
Aku Keosy, sedang bertarung satu lawan satu, dengan orang yang memperkenalkan dirinya bermama, Izon.
Izon ini memiliki postur 11 12 sama diriku, dia tidak besar maupun kecil, dengan sebuah senjata yang berbentuk pedang pendek di kedua tangannya.
Dengan balutan pakaian ringan, tanpa ada armor yang dikenakannya, aku berpikir bahwa orang ini, pasti memiliki keunggulan dalam kecepatan.
Ketika diriku yang sedang menganalisanya, Izon langsung berlari ke arahku, sesuai dugaan, dia menggunakan kecepatan yang luar biasa, untuk menyerang.
Sebuah pedang pendek menebas tubuhku, tapi itu tidak berhasil, karena aku dapat melihat gerakannya, jadi mudah untuk menghindar.
Aku yang menghindar dengan melompat ke belakang, langsung menyerang Izon, dengan sebuah jarum-jarum es yang terbang ke arahnya.
Izon dengan lincah berlari ke sana ke mari, untuk menghindari serangan ku. Ketika jarum-jarum es berhenti, tiba-tiba sebuah serangan langsung menghampiri wajah aku.
Dengan kecepatan yang sangat luar biasa, berbeda dari yang sebelumnya. Tebasan itu membuat diriku terluka di bagian pipi kanan.
Walau hanya luka goresan, tapi ini sungguh tidak terduga
Baru kali ini aku mendapatkan luka, sungguh pengalaman yang baru.
"Aku tidak menyangka kau dapat menghindari serangan aku barusan, padahal jarang bagi seorang untuk melakukan itu."
Izon berbicara padaku, dengan senyuman yang tidak menyenangkan.
"Yah itu hanya keberuntungan, aku dapat menghindarinya, itu kecepatan yang laur biasa."
Aku mengatakan yang sejujurnya, sangat jarang seseorang memiliki kecepatan yang luar biasa, bahkan di dunia lama aku. Tapi ini menyenangkan, jadi aku bisa bertarung tanpa menahan diri, baiklah saatnya mode penuh.
Aku pun mulai mengaktifkan elemen kegelapan pada diriku, seketika aura kegelapan keluar, sebuah pedang yang tadinya berwarna biru, sekarang dengan pedang berwarna hitam.
Yang tadi mataku berwarna biru, sekarang berubah menjadi merah, mata iblis telah diaktifkan.
"Siapa kau!, bagaimana kau dapat menggunakan elemen kegelapan?"
Izon yang kaget tak percaya dengan perubahan diriku, bertanya.
"Siapa aku? aku sudah memperkenalkan diri, kalau aku Keosy, seorang Hunter rendahan, kalau masalah aku dapat menggunakan ini, yah, sejak awal aku memang pengguna dua elemen."
__ADS_1
Ketika aku selesai berbicara, aku langsung berlari ke arahnya, tanpa menunggu dia selesai bicara, karena sangat aneh, bertarung menunggu lawan selesai berbicara.
Aku melihatnya, yang mengatur sebuah perisai es, tapi itu tidak akan dapat membendungku. Tebasan pedang hitam yang berlapis elemen kegelapan langsung menghantam perisainya, Melihat itu dengan cepat Izon mundur ke belakang.
Ada apa dengannya, bukankah di pertama sangat cepat, tapi kenapa ini, dia menajdi siput.
Aku terus mengejarnya yang mundur. Dengan sangat cepat, tebasan demi tebasan langsung menghampiri tubuh ke Izon.
10 tabasan, tidak, aku menancapkan 20 tebasan ke tubuh Izon, sangat mudah bagi aku melakukan ini, karena gerakannya di mata ku sangat lambat. Ketika itu, aku langsung berhenti, dan melihat Izon yang tak berdaya.
"Woi!! kenapa kau tiba-tiba menjadi lemah seperti ini, mana kecepatanmu barusan, aku sudah susah payah, menghadiahimu dengan kekuatan penuhku, dan kau malah terkena 20 tebasan dari aku dengan sangat mudahnya. Sungguh mengecewakan.
Aku menghela nafas dan menghilangkan semua kekuatan pertempuran dalam tubuh. Izon tidak membalas apa yang aku katakan, dia hanya berusaha menahan rasa sakit.
Darah yang mengalir keluar dari mulutnya, yang bercampur dengan air liur, itu sangatlah menjijikkan, aku teringat, apakah aku seperti dia, saat menahan kematian, waktu aku bertarung dengan Naga sialan itu.
