The Shadow King

The Shadow King
Deuran "10 Iblis Diablo"


__ADS_3


Ketika Hill yang telah binasa di tangan Kirin, di sisi Wira dan yang lainya juga menghadapi bahaya yang tak kalah hebatnya.


Mereka di hadang oleh salah satu 10 Iblis Diablo, Iblis tersebut berbentuk sebagai tengkorak hidup, dengan memegang tongkat seperti penyihir, di atas kepalanya terdapat sebuah mahkota.


Wajah yang penuh dengan lubang yang menyeramkan terpampang di hadapan mereka, Iblis itu juga memakai sebuah jubah yang berwarna hitam.


Ketika melihat makhluk yang muncul di depan mereka, secara tiba-tiba, Wira dan lainnya pun langsung mundur, dan bersiap-siap untuk menyerang, karena mereka merasakan bahaya yang sangat berat berasal dari makhluk yang ada di depan mereka.


“Ketika aku lagi memantau jalannya peperangan, dengan bola sihir ini, tidak sengaja aku melihat tikus yang menyelinap, siapa gerangan itu, aku bertanya-tanya, ternyata kalianlah para pengguna elemen kegelapan. Aku baru saja membaca sejarah, di situ aku dapati, kalau kalian telah dibantai, dan di cap sebagai keturunan Iblis, hahahahha, manusia memang lucu, karena kalian pengguna elemen kegelapan jadi kalian di sebut sebagai keturunan kami, padahal tidak ada hubungannya sama sekali.” Lich tersebut berbicara sambil memegang sebuah bola berwarna hitam, yang di mana itu adalah sebuah alat pemantau.


“Aku tahu kamu, kamu adalah 10 Iblis Diablo Deuran sang raja kematian.” Wira berbicara sambil mempersiapkan pedangnya yang di pegang ditangan kanan.


“Hohohoho, anak muda zaman sekarang mengenali diriku, sungguh membuat diriku senang.”


Deuran salah satu 10 iblis Diablo yang memiliki julukan sebagai Sang Raja Kematian, Iblis Deuran sangat lah terkenal dengan kekejamannya, dia sangat membenci yang namanya kehidupan.


Kemana pun dia melangkah, kematian akan selalu mengikutinya, tidak ada makhluk yang bernyawa ketika melihatnya, semua akan mati ditangannya.


Wira dan kawan-kawan telah menghadapi krisis sebenarnya, di hadapan sang raja apa yang akan dilakukan mereka.


Wira melihat bahwa tidak mungkin bagi Deuran untuk membiarkan mereka lewat, Wira langsung melirik ke arah Rondus, dengan hanya lirikan, Rondus paham maksud dari tatapan Wira.


Rondus langsung meloncat dengan cepat menerjang ke arah Deuran, ketika itu sebuah palu besar yang berwarna hitam muncul dari tangan kanan Rondus.


Rondus memukul ke bawah dengan palu tersebut, ke arah Deuran. Deuran setelah melihat, bahwa Rondus ke arahnya, dia dengan cepat mengaktifkan sebuah prisai hitam.


Sebuah pukulan kuat menghantam perisai hitam Deuran, akibatnya suara seperti bom atom pun terbentuk ketika itu berbenturan.


Di sisi Wira, dia mulai mengaktifkan kekuatan mata iblisnya, seketika itu matanya berubah menjadi merah darah, dalam hitungan detik, pada saat itu semua waktu dan pergerakan menjadi lambat, hanya tempat yang tidak terkena skill mata wira yang masih normal.


Nia dan yang lainya pun mulai bergegas, untuk meninggalkan tempat ini, atas perintah dari Wira, pada awalnya mereka menolak usulan tersebut, tapi hanya ini satu-satunya yang harus dilakukan jika ingin menyelesaikan misi yang diberikan pada mereka.


Ketika melihat bahwa mereka sudah agak sedikit jauh, Wira menghentikan Skill matanya, akibatnya benturan yang sempat diperlambat, kembali seperti semula.


Wira pada saat menggunakan skill matanya dia tidak memerintahkan untuk menyerang Deuran, karena tidak ada jaminan kalau serangan tersebut berhasil, dan lagi pula itu bisa mengenai Rondus. Dan skill Wira hanya bisa di pakai 1 kali dalam satu hari, jadi keputusannya sudah tepat.

__ADS_1


Melihat itu Dueran langsung menghempaskan Rondus, Rondus terpelanting 10 meter, tapi tidak sampai terjungkal-jungkal, Rondus langsung kembali berada ke sisi Wira.


“Wira, apakah kau mengaktifkan skill mata mu?” tanya Rondus.


“Iya, aku menyuruh mereka untuk pergi terlebih dahulu, jika aku tidak melakukan itu, kita tidak akan dapat menyelesaikan misi.”


“Jadi begitu, hanya tinggal berdua.” Rondus kembali bersiap untuk menyerang.


Deuran merasa ada yang aneh sesaat, karena 4 orang dari mereka telah hilang, dalam sekejap, tidak dapat melihat apa yang terjadi.


“Aku tidak tahu apa yang terjadi, dalam sekejap kalian tinggal dua orang, dan hanya dua kalian, tidak mungkin bisa mengalahkan aku, kau tahu pastikan.”


“Tidak akan tahu sebelum mencoba.” Wira berbicara, sambil mengeluarkan aura kegelapan sekujur tubuhnya.


Mendengar perkataan Wira, Deuran hanya tersenyum dan mulai bersiap menyerang, gumpalan aura kegelapan muncul di genggaman Deuran., Selanjutnya dia mengatakan sebuah kata singkat 'Bangkit'.


