The Shadow King

The Shadow King
14. Cangkok Mata


__ADS_3

Masih ada yang harus aku ambil dari tubuhnya, aku melihat mata kanannya, yang mengeluarkan aura kegelapan telah padam.


Aku ingin mengambil sesuatu yang bukan miliknya, ya itu benar, aku ingin mengambil bola mata kanannya.


Aku menahan kepalanya biar tidak bergerak, aku telah mempersiapkan tiga jari ku, secara perlahan aku memasukkan 2 jari ku kedalam mata, jari satu lagi, aku buat untuk menjadi tumpuan agar bisa mendorong keluarnya itu mata.


Ketika aku memasukkan jari ku, aku merasakan sesuatu yang sangat lebut dan berlendir, aku tidak berhenti, aku langsung memperdalamnya.


Darah segar, terus mengalir dari matanya, aku terus merogoh-rogoh semangkin jauh kedalam, aku melihat wajahnya yang merasakan sakit, yang mencoba untuk menahannya, dan urat mukanya keluar, bagaikan ingin meledak.


Akhirnya tangan aku memenuhi bola mata tersebut, aku langsung menariknya sekuat tenaga, bola matanya pun keluar, dari tempat yang tidak pantas.


Dia berusaha untuk menjerit, tapi, tidak ada suara yang keluar, aku mengangkat bola mata tersebut ke udara, dan melihatnya, mata itu masih hidup, aku langsung memasukkannya ke dimensi parsial.


Aku menatapnya sebentar, dan kemudian berbalik menjauh, dia hanya melihat aku.


Cepat atau lambat, si bedabah itu pasti mati aku berpikir seperti itu, jadi aku meninggalkan nya.


Dia tidak akan selamat, elemen kegelapan aku akan merogoti tubuhnya, dia akan merasakan sakit, bagaikan tikus yang menggayangi tubuh.


Aku menghampiri Maria Cruis, dia sudah tidak sadarkan diri, mungkin kekita aku mengalahkan si bedebah itu, koneksinya pun terputus.


Dia tidak terluka begitu parah, aku hanya membekukannya agar tidak bergerak.


Aku tau bahwa aku masih naif terhadap seorang wanita, dan juga, aku percaya, ke naifan ku ini akan menghancurkan ku di kemudian hari, tapi aku tidak perduli, dan aku juga tidak ingin mengubahnya.


Aku menghilangkan es di sekitarnya , dan mengangkatnya di bahu, melirik kebelakang sekali lagi, ke arah si bedebah itu, serta aku tersenyum dan pergi meninggalkannya.


****


Beberapa saat kemudian, aku telah sampai di penginapan, aku tidak membawanya ke kediaman Suri Cruise, karena aku ber asumsi bahwa, rumahnya telah hancur.


Pertama kali, aku menurunkan Maria, dan membaringkannya dilantai, dan juga tidak lupa untuk mengikatnya, kemudian aku mengeluarkan Suri Cruise dari dimensi parsial, ketika aku mengeluarkannya, dan dia yang masih berada di gendongan ku.


Aku terkejut, bahwasanya aku tidak merasakan denyut nadinya sama sekali, aku langsung membaringkannya di atas kasur.


Aku melihat dirinya, sangat pucat, bagaikan mayat, aku tidak bisa menyembuhkan nya dengan skill penyembuhan, skill itu hanya efektif bagi pengguna elemen kegelapan.

__ADS_1


Aku sadar dengan kebodohan ku, aku terlalu percaya diri dengan dimensi parsial, sehingga aku memperlama untuk mengobatinya, dan aku pun mengerti, bahwa, apabila makhluk hidup di masukan kedalam dimensi tersebut, itu tidak akan menghentikan waktu, tetapi hanya memperlambat saja.


Melihat luka yang ada di tubuhnya, aku sadar, pasti darah nya sudah banyak terbuang, dan lagi lukanya tidak hanya satu, sekujur tubuhnya di penuhi luka.


Aku hanya bisa melakukan pertolongan pertama, dengan memasukan eleman kegelapan ku ke dalam badannya, sehingga aku dapat memompa jantungnya, dan memberikan napas buatan, walaupun nafasnya detak jantung nya tidak kunjung membaik, aku terus melakukan nya berulang-ulang.


Ketika aku merasa bahwa, usaha aku tidak membuahkan hasil, aku hampir ingin menyerah.


Dengan perasaan yang ingin menyerah, seketika sebuah detakan jatung, yang kecil pun aku rasakan, detakannya sangat lemah, hanya berguncang sekali-kali, tetapi ketika aku melepaskan genggaman terhadap jantungnya.


Detakannya berhenti, dan tak berdetak kembali, aku langsung dengan cepat memompa kambali.