Lagi-lagi aku tertipu dan menganggap mereka itu kuat. Salah dia sendiri terlalu sombong, dengan membanggakan kemampuannya.
Jadi apa yang kulakukan selanjutnya, aku sudah berpisah dengan mereka, tapi aku masih mengetahui keberadaannya. Baiklah pertama-tama aku harus menonton jalan pertempuran terlebih dahulu.
****
Winna adalah pengguna elemen kegelapan yang tidak kalah cantiknya, dengan tubuh yang telah sangat matang, Winna sedang menatap bocah yang dilawannya tersebut.
Winna yakin bahwa musuh yang dianggapnya bocah itu, pasti lebih tua darinya. Winna telah melakukan perkenalan diri dan juga Quentin.
Quentin adalah nama cewek itu, sungguh nama yang cantik.
Sudah 10 menit mereka hanya menatap tanpa bertarung, mereka saling menganalisa satu sama lain.
Tapi tiba-tiba, Winna telah membeku, serangan kejutan dan tanpa di ketahui itu, dilancarkan oleh Quentin.
Quentin tersenyum dan tanpa mengeluarkan sepata kata pun, berbalik meninggalkan Winna, Quentin yang merasa bahwa dia telah mengalahkan Winna. Tiba-tiba dia terkejut, sebabnya dia merasakan bahwa ada yang memegang kepalanya dengan kuat.
Quentin ingin berbalik untuk melihat, tapi kepalanya langsung dibanting ke tanah dengan sangat kuat.
Quentin langsung mengeluarkan suara kesakitan, tanah yang mengenai Quentin pun hancur lebur. Lalu Quentin mengintip ke arah belakang untuk mengetahui siapa yang melakukannya.
__ADS_1
Ternyata seseorang yang dia rasa telah di kalahkanya, malah menghajarnya dengan sangat parah.
Seseorang yang melakukan terhadap Quentin adalah Winna yang telah lolos, tidak, pada dasarnya dia tidak pernah terkena serangan dari Quentin.
Itu hanya lah sebuah ilusi, Winna adalah seorang pengguna elemen kegelapan yang dapat memanipulasi elemennya menjadi sebuah ilusi.
Sangat berbeda dengan Nia. Karena Nia adalah seorang pengguna yang memanfaatkan elemen kegelapan untuk meningkatkan kekuatan pukulannya, dan kelemahannya adalah, bahwa di tidak dapat bergerak dengan cepat.
Pengguna elemen di dunia ini dapat memanipulasi bentuk apapun yang diinginkan, walaupun begitu tidak semua dapat melakukannya.
Dalam membentuk sesuatu, dengan elemen yang dimiliki, harus melihat kapasitas elemen yang terkandung dalam dirimu.
Semang kin besar atau kuat yang ingin kamu bentuk, kamu harus mempunyai elemen yang banyak dan bagaimana kamu mengontrol elemen mu, biar menjadi sesuatu yang diinginkan.
Karena setiap pengguna tidak memiliki kadar elemen yang sama, ada yang mempunyai elemen berlimpah dan juga sebaliknya.
Balik lagi, di mana Quentin telah di benamkan ke dasar salju yang sangat tebal, yang telah membentuk sebuah kawah.
Tiba-tiba di bawah tanah yang di pijak oleh Winna muncullah sebuah duri-duri es yang langsung ke arahnya.
Dengan sigap Winna langsung salto kebelakang, dan berdiri di atas pohon.
"Sungguh hal yang tak diduga, bahwa kau dapat keluar dari jebakan aku."
Quentin belum mengetahui bahwa apa yang diserangnya hanya sebuah ilusi semata.
Winna hanya menunjukkan dengan jarinya, yang mengarah ke tempat di mana, dia seharusnya telah di kurung.
Tapi di situ terlihat bahwa, masih berdiri dengan tegak bongkahan es untuk mengurung Winna.
Ini membuktikan sejak awal dia tidak pernah terjebak di situ.
Mata yang melotot di keluarkan Quentin, dia mempertanyakan itu.
"Bagaimana bisa kau keluar tanpa menghancurkannya?"
Ya itu tidak mungkin keluar tanpa menghancurkannya, hanya saja, sejak awal aku tidak pernah terjebak.
__ADS_1
Winna menjawab dengan jujur pertanyaan Quentin, disertai senyuman indah.