
Waktu berlalu dengan cepat, Keosy di pulau ini sudah berada 1 bulan, dan dia hari ini akan melakukan apa yang di mau oleh Aruma, yaitu.
Mengalirkan elemen kegelapanya ke bayi yang baru lahir. Bayi ini memiliki jenis kelamin pria, dengan tubuh sehat.
"Keosy, kau bisa mulai sekarang."
Aruma yang berada di depan Keosy berbicara, sambil menyuruh Keosy melakukan tugasnya.
Keosy mengangguk dan mulai menekankan perut bayi tersebut menggunakan tangan kanan. Setelah itu dia mulai mengalirkan elemennya, secara perlahan. Karena jika langsung itu akan mebahayakan tubuh bayi tersebut.
Ritual ini, kata Aruma hanya berlangsung selama 3 tahun sekali, sampai bayi tersebut berumur 18 tahun.
Ketika itu dia tidak perlu melakukan hal tersebut.
Lima menit telah berlalu, dan ritual tersebut telah selesai. Apa yang terjadi dengan bayi yang tadi, dia hanya tertidur pulas, dengan wajah lucunya.
Aruma terus menyelimuti, bayi itu, dengan Anduk, setelah itu dengan mengecek nadi, untuk mengetahui apa telah selesai. Setelah itu dia mulai tersenyum, sesuatu yang telah bertahun-tahun akhirnya terpecahkan.
"Akhirnya, selama 10 tahun, masalah tersebut selesai. Keosy aku mengucapkan terima kasih sepenuhnya."
Aruma dengan menundukkan wajahnya, disertai dengan ucapan terima kasih.
"Aruma, kamu tidak perlu terlalu seperti itu. Aku melakukan sesuai janji, karena telah membolehkan aku berada disini, dan memberikan kepercayaan kepada aku."
"Yah."
Mereka pun berpisah, yang mana Aruma membawa anak bayi tersebut, menjauh dari Keosy, dan dia. akan menuju ketempat ibu bayi tersebut.
****
Keosy sedang berada di sebuah restoran, setelah menyelesaikan ritual tersebut. Apa yang dia makan adalah, sebuah masakan yang menggugah selera tinggi.
Walaupun masih banyak yang tidak menyukainya, tampak dari para penduduk disini, melihatnya dengan pandangan sinis.
Tapi tidak begitu dengan, pelayan restoran tersebut, dia memberikan pelayanan terbaik.
Setelah selesai makan, Keosy berjalan di sekitar desa ini, emang tempat ini, tidak dapat dikatakan sebuah kota, lebih tepatnya adalah desa.
Setelah beberapa saat, ada sesuatu kejadian aneh, ketika Keosy melihat ke arah udara, sebuah aura yang biasanya menyelimuti pulau ini, tiba-tiba menghilang.
__ADS_1
Dan kejadian itu juga di sadari orang sekitar, mereka mulai berlarian ke arah Utara, arah itu tempat dimana makam, yang pernah di datangi Keosy.
Keosy juga mengikuti mereka, sesampainya dia di sana, sudah banyak orang-orang berkumpul, termasuk Aruma. Apa yang terjadi Aruma, terdengar suara seorang pria tua yang menanyakan hal itu, kepada Aruma.
Pria tua itu berada di sampingnya, bernama Akawa. Aruma dia tidak menjawab, dan menyuruh para penjaga untuk membuka pintu. Dan setelah itu dia melihat Keosy, Aruma terus memanggilnya.
Keosy tidak enggan untuk datang. Aruma membuat suatu kejutan yaitu, mengajak Keosy untuk masuk, sedangkan yang lain hanya tinggal.
Banyak orang tidak setuju, itu jelas karena , Keosy hanyalah orang luar yang tak pantas diperlakukan seperti itu.
Walaupun begitu, Aruma tidak peduli, karena apa yang dilakukannya ada benar. Karena penentang tidak bisa berbuat apapun, karena itu keputusan pemimpin.
Mereka berdua memasuki gerbang pemakaman, dan sesampainya di sana, mereka berjalan terus, sampai mereka menemukan sebuah, bangunan yang sangat indah, seperti kastil seorang Raja.
Aruma memberitahukan Keosy bahwa, tempat ini adalah sumber dari pelindung ilusi dari pulau ini. Yang dimana sekarang, pelindung tersebut, telah menghilang.
Aruma belum memberitahukan Keosy, alasannya membawanya kemari. Karena itu mungkin tidak begitu penting, jadi Keosy juga diam.
Mereka masuki istana tersebut, hanya pemimpin yang dapat memasuki tempat ini, bagi yang bukan itu sangat dilarang, apalagi orang luar seperti Keosy, Aruma mengetahuinya kalau dia itu melanggar peraturan.
