
sebelum kepala desa tersebut menjawab, ada pria muda yang maju ke depan, "ada, nenek suri dia bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit."
"Apa yang kau katakan gordon!"
kata kepala desa yang langsung menyelah.
Gordon adalah nama pria yang melangkah maju tadi.
"Memang benar kan nenek itu bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit," kata Gordon
"Kita kan sudah dilarang untuk berinteraksi dengannya, dan kau juga tau apa yang terjadi kalau orang mendekati nya kan."
"Tapi kita tidak punya pilihan pak kepala desa, dan apakah kau ingin melihat orang tua mereka mati!"
Sambil menunjuk kepada kakak beradik tersebut.
"Eh.. Dimana mereka?"
kata Gordon.
"Billy, Billu!, Dimana kalian?"
Para penduduk meneriaki nama mereka.
"Mereka sudah pergi, kemungkinan mereka mendengarkan kalian, berbicara mengenai nenek Suri yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, dan mungkin mereka mendatangi rumahnya,"
kata ku, aku emang melihat mereka menyelinap keluar.
"Ini salah mu Gordon!"
"Apa... Kau bilang pak tua! Jika kau menyetujui apa yang aku katakan, mereka tidak akan pergi."
Aku menyela mereka, "kenapa kalian malah melanjutkan pertengkaran kalian yang tidak berguna ini, yang lebih penting lagi kalian harus menyusul mereka, di mana tempat tinggal nenek Suri?"
"Kamu benar, nenek Suri berada ditengah hutan sebelah utara"
"Ya uda tunjukan aku jalannya."
***
"Nenek Suri tolong selamatkan ayah kami!"
"Nenek Suri tolong selamatkan ayah kami!" Billy dan Billu berteriak di depan rumah gubuk nenek suri.
"Cih, apaan sih anak-anak ini, bikin ribut di depan rumah."
Gumam nenek tersebut
"Nek-"
Sebelum melanjutkan perkataannya, nenek Suri memotong teriakan mereka.
"Kenapa kalian ribut-ribut, sudah aku bilang kan kalian tidak boleh datang kemari lagi dan juga aku tidak punya kemampuan menyelamatkan ayah kalian yang di culik oleh laba-laba salju."
"Nenek Suri ayah kami telah diselamatkan, tapi dia menderita luka-luka yang parah, terus kata penduduk desa, kalau nenek bisa mengobati segala penyakit, jadi disini kami meminta tolong kepada nenek untuk menyembuhkan luka-luka ayah kami."
Mereka berbicara sambil membungkuk di depan rumah nenek tersebut.
"Baiklah, aku akan menyembuhkan ayah kalian, dan berdiri la, jangan membungkuk terus, jadi dimana ayah kalian?"
Karena merasa kasihan kepada mereka, akhirnya nenek Suri mau membantu mereka.
Nenek Suri pun keluar dan menghampiri Billy dan Billu.
"Ayah bersama Tuan Keosy,"
ucap Billy
"Siapa Keosy itu?
"Dia seorang hunter yang menyelamatkan ayah kami."
"Apakah dia seorang diri?"
"Ya."
'tidak ku sangka ada yang bisa mengalahkan monster tersebut seorang diri di kota ini, aku penasaran orang seperti apa yang bisa mengalahkan monster tersebut.'
__ADS_1
"Jadi dimana orang yang bernama Keosy?"
"Dia ada di desa."
"Desa, aku paling malas pergi ke desa, tapi tidak ada pilihan lain, oke ayo kita ke desa."
Ketika mereka ingin pergi ke desa, aku pun sampai ketempat nenek Suri.
***
Kami pun berjalan mengendarai kuda, menyusuri hutan yang sangat lebat, dengan tujuan untuk bertemu nenek Suri.
Beberapa saat kemudian aku pun sampai ketempat nenek Suri, dan aku melihat Billy, Billu dan satu lagi seorang gadis, dengan rambut putih panjang hampir se bokong, dan memakai baju putih, dan memiliki kulit putih tanpa noda, bisa dikatakan wanita ini wanita tercantik yang pernah aku lihat selama aku berada di dunia Al Calen, aku tidak tau, kenapa dia dengan Billy dan Billu, aku juga tidak melihat Nenek Suri di dekat mereka
Lokasi ku sekarang berada ditengah hutan, aku juga dapat melihat gubuk kecil, mungkin itu tempat tinggal nenek Suri.
