The Shadow King

The Shadow King
11. History Al-Calen


__ADS_3

Setelah berlari cukup lama di hutan salju, akhirnya aku sampai di tempat Bunga Delima Putih Berada.


Ketika aku sampai ditempat, aku terkejut dan sekalian takjub melihat keindahan yang sugukan oleh tempat ini.


Bagaimana tidak, tempat ini lah yang tidak ada salju sama sekali, seperti ada sebuah penghalang yang menghalau salju untuk masuk, padang bunga ini juga cukup luas, seperti luasanya lapangan bola kaki.


Ketika aku menginjakan kaki ke tanah, aku merasa seolah-olah, aku tidak berada ditengah salju, tapi merasa ditempat yang sangat beda dari sebelumnya.


'Bagaimana ini bisa terjadi, tempat berbeda dalam satu wadah,'


batin ku berbicara.


"Lebih baik kamu turunkan aku disini...kamu tenang saja aku bisa berdiri dan berjalan."


Aku menurunkannya dari gendongan ku, aku mengalihkan pandangan ku kepadanya, dan ingin berkata, tapi dia langsung berbicara.


"Kamu ingin tahu, kenapa seperti ini, percuma kamu menanyakan pada ku, karena aku juga tidak punya jawaban, lebih baik kamu tidak usah menanyakan hal yang tidak aku ketahui."


' Cih .... perempuan ini, bagaimana dia bisa tau apa yang akan aku tanyakan.'


kata hati.


"Kalau begitu, bagaimana kita mencari bunga tersebut?"


Tanya ku.


"Itu gampang, kamu kumpulkan semua bunga berwarna putih, ketika selesai biar aku yang milih."


"Baiklah."


Sambil aku bentang ke dua tangan ku, serta mengeluarkan Elemen kegelapan ku ke seluruh padang bunga, ketika seluruh padang bunga telah tertutup oleh Elemen kegelapan ku.


Aku menemukan ada banyak bunga yang berwarna putih, ketika semua bunga putih telah terdeteksi, aku memotong dan menerbangkannya ke atas udara.


Setelah aku terbangkan, aku mengecilkan elemen kegelapan hingga membentuk seperti bola, agar mereka terkumpul, setelah itu, aku tarik elemen kegelapan kearah ku, ketika telah sampai di depan kami, aku menumpahkan setumpuk bunga tersebut.


Tampak lah tumpukan Bunga yang setinggi 180 cm.


"Jadi, bunga seperti apa itu?"


tanya ku.


"Kita tidak perlu lagi mencari bunga itu, kau bisa membawa tumpukan bunga tersebut, dan lagi dari awal aku sudah menemukan bunganya." Ketika aku mendengar apa yang dia katakan, aku langsung melototinya dan berkata.


"Apa...apa...apa.. kau menipu ku, kau menyurhku melakukan perbuatan yang sia-sia, padahal kau telah menemukan Bunga yang kau cari."


"Itu bukan lah perbuatan sia-sia, biarpun bunga ini bukan yang aku cari, tapi mereka masih berguna, dan lagi perbuatan yang kau lakukan, itu sangatlah mudah bagimu, jadi jangan protes, dan cepat simpan bunga ini setelah itu kita berangkat." Dia langsung berbalik dan menjauh dari ku, sedangkan aku hanya melihat punggung kecilnya yang menjauh, tanpa mengucapkan perkataan sama sekali.


'Tidak ada gunanya berdebat sama dia, setelah aku menyelesaikan tugas ini, aku akan menjauh darinya, memang benar wanita itu tidak pernah salah'


kata hati.

__ADS_1


Setelah termenung dan bergumam didalam hati, aku memasukkan tumpukan bunga itu kedalam Dunia Parsial.


Setelah itu aku berjalan menyusulnya, ketika aku mau mendekatnya, dia pun berhenti, aku tidak tau mengapa, karena dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun, aku hanya melewatinya, dia hanya melirik aku sedikit.


Aku berjalan cukup jauh darinya, aku merasakan kalau diriku berjalan sendirian tanpa ada yang mengikuti, aku pun berbalik kebelakang, dan melihatnya hanya berdiri, tak bergerak sedikitpun di tempat awal dia berhenti berjalan.


'Apa sih mau anak ini'


kata batin.


Dia hanya melihat ku dan melotot, aku tidak tau apa maunya, jadi aku pun berbalik dan tak memperdulikannya.


Aku berjalan cukup jauh, tapi sekali lagi aku, berbalik dan melihatnya tetap masih terdiam.


"Arghhh.... ini membuat ku kesal."


Aku pun meluncur dengan cepat kearahnya, dengan cepat aku sampai berada didepannya.


Dia hanya melototi aku, dan malah berkata.


"Kenapa kau balik lagi?"


Tanya nya.


"Ke.. kenapa aku balik lagi!.. itu semua salah mu, kau hanya berdiam diri tanpa bergerak sedikit pun."


"Itu kan bukan urusan mu, kenapa kau peduli?"


'Anak ini, pingin aku jitak aja kepalanya, lebih baik aku tidak berdebat lebih jauh lagi dengannya.'


"Woi..!. kenapa kau melihat aku seperti itu, dasar mesum sialan."


Dia memarahi aku, karena aku menatap ke seluruh tubuhnya.


Aku tidak nemperdulikannya, dan menatapnya terus, dia terus mengomel di depan ku.


Beberapa saat kemudian aku mengetahui apa permasalahannya, aku hanya tersenyum, dan mendekatinya serta merangkul bahunya sekalian pahanya, aku angkat dia dalam posisi menggendong seorang Putri.


Dia terkejut melihat tindakan ku yang tiba-tiba ini, dia pun terus mengomel pada diriku dengan mulut cerewetnya itu.