Dalam sekejap seluruh tanah yang mereka pijak bergetar, bagaikan gempa bumi, selanjutnya dari dalam tanah muncullah sebuah makhluk yang sangat besar, berbentuk Chimera, dengan kepala 3 yang berbeda-beda.


Kepala Chimera berbentuk 3 binatang, yaitu kepala singa yang terletak di tengah, sedangkan di sebelah kanan ada kepala serigala, di sisi kirinya kepala gorila.


Tidak hanya itu, badan Chimera tersebut adalah badan berbentuk singa, beserta kaki-kakinya, dengan ekor milik kalajengking. Sekujur tubuh Chimera, mengeluarkan aura kegelapan seperti asap yang menyelimuti tubuh.


“Hahahahah, Chimera ke kesayangan aku, di depanmu ada 2 makanan pembuka, aku izinkan dirimu untuk menyantap mereka.” Deuran mengelus rambut kepala singa tersebut, dan membisikkan sesuatu ke telinganya.


Seketika itu, Chimera tersebut langsung bertingkah kegirangan, dalam sekejap dia langsung menerjang ke arah Wira, dan Rondus.


“Bersiap! Rondus.”


“Ya!”


Sebuah cakar yang dikeluarkan oleh Chimera tersebut akan mengenai Wira, tapi ketika hampir mengenai Wira, Rondus langsung memukul Chimera tersebut dengan palu kegelapan Rondus.


Akibat serangan Rondus, Chimera itu pun terpelanting, dengan bobot Chimer yang begitu berat, Rondus berhasil membuatnya Chimera tersebut tersungkur.


Wira melihat ini, adalah kesempatan yang sangat baik, Wira langsung lari ke arah Deuran, yang masih terkejut karena binatang peliharaannya di hajar.


“Rondus, kau urus binatang itu, biar aku yang melawan tengkorak disana.”

__ADS_1


“Baik.”


Wira dan Rondus masing-masing menuju ke tempat lawan mereka, sebuah pedang di ayunkan ke arah Deuran, Deuran menangkisnya dengan tongkat sihir, pada saat pedang Wira berbenturan dengan senjata Deuran, Wira langsung terpental jauh.


Ketika Wira terpental, Deuran tidak tinggal diam, dia langsung menyerang Wira dengan sebuah serangan, yang berupa petir kegelapan, petir tersebut langsung menyambar Wira.


Tapi itu hanya sia-sia, Wira berhasil menangkis serangan tersebut, Wira langsung maju dengan cepat, pada hitungan detik, ujung pedang Wira sudah sampai ke leher Deuran.


Deuran dengan sigap langsung melompat, tapi Wira terus merapat, dan melakukan serangan tebasan berkali-kali dengan cepat.


Deuran adalah seorang penyihir kegelapan, yang tidak memiliki pertarungan jarak dekat, dan pergerakannya sangat lamban. Akibatnya serangan Wira berhasil mengenai tubuhnya.


Deuran mundur dengan cukup jauh, tapi Wira tetap tidak memberinya ruang untuk lari, bahkan mengeluarkan perisai seperti sebelumnya dia pun tidak sempat.


Wira tahu, mengalahkan seorang dengan tipikal petarung seperti Deuran, adalah dengan cara tetap merapati musuhmu, tanpa membuat jarak sedikit pun.


Deuran kewalahan menghadapi serangan cepat dari Wira, dia tidak menyangka kalau Wira sangat lah kuat, dia tidak membuat sebuah perisai, jika saja dia dikasih sedikit ruang, mungkin Deuran tidak akan kesusahan seperti ini.


Karena jika seperti ini dia akan kalah, Deuran mulai memanggil Chimeranya kembali. Tiba-tiba saja Chimera itu muncul di depan Wira, Wira pun otomatis mundur meloncat kebelakang.


Wira pun melihat sekitar dan melihat Rondus menuju kearahnya, Wira berpikir bahwa Rondus telah dikalahkan, ternyata tidak.


“Wira, aku tidak tahu, binatang itu tiba-tiba menghilang, dan aku melihat dari kejauhan ternyata muncul disini, jadi aku dengan cepat kemari.


“Oke, Rondus kerja bagus, tapi mulai dari sekarang ,ini akan menjadi sulit, dan Iblis itu tidak akan membuat binatangnya jauh darinya.”


“Hahahahah, tidak ada yang sulit bagi aku, jika kita bertarung bersama-sama, kita sudah lama tidak berduet, dan akhirnya hari ini, sejujurnya aku merasa senang.”


“Begitu juga dengan aku, aku tidak memiliki rasa takut, melainkan kesenangan.”


Deuran mulai menyelah percakapan mereka.


“Apakah kalian telah selesai melakukan perbincangan kecil, kalau sudah, aku akan mengatakan sekali lagi, kali ini bermain-main telah selesai, hey! Manusia pengguna pedang, aku akan membalasmu, dengan apa yang telah kau perbuat dengan aku.”


Ketika itu sebuah bola hitam yang berukuran seperti telur angsa muncul dari atas kepala Deuran, di mengambil bola tersebut, dan memakannya.


Tiba-tiba saja tubuh Deuran berubah menjadi sebuah tengkorak yang memakai baju besi yang kokoh, dan tidak hanya itu, sebuah senjata yang berbentuk sabit keluar dari tangannya dan dia memegang senjatanya.

__ADS_1


“Baiklah, ayo kita lanjutkan ronde ke duanya.” Setelah dia berbicara, Deuran meloncat ke arah Chimera, dan menaiki punggungnya.


Setelah itu Chimera dengan cepat melesat menuju mereka berdua.


__ADS_2