The Shadow King

The Shadow King
Sesuatu yang hilang


__ADS_3

Suri yang telah berhasil mengendalikan kedua elemennya, tampak lah Suri yang telah diselimuti ke dua element cahaya dan kegelapan.


Ke dua warna hitam dan putih itu, berkobar-kobar bagaikan api yang membara yang mengelilinginya


Suri melihat Silvia, dan dia merasakan kekuatan yang bergejolak bagaikan ingin keluar dari tubuhnya.


Sedangkan disisi Silvia yang melihat perubahan apa yang pada Suri, adalah sesuatu yang baru baginya.


"Apa yang terjadi padamu, sungguh kekuatan yang melimpah."


Suri tidaklah dapat menjawab apa yang dikatakan oleh Silvia, karena dia juga bingung, apa yang terjadi padanya itu diluar pemahamannya, tapi yang jelas dia dapat mengendalikan dirinya sendiri.


Karena tidak ada jawaban dari Suri, Silvia merasa cukup jengkel, karena itu Silvia menyerang kearah Suri dengan laju yang sangat cepat


Ketika melihat bahwasanya Silvia akan menyerang dirinya, Suri pun langsung ikut maju, untuk menyerang.


Sebuah pukulan langsung mengarah ke tubuh Suri, tapi Suri menangkisnya dengan pedangnya, melihat pukulannya berhasil ditangkis, Silvia melakukan serangan berulang-ulang.


Suri kebingungan, kenapa dia menangkis serangan yang sangat kuat ini, tapi kebingungannya menghilangkan ketika dia mulai menyerang Silvia.


Suri membalas serangan , dengan tusukan cepat kearah jantung Silvia, tusukan itu tidak berhasil


Silvia menahan ujung pedang Suri, dengan menggenggamnya, terus tangan kanan Silvia bersiap untuk meninju wajah Suri.


Tapi, tinju itu tidak mengenai Suri, Suri dengan sigap langsung melompat ke atas, untuk menghindari pukulan itu, Silvia melihat ke atas, di sana, Suri telah bersedia untuk menebasnya.


Silvia pun menghindarinya, dengan cara melompat kebelakang, serangan Suri menancap ke tanah, dan tanah itu pun hancur, membentuk kawah 5 meter panjangnya.


"Wow, sungguh luar biasa."


Silvia berbicara, sambil tersenyum. Setelah itu, Silvia menciptakan sebuah lima bola berukuran sangat kecil, seperti ukuran bola kaki.


Terus kelima bola itu langsung mengarah ke Silvia, selanjutnya langsung membentuk sebuah jirah perang dan senjata kampak, yang dipegang di tangan kanan Silvia.


Sekarang sekarang seluruh tubuh Silvia telah ditutupi, hanya ke dua tanduknya yang tidak dan juga ke dua matanya.


"Baiklah manusia, ronde ke dua mulai."


Silvia adalah seorang Iblis Diablo, yang tipe pertarungan jarak dekat, dan termasuk memiliki daya tahan yang kuat.


Perubahan yang begitu cepat, membuat Suri tidak mempercayai, dan dia juga tahu, dimulai dari sekarang ini akan menjadi sangat sulit.


Kekuatan yang dipancarkan oleh Silvia, membuat Suri sedikit takut, walaupun dia telah mendapatkan kekuatan yang baik juga.


Dan disini, Suri juga belum sepenuhnya membaik, dari pertarungan sebelumnya. Dia pun tidak tahu sampai kapan dia dapat mempertahankan mode ini.


"Bersiaplah.. ah!" Ketika meneriaki itu, Silvia langsung maju, dengan langkah cepat, kampak yang besar itu tidak membuat Silvia lambat.


Dengan cepat Suri juga maju, dia ingin mengakhiri ini dengan cepat. Sebuah kampak menghantam pedang Suri.


Suri terpelanting cukup jauh, perbedaan kekuatan serangan sebelumnya sangatlah berbeda. Jika dia tidak sigap menangkis serangan itu, mungkin saja dia terbelah dua.


Silvia tidak memberikan waktu bernafas kepada Suri, Silvia dengan loncat tinggi, dia pun menyerang Suri yang masih berbaring.


****


Waktu di mana Keosy dan Nia berasama, mereka talah berada di depan mayat Arnos. Pukulan telak telah menghantam wajah Arnos, sampai membuat kepalanya jadi bubur.


Nia yang melihat itu, dia pun tersenyum, dan berbalik ke arah Keosy, dengan senyuman indah itu, dia mengucap terima kasih karena menolongnya.

