
"Aku tidak percaya dengan omongannya."
"Ya, kalau menurut aku, dia tidak ada untungnya berbohong kepada ku."
Sambil merapikan kerah, yang kusut akibat cengkeramannya.
"Ya, kamu benar, tapi masih sulit dipercaya."
" Ya hak kamu, kalau tidak percaya, jadi gimana, apakah kamu tetap melakukannya?"
"Ya, aku tetap melakukannya."
"Hem... Baiklah sudah diputuskan kita akan melakukannya, jadi kapan kita akan melaksanakannya?"
"Aku juga tidak tahu kapan, tunggu kaum Kegelapan itu bergerak."
"Ya, berarti belum ada kepastian ya."
Tiba-tiba, aku mendengar suara yang sangat berisik melalui lantai bawah kamar aku
"Semuanya harap berkumpul!!" Suara pria yang sedang berteriak, terdengar di bawah kamar.
"Ini pakai."
"Apa ini?"
"Pakai saja, nanti aku akan menjelaskan nya."
Aku memberikan sepasang anting, yang berupa alat untuk mengubah penampilan, bernama pilox. Aku merasa akan sangat sulit kalau ada orang melihat warna rambutnya, dan penyamaran ini, lebih baik dari pada ilusi dibuatnya.
Ketika dia memasang anting ke kupingnya, warna rambut dan matanya berubah menjadi putih, seperti sedia kala, aku harap tidak ada yang mengenalnya.
Alat ini hanya mengubah penampilan, bukan fungsinya. Dia terkejut melihat penampilannya berubah, tapi tiba-tiba pintu kamar kami, di gedor dengan kuat.
"Hey, kalian yang di dalam, mohon keluar dan berkumpul di lantai satu."
Kami pun keluar menuju ke lantai satu, karena tidak ingin mendapat masalah, ya aku terpaksa ngikut aja.
Aku bisa menebaknya apa yang terjadi disini, kemungkinan ada hubungannya dengan Jenderal yang aku bunuh, ya tapi itu masih spekulasi saja, belum tentu itu benar.
"Dengan penampilan mu sekarang ,kamu tidak akan ketahuan."
"Ya kamu benar."
Di lantai satu, sudah banyak yang berkumpul di dalam satu ruangan yang cukup luas, dan beberapa prajurit yang menggunakan armor yang cukup berat, ada sekitar 10 orang dan ada satu yang memiliki penampilan yang berbeda dari yang lain.
Kemungkinan yang berbeda itu adalah, pemimpin dari pasukan ini, tiba-tiba terdengar suara besar, yang membangunkan ku dari lamunan.
"Oke, kalian semua sudah berkumpul."
Pemimpin tersebut berbicara, dan menambah kembali.
__ADS_1
"Perkenalkan, aku adalah Jenderal Hill Shakespeare, ada pun kalian di kumpulkan disini, karena alasan bahwa, ada buronan yang masih sembunyi di kota ini, dan aku berharap kalian untuk berkerjasama dalam penyelidikan."
Hill Shakespeare kemudian mudur, dan menyuruh seorang pria, kemungkinan anak buahnya untuk mengambil alih.
"Semuanya. Aku Wakil Jenderal Thomas Arya, di mulai sekarang, aku akan mengambil alih dalam penyelidikan.
Ketika selesai berbicara Thomas Arya berhenti sesaat, kemudian Thomas Arya mengangkat tangannya dan menunjukkan kepada semua orang sebuah bola berwarna merah.
"Bola ini adalah alat untuk mendeteksi Element apa yang kalian gunakan, disini aku ingin mengecek Element apa yang kalian kuasai."
"Tunggu sebentar, kenapa kalian harus menggunakan batu tersebut, kenapa tidak melihat dari warna rambut kami saja."
Pertanyaan keluar dari mulut seorang pemuda, kemungkinan seorang Hunter.
"Pertanyaan yang bagus, tapi warna rambut tidak jadi patokan, pasalnya buronan itu menurut kabarnya, bisa menyamarkan penampilannya, jadi mangkanya itu, kami menggunakan batu ini."
Mendengar apa yang dikatakannya, membuat diriku, melirik ke arah wanita yang berdiri di sebelah kanan.
"Sepertinya ini akan tambah merepotkan."
kata ku kepadanya.
"Ya, kamu benar, apa yang harus kita lakukan?"
"Aku belum bisa memutuskan nya, soalnya aku tidak tahu mengenai batu tersebut, apakah kamu tahu batu itu, jika iya, aku ingin tahu seberapa akurat itu?"