Didalam sebuah kastil yang cantik, Keosy juga terpana melihat bangunan tersebut. Keosy bertanya-tanya, kenapa bangunan seindah ini mereka tinggalkan.
Aruma langsung masuk, diikuti dengan Keosy, sesampainya didalam mereka melihat sosok manusia, yang lagi bersemedi. Tapi sosok ini, sudahlah mati.
Aruma mendekatinya, dan memegang nadi pria itu, dan dia mengangguk.
Dan dia langsung bersujud kepada mayat tersebut, selama tiga kali, setelah itu dia berbicara.
"Taun, terimakasih karena selama ini, anda melindungi kami, dan ini mungkin adalah saatnya anda untuk beristirahat."
Aruma langsung bangkit setelah mengatakan itu, Aruma menyentuh jidat mayat yang tadi, dengan menggunakan ke dua jarinya, telunjuk dan tengah.
Setelah itu, sebuah aliran kekuatan langsung putus, dan mayat yang tadi utuh berubah menjadi abu.
Aruma berbalik kearah Keosy, yang memiliki raut wajah bertanya-tanya.
"Keosy, aku akan memberitahukan alasan mu aku bawa kemari, tapi sebelum itu, aku akan menceritakan asal usul pria yang tadi. Apakah tidak masalah?"
"Tidak masalah, lakukan lah."
__ADS_1
"Terima kasih. Pria tadi adalah Raja sebelumnya bangsa kegelapan, yang memiliki nama Tokoni Ayaka. singkatnya saja, asal dari pelindung ilusi ini, adalah dari Raja terdahulu. Dia mengorbankan dirinya melakukan hal tersebut. Tapi sudah lebih dari 10 tahun dia melakukan hal ini., sehingga hari ini, adalah batasanya dia melindungi kami. Jadi Keosy, aku ingin kamu menjadi raja kami, dan mengembalikan kejayaan kerajaan kegelapan."
"Menjadi Raja ya, seperti sangat menarik, tapi, kau tahu, aku paling malas melakukan pekerjaan yang rumit-rumit seperti itu, dan lagi aku tidak ingin jadi pusat perhatian."
"Hem, kamu tidam tampak terkejut, bahwa aku menginginkan mu jadi raja."
"Hahahah, itu tidak mengejutkan, karena pria seperti aku, emang sudah pasti sangat cocok melakukan peran itu, tapi kau tahu, menjadi pusat perhatian sangatlah tidak menyenangkan."
"Apakah kau tidak bersedia?"
"Aku bersedia. Itu sesuatu yang layak dicoba, jadi kapan kamu mau mengumumkannya."
"Sekarang juga."
"Sekarang, itu pasti akan menjadi ribut."
"Emang benar, tapi itu harus dilakukan."
"Hahaha, aku suka itu, ini akan membuat kekacauan."
****
Mereka keluar dan menjumpai para kerumunan yang memiliki wajah kebingungan, jelas saja, tindakan Aruma yang sulit dipercaya. Apa yang selanjutnya terjadi adalah sebuah protes, yang keluar dari mulut masyarakat.
Tidak kecuali Nia Kazuki, yang langsung menghampiri ayahnya. Dengan tatapan amarah, bagaikan sebuah iblis, yang kehilangan anaknya.
Dia meminta penjelasan yang sama, seperti para masyarakat. Keosy berpikir bahwa, hanya seperti ini saja membuat mereka sangatlah ribut, apa lagi jika dia ditunjuk sebagai Raja, ini mungkin akan terjadi perang.
Aruma, tidaklah menjawabnya secara langsung, dan dia hanya mengatakan bahwa, akan menjelaskan semuanya, tapi tidak disini, melainkan di lapangan pengumuman.
Setelah beberapa saat, akhirnya tibalah sebuah pengumuman yang keluar dari mulut Aruma, dia mengatakan semuanya, tanpa ada yang disembunyikan, dan yang terakhir adalah perkataan uang sangat sulit bagi mereka untuk diterima.
Aruma menunjuk Keosy sebagai Raja mereka, dan mulai detik ini, bangsa mereka akan mulai membangun sebuah kerajaan. Tapi sebelum itu, pelindung pulau ini telah hilang, jadi kemungkinan yang akan datang, pulau ini akan diketahui oleh seluruh dunia, ketika maka kita harus siap untuk berperang.
Itu alasan Aruma, dengan cepat menunjulan Raja baru. Alasan tersebut sangatlah dimengerti oleh para masyarakat. Tapi kenapa mesti orang baru, itulah membuat geram masyarakat tersebut.
Aruma juga mengatakan, tidak ada yang cocok selain Keosy, dan satu lagi, jika tidak setujui, siapapun boleh menatang dan bertarung dengannya, siapa yang menang, akan menggantikan posisi Keosy.
Dan langsung Nia Kazuki maju untuk menantang Keosy. Aruma tidak.
__ADS_1