
Pada waktu sebelum Keosy dan Suri bertemu Arnos dan pasukannya.
Thomas Arya, sang wakil Jenderal, dia sedang di berikan tugas untuk memimpin pasukan pertahanan di gerbang utama, dia juga di temani oleh Kapten pasukan yang juga di tugaskan di Gerbang Utama.
Arya melihat pasukan monster tersebut yang mulai mendekat, ada puluhan ribu yang menyerangnya, berbagai monster menyerang, ada Orc, Goblin, dan Manusia serigala dan masih banyak lagi.
Arya menyuruh para pemanah untuk menembak, tapi semua tembakan yang telah di lancarkan, tidak berhasil meruntuhkan serangan mereka. Selanjutnya para pengguna Elemen es mencoba untuk membuat sebuah dinding es, tapi semua hancur oleh sebuah serangan dari monster yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Serangan panah hitam menghancurkan dinding es tersebut, panah itu di keluarkan oleh Rakiri seorang Iblis berbentuk Elf, Rakiri yang memiliki kekuatan seperti panah kegelapan, berhasil menghancurkan dinding elemen es tersebut.
Arya melihat yang meluncurkan panah itu, itu bukanlah sosok monster yang biasa, melainkan sesuatu yang sangat berbahaya, Arya teringat, dia pernah membaca buku kuno, di buku itu, di katakan bahwa, jika ada monster yang mempunyai elemen kegelapan, berarti dia Iblis. Arya akhirnya dia sadar, siapa yang dia lawan.
Arya menelan ludahnya karena melihat Iblis itu tersenyum kepadanya, dan mengarahkan sebuah panah hitam, kearah dia, lebih tepatnya ke pintu masuk gerbang.
Arya memerintahkan semuanya untuk membuat pelindung Element es kembali, tetapi dengan daya tahan terbaik. Membuat pelindung es butuh waktu yang sangat lama. Tanpa menunggu selesainya pelindung tersebut, Rakiri langsung meluncur panah hitamnya, panah ini berbeda dari sebelumnya.
Panah ini mengandung daya ledakan yang sangat kuat, dibandingkan yang sebelumnya. Dengan kecepatan yang menakjubkan, panah itu pun melesat, sedangkan Arya yang tidak bisa melakukan apapun, hanya berlindung menggunakan sebuah prisai yang di buatnya sendiri.
Suara yang kuat terdengar ketika panah kegelapan itu menghancurkan pintu gerbang, yang terbuat dari sebuah keristal es. Sedangkan Arya yang telah berlindung di bawah perisai tersebut, ikut terhempas, karena serangan tersebut sangat lah luar biasa.
Begitu juga dengan di Barat, Selatan, dan Timur,. yang dimana gerbangnya juga di jebol oleh para pasukan monster. Gerombolan monster itu mulai memasuki gerbang tersebut dengan berdesakan.
Sebuah rauangan binatang bergema dimana-mana, sampai yang mendengarnya akan melarikan diri. Arya yang telah terpelanting cukup jauh, melihat segerombolan para monster memasuki kota.
Pedang yang selalu dipegangnya, yang tidak terlepas ketika dia terpelanting cukup jauh. Dia memenggam dengan sangat erat, dan pada saat itu dia melihat, iblis Elf itu, yang melancarkan serangan barusan, mulai memasuki kota.
"Dia... dia yang melakukan semua ini, jika aku bisa membunuhnya, ini akan menjadi kemenangan umat manusia, tapi.. apa bisa aku mengalahkannya?" Arya mulai merasa ragu untuk menyerang iblis tersebut, karena di tahu dari melihat serangan tersebut, dia pasti tidak dapat mengalahkannya.
Tiba-tiba dia diserang oleh sebuah tembakan panah yang mengarah padanya, tapi itu meleset, dan Arya yang melihat yang menyerang dia adalah, Iblis Elf yang bernama Rakiri. Rakiri berjalan santai menghampiri Arya, disertai dengan senyuman yang sedikit menyeramkan.
