
Keosy hanya melihatnya, walaupun dia ikut campur, dia juga belum tentu dapat menggapainya, dan bukan hanya itu, Kirin telah mengawasi langkah-langkahnya, Rakiri juga telah mengunci Keosy.
Para Iblis itu juga tahu, bahwa Keosy yang paling kuat diantara manusia, jadi mereka terus mengawasi pergerakannya.
Nia yang telah lemas, akibat shock, dia dibawa oleh teman-temannya, tidak ada yang bisa mereka lakukan.
Apalagi para monster telah mulai berdatangan ke lokasi mereka. Sekarang Keosy dan kawan-kawan terkepung oleh sekelompok monster dan iblis.
Para Iblis Diablo merasa bahwa mereka akan menang. Tapi tiba-tiba Keosy membentuk sebuah dinding es yang sangat tebal dan kuat.
Seketika itu Kirin menyuruh para monster untuk menghancurkan penghalang tersebut, karena itu sangat keras, jadi butuh waktu lama bagi para monster untuk berhasil.
"Dinding ini tidak bisa bertahan selamanya, jadi cepatlah lakukan sesuatu, yang bisa membawa kita keluar dari sini. Aku yakin kalian mempunyai rencananya."
Keosy mengatakan sambil dinding es mulai retak. Walaupun dinding ini di buat oleh Keosy, itu tidaklah sebuah pelindung yang tidak akan hancur, dinding es ini juga bisa hilang.
Mendengar perkataan dari Keosy, Winna dengan cepat langsung sadar dan mulai menghubungi Winni, dia menyuruh saudara kembarnya itu untuk membuka pintu portal teleportasi.
Setelah itu, Winna menggunakan Skill teleportasinya, dengan memanipulasi elemen kegelapanya. Tampaklah sebuah gumpalan hitam di udara.
Tanpa banyak perkataan mereka berenam memasuki portal teleportasi tersebut.
Ketika itu hancurlah dinding es itu, para monster langsung terjun ke arah mereka, tapi Keosy dan yang lainnya telah pergi.
"Huh.. mereka bisa lolos juga."
Kirin yang telah melihat pun berbicara, dan dibalas oleh Silvia.
"Cih.. makanan aku telah pergi, Hah, manusia yang dapat menangkis serangan mu itu, juga berhasil memukul aku terpelanting sampai disini. Dan dia juga telah membuat dinding ea dengan cepat."
"Hah.. aku juga terkejut, tapi apakah kamu masih ingat, seorang manusia yang dapat melukainya, aku yakin pasti dialah orangnya, itu."
"Yah, aku juga yakin. Deuran kenapa kamu tidak memberikan ke dua manusia itu kepada aku, kenapa malah di makan oleh binatang menjijikkan itu."
Silvia berbalik menanyakan ke Deuran, Deuran dengan diam dan langsung pergi, tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Eh.. dia selalu saja seperti itu, apa dia sangat membenciku."
"Jelas dia sangat membencimu, karena kau yang membunuhnya."
"Hahahah, itu hanya masa lalu, yang lebih penting kita dapat menduduki kota ini, dan juga harus melaporkan ke padanya."
"Hahahah, kau benar."
Mereka berdua pun pergi. Sedangkan Rakiri sang Elf Iblis yang menargetkan dari jarak 10 km jauhnya pun telah menghilang dari posisinya.
Salah satu kota dari kerajaan Es telah berhasil ditaklukkan dan menjadi milik para Iblis.
****
Sebuah gua di ujung pulau es, Winni dan yang lainnya sedang menunggu kedatangan Keosy beserta rekan timnya, Airi yang telah terluka dan tidak sadarkan diri sudah siuman.
Walaupun dia hanya berbaring lemas.
__ADS_1
Sela berapa lama, akhirnya mereka ber enam muncul. Ketika melihat kemunculan mereka, Winni dan Koasiki sadar bahwa Wira dan Rondus telah gugur, emang sulit untuk percaya.
