The Shadow King

The Shadow King
Misi Dimulai


__ADS_3

Akhirnya malam yang dingin, digantikan dengan pagi yang tak kalah dinginnya, suasana yang sejuk ini sangat menyegarkan walaupun sangat dingin, Nia Kazuki yang lagi melakukan peregangan tiba-tiba di dekatin oleh seorang pria, yaitu Wira Kazuki yang di mana dia sebagai suadara laki-laki kandungnya.


“Nia.” Wira memanggil adiknya, ketika Nia mendengar, dia berbalik ke belakang, melihat kakaknya yang berdiri, setelah itu dia menoleh ke depan kembali, tanpa menghentikan peragaannya.


“Ada apa, kak?” Nia menanyakan tujuan kakaknya memanggil.


“Nia, Amakawa telah kembali, dan memberikan laporan terbaru, di dalam laporannya, para monster mulai bergerak ke arah kota, dan tidak lama lagi kota akan di serang.” Nia berhenti peragaannya dan berbalik ke arah Wira, serta mendekatinya.


“Hem... Apakah kamu mengatakan itu, dengan tujuan untuk menghentikan ku memasuki kota, dengar ya, kak, tekad aku sudah bulat, aku tidak akan membiarkan orang yang menghalangi aku, walaupun itu kakak.”


“Huh.. seperti sangat sia-sia membujuk mu.” Wira merasa Nia tidak bisa di hentikan, sebenarnya Wira sudah tahu, bahwa ini akan sia-sia, tapi dia tetap melakukannya.


“Kakak seharusnya sudah tahu, kalau itu sia-sia.”


“Iya, tapi sebelum kita melakukan pergerakan, aku ingin latih tanding dengan mu.”


“Latih tanding? Atau maksud kakak ingin menguji ku, kak."


“Hahahahha, ya seperti itu, bagaimana kamu bersedia.”


“Yah, kenapa aku harus menolak, dan ini kesempatan aku, untuk menunjukkan hasil latihan aku. Asal kakak tahu, aku ini sudah berbeda dengan aku yang dulu, kak.”


“Begitu kah, kalau seperti itu, tunjukkan hasil latihan mu, aku juga tidak akan mudah dengan mu, Nia.”


Nia langsung mundur menjauh, untuk menjaga jarak, selanjutnya mengaktifkan element kegelapan, membuat tanganya di lapisi dengan kobaran hitam, seperti api hitam yang membakar tangannya.


Tapi itu bukanlah api, melainkan element gelap. Kaki Nia juga di lapisi.


Sedangkan di sisi Wira, dia adalah seorang pengguna pedang, jadi dia mengeluarkan pedangnya yang berbentuk katana jepang, dengan panjang bilahnya 120 cm.


“Kak!!! aku datang.” Yang menyerang di luan adalah adalah Nia, dengan cepatnya dia menerjang ke arah Wira.


Dalam sekejap pukulan yang di balut dengan element kegelapan menghampirinya wajah Wira, Wira kaget, dia tidak menyangka, serangan Nia telah sampai ke padanya.


Karena Wira memiliki refleks yang baik, dia pun berhasil menangkis serangan tinju Nia.


Walaupun Wira berhasil menangkisnya, tapi dia terpental ke belakang, akibat serangan Nia yang mengandung kekuatan destruktif yang sangat kuat.


Karena Wira termasuk orang yang kuat, dia tidak sampai terpental jauh, hanya beberapa langkah ke belakang.


Tanpa membiarkan jeda, Nia menyerang kembali Wira, dengan serangan combo seperti uppercut, jap, straight, hook. Serangan combo itu menghampiri Wira, seluruh pukulan-pukulan tersebut berhasil di lalui dengan lihai..


“Aku tidak menyangka, dia bisa sekuat ini.” Batin Wira.


“Nia, aku tidak menyangka kau telah sekuat ini.”

__ADS_1


“Hahahahha, aku tidak bohong kan kak, tapi ini belum lah semuanya, kak.”


“Begitukah, kalau begitu maju lah, dengan kekuatan penuh.”


“Jangan menyesal kak.”


Element kegelapan keluar dari tubuh Nia, seperti kobaran api hitam, tekanan aura tersebut, mengakibatkan, pijakan tanah yang dilapisi salju pun hancur.


Element kegelapan yang berada di sekitar tubuhnya, perlahan berubah menjadi sebuah tangan-tangan yang berbentuk tinju.


Jumlah tinju bayangan ada 5 yang melayang di udara. Di sini, Wira hanya tersenyum melihat kekuatan yang dikeluarkan Nia.


Skill yang di keluarkan Nia, sama yang di miliki oleh Keosy yaitu Skill Dark hand, tetapi Nia hanya berhasil menciptakan hanya 5. Tetapi Keosy berhasil menciptakan ribuan tangan-tangan ilusi.


Ketika selesai persiapannya, Nia pun langsung bergegas menyerang Wira, sebuah pukulan ke depan mengarah keras, tidak hanya itu, tinju bayangan yang ada di dekat Nia, juga ikut menyerang.


Jadi jumlah pukulan yang mengarah ke Wira, ada 6 pukulan. Karena tidak mungkin untuk menghindari atau menangkisnya secara bersamaan, jadi dia melompat mundur, dan berdiri di tangkai pohon.