__ADS_1
Rakiri sebenarnya adalah seorang wanita Elf sangat cantik, dengan rambut berwarna silver, tubuh yang dimilikinya bagaikan model idol, atau bisa dikatakan kalau Rakiri mempunyai body yang sangat ideal.
Walaupun mengeluarkan senyuman yang menakutkan, dia masih kelihatan cantik. Arya menelan ludahnya ketika melihat siapa yang datang, dia tidak tahu apakah dia bisa selamat, itu lah yang dia pikirkan.
Tapi kemudian Rakiri berbicara membuat Arya kembali ke adaan siaga, "Kamu adalah pemimpin dari manusia, kan?, perkenalkan aku Rakiri dari pasukan 10 Iblis, yang singkatnya Diablo. Jadi siapa kamu manusia?"
"Aku... aku, Thomas Arya, Wakil Jenderal." Kata Arya dengan gagapnya, kemungkinan dia ketakutan, karena yang di hadapannya adalah sosok yang tidak mungkin di menangkanya, semangkin dekat Rakiri kearahnya, membuat tekanan kekuatannya semangkin terasa.
"Oh.. sungguh di sayangkan, kamu hanya Wakilnya, tapi itu tidak mengapa, ayo hibur aku, karena sudah lama tidak berolahraga sedikitpun, dan aku iri dengan si Orc jelek itu, dia telah bermain dengan manusia yang tangguh, aku harap kamu juga tangguh." Yang di maksud Rakiri adalah Orc Iblis yang pernah di lawan Keosy.
Rakiri semangkin dekat dan jaraknya sudah mencapai 10 meter dari Arya, dan Rakiri berhenti berjalan. Sedangkan Arya yang tidak bisa berbicara karena dia harus menahan rasa ketakutan yang di keluarkan oleh Rakiri, karena kurangnya pengalaman Arya, ini membuatnya menjadi kesulitan, hanya untuk mengucapkan satu katapun.
"Hey... kenapa bengong, apakah berencana untuk melarikan diri, hemm aku katakan sekali lagi, tidak ada kesempatan mu untuk melarikan diri. Lihatlah sekeliling mu, Kota ini akan jatuh ke tangan kami, jadi lebih baik kita bertarung, dan jika kamu bisa menghibur ku, mungkin kamu tidak akan ,aku bunuh, tapi akan aku jadikan Kamu budak, menarik bukan, menjadi budak cewek cantik seperti aku."
Masih terdiam seperti patung, satu jari pun tidak bisa digerakan, bahkan pingsan pun tidak bisa. Melihat ini Rakiri hanya menggembungkan pipinya, seperti wanita imut yang sedang kesal, karena, dia di cuekin.
Rakiri juga bisa mengubah tampilan menjadi wanita yang imut dan polos, sungguh akting yang bagus. Setiap wanita cantik, pasti bisa berlagak imut.
Ketika kedua tangan Rakiri yang dia angkat di atas dadanya, dan membentuk kuda-kuda dalam menggunakan sebuah panah, selanjutnya, dari kedua tangannya itu, muncullah sebuah element kegelapan yang membentuk busur dan panah.
Arya hanya melihat akhir dari hidupnya yang begitu singkat, tanpa bisa melakukan apapun. Sebuah panah langsung melesat dengan kecepatan yang sulit dipercaya, hanya jarak 10 meter, dalam hitungan detik, panah itu langsung mengenai Arya.
Dan Arya pun meledak, bersamaan dengan tanah salju yang di pijaknya, yang membentuk sebuah kawah, sebesar rumah sederhana.
Melihat bahwa serangannya dengan gampangnya menyerang manusia itu, Rakiri langsung terbengong seperti orang bodoh yang cantik.
