
Amodios mengangguk mendengar perkataan ke dua Jenderalnya. Tapi dari ke dua itu tidak ada yang memuaskan hatinya.
Tapi tiba-tiba salah satu Jenderal paling muda yang bernama Eriska, adalah Jenderal wanita yang memiliki umur 25 tahun.
Dia adalah satu-satunya Jenderal yang berjenis kelamin wanita. Eriska memiliki tinggi tubuh sekitar 175 cm, dengan body yang memiliki kesempurnaan bagi seorang wanita.
Dia memberikan pandangan, bahwa Iblis dan Monster, tidak akan berhenti hanya di kota itu saja, mereka pasti merambah ke seluruh dataran kerajaan es.
Karena pastinya Kota selanjutnya yang akan ditaklukkan adalah, Kota Qin, yang notabenenya kota itu tidak memiliki pertahanan yang kuat, sehingga Eriska memberikan usulan untuk membentuk pertahanan atau memperketat pertahanan di kota tersebut.
Amodios mengangguk ketika mendengar perkataannya, dan dia menyetujui usulan Jenderal Eriska, tapi Eriska juga menambahkan rencananya kembali.
Eriska memberikan saran untuk membuat beberapa pasukan penjaga pos perbatasan, antara kota Sin dan Qin.
Setelah itu Eriska kembali ke barisannya. Dan kembali ke sisi Amodios, dia menyuruh para Jenderalnya untuk bubar. Sedangkan untuk Eriska dia berikan perintah untuk menjadi pemimpin dalam pertahanan kota Qin.
Amodios dan Queiroz, yang mana Queiroz adalah penasehat raja.
"Kakek, apakah pesan yang kita sampaikan ke Kerajaan Cahaya, sudah sampai."
"Yang Mulia, pesan itu sudah sampai, dua hari yang lalu, tapi sampai sekarang belum ada balasan dari Kerajaan Cahaya."
"Begitu kah, sudah seminggu semenjak Kota Sin di taklukan, tapi belum ada pergerakan dari mereka."
Amadios pergi meninggalkan ruangan tahta, dan di ikuti oleh Queiroz. Tapi tiba-tiba, sebuah tangan langsung menjebol jantung Amadios.
Amodios tidak menyangka bahwa ada yang menyerangnya tanpa dia ketahui. Amodios melihat siapa yang menikamnya, dia adalah Queiroz seseorang yang dipercayainya.
Tapi perlahan Queiroz berubah menjadi sebuah bentuk yang bukan manusia, yaitu ketika menjadi makhluk dengan bentuk berlendir disekujur tubuhnya.
Bentuk Slime yang termasuk sebagai salah satu iblis Diablo yang bernama Dflaminggo.
Dflaminggo memiliki jurus khusus, dapat berubah menjadi apa yang di inginkannya.
Tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun, Ampdios langsung mati.
****
Keosy melihat ada sebuah gumpalan asap kegelapan, tapi sedangkan Suri tidak dapat melihat apa itu.
"Kita sudah sampai."
Kata seorang wanita bernama Winna. Suri bingung, kenapa Winna mengatakan mereka telah sampai, sedangkan di sini hanya laut lepas.
Keosy tidak lah kebingungan, karena dia tahu, di depannya ada sebuah pulau, tapi telah ditutupi oleh sebuah ilusi yang cukup baik.
Sampai Keosy tidak dapat menembus ilusi tersebut, walaupun begitu dia masih tahu, kalau ada yang di depan.
Winna memberitahukan mereka berdua untuk menunggu di atas kapal, Suri dan Keosy.
Winna harus melaporkan terlebih dahulu, tentang masalah ini, sebelum dia membolehkan mereka untuk memasuki kawasan dari kegelapan.
__ADS_1
Dan juga melaporkan misi bahwa sudah gagal.
Winna dan Airi, Anya mereka bertiga memasuki kawasan tersebut, yang lainnya mengawal Keosy.