"Apa...pa...pa.. yang kau lakukan! dasar pria mesum! sialan kau! kurang ajar kau!"


"Diam lah, aku tau kau tidak bisa menggerakkan tubuhmu, jadi kau lebih baik diam dan nikmati saja pelukan ku."


"Dasar pria mesum! kau yang menikmati memeluku."


Melihat dia tidak berhenti mengomel terus, aku hanya diam, dan meloncat dengan cepat.


Setelah lama dia terus mengomel, akhirnya mulutnya berhenti juga, ketika aku sadar bahwasanya dia telah berhenti mengomel, aku melihat kebawah, kearahnya, dia hanya diam, dan menyenderkan kepalanya ke dada ku.


Aku tidak tau kenapa dia melakukan itu,

__ADS_1


"Hehem..." aku berdehem sedikit, mendengar suara ku, dia langsung mengangkat kepalanya dan melihat diriku yang sedang menatap nya.


Dari raut wajahnya, dia terkejut melihat aku menatapnya, dan langsung memalingkan wajahnya kearah depan, Setalah itu aku juga diam, dan maju dengan cepat.


*****


Akhirnya kami telah sampai di kediaman Suri Cruise,


"Pakai ini, agar kamu bisa memasuki pelindung yang telah aku buat."


Dia memberikan aku sebuah gelang, bewarna putih, di permukaan gelang, terdapat gambar berbagai macam Bunga, aku mengambilnya dan memasangnya ditangan sebelah kanan ku.


Aku mulai memasuki tempat tinggal nya, ketika aku masuk, pertama kali aku rasakan adalah aroma yang sangat wangi, aroma bunga dan tercampur dengan obat-obatan.


'jadi ini asal dari aroma tubuhnya'


kata hati.


Ditengah rumah ini, terdapat sebuah panci yang cukup besar, yang berguna untuk memasak obat, pikirku, rumah ini sangat kecil, tapi tersusun rapi, dan hanya memiliki satu kasur, disamping tempat tidurnya, terdapat lemari yang dipenuhi dengan buku-buku.


Aku meletakkan nya, diatas kasur dengan lembut, ketika selesai aku meletakkan nya, dia berbicara, dan sambil memberikan aku sebuah bunga putih yang cantik, mungkin ini lah Bunga Delima Putih.


"Kamu bisa memasukan bunga ini kedalam panci itu, setelah selesai, kamu bisa menunggunya selama 1 jam."


Berkata sambil menunjukan panci besar tersebut.


Aku mengambil nya, dan menaruhnya di panci yang dimaksud, setelah ini hanya tinggal menunggu, aku duduk sambil menunggu, dan tak mengeluarkan sepatah katapun, begitu juga dengannya.


Karena bosan, tidak melakukan apapun, aku pun berencana untuk melihat-lihat buku yang ada di lemari, mata ku tertuju pada satu buku yang berjudul HISTORY AL - CALEN, ini adalah buku yang ingin aku baca, tapi tidak pernah sempat.


Tujuan aku membaca buku ini, untuk mengetahui mengenai dunia Al-Calen, dan juga aku masih belum percaya kalau aku berada di dunia yang berbeda, sebab bahasa dan tulisan didunia ini sama, tidak ada yang berbeda sama kali,


Setengah jam berlau, aku pun selesai membaca buku tersebut, informasi yang aku dapatkan dari membaca buku ini adalah Dunia ini bernama Al- Calen, dunia ini memiliki 5 Kerjaan yaitu Api, Es, Tanah, Petir dan Cahaya.


Dalam 5 Kerjaann itu yang memimpin adalah Kerajaan Cahaya, bisa dikatakan Kerajaan Cahaya lah yang mengausai dunia ini. Setiap tindakan yang dilakukan Kerjaan lain, yang akan bertentangan dengan Kerajaan Cahaya, akan diserang dan dihabisi.


Seperti yang terjadi dengan Kerajaan Kegelapan, kabarnya Kerjaan Kegelapan telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan kebijakan Kerajaan Cahaya, tapi sampai sekarang tindakan seperti apa itu, masih belum diketahui.


Itu informasi penting yang bisa aku dapat, yang lainnya hanya tentang kejelekan Kerajaan Kegelapan, dibuku ini mereka digambarkan seperti kaum perusak, bisa dikatakan seperti iblis, informasi gunung itu tidak banyak, dikatakan gunung itu bernama Gunung Nahan, tempat tinggalnya Raja Iblis, tapi sampai sekarang, belum ada yang berhasil mendakinya.


Aku meletakkan Buku tersebut dan menaruhnya kembali ketempat semula, aku mulai melihat panci itu, ketika aku melihatnya, aku tidak dapat menemukan bunga yang aku masukan, mungkin sudah larut bersama ramuan tersebut.


Aku pun berbalik menatap wanita yang dikasur, aku melihatnya yang lagi duduk, dia juga menatapku, mata kami bertemu, tanpa mengeluarkan sepatah kata, kami pun saling menatap.


Setelah beberapa saat dia pun bangkit dan berdiri, dia berjalan ke arah panci itu, dan mulai mengadukanya serta menaruhnya diatas mangkuk.


Setelah itu, dia keluar dari gubuk tersebut, dan meninggalkan ku sendirian, dia seperti tidak memperdulikan aku, dan menganggap aku tidak ada, aku termenung melihat tingkahnya yang berbeda sama sekali.


"Kenapa wanita ini lagi... oya aku kelupaan."


Aku bergumam sendirian.

__ADS_1


Aku menghampiri tempat tidur, dan mengeluarkan seorang wanita diatas kasur, wanita ini tidak kalah cantiknya dengan kakanya.


Bersambung


__ADS_2