"Billy, Billu."
Kepala desa pun memanggil mereka berdua,
Mereka pun langsung menoleh.
"Pak kepala desa," langsung menghampiri dan Billy pun berbicara.
"Pak kepala desa, Nenek Suri mengatakan bahwa dia bersedia untuk menyembuhkan ayah kami."
Nampak dari cara bicaranya, dia sangat senang.
"Billy Billu, kenapa kalian kemari? kalian, kan sudah dilarang untuk tidak mendekati rumah tua ini ."
Sebelum Billy dan Billu menjawab, Nenek Suri itu pun datang menghampiri mereka, "Pak kepala desa, anda tenang saja aku tidak akan melukai mereka, kamu terlalu khawatir, lagian mereka sudah sering kemari."
Nenek Suri pun sambil tersenyum dengan anggun, aku sedikit terpanah melihat senyumnya.
Nenek Suri pun melanjutkan perkataannya, "urusan ini belakangan aja kita bahas, alasan kalian datang kemari itu lebih penting, jadi dimana ayah mereka? Aku tidak melihat kalian membawanya."
"Oya, kamu benar, kalau masalah itu langsung saja tanya kepada tuan Keosy." Pak kepala desa pun sambil menunjukkan diriku dan memanggil ku untuk maju ke depan, aku pun maju kedepan.
"Tuan Keosy, perkenalkan ini nenek Suri."
"Perkenalkan nama saya Suri Cruise, tapi sering dipanggil dengan Nenek Suri."
'Jadi ini Nenek Suri, kok terlihat muda, apakah didunia ini yang muda dibilang nenek, tapi itu tidak mungkin,' pikir ku.
"Tuan."
Kepala desa menyadarkan ku dari lamunan yang tidak berguna, ya ku akui aku suka melamun.
"Oh, maaf karena aku melamun sedikit, hanya saja"
"Hanya saja?"
"Tidak, lupakanlah, oke kita kembali ke topik, aku katakan sekali lagi, aku tidak tau ini ayah mereka atau tidak, yang jelas aku telah membawa beberapa orang yang masih hidup setelah diculik oleh Monster itu. Dan yang terpenting, aku memerlukan tempat tersembunyi untuk mengeluarkan mereka, karena ini salah satu teknik ku, jadi aku tidak ingin ada yang mengetahui nya... oya bagai mana kalau aku mengeluarkan mereka di gubuk itu?"
Aku menunjukan rumah kecil di ujung tersebut.
"Maaf tuan keosy, kita tidak bisa melangkah lebih dekat ke rumah itu, nanti bisa ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi."
"Begitukah... Ya sudah, aku buat sebuah rumah aja."
Aku tidak ingin mengetahui alasannya, karena itu juga tidak begitu penting buat ku, mangkanya aku tidak akan melanjutkan pertanyaan nya.
aku pun mencari tempat yang agak luas, setelah itu aku meletakan ke dua telapak tangan ku ditanah, begitu aku meletakkan nya, aku pun mengaktifkan elemen es ku, dan eleman es ku pun berubah membentuk sebuah kubus, kubus ini tidak begitu besar tapi muat untuk lebih dari lima orang.
"Aku tidak ingin ada kalian yang melihatnya atau mengintip sedikit."
Aku pun memasuki kubus yang aku buat melalui elemen es ku. Alasan utama ku adalah, bukan karena aku takut akan terkuak nya skill ku, yang sebenarnya aku tidak ingin mereka melihat, adalah aku menggunakan elemen kegelapan, soalnya skill dunia parsial berasal dari elemem kegelapan.
Dalam sekejap aku telah mengeluarkan mereka, kondisi mereka masih tetap sama, seperti pertama kali bertemu.
'mengenaskan, kenapa aku terlibat urusan mereka' pikirku.
"Baiklah, kalian boleh masuk."
Aku pun keluar dan mempersilahkan mereka untuk masuk.
Mereka pun memasuki rumah es yang telah aku perbuat.
__ADS_1
Benar, Billy dan Billu yang mengeluarkan reaksi pertama
"Ayah." Teriakan mereka ke seorang pria yang salah satu yang terluka , pria itu tidak begitu tua , kira-kira umurnya di pertengahan 50 tahun, dan mereka pun berlari ingin menyentuh, tapi mereka ditangkap oleh nenek Suri.
