
Di hutan yang sangat lebat, dan terdapat burung-burung terbang kesana kemari, di barengin suara air sungai mengalir, seorang wanita melakukan latihan, dengan tangan. kosong.
Setiap pukulan yang dilancarkannya, mengeluarkan suara yang menggelegar.
Tanah, pohon, dan batu hancur lebur akibat serangan yang di lancarkannya dalam pelatihan.
"Huft...Huft..." Nia Kazuki mengatur nafanya agar stabil.
"Masih kurang, jika hanya segini, aku tidak bisa menghajar pak tua itu."
Nia bergumam sendiri.
Dia pun mulai bangkit kembali dari duduknya, ingin melanjutkan pelatihan, tapi terhenti karena dia di kunjungi seorang pria bernama Wira Kazuki.
Wira Kazuki ini adalah saudara kandung dari Nia Kazuki, Wira memiliki tubuh yang memiliki tinggi sekitar 190 cm, dan dibalut dengan busana serba hitam, khasnya bangsa kegelapan.
Wira hanya memiki satu mata, yang satu lagi ditutup, dengan gagah, Wira berjalan ke arah Nia.
"Nia kamu terlalu keras berlatih."
sapa Wira Kazuki.
"Tidak bisa kak, ini saja masih belum cukup kak, aku tidak ingin mengalami kejadian tempo lalu."
"Kamu masih kepikiran, padahal itu bukanlah salah mu."
"Tapi yang jelas aku telah gagal, jadi kak ada gerangan apa kamu menemui ku?"
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat adik kecilku tersayang."
"Cih kak, katakanlah sebenarnya."
"Emang benara aku ingin melihat adik aku, tapi ada lagi yaitu, Ketua menyuruh 10 Jenderal untuk berkumpul."
"Begitukah, kak, jadi rencana sudah di putuskan."
"Iya, ayo cepat kemasin barangmu, dan kita akan langsung menuju tempat perkumpulan."
****
Perjalanan yang tidak begitu jauh, dari tempat latihan Nia, jadinya mereka sangat cepat sampai di tempat tujuannya.
Tempat yang mereka tuju berupa sebuah bangunan yang berbentuk rumah, dengan desain yang sangat unik dan cantik.
Nia dan Wira memasuki rumah dan langsung menunju ke aula pertemuan. Di aula sudah ada 11 orang yang menunggu, Nia dan Wira memasuki barisan orang yang sedang berdiri.
__ADS_1
Di depan kelompok ini, terdapat lah 3 manusia yang duduk di kursi dengan santai, mereka yang 3 ini adalah Ketua dan para dewan dalam Kaum Kegelapan yang tersisa.
"Baiklah semua sudah berkumpul. Aku Selaku Ketua dan para dewan telah mendiskusikan tentang langkah apa yang akan kita ambil. Selama kami berdiskusi, kami telah mendapatkan keputusan, keputusan itu adalah untuk melakukan misi penyelamatan, misi ini di berikan kepada kalian ke 10, misi yang sangat berbahya dan tidak ada jaminan kalian selamat, kami di sini tidak akan memaksakan diri kalian untuk menerima misi tersebut, jika ada yang keberatan, kalian bisa keluar dari sekarang."
Yang berbicara adalah Aruma Kazuki, selaku pemimpin dari kelompok kegelapan yang tersisa, dan juga sebagai Ayah Nia dan Wira, di sini Aruma Kazuki memberikan jeda, untuk mereka berpikir mengenai misi ini, tapi setelah 5 menit mereka tidak ada yang beranjak dari barisan.
Dia pun mulai melirik Nia dengan maksud biar dia keluar dari barisan, tapi Nia tidak menanggapinya, dia hanya cuek saja, karena tidak berhasil membujuk dengan tatapan, Aruma pun melanjutkan percakapannya.
"Baiklah, kalau kalian tidak ada yang keberatan dengan misi ini, aku sangat bangga dengan keberanian kalian semua, dan aku menunjuk Wira untuk memimpin kelompok ini. Wira apakah kamu sanggup?"
"Saya, sanggup Ketua."
Wira menjawab dengan lantang penuh kepercayaan diri yang besar.
"Baiklah, aku harap kalian tidak ada keberatan dengan dia untuk memimpin."
Jeda sedikit untuk melihat apakah ada yang keberatan, tapi tidak ada jadi dia melanjutkannya percakapannya.
