The Shadow King

The Shadow King
Chapter 2 : Sin City


__ADS_3

Sepanjang perjalanan aku hanya dapat melihat, hamparan salju yang tak kunjung habisnya, dan juga pohon-pohon disini sangat aneh, pasalnya pohon-pohon tersebut terbuat dari batu es, sampai daun-daun nya juga.


Hari semangkin panas membuat kabut-kabut yang berada di udara sedikit menghilang.


Didepan pandangan ku, aku melihat sesuatu yang sangat besar, itu seperti gunung,


baru kali ini aku melihat gunung sebesar ini,


gunung yang menjadi kediaman Dragon Lord saja, tidak sebesar ini ,aku yakin bahwa gunung tersebut berada sangat jauh dari tempat aku memandang.


"Dari sini aja sungguh besar, seberapa besar jika aku berada di gunung tersebut."


Selama perjalanan aku juga menemukan berbagai macam monster yang jelek, dan juga tidak begitu kuat, setiap aku melihat Monster aku pasti menghabisinya.


Selama 1 jam perjalanan, aku melihat sebuah desa,


"Ah....Akhirnya aku menemukan sebuah Desa." Gumam ku


Desa ini  memiliki sedikit penduduk, bisa dilihat dari banyaknya rumah penduduk di desa, desa ini hanya memiliki 5 rumah, dan rumah-rumah tersebut terbuat dari batu es


Aku berjalan menuju desa tersebut. dan menghampiri seorang pria tua yang sedang memancing disebuah kolam kecil,  pria tua yang mengenakan pakaian tebal, dan juga memiliki mata biru, jenggot biru dan juga rambut biru.


Semua serba biru. Mungkin semua bulu yang ada ditubuhnya  juga biru,


Berhenti dari lamunan ku, aku pun langsung berbicara kepada pak tua tersebut


"Halo... Permisi pak"


Kata ku.


Pria tersebut langsung menoleh kearah ku, dan memandang ku agak terkejut, aku berpikir bahwa aku tau apa yang membuat pak tua tersebut terkejut..


Dia mungkin terkejut karena pria muda seperti aku,  berada ditengah-tengah salju hanya mengenakan pakaian yang tipis.


" Ya.." kata pak tua tersebut


" Saya mau nanya, apakah sebuah kota dari desa ini masih jauh?"


" Sebelum aku menjawab pertanyaan mu anak muda, aku ingin tau kamu itu dari mana, soalnya aku belum pernah melihat seorang seperti dirimu."


Kata pak tua itu sambil mengamati diriku.


Aku menjadi penasaran maksud orang tua ini, yang tidak pernah melihat orang seperti aku, jadi aku menanyakan kembali ke pak tua itu.


"Maksud bapak apa, tak pernah lihat orang Seperti aku?",


Sambil mendekatkan wajah ku kepada orang tua tersebut..


Sedikit kesal pak tua itu menjawab.


"Cih... Kamu malah nanyak balik,..


Begini ya anak muda, kamu itu memilik mata dan rambut abu-abu."


Aku malah tambah bingung dengan jawaban pak tua tersebut,


"Apakah itu aneh?"


Kata ku.


"Ya jelas aneh la, orang seperti kamu itu tidak pernah dijumpai dimana pun kamu berada di seluruh dunia Al-kalen, yang ada hanya orang yang mempunyai rambut hitam dan mata hitam saja, itu pun kabarnya mereka sudah punah,"


Ah ..tebakan ku salah dia terkejut karena melihat penampilan yang aneh ya.


Punah, apakah mereka dibantai, dunia Al- kalen? apakah aku berada di dunia yang berbeda


dilihat dari gunung besar tersebut, ini merupakan tempat berbeda.


"Aku telah memiliki penampilan seperti ini, sejak aku lahir, jadi ini bukanlah suatu kemauan ku."


"Umu..... Kota terdekat tidak jauh dari sini,  kau hanya menempuh waktu 3 hari perjalanan, kau hanya perlu mengikuti jalan setapak ini"


Pak tua ngomong sambil menunjukan jalan tersebut.


"Kalau begitu pak terima kasih ya"

__ADS_1


Bapak itu tidak menjawab, langsung berpaling dari diriku dan melanjutkan memancingnya..


melihat bapak itu, cuek aku pun langsung berjalan menjauh dari bapak tersebut.


"3 hari hanya dengan berjalan kaki..


Itu cukup lama,"


pikir ku


Karena aku tidak ingin memakan waktu lama dlam perjalanan, aku pun mengatifkan skill ku.


"Shadow Step"


Shadow Step adalah skill memberikan aku kecepatan 2x lipat, dari lari aku biasa, tapi 2x lipat juga bisa meningkat jika penggunanya mampu.


Skill ini sangat cocok membunuh lawan dengan senyap


akupun berlari dengan cepat..tanpa memperdulikan Monster-monster dijalan..


Pertama tujuan ku  kekota adalah untuk mengumpulkan informasi-informasi mengenai dunia ini,


Dan akal sehat yang terdapat didunia..ini soalnya aku masih buta mengenai dunia yang disebut Al-kalen ini.


Selama 1 jam aku berlari, aku pun tiba di depan kota tersebut .


sebelum aku memasuki kota tersebut, akupun mengeluarkan alat sihir ku, dari dimensi Parsial.


Yang kukeluarkan adalah alat sihir yang bernama pilox.