__ADS_1


Keosy hanya tersenyum, tapi tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu yang aneh. Elemen yang dimasukkan ke dalam tubuh Suri, telah beraktifitas eneh, ini penyebabnya karena pengguna mengalami kesulitan atau kematian di dekatnya.


Keosy hanya mengatakan maaf dengan singkat, dan dia langsung pergi, tujuannya adalah tempat Suri berada.


"Bagaimana mungkin dia bisa dalam bahaya, lawannya telah kalah, atau di dalam kastil itu, dia mendapatkan musuh kuat."


Keosy mulai memikirkan kemungkinan apa yang terjadi kepada Suri. Dalam sekejap Keosy telah sampai tempat kastil itu berada.


Keosy memasukinya dengan kecepatan luar biasa itu, membuatnya telah berada tempat tujuan. Keosy terkejut, dengan membelalakkan matanya, Keosy melihat Suri telah lemas tak berdaya, dan terdapat lah sebuah luka, sangat besar di daerah perutnya.


Bukannya hanya itu, dia juga telah ditangkap dan seperti dia sedang diserap, yah Keosy melihat elemen kegelapan Suri mulai memasuki ke mulut Silvia.


Keosy tanpa banyak berpikir, dia langsung menebaskan pedangnya ke arah Silvia, dengan kekuatan sangat kuat dan membuat suara yang sangat menggelegar


Tanpa disadari oleh Silvia seranganya berhasil menghampiri tubuh bagian kiri Silvia, sehingga membuat Silvia terpelanting terbang 200 meter jauhnya, sampai membuat dia keluar dari gedung tersebut.


Keosy melihat Suri, yang bersimbah darah. Keosy mulai merawat lukanya, dan menggendongnya pundaknya.


Keosy Melihat sekelilingnya banyak puing-puing batu hancur, dan mayat yang tak dapat dikenali lagi berserakan, hanya aura kegelapan yang tersisa yang ada ditubuh mereka.


Dalam melihat itu Keosy, tahu bahwa mereka orang-orang yang dipenjara disini, ternyata sudah mati semua. Dan dapat di simpulkan yang melakukannya adalah dia. Itu yang dipikirkan Keosy.


Maksud dia adalah, Silvia yang melakukannya. Keosy telah berhasil mengobatinya. Keosy dapat mengobati pengguna elemen kegelapan.


Elemen cahaya yang di miliki Suri juga, membuat pekerjaannya jadi cepat, tapi Suri belum sadarkan diri.


****


Nia yang telah berada di dekat kastil kota, melihat ada sebuah warna hitam yang keluar dari kastil tersebut. Disini ke empat pengguna elemen kegelapan telah berhasil mengalahkan para perajurit penjara bawah tanah.


Mereka telah berkumpul dan melihat apa yang dilihat Nia, mereka menghampirinya.


"Hemm... kalian berdatangan satu persatu, membuat aku pusing."


Gumam Silvia, yang agak kesal, karena manusia-manusia mulai berdatangan.


"Kenapa kau seorang Iblis keluar dari kastil tersebut?" Winna yang telah memahami suatu pun bertanya, Winna juga tahu dari tampilan tanduk Silvia, bahwa dia Iblis, dan juga bentuk kekuatannya.


"Hahahah, aku tidak tahu dari mana kalian datang, tapi aku tidak ada waktu untuk meladeni mu, aku harus membunuh si berengsek itu."


Silvia hendak meninggalkan mereka, tapi ketika mendengar suara lelaki dia mengurungkan niatnya.


"Ternyata baju jirah mu itu sangat keras."


Kata Keosy yang telah tiba-tiba muncul, setelah dia mengobati Suri, Keosy langsung kemari.


"Kau! ******** kurang ajar, kau telah menyerang aku diam-diam, tak hanya itu, kau juga mengganggu aku menyantap makananku, yang susah payah aku dapatkan."


Meraung marah Silvia, ketika melihat Keosy orang yang mengganggunya, malah datang untuk menjumpainya.


Nia dan yang lainnya juga terkejut, melihat kedatangan tiba-tiba Keosy, mereka tidak dapat menyadarinya.


"Jadi tebakan aku tidak salah, kau lah yang telah membunuh semua kaum kegelapan yang ada dipenjara itu."


Nia dan yang lainnya, terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Keosy.


Nia mulai minta penjelasan.


"Apa maksudmu, kaum kegelapan sudah di bunuh olehnya."

__ADS_1


Nia berkata kepada Keosy, sambil menunjuk ke arah Silvia.


"Seperti yang aku katakan, kaum kegelapan telah di bunuh olehnya," kemudian berbalik kearah Silvia, "jadi apakah aku benar?"


