
Doru, melancarkan serangannya kesalah satu Orc yang memiliki tinggi 5 meter, tapi serangannya berhasil di halau sang Orc yang menggunakan sebuah prisai besar.
Aku pun tidak hanya diam, aku ayunkan pedang aku, ketika serangan Doru tidak mempan, kali ini aku mencoba untuk menahan kekuatan ku, hasilnya Orc tersebut terpental jauh.
Aku juga tidak tahu, apakah karena kekuatan pedang ini, atau aku kurang mengurangi kekuatan aku.
Di depan pandangan, semuanya telah bersih, tidak ada yang menghalangi laju kami, tapi hanya beberapa saat, tiba-tiba dari atas kepala, jatuhlah sesuatu yang bayangan yang cukup besar, sehingga menimbulkan suara menggelegar.
Sesuatu berwarna putih ke hitam-hitaman muncul di hadapan, Doru terkejut melihat penampakan Orc yang sangat berbeda dari yang lain.
"Tidak mungkin, kenapa Orc ini disini."
Dengan rasa ke tidak percayaannya dia bergumam.
"Ada apa?"
"Ini Orc Iblis, biasanya mereka berada di Hutan salju dan juga Orc ini sudah punah, tapi kenapa dia disini."
Orc yang tingginya hanya 2 meter, sangat kecil dibandingkan yang lain, tapi ini kemungkinan lebih kuat, terlihat dari reaksi kagetnya si Doru, akibat kemunculan Orc ini.
Aku pun berbalik ke belakang untuk melihat yang lain, mereka terlalu sibuk mengurus beberapa Orc, rencana yang di susun tidak berjalan semestinya, ini lebih sulit dari pada ku bayangkan.
"Keosy, pergilah aku akan menahannya, jika kita tidak menghancurkan pintu itu, rencana kita tidak akan berhasil."
Ketika selesai pembicaraan dengan Doru, Orc yang di depan kami mengeluarkan aura kegelapan yang sangat pekat, tapi aura kegelapan ini, tidak mirip dengan manusia, sehingga aku baru menyadarinya.
Dalam sekejap Orc sudah berada sangat dekat dengan kami, aku dengan reflek mundur untuk menghindari pukulanya, tapi Doru tidak bisa bereaksi dengan cepat, sehingga dia terkena pukulannya, membuat Doru terpelanting jauh.
Orc itu melihat kearah ku, dan tiba - tiba tinjunya telah di depan mata ku, aku berusaha untuk menangkisnya dengan menyilangkan tangan , tapi itu tidak berhasil, pukulannya sangat berat dan kuat, sehingga membuat aku terpental cukup jauh, tapi tidak sejauh doru. Aku merasakan darah mengalir dari kepala hingga ke pipi.
Gunner dan Lili langsung bergabung dengan aku, ternyata mereka telah berhasil membasmi para Orc tersebut.
"Orc Iblis."
gumam Gunner.
"Tidak mungkin, kenapa Class A ada disini."
__ADS_1
Lili pun juga kaget, dengan perubahan peristiwa tiba-tiba ini.
"Keosy, Doru di mana?"
tanya Gunner.
"Dia terkena serangan, sehingga membuatnya terpental cukup jauh, dan aku tidak tahu kondisinya seperti apa."
Selagi aku menjawab pertanyaan Gunner, sebuah panah api terbang mengarah ke Orc tersebut, terjadilah sebuah ledakan, kami merasa ini akan berhasil, tapi harapan kami sudah salah.
Panah yang di luncurkan, di tangkap oleh Orc , dan Orc itu langsung mematahkan panahnya, tidak hanya itu dia pun berpaling ke arah panah itu datang, hanya dengan kedipan mata, dia telah hilang.
Sebuah ledakan pun terdengar, suara tersebut berasal dari tempat Wenny melakukan serangan, ledakan tersebut sangat kuat, tidak mungkin jika ada manusia bisa selamat.
Karena ada asap dan debu, aku tidak dapat melihat dengan jelas. Hanya 2 menit kepergiannya, Orc tersebut telah kembali menghadap kami, tapi ada sesuatu yang dia pegang.