"Sepertinya itu saja, dalam pembagian kelompok tersebut, sekarang kita akan membahas strategi pembebasan."
Setelah lebih dari dua jam membahas strategi dengan pertimbangan keselamatan di nomor satukan, dari pada keberhasilan misi tersebut, akhirnya menemukan titik akhirnya.
"Jadi itu semua, yang akan kita lakukan, dan kalian sudah mendapatkan peran masing-masing, jadi sampai disini ada sebuah pertanyaan."
kata Aruma Kazuki, yang sambil melirik para anggota, ya mereka hanya diam, yang menandakan bahwa tidak ada lagi yang harus di bahas, atau hanya mereka tidak tahu apa yang mau dipertanyakan.
"Baik, Ketua."
Mereka pun bubar dan hanya menyisakan 3 orang saja.
"Nia, apakah kamu yakin, untuk ikut andil dalam misi ini?"
"Ayah, keputusan ku sudah bulat, dan tidak ada yang bisa mencegahnya, sampai aku bisa menghajar pak tua sialan itu."
"Ya kalau memang seperti itu, apa boleh buat."
Tampak dari raut wajah Aruma, sangat sedih melihat anaknya yang akan melakukan misi yang sangat berbahaya, pasalnya dia telah melakukan kesalahan yang sangat patal sehingga membuat Nia hampir mengalami kematian.
Disini dia juga ingin mencegah, tapi karena tekat dan semangat yang di keluarkan Nia, membuat nya luluh, akhirnya Aruma membolehkan Nia untuk ikut andil.
"Wira, kamu sebagai pemimpin dan juga kakaknya, tolong jaga adik mu, baik-baik."
"Ayah tenang saja, aku pasti menjaganya."
"Bagus, Nia, ini tentang penyelamat mu, apakah kamu bisa mengenalinya jika dirimu bertemu dengan nnya?"
__ADS_1
"Sepertinya, aku tidak dapat mengenalinya, tapi aku yakin, jika dia masih di Kota itu, pasti dia akan ikut membantu, karena aku merasa dia pengendali Element kegelapan juga."
"Baiklah, kalian bisa pergi dan menyiapkan apa yang perlu di siapakan."
"Terima Kasih, Ayah"
Nia dan Wira berbicara secara serentak, dan barengan keluar dari ruangan tersebut, Aruma hanya melihat punggung mereka berdua yang menjauh tampa mengatakan sepatah kata pun.
****
Beralih ke daerah sebuah bukit salju, terdapat 2 orang Hunter yang lagi melakukan misi pertamanya, dua Hunyer itu adalah Aku dan Suri Cruise.
Misi kami adalah misi tingkat F, yaitu membasami Monster serigala salju, walaupun kami hanya Hunter Class rendah tapi kemampuan kami setara dengan Hunter Class A, maulpun lebih tinggu
Jadi jika hanya membasmi Serigala Class F, itu sangatlah mudah, dalam sekejap kami berhasil mengalahkannya.
"Bagaimana apakah kamu sudah mengendalikan Element mu?"
tanya Keosy
"Belum, aku tidak bisa melakukan dengan kekuatan penuh, jika aku melakukannya, Element Kegelapan ku akan lepas kendali."
"Sepertinya kamu harus extra perjuangan."
"Ya, kamu benar, setelah selesai ini apa yang kita lakukan?"
"Aku akan melakukan penjelajahan makam, apakah kau ikut dengan aku."
"Iya, tapi kita harus mencari anggota yang lain."
"Itu tidak perlu, kita hanya menyelinap saja, itu bukan sesuatu yang amat susah."
Selesai mengatakan itu, aku berdiri kearah mayat monster, disini aku ingin mengambil taringnya, agar bukti kalau kami telah menyelesaikan misi.
"Apakah, kau akan balik ke Kota?"
"Ya, bagaimana dengan mu?"
"Tidak, aku harus melakukan latihan lebih lama lagi."
"Kalau begitu, aku akan membawa taring ini ke Serikat Hunter, dam aku berharap kamu tidak. melakukan berlebihan."
"Apakah kau mengkhawatirkan aku?"
"Ya jelas aku mengkhawatirkan mu, kamu tahukan kalau aku tidak bisa melihat wanita terluka, jadi aku harap kamu tidak berlebihan, dan sampai jumpa.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, aku langsung menjauh darinya.