The Shadow King

The Shadow King
15. Sesuatu yang Sulit Dipercaya


__ADS_3

Satu hari berlalu setelah Keosy menyelamatkan Nia Kazuki, dari gempuran Kapten Both.


Pagi yang cukup cerah dan udara yang begitu dingin, yang menghembuskan ke seluruh tubuh, membuat dirinya terbangun dari tidurnya.


Nia Kazuki, membuka matanya secara perlahan, terbukalah bola mata yang bulat dan hitam. Dalam pantulan matanya, dia dapat melihat sebuah langit yang terbuat dari kayu yang jelek.


Nia merasa bingung, kenapa dia berada di sini, sambil menjelajahi sekitar, dengan bola matanya, dia merasa bahwa, dia tidak berada ditempat penjara, melainkan di sebuah pondok.


Nia mulai bangkit dari tidurnya, dia melihat ada sebuah meja bulat, dan diatasnya ada lima buah roti, kebetulan dia sedang lapar.


Roti ini ditinggalkan oleh keosy, dia langsung menyantap dengan lahap, ketika perut mulai terasa sangat kenyang. Kebingungan pun mulai datang lagi, dan dia melihat sekitar tubuhnya tanpa cedera, maupun rasa sakit tidak lagi Nia rasakan.


'Apakah yang aku lalui waktu itu hanya mimpi' Dia mulai bergumam dalam hati, Nia merasa kemarin itu sebuah mimpi, tapi itu itu tidak mungkin.


Bayangan teror, yang dia rasakan masih terngiang dalam pikirannya, seperti baru saja terjadi, Nia mulai berpikir keras, dengan memeras isi otaknya.


Begitu keras dia berpikir, tapi tidak ada hasil yang di dapat, ingatan terkahirnya berkahir, pada saat Kapten Both mau menghancurkan matanya, setelah itu, pandangannya gelap dan tak sadar kan diri.


Nia pun mulai sadar, apa yang dia alami itu bukanlah sebuah mimpi, melainkan benar terjadi, dia pun mengambil kesimpulan bahwa, ada yang telah membantunya, tapi tidak mengetahuinya siapa.


Nia membuang pikiran tersebut, dan mulai berjalan keluar, ketika membuka pintu, Nia melihat hamparan salju yang sangat luas, dalam jangkauan pandangan nya, dia tidak menemukan pohon sama sekali.


Dia mulai mengeluarkan sebuah peta dari tasnya, guna untuk mengetahui posisinya ada dimana. Ketika selesai melihat peta, Nia mengetahui bahwa dia berada di dataran salju sangat jauh dari Kota IceCream.


Di sini dia merasa bimbang, apa yang harus dilakukan, melanjutkan misi atau kembali ke tempat persembunyian, jika kembali, Nia akan merasa malu, karena tidak mendapatkan hasil, kalau melanjutkan, penjagaan Kota pasti sangat ketat dan sulit memasukinya.


Akhirnya dia memutuskan untuk kembali, setelah dia memeriksa Kota IceCrem sekali lagi, karena tidak mungkin lagi untuk menyusup ke Kota yang di jaga ketat.


Dan lagi dia khawatir, jika dia disini agak lama, para pengejar tersebut akan menemukan nya.


****


Di pagi hari, dengan cuaca yang cerah, dan udara salju yang dingin, terdapatlah sebuah penginapan yang bernama Magnum, di salah satu kamar penginapan tersebut, ada 3 manusia tertidur.


Salah satunya pun terbangun, wanita ini membuka matanya secara perlahan, dia merasa agak gelisa, karena dia berada di


tempat yang tidak di ketahui.


Wanita ini adalah Suri Cruise, yang telah memiliki penampilan yang berbeda, dengan memiliki mata merah sebelah kanan, begitu juga rambutnya berubah warna hitam.


Suri mulai memeriksa sekelilingnya, kamar ya Sangat kecil dan biasa saja. Ketika dia melirik ke sebelah kiri, dia dapat melihat seorang lelaki yang sedang tidur, Suri juga mengenalnya.


'Kenapa Pria ini disini? memegang tanganku lagi.' Kata hati Suri Cruise, sambil menatap Keosy.


Dia berusaha mengingatnya, kenapa dia berada disini, beberapa saat kemudian, akhirnya dia sadar. Dia terpojok oleh si Mata Merah, karena itu dia kemari untuk meminta tolong ke pria ini.


'Apa dia menolongku, aku pikir dia membenciku.'


Suri bergumam di dalam hatinya.


Ketika Suri melihat di sudut kamar ini, dia dapat menemukan seorang wanita yang tak sadarkan diri, dia ingin menghampiri adiknya itu, dengan berusaha untuk bangkit.


"Aw..." Rintihan rasa sakit yang keluar dari mulut Suri Cruise.

__ADS_1


Suri merasakan sangat sakit di sekujur tubuhnya, ketika dia menggerakkan sedikit saja dari anggota tubuhnya bagian bawah, begitu merasa sakit, dia pun langsung menjatuhkan tubuhnya kembali.


