The Shadow King

The Shadow King
4. Penyusupan


__ADS_3

Suatu malam, ditengah-tengah hutan belantara, terdapat seorang gadis yang sedang lari dengan kencangnya, perempuan yang dimaksud ini bernama Nia Kazuki, perempuan ini memiliki ciri-ciri dengan rambut hitam ,mata hitam dan beserta pakaian hitam, bisa dibilang perempuan ini memiliki paras cukup cantik, dengan tubuh yang proporsional.


Dia sedang berlari dengan kencang ditengah hutan, karena dia diberikan sebuah tugas oleh pemimpin kelompok.


Tugasnya adalah untuk menyusup ke kerajaan ICE KINGDOM, Tepatnya di kota IceCream dengan tujuan untuk mencari tau kebenaran dari informasi mengenai, bangsa kegelapan yang telah ditahan di kerjaan tersebut.


Nia diberikan misi seorang diri dikarenakan, Nia adalah spesialisasi penyusupan, lagipula apa bila dilakukan dengan banyak orang, itu akan rentan ketauan oleh pihak kerajaan.


3 hari kemudian, Nia pun sampai di Pulau Ice Kindom.


"A h h.... Akhirnya aku sampai juga di pulau ice, disini sangat dingin, aku benar-benar tidak suka ditempat yang dingin."


Dia berbicara sambil mengusap-usap tangannya.


Beberapa saat kemudian


Malam hari pun tiba, Nia pun sudah berada di dekat kota IceCream.


Nia pun bersiap-siap untuk melaksanakan penyusupan nya.


Tapi Nia merasa sedikit keraguan untuk melakukan penyusupan, alasannya karena kota IceCream adalah kota yang sulit untuk dimasuki penyusup, adapun berhasil, itu membuat penyusup tidak bisa keluar hidup-hidup.


Nia menyusup dengan menggunakan skill kamuflase, skill ini adalah skill yang memungkinkan penggunanya untuk tidak terlihat, bukan berarti dia menghilang ,hanya saja pengguna menyamarkan warna ke sekitar.


Dan skill ini hanya bisa digunakan oleh Nia saja, kekurangan skill ini hanya bisa digunakan di malam hari dan hanya aktif 5 menit,


Jadi Nia disini harus cepat-cepat kalau tidak dia akan ketahuan.


"Saat nya sudah tiba."


Gumam Nia


'Ketak'


'Ketak'


'Ketak'


Suara Nia yang menampar kedua pipi nya, guna untuk mengusir rasa keraguan yang dia rasakan.


Nia pun bersiap-siap, dengan mengaktifkan skill nya, dan mengambil kuda-kuda untuk berlari.


Nia hanya bisa melakukan nya sekali saja ,jika gagal Nia akan dibunuh, tidak, dibunuh masih mending ,Nia akan disiksa guna untuk mengatakan lokasi persembunyian Teman-Teman kegelapan yang lain.


Nia pun menendang tanah dan dengan cepat berlari sekuat tenaganya , begitu cepat membuat para penjaga gerbang tidak merasakan ada nya yang aneh, akhirnya diapun berhasil menginjakan kakinya di kota IceCream..


"Huft huft h..... Aku berhasil"


Nia berkata didalam hatinya


Sambil mengatur pernafasannya agar menjadi stabil.


Tapi ketika dia ingin beranjak dari tempat itu,,


Tiba-tiba sebuah bongkahan es meluncur ke arah nya.


'Debug'.

__ADS_1


Nia pun reflek meloncat kebelakang untuk menghindari bongkahan es tersebut..


"Tidak ku sangka , aku bisa kecolongan oleh tikus kecil seperti mu, mungkin ini faktor umur


Haha..haha...haha.."


Terdengar lah suara pria misterius yang datang dari sebuah rumah petak yang indah, ternyata identitas pria yang berbicara tersebut adalah kapten penjaga gerbang kota, yang bernama Virginia Both yang sering dipanggil pak tua Both atau kapten Both.


Ketika mendengar suara bongkahan es yang jatuh, para penjaga pun sadar dan melihat kearah Nia, dan langsung bersiap untuk mengepung Nia.


"Ketak"


"Ketak"


"Ketak"


Suara langkah kaki pun terdengar, di malam hari yang sunyi dan mencekam.


Suara langkah kaki itu berasal dari kapten Both yang datang ketempat Nia yang sedang dikepung oleh prajurit.


"Wah..wah..wah tidak ku sangka ,tikus yang datang adalah dari bangsa kegelapan, oops aku salah, kalian tidak lagi suatu bangsa ya ,. Em m... Jadi cocoknya kalian itu disebut kaum kegelapan ."


Kapten Both itu pun ngomong sambil menatap Nia dengan tatapan jijik .


Dan kapten tersebut pun menambahkan.


"Tidak ku sangka kalian berani menyusup kemari, biasanya kalian hanya mengumpat seperti tikus yang tak berguna."


Kapten Both pun terus memprovokasi Nia.


Mendengar ucapan kapten tersebut Nia berusaha menahan amarahnya, dengan menggigit bibirnya hingga berdarah.