"Setahu aku, batu itu cukup akurat, Sekarang apa yang harus kau lakukan, kamu pasti ketahuan, solanya kamu tidak bisa menggunakan alat Elemen es tersebut."
"Iya, apakah aku salah?"
"Ya salah. Aku ini pengguna 2 Element."
"Itu tidak mungkin, tidak ada di dunia ini yang memiliki itu."
"Iya, terserah mau percaya apa tidak, sekarang yang lebih khawatir itu dirimu, bukan diriku."
"Kenapa aku. aku ini pengguna Element Cahaya, ya jelas itu tidak masalah."
"Apa.. Selama ini kamu masih bekum sadar kah, huft... kadang aku bertanya-tanya, apa sih isi kepala mu itu,.. Auch..." Ketika mengejek sedikit, dia langsung menginjak kaki, dengan kuatnya, membuat diriku mengeluarkan suara konyol.
"Cepat, katakan, aku tidak ada waktu dengan candaan mu."
"Wow.. kau kembali ke sifat asli mu, ya sudah akan aku katakan. Kamu ini menjadi pengguna dua kegelapan."
"Aku tidak ada waktu, melayani bualanmu."
Ketika selesai berbicara, Suri langsung berbalik kearah para prajurit yang lagi memeriksa para Hunter, mereka meriksa dengan secara bergiliran, karena giliran kami agak lumayan lama, jadi sempat berdiskusi.
"Buat apa aku berbohong, apakah dirimu tidak menyadari kalau si Mata Merah mengeluarkan dua Element."
Mendengar apa yang aku katakan, dia langsung berbalik ke arah aku, sambil memperlihatkan expresi terkejut.
__ADS_1
"Kau benar, kenapa aku tidak menyadarinya, emang benar, kalau aku juga merasakan sesuatu yang asing di dalam tubuh ku, jadi itu Element Kegelapan."
"Sekarang, tinggalkan persaan terkejut mu, yang lebih penting apakah kau bisa melakukannya, jika Element Kegelapan ikut keluar dari tubuhmu itu merepotkan."
"Iya, aku bisa melakukan nya, dengan mengeluarkan sedikit saja Element alat itu bisa mendeteksinya."
"Bagusla, kalau memang itu cara kerja, aku di luan."
Ketika giliran ku tiba. Aku maju menghampiri kristal tersebut. Menempelkan telapak tangan sebelah kanan, langsung aku alirkan Element Cahaya aku, sekita Cristal tersebut memancarkan cahaya berwar kebiruan.
Dari reaksi tersebut, aku merasa ini lah moment Cristal tersebut mendeteksi Element seseorang.
Ketika selesai. Aku kembali ke barisan.
"Sekarang giliran mu, aku harap tidak ada kesalahan."
Aku mengatakan kepada Suri, ketika kami berpapasan, dia tidak membalas hanya maju melewati aku.
Ketika dia menempelkan tangannya di Cristal tersebut, serta disalurkan sebuah Element Cahaya, pada waktu bersamaan terjadi perubahan pada bola Cristal, Cahaya yang dipancarkan sangat terang dan menyilaukan.
Setelah semua tindakan, tidak ada yang di khawatir kan. Suri berhasil melewati nya dengan aman. Suri kembali kedalam barisan.
"Ternyata kamu berhasil."
"Hanya seperti ini, bukanlah apa-apa."
Aku memicingkan mata ku, dan melihat nya.
"Tahan lah sebentar."
Seperti yang aku lihat dirinya, telah menahan sesuatu, kemungkinan Element Kegelapan yang berusaha untuk keluar. Aku mulai memegang tangannya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Diam lah, aku berusah menolong mu."
Aku langsung mengalirkan Element Kegelapan ku, melalui tangannya, beberapa saat kemudian dia mulai sedikit rileks terlihat dari raut wajahnya
Akhirnya pemeriksaan berakhir dengan lancar, tampa ada kendala, semua perajurit keluar, dan barisan di bubarkan.
"Lebih baik kita sarapan dulu, setelah itu mendaftar mu di serikat Hunter."
"Hah... kenapa aku harus menjadi seorang Hunter?"
"Kamu sekarang di Kota ini, hanya sebagai pandatang ilegal, bagaimana nanti jika ketahuan, itu akan menambah masalah, dan aku tidak ingin mengrus masalah sepele seperti itu."
"Iya seperti yang kamu katakan, aku akan mengikuti nya."
"Ya baguslah."
Kami pun menyantap makan yang telah di hidangkan di atas meja.
__ADS_1