Dia juga memperhatikan ada orang baru. Disisi Keosy dia melihat anggota yang yang berjumlah empat orang, dua gugur. lagi-lagi Keosy merasakan aura kegelapan mereka sangat mirip dengannya, ini membuat sangat yakin, bahwa pengguna kegelapan memiliki hubungan yang dalam dengannya, tapi Keosy belum tahu hubungan seperti apa itu.
Setelan itu dia berpisah dengan mereka sambil menggendong Suri, dan meletakkannya ke sebuah batu yang cukup datar yang kelihatan nyaman.
****
Pagi menjelang, Keosy yang sedang duduk dipinggir batu dan di sampingnya Suri, yang telah siuman, Keosy menceritakan apa yang terjadi padanya.
Ketika apa yang dikatakan Keosy, Suri sangat kesal dengan dirinya, tidak dapat berbuat apa-apa ketika melawan iblis tersebut, apalagi dia telah berlatih sangat keras.
Ketika itu datanglah seorang wanita yang bernama Winna.
"Jadi apakah yang kalian lakukan, selanjutnya? eh tapi sebelum itu, aku mengucapkan terima kasih karena membantu kami."
Suri meliha Winna dan mulai berdiri serta mendatangi Winna. Suri pun berkata kepada Winna.
"Kamu adalah, Winna, sebelum itu boleh aku bertanya pada mu?"
Winna tidak keberatan dan dia mempersilakan Suri untuk bertanya terlebih dahulu.
"Iya, tidak masalah, tanyakanlah."
"Aku ingin tahu, apakah di tempat sekarang ini ada seorang pria yang bernama.."
Suri berhenti sejenak dan menarik nafasnya panjang-panjang agar tidak merasa gugup, kemudian setelah selesai dia melanjutkan pertanyaannya.
"Bernama Wira Kazuki."
"Sebelum aku menjawabnya, aku ingin menanyakan, apa tujuan mu?, dan apa hubungan mu dengan pria itu."
Suri ketika melihat bahwa Winna tidak langsung menjawab, dia yakin pria yang dimaksud ada, tapi belum yakin betul.
"Aku..aku.. hanya ingin memberikan sesuatu yang penting baginya, dan membalas kesalahan aku."
Winna mulai merasa, perempuan yang ada didepannya memiliki kedekatan dengan Wira, tapi tidak tahu kenapa. Yang dia pernah tahu, wanita yang pernah dekat dengannya adalah, perempuan dari kerjaan Cahaya, atau seorang gadis suci The Nam, tapi di depannya tidak seperti yang dimaksud.
Winna merasa sedikit curiga, entah dia memakai ilusi atau tidak, jelas ada yang aneh, bagi seorang wanita menanyakan keberadaan Wira, apalagi Wira sudah 10 tahun tidak pernah keluar dari pulau itu.
Winna mengetahui satu-satunya cara untuk menghilangkan kecurigaannya adalah, dengan mengetahui namanya.
"Aku tidak tahu kamu siapa, dan sepertinya kamu memiliki kisah dengannya, kalian juga tampaknya cukup dekat. Tapi sebelum itu, aku harus mengetahui nama mu."
Suri tanpa ragu-ragu, mengatakan namanya.
"Aku Suri Cruise.."
Ketika mendengar nama tersebut, Winna mengulanginya agak sedikit berteriak, karena dia terkejut.
"Suri Cruise!"
Ketika mendengar teriakkan nama Suri Cruise, apa yang terjadi selanjutnya adalah, Nia yang telah lama tertidur langsung membuka matanya.
__ADS_1
Dan ketika itu dia bangkit, selanjutnya pukulan yang langsung mengarah ke wajah Suri Cruise, pun terlaksana.
Disini Keosy yang mempunyai indera menakjubkan menyadarinya, dan sebuah pukulan Nia ditangkisnya dengan satu tangan.
Winna terkejut karena dia tidak menyadarinya, tapi seorang pria yang memiliki postur bisa di anggap lemah, dapat menangkis pukulan tersebut.