"Mereka hilang."
Suara kebingungan keluar dari mulut Suri.
"Kamu tidak dapat, melihatnya, pulau yang ada di depan kamu, itu, telah di balut dengan kekuatan ilusi yang sangat kuat, sehingga siapapun tidak dapat menemukannya."
Nia menjawab, suara kebingungan yang keluar dari mulut Suri. Keosy yang mendengar jawaban dari Nia, langsung menoleh ke arahnya dan bertanya.
"Sungguh kekuatan yang luar biasa, siapa yang melakukan ini?"
Nia menjawab dengan santai, tanpa menatap wajah Keosy.
"Kamu tidak perlu tahu."
Jawaban tidak didapati Keosy, tapi dia tidaklah kecewa, setiap orang pasti mempunyai sesuatu yang ingin di rahasiakan.
Beberapa jam kemudian seorang pemuda dengan pakaian tertutup hitam, serta pedang dipunggunya, tiba-tiba muncul dihadapan kami.
Pemuda yang bernama, Hikawa, memberikan instruksi kepada Nia dan yang lainnya, untuk kembali ke desa, serta membawa Suri.
Sedangkan Keosy harus menunggu di atas kapal tersebut. Keosy tidak keberatan, karena itu hak mereka untuk melakukan hal tersebut.
Apa yang di khawatir kannya adalah Suri. Keosy tidaklah sendirian dia ditemanin oleh Hikawa.
****
Suri terkejut ketika, tiba-tiba berada di sebuah pulau. Jadi benar apa yang dikatakan wanita itu, seperti itu batin Suri berbicara, Suri akhirnya memasuki sebuah tempat yang cukup luas.
Di depan Suri ada sebuah gerbang pintu berwarna hitam, dan becorakan emas, disitu sudah menunggu penjaga pintu.
Ketika Nia dan yang lain menjelaskan kepada penjaga tersebut, akhirnya mereka masuk. Apa yang terpampang di mata Suri adalah sebuah desa, yang di penuhi penduduk. Berbagai jenis kelamin, wanita, laki-laki, tua dan muda.
Sampai ada beberapa anak menghampiri Nia, sepertinya Nia sangat di sukai oleh anak-anak disini. Tapi pun begitu ada beberapa yang menanyakan keberadaan Wira.
Nia hanya mengatakan bahwa dia berada di suatu tempat, dengan nada agak sedikit berbeda, dari biasanya. Penduduk dari sisa-sisa kaum kegelapan, dalam perperangan hanya tersisia 10 ribu orang.
Tinggal sangat sedikit, yang dimana waktu mereka masih berjaya, penduduknya bisa mencapai 20 juta orang, tapi sekarang tinggal beberapa persen lagi.
Desa ini, atau di sebut tempat pengungsian oleh kaum kegelapan, di bangun cukup baik, walaupun tempat ini di bentuk baru saja 10 tahun yang lalu.
Tapi pembangunan rumah penduduk sudah merata, biarpun bangunan-bangunan disini berupa sebuah pohon, tapi ini sudah cukup.
Setelah melihat bangunan paling besar disini, masuklah mereka ke bangunan itu. Setelah itu tak lama berselang, sebuah aula yang sangat besar terpampang di wajah Suri.
Disana sudah ada menunggu Winna, dan di depan Winna ada 3 orang duduk, dengan rata-rata usia sekitar 60-70 tahun.
Mereka berjenis kelamin, 1 laki-laki, dua perumpuan, yang laki duduk di tengah, kedua perempuan duduk dimasing-masing sisinya.
__ADS_1
Aruma Kazuki, selaku orang tua Nia dan Wira, dan dia juga pemimpin dari kelompok ini. Winna dan yang lainnya, mereka berlutut begitu juga Suri, yang mau tidak mau harus ikut.
"Winna, aku ingin mendengar secara detail, tentang apa yang terjadi kepada kalian semuanya."