Pilox adalah alat sihir yang bisa mengubah  tampilan mu menjadi yang diinginkan. dan juga bentuk nya berupa anting


Disini aku ingin mengubah warna mataku dan rambut menjadi biru..


Biar tidak ada yang menatap ku aneh lagi..


Setelah mengubah diriku, aku pun mulai berjalan mendekati kota tersebut.


Tetapi disana ada dua penjaga pintu masuk kota.


Aku berpikir mereka terlihat tangguh.


Akupun melangkah untuk memasuki kota, tapi penjaga  tersebut menghalangiku dengan kapak yang besar itu ...


"Wow...  Sangat tidak Ramah"


Gumam ku. denga suara yang pelan


Dengan suara yang berat, penjaga tersebut berbicara


" Hey.... Anak muda, kamu tidak boleh masuk tanpa memberikan tanda pengenal kepada kami"


Tanda pengenalkah, jelas aku tidak memiliki tanda pengenal, aku sudah menduga bahwa tidak bisa memasuki kota seenaknya aja, ya aku jawab jujur aja deh..


"Maaf pak, saya tidak memiliki tanda pengenal, seolanya saya dari desa yang jauh"


Sambil memelas aku pun berkata seperti itu..


" Apa kamu tidak memilik tanda pengenal, kalau begitu apakah kamu memiliki tanda Hunter atau pedagang"


Sahut penjaga tersebut..


Apalagi itu ,ku pikir


Ya kujawab saja seadanya..


"Saya juga tidak mempunyai ke duanya itu pak"


"Ah...Masih ada orang yang tidak punya indentitas ternyata..kalau begitu ikutin aku"


Aku pun dibawa penjaga tersebut kesebuah rumah yang kecil, dan berbentuk petak tapi bangunan cukup indah dan berkilau , mungkin itu karena bangunannya terbuat dari batu es ya..


Dan kami memasuki rumah tersebut.


dan disana tampak la seorang pria tua yang sedang duduk dengan tegap, biarpun pria tersebut tua, tapi badannya tidak kalah dengan penjaga gerbang kota tersebut.

__ADS_1


Pria tersebut kemungkinan adalah atasan dari penjaga gerbang kota tersebut.


Penjaga tersebut berbicara dengan hormat kepada pria tua yang sedang lagi duduk..


"HORMAT.". sambil mengangkat tangan kanannya ke kepala penjaga itu pun berbicara "kapten, aku menemukan seorang pria , yang ingin memasuki kota IceCream tapi dia tidak mempunyai identitas apapun.."


Jadi nama kota ini adalah kota IceCream pikir ku..


Kapten tersebut pun mengangkat wajahnya dan berdiri sambil menatap penjaga itu..


Dan berbicara,,


" Baiklah,, kamu bisa meninggalkannya kepada ku , dan kamu bisa kembali ke pos jaga "


Penjaga itu langsung menjawab


"Baik kapten" dia pun langsung kembali menuju pos jaganya terdahulu.


Kapten tersebut berbalik dan menatap ku dan mengatakan.


" Hey bocah kemari"


Huh... Bocah enak bangat pak tua ini memanggil ku bocah, umur ku sudah 25 tahun, mentang-mentang wajah ku tampak awet muda seenak udelnya aja mengatakan aku bocah..


Pikir ku, tapi aku hanya menyimpan pemikiran ku itu dalam hati, karena aku tidak ingin menyebabkan kekacauan apapun disini...


Lagipula aku tidak tau apa-apa tentang dunia ini..untuk sementara aku harus kalem saja,,


tapi kalau dipikir-pikir itu perkataan yang tidak harus marah apabila kita mendengarnya,


lagi pula yang mengatakan adalah orang tua..


Mungkin aku terlalu terbawa suasana..


Tiba-tiba aku dikejutkan oleh sebuah teriakan, membuat diriku terbangun dari lamunan


"Hey.......Bocah lu dengar gak!"


Pak tua, ini cukup pemarah ya pikir ku..


Tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulut ku , aku pun menghampiri pria tua pemarah tersebut.


Lanjut pak tua tersebut..


" Disini kamu tetes kan darah mu ke kristal ini"


Sambil menunjukan kristal bulat yang seperti bakpao yang agak sedikit besar,  dan kemudian pak tua tersebut memberikan sebuah pisau ke pada ku dan .


,aku pun langsung mengambil pisau tersebut , aku pun langsung menyayatkan pisau itu ke jari telunjuk ku .


Darah pun keluar dari jari ku yang terluka tersebut.


Aku pun langsung meneteskan darah tersebut ke kristal bakpao,


bakpao bukan namanya kristal sebenarnya aku hanya mengatakan hanya karena itu mirip bakpao.


Sesaat kemudian muncul la sebuah bacaan yang berisi nama ku dan status kriminal ku..


Distatus  kriminal ku hanya berupa angka 0.


Kapten tersebut berbicara.


"Ternyata kamu bersih, kamu boleh memasuki kota, tapi besok kamu harus datang kembali dan  menunjukkan identitas mu.."


Kapten itu menambahkan


"Ada pertanyaan?"


" Identitas seperti apa ya?"


" Identitas seperti penduduk suatu negara, identitas Hunter,dan pedagang, kamu bisa mendaftarkan ya di masing-masing serikat oke jelas, ku harap kamu tidak mempunyai pertanyaan lagi, soalnya pekerjaan ku banyak.."


Pak tua itu pun langsung memanggil penjaga yang tadi, dan langsung mengirim ku keluar.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2