"Tetap tenang,. Tetap tenang ,jika aku terprovokasi ,aku akan memasuki perangkap yang diinginkannya"


Nia pun bergumam didalam hatinya.


Kapten Both mengerutkan keningnya, kapten Both merasa bahwa provokasi tidak berjalan dengan baik ,dia pun menyuruh para penjaga untuk menangkap Nia.


"Aku tidak tau apa tujuan mu menyusup ke kota ini, dan aku juga tidak peduli apa tujuan mu, tapi yang pasti ,aku akan menangkap mu, menyiksa mu, memperkosa mu !. guna untuk mendapatkan informasi mengenai lokasi sarang tikus-tikus lainnya, kalian para penjaga, jangan diam aja, tangkap tikus ini!"


Para penjaga pun bersiap menyerang, tapi mereka bukan la tandingan dari Nia, karena Nia bukan pejuang biasa, Nia termasuk salah satu pejuang terkuat.


Akhirnya penjaga-penjaga tersebut dikalahkan dengan cepat oleh Nia.


Tapi tiba-tiba, sebuah telapak tangan muncul di wajah Nia, Nia tidak bisa menghindari nya karena itu terlalu cepat, tangan ini adalah tangan dari kapten Both .


Kapten Both pun langsung mencengkeram wajah Nia dan langsung membanting kan kepala Nia ketanah, Nia pun sampai mengeluarkan suara.


"Ouch..."


Bantingan tersebut cukup kuat sehingga membuat tanah ice disitu membentuk kawah yang lumayan besar.


Tak cukup Sampai disitu saja ,kapten Both pun mengangkat wajah Nia keudara sehingga tubuh Nia pun ikut terangkat diudara..


Kapten Both pun mencengkram wajah Nia, dan melemparkannya sehingga membuat Nia terpental sejauh 200 meter, dan menabrak beberapa rumah penduduk.


'Gedebug'

__ADS_1


'Gedebug'


'Gedebug'


"Eh..gh..."


Nia pun memuntahkan seteguk darah merah yang sangat kental, akibat lemparan dari kapten Both tersebut.


"Aku harus lari dari sini, jika disini saja aku bisa tertangkap"


Nia bergumam didalam hatinya, sambil berusaha berdiri dengan tubuh yang goyah dan gemetaran.


Nia pun berjalan dengan goyah , sambil menahan rasa sakit yang amat sakit.


Di sisi pihak kapten both, dia hanya berjalan santai tanpa berlari untuk mengejarnya, Kapten Both tau bahwa Nia tidak akan bisa lolos darinya.


Nia pun berusaha untuk melarikan diri, tapi dia tidak memiliki kekuatan lagi untuk menggerakkan badannya yang telah luka parah.


Nia pun terjatuh dengan tengkurap, bertepatan di dekat tempat penginapan Magnum, dia pun berusaha untuk bangkit tapi apa daya kekuatan nya telah habis.


Para perajurit pun bergegas untuk mengepung Nia, Nia hanya pasrah dengan nasib nya.


Kapten Both telah sampai ditempat Nia yang telah dikepung, dia pun berkata.


" Jadi uda saat nya bagi kau untuk mengatakan dimana kaum mu bersembunyi"?.


Sambil menginjakan kaki nya di kepala Nia , terus menginjak-injaknya sampai Nia mau berbicara.


Nia tidak mengeluarkan sepatah kata pun, dia hanya menahan rasa sakit yang amat sakit,


"Ho..ho...ho.., ternyata dirimu cukup tangguh ya, baiklah kalau begitu aku akan menggunakan cara lain"


Gumam kapten Both.


Kapten Both mengangkat tangannya di udara dan membentuk sebuah tombak ice ditangan kanannya yang pajang tombak nya sekitar 1 meter dengan ujung nya yang runcing dan sangat tajam.


"Aku akan menusuk mata mu, apabila kamu tidak ngomong juga." Sambil menyodorkan tombak ice ke mata Nia.


"Aku akan memberikan mu kesempatan sekali lagi, dan jangan membuat aku kehabisan kesabaran"!


Nia pun tidak mengeluarkan sepatah kata pun dari mulut nya, Nia hanya memejamkan mata nya dan pasrah apa pun yang terjadi terhadap diri nya.


Nia pun tau bahwa, dia pasti tetap akan dibunuh meskipun dia mengatakan tempat persembunyian teman-temannya.


Ketika tombak ice itu hampir mengenai mata Nia, dan Nia hanya pasrah bahwa dia akan kehilangan mata nya, tiba-tiba suara misterius pun terdengar..


"Dark Field!"


Bersamaan suara tersebut, arena disekitar pun berubah menjadi kegelapan yang amat gelap, bagaikan matahari ditelan oleh sosok Monster, hingga tidak memberikan cahaya sekecil pun keluar.


****


(Ini adalah Bab 4 dari novel the shadow king,


Terima kasih atas kunjungan dan dukungan kalian para pembaca..


Jangan lupa Saksikan kelanjutan ceritanya di bab berikutnya)

__ADS_1


Assalamualaikum


__ADS_2