Winna dan perempuan satunya lagi, sedang berdiskusi tentang keputusan yang di lakukan oleh Winna.
Ketika mereka melihat diriku, memandangi mereka, akhirnya mereka berhenti bertengkar kecil.
"Ah.. aku Winna ini Nia, dan ke dua itu Amakawa, Haruto, jadi apa yang ingin kamu tanyakan , Tuan Keosy?"
"Panggil saja Keosy, yang mau aku tanyakan, apakah kalian tidak keberatan jika aku menghadapi ketuanya?"
"Keberatan!, aku yang akan menghadapinya, tidak ada penolakan." Nia menolak permintaan aku, sebelum Winna sempat berbicara.
"Oh.. jadi anda yang ingin melawannya, baiklah aku memberikan pada mu." Ketika aku mengatakan itu, aku pun berbalik menghadap mereka berlima.
Dan aku berbicara ke pada Suri, "Sepertinya, kamu sudah tidak sabaran?"
"Yah, mengobrol adalah sesuatu yang membuang-buang waktu."
****
__ADS_1
Nia melihat pemuda itu yang memiliki raut wajah tampan dan angkuh, dan si Winna melakukan sesuatu yang tidak perlu.
Pemuda yang ada di depannya adalah Arnos, si pemimpin, dan dia adalah lawan Nia. Nia mengeluarkan sebuah tinju kegelapan ke arah Arnos.
Arnos menangkis serangan tersebut, menggunakan prisai es.
Setelah itu, membuat bola es seukuran bola baseball, dan bola-bola itu langsung mengenai Nia dia menabrak beberapa bangunan.
Tidak hanya itu, sebuah duri-duri es, terbang ke arah Nia, Nia langsung mengeluarkan sebuah tangan-tangan kegelapan, dan menangankisnya dengan itu.
Sebuah pedang es yang panjang terbang ke arah Nia, Nia dengan cepat melompat untuk menghindari pedang itu.
Ketika pedang es itu, berhasil di hindari oleh Nia, Tapi tiba-tiba saja pedang yang berada di samping Nia dalam sekejap berubah menjadi Arnos.
Arnos pun langsung menendang rusuk kanan Nia. dengan tendangan di lapisiin elemen es, membantu Nia memuntahkan seteguk darah.
Tidak hanya itu ketika Nia yang masih berada di atas udara, seketika itu Arnos muncul di belakang Nia, dan langsung meninju Nia.
Nia pun langsung jatuh, menghantam tanah, tanah dan salju tersebut membentuk kawah akibat kejatuhan Nia.
****
Suri Cruise melawan seorang wanita pengguna panah es, Suri sangat terpojok akibat serangan tersebut, dia tidak dapat bergerak sama sekali.
Jika dia keluar dari persembunyiannya maka panah akan langsung datang mengincar dirinya.
Dan lagi musuh itu, jika telah mengeluarkan satu tembakan, dia akan berpindah tempat secara langsung, ini membuat Suri susah menentukan lokasinya.
Pedang tipis yang dipegangnya, mulai dilapisi dengan elemen cahaya, ketika itu sebuah panah langsung menerobos ketempat persembunyian Suri.
Dia ketahuan akibat mengaktifkan elemennya, jika seperti ini bagaimana dia bisa melwan, itu lah yang dipikirkannya.
Akibatnya dia terken serangan, dan panah itu menghantam bahunya sebelum kiri, dan itu langsung membeku dengan cepat.
Tapi pembekuannya seketika hilang, karena elemen cahaya yang dimilikinya nya menghentikan seketika.
__ADS_1
Karena elemen cahaya memiliki penyembuhan otomatis ke penggunanya apabila mereka terkena serangan yang tidak begitu fatal.
Dia juga telah memperluas inderanya tapi tidak dapat menjangkau keberadaan si penembak jitu tersebut.