Dengan rintihan tersebut membuat Keosy terbangun, Keosy membuka matanya, dia langsung melihat wanita cantik, yang juga menatapnya.


"Oh.. Kau sudah bangun." kata Keosy sambil mengangkat kepalanya yang berada di atas kasur.


"Iya, sampai kapan kau terus memegang tanganku."Suri berkata sambil melirik tangannya yang dipegang.


Keosy terkejut mendengarnya, dan langsung melepaskan genggamannya, dengan gugup dia berkata.


"I..tu tidak di sengaja, lebih baik kau beristirahat lah, tubuh mu masih belum membaik." kata Keosy sambil berdiri dan mengambil sebuah gelas yang berisikan air.


"Apa yang terjadi dengan pria itu?"


tanya Suri.


"Ow, pria itu, aku telah memberikan sesuatu yang spesial buatnya, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi, dia tidak akan bisa mendekati mu."


"Ow bagus la."


"Hanya itu? apakah kamu tidak mau tau, apa yang telah aku lakukan buatnya."


"Setelah kamu mengatakan, bahwa dia sudah tidak bisa menyerang aku lagi, berarti dia sudah mati, mendengar seperti itu sudah cukup buat aku."


Ketika Suri selesai berbicara, mendadak dia mulai merasa gelisah, dia merasakan seperti ada yang berbeda dalam dirinya, seperti ada dua kekuatan yang saling bentrok.


"Ada apa, apa yang terjadi?"


tanya Keosy.


"Saling berbenturan?"


"Ya, apakah kamu mengetahuinya? soalnya ini belum pernah terjadi."


"Ya aku mengetahui nya, jadi begini."


Keosy mulai menceritakan mengenai proses pengobatan tersebut.


****


"Tunggu dulu, ini tidak masuk akal, kamu bohong kan?"


Tanya Suri,


"Kenapa aku harus bohong pada mu, coba lihat penampilanmu." Keosy memberikan sebuah cermin kepadanya,


Ketika melihat pantulan wajahnya di cermin, membuat Suri terkejut.


"Mata ini adalah?"


"Kau benar, itu adalah mata pria yang menyerang kamu pada malam hari, apa kamu percaya?"


"Sebenarnya ini sulit dipercaya, karena dirimu telah menunjukkan buktinya, mau tak mau aku harus percaya," sambil melihat baju nya yang telah tergantikan dengan yang baru,

__ADS_1


Ini aneh sejak kapan aku ganti baju, dan siapa telah memperban lukak ku?"


Ketika mendengar pertanyaan itu, Keosy tidak menjawab hanya bergerak mundur sedikit demi sedikit, Suri melihat gelagat aneh dari Keosy, Suri tahu jawaban, sudah terlihat dari tingkah laku yang ditunjukkan oleh Keosy.


"Itu dirimu ya! kurang ajar kau, dasar lelaki mesum, kau mengambil kesempatan ketika aku tidak sadarkan diri."


"Apa! kau bilang aku mengambil kesempatan, bukannya berterima kasih, malah menyalahin orang, tapi kenapa kau mesti malu."


Keosy marah, membentak-bentak, apa yang dia lakukan memang karena unsur kepaksaan, jika meminta bantuan kepada oranga lain, itu akan menambah urusan, mangkanya dia melakukannya sendiri.


"Kau bilang, aku tidak perlu malu."


"Ya, Tubuh mu bagus, kenapa mesti malu."


Keosy mengatakan sesuatu yang tidak perlu, membuat Suri menjadi tambah emosi.


"Kau..."


Suri ingin berbicara, tapi pembicaraannya telah dipotong oleh, suara wanita yang misterius.


"Pertengkaran suami istri yang membosankan."


Suara itu adalah Maria Cruise yang telah bangun.


Pertengkaran dua orang ini, mendadak berhenti akibat dari sesuatu yang menggangu,


"Maria."


Suri memanggil adiknya


"Ada apa penghianat,"


kata Maria


"Apa kau, baik-baik saja?"


tanya Suri.


"Apakah aku kelihatan baik-baik saja, yang perlu kau khawatirkan itu dirimu, kau penghianat dan sekarang telah memasuki area iblis."


"Mereka bukanlah iblis."


"Kau telah diperdaya laki-laki iblis itu, dan sekarang matanya telah bersama mu."


"Maria!!.. kalau kau memang membenci ku, itu tidak apa, tapi jangan coba kau untuk menghinanya."


Suri melototi, sambil berbicara dengan marah.


Keosy hanya terdiam melihat pertengkaran keluarga ini, dan dia berpikir ini adalah kesempatan untuk melarikan dari sini, tapi ketika dia melangkah keluar, ada sesuatu yang mencegahnya.


"Hey! mau kemana kau, aku belum selesai dengan mu, jangan berpikir kalau.." tapi belum selesai dia menyelesaikan ucapannya, Suri merasakan sakit, di mata merahnya.


"Arghhhhhhhh....!" Suri berteriak kesakitan, dan disertai dengan berubahnya mata kanan Suri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2