Tiba-tiba sebuah tangan bayangan meluncur ke arah Wira, Wira terkejut melihat serangan tersebut. Tapi wira berhasil menghindarinya dengan salto ke arah belakang.


Ketika berada di udara, Wira diserang kembali dengan tinju bayangan satunya lagi, di sini Wira tidak bisa menghindarinya, karena berada di udara.


Wira memilih untuk mengkisnya dengan pedang, dampak dari menangkis Serangan Nia, Wira menjadi terpental menabrak beberapa pohon.


Walaupun begitu, Wira tidak terluka sama sekali, dia pun berdiri dengan sehat dan gagah.


“Wow, jurus yang merepotkan, bagaimana jika dia berhasil menciptakan lebih dari lima bayangan, aku pun, pasti tidak akan bisa menghindari atau menangkisnya.” Batin Wira berbicara, merasa kagum dengan kekuatan Nia yang baru.


Nia melihat bahwa, Wira terdorong cukup jauh, dia pun menghentikan serangannya, tapi ketika dia melihat dari kejauhan, bahwa, Wira baik-baik saja, Nia pun mulai bersiap melancarkan serangan berikutnya.


Tapi serangan berikutnya tidak akan terjadi, karena Wira telah menyarungkan pedangnya.


“Kak, kenapa kau menyarungkan pedang mu?” Tanya Nia.


“Kita akan menghentikan latihan tanding, kakak mu ini, sudah mengetahui bahwa kau telah bertambah kuat, bukan hanya itu, pertarungan kita telah mengundang mereka, untuk datang kemari.”


Wira merasakan kehadiran dua orang, yang melaju ke arahnya, ke dua orang itu adalah Rondus dan Winna, sedangkan di sisi Nia, dia pasti tidak merasakannya, karena Nia memiliki kelemahan dalam mendeteksi sekitar.


Nia dengan enggan menghilangkan tangan-tangan bayangannya, dia merasa kecewa pertarungannya akan berhenti, sebab Wira hanya menangkis dan menghindari serangan yang dilancarkan, dia merasa tidak puas, hanya dengan pertarungan seperti itu.


Walaupun begitu dia tetap menuruti kakaknya, untuk menyelesaikan pertarungan.


Beberapa saat kemudian datanglah ke dua orang yang telah di ke tahui Wira.


“Wira!!” Rondus berteriak memanggil nama Wira.

__ADS_1


“Apa yang terjadi? Kami melihat ada sebuah ledakan yang cukup kuat.” Sedangkan Winna mencari tahu apa yang sedang terjadi.


“Oh. Kalian berdua, tidak ada yang terjadi, kami hanya latihan tanding.”


“Latih tanding? sampai seperti ini.” Winna menanggapi pernyataan Wira.


“Ya.” jawab singkat Wira.


Winna dan Rondus melihat ke arah Nia yang telah menghilangkan mode bertarungnya.


Mereka berdua heran, apakah ledakan dan kekacauan di sini di sebabkan oleh Nia atau Wira.


Mereka juga melihat sekelilingnya yang berantakan, banyak pohon-pohon yang


hancur dan kawah terbentuk di seluruh area.


“Hem, kalau begitu Wira, Amakawa telah memberikan laporan baru,” kata Winna.


“Oh... jadi apa isinya?”


“Lebih baik kamu, mendengar kan secara langsung, Wir.”


“Ya uda, kalau begitu aku akan menemuinya.” Mereka pun bergerak menuju gua.


****


Sesampainya di Goa tersebut, Wira langsung menerima laporan dari Amakawa, laporan Amakawa berisi tentang pergerakan para monster, yang telah mendekati Kota, dan mereka juga mendirikan perkemahan pasukan.


Biasanya para monster tidak akan melakukan hal seperti berkemah, karena para mereka seperti binatang, tidak miliki kecerdasan.


Tapi hari ini, para monster melakukan hal yang sulit dipercaya. Ini menunjukkan bahwa pemimpin para monster tersebut, bukanlah monster yang sembarangan.


Wira juga telah mengatur kelompok yang akan tetap tinggal dan ikut dalam misi pembebasan.


Kelompok yang pergi ke kota berjumlah 6 orang, sedangkan yang tinggal ada empat.


Nama-nama yang enam itu adalah Wira, Nia, Rondus, Amakawa, Winna, dan Haruto.


Seharusnya Airi akan ikut menyusup ke Kota, tapi karena dia cedera jadi tidak bisa ikut, begitu juga dengan Anya, sebagai penyembuh, dia sangat di butuhkan untuk menyusup kota, di karenakan, dia harus merawat Airi, jadi dia tinggal.


Yang benar-benar tinggal adalah Winni, kemampuan sangat di butuh kan, jika tidak ada dia, misi sudah di pastikan tidak berhasil.


Selanjutnya Koasiki, dia adalah pasukan yang harus ikut dalam penyusupan, karena dia termasuk pejuang kuat, tapi disini merubah rencana, karena dia akan tinggal, dan bertugas sebagai pelindung, orang-orang yang tidak ikut andil dalam penyesupan.


Ketika semua sudah dipersiapkan, mereka yang berenam mulai berangkat untuk melaksanakan misi penyelamatan.

__ADS_1


__ADS_2