"Hahah, tebakan mu tidak lah salah, aku lah yang telah memakan mereka semua, yah rasa mereka tidak begitu baik, mungkin karena sudah lama dipenjara. Tapi biarlah itu, hari aku cukup beruntung, karena kalian semua ada disini, aku bisa menyantap hidangan utamanya. Ayo!! kemari serang aku."


Reaksi Nia dan yang lainnya, sangat terkejut dan marah, apa lagi, Nia yang tidak bisa mengontrol amarahnya, langsung terjun menyerang dengan sebuah pukulan yang sangat kuat kearah Silvia.


Tapi ketika Nia masih berada di udara, di samping Nia muncul dengan cepat, Iblis bertanduk yang di sebut dengan Oni, akan membelah tubuh Nia.


Nia tidak akan bisa menghindarinya ketika berada di udara. Satu kelompoknya juga tidak akan bisa dengan tepat waktu untuk menggagalkan serangan Kirin si Oni tersebut.


Tapi tidak halnya dengan Keosy, ketika detik-detik mau terbelah badannya Nia. Sebuah pedang Es menangkis serangan tersebut.


Reaksi wajah angkuh Kirin luntur , ketika serangan tiba-tibanya di gagal kan oleh manusia, tanpa dia sadari.


Sebuah pukulan Nia pun dengan lancar menghampiri Silvia. Di sisi Silvia dia bersiap untuk melawan Nia, dengan Kampak besarnya itu.


Benturan kampak dan pukulan Nia berlaga. Setelah sesaat bersatu, Nia dipaksa untuk mundur, sehingga Nia harus terpelanting cukup jauh.


Tapi di sana ada Amakawa, untuk menangkap Nia, dengan elemen kegelapannya, sehingga Nia tidak tidak terdampak benturan.


Keosy yang masih berhadapan dengan Kirin. Tapi Keosy langsung mundur, karena dia merasakan akan ada serangan yang mengarah padanya.


Sebuah panah melesat dari jauh, menghantamkan tanah salju, di mana tempat Keosy berpijak sebelumnya. Sebuah serangan dahsyat itu langsung membentuk sebuah kawah yang sangat besar.


Keosy kembali ketempat semula, tempat di mana Nia dan yang lainnya berada. Begitu juga dengan Kirin yang kembali ketempat Silvia, jika tidak melakukan itu, dia juga akan terkenak serangan tersebut.


Kirin mulai marah-marah ke arah panah itu berasal.


Setelah itu, sebuah gumpalan asap hitam muncul di sekitar Silvia dan Kirin, kemudian dari dalam itu muncullah sebuah tengkorak dengan Zirah hitam, dan menunggangi sebuah Chimera.


Yang keluar itu adalah Deuran Iblis kematian. Deuran menunjukkan dirinya dan membawa sesuatu yang berada di mulut Chimera tersebut.


Apa yang di bawa Chimera, membuat, Nia dan yang lainnya terkejut bukan main. Karena benda itu adalah dua manusia yang masih bernafas dan hidup, tapi dengan keadaan mengenaskan.


"Kakak!!


"Wira, Rondus."


Teriakan mereka berempat bergema ditengah-tengah kekacauan tersebut.


"Iblis sialan!! aku tidak akan memaafkan mu, aku akan mencicangmu, membunuh mu."


Nia berteriak dengan air mata terus mengalir, begitu juga dengan cairan hidungnya. Nia pun langsung maju, kearah Chimera untuk merebut Wira dan Rondus. Tidak terkecuali yang lain, mereka juga ikut untuk membantu Nia.


Tidak peduli dengan lawannya adalah seorang iblis, karena mereka telah dibutakan dengan rasa amarah, melihat kepala temannya berada di mulut seekor binatang menjijikkan.


Sebelum mereka berhasil menggapai untuk menyelamatkan Wira dan Rondus, Chimera itu pun langsung mengunyah tubuh keduanya dan menelannya.


Nia yang telah bersiap untuk menyerang langsung terjatuh, lemas tak berdaya. Melihat Nia telah tidak dapat melanjutkan serangan itu, mereka membantu Nia untuk bangkit dan menjauh dari sini.


Nia yang membuat tatapan kosong, bagaikan rohnya telah ditarik keluar. Nia mengalami shock sangat berat, melihat tubuh kakaknya ditelan didepannya.


Disisi Keosy.


Note: Halo, mulai dari episode ini dan seterusnya, aku akan menulis dengan sudut pandang yang ke tiga, yang biasanya aku menggunakan sudut pandang pertama, sekarang aku akan menggantinya.


Bagi yang masih membaca Novel acak kadut ini, aku ucapkan Terima Kasih.

__ADS_1


Saksikan episode selanjutnya hanya di Novel Toon


__ADS_2