Sekarang aku tidak bisa melepaskannya, jika aku melepaskan sekali lagi, aku tidak tau apakah ada kesempatan dia bisa hidup kembali.


Walaupun seperti ini, belum tentu dia akan sembuh, tapi aku tidak akan menyerah, aku adalah orang yang selamat dari luka parah oleh naga itu, tidak mungkin aku menyerah, jika ada kesempatan sedikitpun


Aku terus berpikir, mencari ide bagaimana menangani ini, ketika aku berpikir dengan keras, sampai aku merasa bahwa kepala ingin pecah.


Aku menemukan sebuah ide, gagasan ini bukanlah sesuatu yang lazim.


Dan ketika elemen kegelapan aku menyebar ke dalam tubuhnya, pada saat itu, dia bisa dikatakan pengguna elemen kegelapan, setelah dia berubah menjadi pengguna kegelapan.


Aku sudah pasti bisa menyembuhkannya, tapi ini hanya sekedar asumsi, dan tingkat keberhasilannya tidak pasti.


ini adalah satu-satunya cara, 'jika aku tidak melakukannya, dia juga pasti akan mati, sebaliknya jika aku melakukannya, dia memiliki 2 pilihan sembuh atau mati'.


Menimbang beberapa pilihan tersebut, pasti aku akan melakukannya, tidak mengambil kesempatan yang ada, itu bukanlah gaya aku.


Tangan kiri aku, masih berada di dadanya untuk membantu jatungnya tetap berdetak.


Di sini, aku tidak akan mengambil matanya seperti aku mencongkel mata si bedebah itu, tapi, aku akan melakukan dengan cepat, dan hanya menggunakan elemen kegelapan untuk mengambil matanya.


Aku melapisi telapak tangan aku, dengan elemen kegelapan, serta menempelkan tangan aku di mata sebelah kanan, setelah itu, aku alirkan elemen kegelapan aku ke seluruh bola mata.


Ketika elemen kegelapan, telah memenuhi seluruh bola mata tersebut, aku menariknya dengan cepat, sehingga bola mata keluar dan bola mata yang aku ambil, langsung aku simpan di dimensi parsial.


'Sekarang tinggal memasukan mata ini'

__ADS_1


berbicara dalam hati, sambila aku melapisi mata iblis ini dengan elemen kegelapan.


Ketika mata iblis telah terselimuti elemen kegelapan sepenuhnya, aku mulai memasukkan mata ini, kedalam rongga mata Suri Cruise.


Ketika matanya masuk dengan sempurna, aku langsung mengalirkan elemen kegelapan kedalam matanya, sehingga mata iblis tersebut, menyatu dengan baik.


Ketika aku melihat matanya, yang menyatu dengan daging di dinding rongga mata tersebut, aku langsung menghembuskan nafas kelegaan.


Tapi aku tidak bisa senang dulu, masih ada tahap selanjutnya, aku harus menuntun elemen kegelapan, agar menyebar keseluruhan dan menyatu ke dalam tubuhnya.


Aku mulai menempelkan tangan kanan ku lagi ke matanya, dan aku mulai menuntun elemen kegelapan dari mata tersebut menuju seluruh tubuhnya.


Proses ini sangat melelahkan, juga membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang baik, agar elemen kegelapan sempurna menyatu.


Selama 1 jam berlangsung, aku pun selesai melakukannya, tinggal sekarang menunggu.


Apa yang aku lakukan ini hanya sebuah pemikiran saja, dan aku juga tidak yakin apakah berhasil.


Ketika langit yang gelap, mulai berganti dengan cerahnya sinar matahari, dan aku yang merasakan kelelahan, di karenakan melakukan sesuatu yang mustahil.


'Apakah aku gagal?'


kata batin.


ketika aku merasa diriku telah gagal, sesuatu yang amat aku tunggu terjadi, aku melihat ada perubahan yang terjadi dirambutnya, perlahan-lahan rambut yang berwarna putih itu berubah menjadi hitam.


Ketika aku melihat itu, aku yakin bahwa elemen kegelapan yang ada pada tubuhnya telah menyatu, aku juga merasakan darinya, sebuah perasaan yang mirip yang di keluarkan dari pengguna elemen kegelapan.


Perubahan warna hitam tersebut berhenti, ketika sampai di garis tengah rambut, hanya sebelah kanan saja yang berwarna hitam.


Aku langsung dengan cepat mengalirkan, elemen kegelapan untuk penyembuhan, ketiak aku menyelimuti nya dengan elemen kegelapan.


Luka yang dia derita tidak langsung sembuh, tapi perlahan, kemungkinan belum sempurnanya elemen tersebut menyatu.


Detak jantungnya pun mulai menjadi stabil, aku pun berhenti untuk memijit jantungnya, dan aku melepaskan genggaman ku di dadanya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2