"Ap...apa!.. kenapa dia mati begitu cepat, apa..apaan ini, jangan mempermainkan aku manusia!" Teriak Rakiri yang kesal, sifat gila keluar kembali, dia perlahan mulai tenang, dan mengatur nafasnya agar stabil.
"Yah... mau gimana lagi dia hanya Wakil Jenderal, aku saja terlalu banyak berharap, hemm selanjutnya apa? Oya bagaimana kalau aku mencari manusia, yang melukai Orc jelek itu, ya..ya.. itu saja. Saatnya perburuan."
__ADS_1
Rakiri mulai meninggalkan mayat Arya, yang telah hancur lebur, tanpa ada sisa sedikit pun, dan mulai mencari Keosy.
****
Seluruh gerbang Kota sudah berhasil di tembus, oleh para monster dan iblis, Hill paham akan itu, dia juga merasakan bahwa kota akan hancur, tapi itu bukan alasan dia akan melarikan diri.
Squad Naga birunya, yang berjumlah 20 orang telah di basmi oleh Ras Raksasa yang bernama Kanada Nayar, Dia memiliki tinggi lebih dari 29 meter lebih tepatnya 30 meter dari atas tanah.
Pertarungannya dengan Hill sudah berujung akhir dia yang berhasil menghancurkan kelompok yang di sebut dengan Pedang Naga Biru, dan dia juga berhasil melukai Jenderal cukup parah, sehingga Hill harus kehilangan tangan kirinya, walaupun begitu Kanada Nayar tidak dapat bergerak.
Serangan terakhir yang di lancarkan Hill, mengenai secara telak pada bagian tubuh Kanada Nayar, membuat dirinya di ambang kematian.
"Kau, manusia yang kuat, walaupun aku mati di tangan mu, aku tidak akan menyesalinya."
Hill menghembuskan nafasnya secara panjang dan mulai berbicara, "Ras raksasa, atau aku panggil Kanada, aku ingin bertanya, siapa pemimpin dalam penyerangan ini? kamu sudah berjanji akan memberitahukan pada aku, jika aku berhasil mengalahkan mu."
"Yah, hah..hah, aku akan mengatakannya. Diablo, kamu pasti tahu ketika mendengar nama itu, mereka lah yang memimpin untuk membasmi para manusia, dan penyerangan ini tak akan berhenti sampai disini."
"Diablo, maksudmu 10 Iblis?"
"Ya, itu saja yang aku tahu, selebihnya kau harus mencari dengan upaya mu sendiri, manusia. Ahrg...." Akhirnya Kanada menghembuskan nafas terakhirnya, melihat itu Hill mulai mundur dan melihat sekelilingnya bahwa kota sudah di pastikan akan hancur.
Apa yang bisa di lakukannya sekarang adalah membasmi monster semampu dia, agar kekuatan musuh berkurang, walaupun masih ada rasa keterkejutan ketika mendengar nama Diablo.
Sebabnya, nama Diablo, adalah nama organisasi, yang terdiri dari 10 iblis yang hidup seribu tahun lamanya, mereka sempat berkuasa di bumi ini, dan juga mereka berperang dengan manusia.
Seharusnya mereka telah di basmi oleh pasukan Dewa Cahaya, tapi tampaknya mereka hanya di segel, dan kebetulan segel tersebut telah lepas.
Begitulah kisahnya, yang Hill tahu. Tapi ada sebuah misteri yang sangat dalam di balik kisah itu, karena Hill hanya Jenderal tua, jadi dia tidak mementingkan misteri yang ada di cerita tersebut.
__ADS_1
Hill selesai memakan obat pemulihan luka, walaupun tangan yang telah putus tidak bisa dikembalikan, ini masih mendingan bahwa energi dan lukanya telah kembali perlahan-lahan.
Ketika dia hendak beranjak dari sini, tiba-tiba suara pria yang memiliki intonasi dalam terdengar di kuping Hill.