Mulailah Winna menjelaskan seluruh apa yang terjadi, kepada Aruma, setelah beberapa menit akhirnya Aruma berhasil menangkap percakapan mereka.
Aruma berbalik menatap mata Suri, yang diamana Suri juga menatapnya tanpa keraguan dan rasa takut.
"Jadi kamu, wanita yang dipilih oleh anak aku Wira."
Walaupun telah mendengar berita kematian anaknya, Aruma dalam nadanya tidak ada rasa sedih sama sekali, seperti itu hanya berita lewat. Padahal Aruma mencoba untuk menekannya sebisa mungkin.
"Tidak, Yang Mulia, anda tidak pantas mengatakan seperti itu."
"Hemm... kamu tahu, aku bukanlah Raja, jadi jangan panggil aku Yang Mulia, panggil aja aku ketua Aruma, baiklah untuk kalian semua, bisa berdiri."
Yang dimana Winna telah berdiri lebih dulu, karena ingin menjelaskan kronologi tersebut.
"Sekarang adalah tentang wanita yang bernama Suri, dia adalah seorang wanita cantik yang dipilih anak aku Wira. Dan dia juga membawa sesuatu yang telah lama diambil darinya yaitu sebuah mata iblis. Jadi aku telah memutuskan bahwa, Suri tidaklah bersalah, beserta matanya juga tidak akan di ambil darinya, karena dia membebaskan memiliknya. Keputusan aku final apakah ada yang keberatan."
Sebenarnya bukan hanya ada 3 ketua yang di aula tersebut, tetapi sekolompok manusia telah berkumpul, mereka adalah para pejabat-pejabat yang ikut andil dalam pembesaran desa kegelapan ini.
Mereka mengeluarkan suara ketidak setujuan, tapi hanya sedikit, yang sisanya memberikan setuju, alasannya hanya satu, karena Suri tidak pernah bersalah sejak lama.
Nia tidak lah masalah, tapi yang dia tidak terima adalah, kenapa mata kakaknya tidak di ambil juga, Nia pun meminta keberatannya, tapi Aruma memberikan alasannya, yang sangat logis, sehingga Nia harus mengalah dengan keputusan tersebut.
"Untuk hari ini, kalian beristirahat lah, dan Nia bawa tamu kita ketempat kamarnya."
Nia pun menuntun ke Suri pergi dari ruangan. Suri memiliki pertanyaan dalam hatinya mengenai, apa yang terjadi terhadap Keosy, tapi tidak begitu khawatir karena Suri tahu, kalau Keosy sangatlah kuat.
Disisi Keosy, dia tidak lagi berada di atas kapal, melainkan di sebuah ruangan kecil, duduk dan berhadapan dengan seorang wanita tua yang bernama Hina Kazuki..
"Keosy kah, penampilan persis seperti dari kerajaan es, tapi ada yang bilang ini bukanlah kau. Sungguh membingungkan, aku tidak dapat melihatnya."
"Oh.. jadi. begitu, anda kemari untuk melihat aku sebenarnya, tapi sungguh sayang ya, kalau anda tidak dapat menembusnya."
"Yah.. sungguh sayang, tapi itu tidak mengapa, yang akan kau temui bukalah aku, tapi Suami aku, dan dia ketua disini, yah karena dia ada urusan yang lain, maka aku yang diutus terlebih dahulu."
"Wow.. sungguh luar biasa, aku tidak menyangka Nona sudah menikah."
"Heheheh, apakah aku tampak muda dan cantik di mata mu."
"Yah kamu sangat lah cantik."
"Anak muda, emang pandai menggodanya."
Tiba-tiba suara pintu terbuka, dan yang muncul ada seorang pria tua, dia adalah Aruma Kazuki.
"Suamiku, kamu sudah datang?"
"Yah.. jadi bagaimana?"
__ADS_1
Hina hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan indah, Aruma hanya mengangguk dan mengambil alih tempat duduknya.