Melihat apa yang di bawanya, kami bertiga menjadi emosi, dikarenakan itu sebuah kepala seorang wanita yang kami kenal.
"Wenny!!!, beraninya kau membunuhnya, aku akan menghabisi kau."
Dengan kekuatan yang sangat besar, dan di lapisin Element Es, ayunan pedang Gunner menghantamkan ke arah Orc tersebut.
Tapi, itu tidak membuat Orc mengenai efeknya, Orc tersebut menangkis serangan Gunner, Orc langsung menangkap kepala Gunner dan mengangkatnya ke udara.
Melihat Gunner telah di tahan, Lili pun tidak tinggal diam, dengan menggunakan pedang besarnya ia meluncurkan serangan ke arah Orc, tangan sebelah kiri yang masih bebas menangkis serangan Lili yang mengarah ke pundaknya.
Lagi-lagi serangan yang mengarah ke padanya berhasil di tahan, akibatnya Lili pun di cekek.
Selama ini aku masih bengong, karena terkejut melihat kepala wanita yang aku kenal, biarpun hanya kenal baru sebentar, melihat itu membuat aku sakit.
Aku pun mulai menyerang, dengan berlari dengan cepat serta tangan kanan ku memegang sebuah pedang, melihat aku menyerangnya, Orc itu pun melepaskan keduanya itu dengan melemparnya, terus dia pun menyilangkan tangannya agar kepalanya terlindungi dari tebasan aku.
Aku menebas dengan kuat, dengan pedang yang di lapisi Es apa yang aku incar adalah kepalanya, ketika pedang aku menebas kepalanya, Orc tersebut menangkis dengan menyilangkan tangannya.
Ketikan pedang aku melakukan kontak dengan tangannya, menimbulkan suara yang sangat kuat, tidak lama Orc itu mundur kebelakang.
Ketika mundur, Orc itu langsung maju ke arah ku, dan serangan tinju kanan, tapi berhasil aku hindari dengan salto ke belakang.
__ADS_1
Tanpa jeda, Orc itu langsung melompat ke arah dengan maksud meninju dengan jalur udara, aku menghindarinya dengan melompat kembali.
Tinju Orc berbenturan dengan tanah, mengakibatkan tanah salju berlubang, melihat serangannya tidak ada yang berhasil, Orc itu mulai mengeluarkan aura kegelapan dari pori-pori tubuhnya.
Aku tahu bahwa dia melakukan peningkatan kekuatan, ketika tanpa sadar Orc itu telah menghilang, dan sebuah pukulan mengenai ku dari sebelah kanan kepala.
Aku langsung terpelanting, ketika aku masi berada di udara, Orc tersebut langsung muncul di hadapan ku, dengan tinju yang besar itu dia langsung memukulku.
Efek pukulan Orc itu membuat tanah membentuk sebuah kawah yang sangat besar, dan aku tergeletak di tengah-tengah kawah tersebut.
Aku tidak tinggal diam hanya berbaring di tanah, aku langsung bangkit, dengan mengayunkan pedang ke arahnya, Orc itu memiliki reflek yang baik, sehingga di melompat kebelakang.
Pukul Orc itu, tidak berefek kepada aku, di karenakan aku memiliki pelindung yang baik.
Aku langsung menyerangnya, dengan melalui tebasan ke arah kanan, di menghindarinya dengan mudur, tapi aku terus merapat, di sertai dengan serangan bertubi-tubi.
Tidak semua serangan ku berhasil di hindarinya, dapat di lihat ada bekas luka yang baru terjadi.
Pedang yang aku pegang, memiliki ketajaman yang luar biasa.
Aku menghentikan serangan aku, dan mudur.
"Kau sangat berbeda dengan ke empat yang lainnya."
Kata Orc itu.
"Aku tidak menyangka, kamu bisa berbicara."
kata aku.
"Karena aku berbeda dengan Monster-monster lainnya."
"Ya, mungkin seperti itu."
"Baiklah, manusia aku akan mulai serius."
Ketika dia selesai berbicara, aura kegelapan yang sangat pekat mengelilingi Orc tersebut, akibat dari luapan energi itu, membuat hembusan angin semangkin kencang.
__ADS_1