Suri pun langsung mundur ketika benturan keras terlaksana, Nia yang mengerutkan keningnya, karena dia tidak menyangka ada menangkisnya. Dia pun teringat apa yang terjadi belakangan ini, pria muda yang di depannya sangat kuat, ini terbukti ketika dia dua kali membantunya.
"Minggir." Singkatnya, Nia menyuruh Keosy, untuk membiarkannya menyerang Suri.
"Owh.. aku sungguh tidak bisa, sebelum aku mengetahui alasannya tujuan mu melakukan ini."
Nia mendecakan lidahnya, dan berbalik kearah Winna serta berbicara.
"Winna apa yang kau tunggu, dia Suri Cruise, si ****** ini menyebabkan apa yang terjadi terhadap kakak."
Winna tidak sempat membalas, malah Suri yang mendekatinya, dan berbicara.
"Apa yang kamu katakan kakak mu, Wira Kazuki kakak mu, kalau begitu dimana dia sekarang? apa dia bersama kalian?" Suri bertanya ke arah Nia.
Nia melototinya, dan sedikit geram, karena itu Nia memunculkan 5 tangan dari elemen kegelapan dan menyerang Suri.
Tapi sebelum dia sempat menyerang, Winna telah menghentikan serangan tersebut dengan efek ilusinya sehingga dia berhenti.
Wira dan Winna adalah dua orang yang sangat di segani oleh Nia Kazuki, Winna juga termasuk sebagai pengganti Wira, jika dia tidak ada di tempat.
Tapi ketika Winna menampakkan amarahnya, Nia langsung menghentikan serangan tersebut. Yang lain telah berdatangan karena ada keributan yang terjadi.
"Nia, aku tahu kamu marah, tapi lebih baik kita mendengar penjelasannya terlebih dahulu, ketika itu aku akan membiarkan mu melakukan apapun."
Nia tidak mengatakan apapun, dan menghilangkan tekanan yang ada pada dirinya serta dia mulai menjauh dari mereka.
Karena tidak tahan akan drama yang lambat tersebut, Keosy pun berinisiatif berbicara terlebih dahulu.
"Oke semuanya biar aku perjelas, karena kita tidak banyak waktu, para monster telah mendekati gua ini, aku tidak masalah jika kalian percaya atau tidak. Selanjutnya tentang permasalahan yang baru saja terjadi, aku dapat menebak, Wira itu adalah pria yang telah mati pada saat Iblis tengkorak itu muncul, apakah aku benar?"
Mendengar itu Nia mulai bangkit, tapi dia dibuat tenang oleh Winna, dilain sisi Suri, ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Keosy, dia pun terkejut, walaupun dia sudah yakin bahwa Wira tersebut sudah mati, tapi yang di sesalkanya bahwa kematiannya telah baru saja terjadi.
"I... itu tidak mungkin, Wira telah mati, dan itu baru saja terjadi. Itu tidak mungkin kan."
"Ya, apa yang dikatakan Keosy adalah kebenarannya." Winna memperjelas.
"Itu.."
"Jadi, karena Wira telah tiada, apa yang ingin kamu berikan apa itu?"
Mendengar itu, Suri menenangkan dirinya dengan mengatur pernafasan yang dengan menghirup dan melepaskan secara perlahan. Selanjutnya ketika dia telah tenang.
Suri mencabut anting keduanya. seketika itu perubahan warna, mata Suri, mendadak membuat mereka terlihat kaget tidak karuan.
"Yang ingin aku berikan adalah mata ini, mata ini miliknya, yang telah aku ambil dari Jorgun."
"Jorgun, maksud mu Jorgun itu."
__ADS_1
"Yah Keosy telah membunuhnya, karena dia ingin menyelamatkan aku, dia menanam kan mata ini kepada aku."
Ketika itu mereka melihat ke arah Keosy, dan Keosy hanya mengiyakan, dan selanjutnya serangan para monster yang telah diantisipasi datang.