"Apa yang kalian lakukan, kalian belum boleh menyentuh nya, ayah kalian telah diselimuti racun yang cukup ganas, jika kalian menyentuh nya kalian pasti mati."
Billy dan Billu hanya menangis dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Kepala desa pun dan melihat tubuh warganya dan berbicara,
"Nenek Suri, apakah kamu bisa menyembuhkan mereka?"
"Menurut pengamatan ku, luka nya tidak masalah, tapi racun yang mereka derita, racun dari monster laba-laba sangat berbahaya dan sulit untuk mencari obat penawarnya, ini pun suatu keajaiban mereka masih hidup."
"Apakah kamu tidak bisa mebyembuhkan racun nya dengan elemen cahaya mu?
"Elemen cahaya tidak bisa menyembuhkan racun, hanya bisa menyembuhkan luka-luka saja."
"Ow begitu, apakah kamu bisa membuat obat penawarnya?"
"Iya aku bisa membuat nya, tapi aku kekurangan satu bahan, yaitu bunga Delima Putih, bahan ini sangat sulit didapati dan habitatnya sangat berbahaya."
"Begitu ya, jadi kamu tidak akan mengobati mereka?"
Ujar kepala desa, yang sedih.
"Aku tidak akan menelan ludah ku sendiri, aku sudah berjanji kepada mereka untuk menyelamatkan ayah mereka, jadi aku harus menepati janji ku," diantara mereka apakah ada yang kamu kenal?
"Ya, aku menegenal mereka semua, mereka ini penduduk dari desa sebelah... Gordon kabar kan kepada desa sebelah bahwa, penduduk mereka yang hilang sudah ditemukan."
"Baik pak."
Gordon langsung menjawab dan langsung keluar dari tempat ini.
'wow, kepala desa yang tanggap,'
Pikir ku.
Setelah mengistruksi Gordon, Kepala desa tersebut menghadap padaku dan berbicara,
"Tuan Keosy, maaf merepotkan anda lagi, bisa kah saya mintak tolong kepada anda untuk membantu mencari tanaman bunga delima putih?"
"Ya karena aku telah berjanji kepada mereka untuk menyelamatkan ayah mereka, dan janji ku belum selesai, maka aku akan membantu untuk mencari tanaman tersebut."
"Terima kasih, Tuan." Sambil membukuk berterima kasih.
"Simpan aja terima kasih mu, untuk nanti, jadi dimana keberadaan bunga tersebut?"
"Bunga itu berada di hutan salju paling terdalam," jawab Nenek Suri.
"Ow begitu, kalau boleh tau, bunganya seperti apa?"
"Susah menjelaskannya, karena bunga ini memiliki kesamaan sangat banyak dengan bunga lainnya, jadi aku akan menunjukannya kepada mu bunga tersebut."
"Kamu yakin ingin ikut?"
"Kamu tidak perlu khawatir, biarpun aku tua-tua begini, aku ini cukup ahli menjaga diri sendiri."
'tua dari mana kamu ini, baguslah dia ikut, aku bisa menanyakan sesuatu tentang itu yang membuat aku bingung,'
pikir ku
"Baiklah, kalau itu mau mu, karena harinya sudah mulai gelap, bagaimana kalau kita berangkat nya besok pagi saja?"
"Ya, besok pagi lebih baik, kalian bisa meninggalkan mereka ke pada ku, aku akan merawat mereka sehingga racun tidak cepat mebyebar."
"Kalau begitu aku serhakan kepada mu."
Aku dan para penduduk pun keluar, yang tinggal hanya Billy dan Billu mereka bersekeras untuk menemani ayahnya.
"Tuan Keosy, bagaiman kalau kamu menginap dirumah ku saja."
"Menginap dirumah kepala desa, ya kalau kamu menawarkan seperti itu aku akan menerimanya."
Aku pun sampai dirumah pak kepala desa, rumah nya cukup besar untuk keberadaan di desa yang kecil ini, tapi sekali lagi desainya tidak yang unik semua sama saja petak.
Setelah makan malam, aku pun kembali ke kamar ku, kamarnya bersih dan biasa-biasa saja.
__ADS_1
Dan aku pun mulai tertidur.
Bersambung.