
"Jika di lihat dari tempat mereka muncul, yaitu adalah makam yang berumur lebih dari 1000 tahun, dan iblis juga makhluk 1000 tahun yang lalu. Ini masuk akal, jika kamu mengatakan itu iblis." Kata Suri yang sedang berdiri disampingku, sedangkan aku hanya berbaring.
"Benarkan, jadi menurut ku, tidak ada harapan kota ini akan selamat."
Iblis Orc yang aku lawan kemarin, kekuatannya tidak bisa dianggap remeh, jika ada sepuluh individu yang memiliki kekuatan yang sama, sudah di pastikan kota ini akan hancur, sebelum bantuan dari kerajaan datang.
Dan lagi, mereka belum menyadari seberapa kuat para iblis, yah... aku harap ada satu pemimpin yang menyadari mereka, walaupun ada satu individu kuat, itu juga masih sulit.
Aku baru 6 bulan, semenjak aku terbangun kembali, sudah menghadapi perang saja, sungguh merepotkan.
Lagi asyiknya termenung, tiba-tiba ada sebuah suara terompet yang sangat kuat, sampai telinga ku mau pecah.
Ketika itu, aku langsung berdiri, dan mulai mengedarkan indera ku keluar gerbang kota. Asal dari suara tersebut adalah, seperti yang aku duga, itu berasal dari para monster.
Suara itu menandakan perperangan akan di mulai, dapat dilihat dari pergerakan para monster yang sedang menuju kemari, tidak semua mereka adalah iblis, aku dapat menaydarinya karena mereka sangat berbeda dalam aura.
Ada 10 makhluk yang di katakan sebagai iblis, hanya empat dari mereka yang menyerang, enamnya hanya menunggu dengan santai.
Di antara 6 itu, aku menyadari salah satu dari mereka memiliki aura yang sangat aku kenal, yah dia adalah Orc iblis. Jadi dia tidak ikut menyerang, karena lukanya? atau memang dia memiliki tugas lain?
Sayangnya aku tidak dapat merasakan individu yang luar biasa di antara mereka, bisa dikatakan bos mereka, tidak mungkin gak ada pemimpinnya, seperti Raja Iblis.
Atau aku memang tidak bisa mendeteksinya, dikarenakan dia kemungkinan lebih kuat dari aku, atau ada semacam penghalang yang tidak bisa kutembus
"Itu adalah pertanda, mulai penyerangan."
Kata aku kepada Suri.
"Para monster?"
"Ya. inilah saatnya kita untuk bergerak."
Suri setuju dengan usulan ku, dan kami mulai bergerak ke arah istana kota yang tidak begitu jauh dari tempat kami sebelumnya.
Melalui udara, dengan cara melompati gedung-gedung kota. Aku yang lagi berlarian di atas sebuah perumahan, merasakan sesuatu yang sangat kencang yang akan turun dari atas udara.
__ADS_1
Dengan cepat, aku menarik kerah baju Suri, dan melemparkannya ke belakang. Ya dia langsung melihat ke arah ku, dengan raut wajah yang terkejut.
Tapi hilang sekejap ketika sesuatu cepat, dan besar jatuh, jika aku tidak melemparkannya, makhluk itu akan langsung mengenai Suri Cruise, dia akan penyet jika tertimpa itu.
****
Di sisi Nia dan yang lainnya, mereka mulai bergerak menuju kota tersebut, ketika suara terompet terdengar, dan para monster mulai bergerak.
Beberapa saat kemudian, ketika setelah terdengarnya suara terompet tersebut, mereka melihat sesuatu yang jatuh, sangat cepat, di dalam benteng, atau kota.
Bukan hanya satu, melainkan 5 makhluk besar tersebut.
Mereka terkejut ketika melihat itu, tapi Nia dan yang lain tetap melaju dengan cepat, hanya Winna merasa khawatir, dia pun mulai menanyakan itu kepada Wira.
"Bagaimana Wira, apa kita akan melanjutkannya?
tanya Winna.
"Tidak ada perubahan rencana, kita tetap akan melaju."
Tapi di sisi Wira, dia tidak gentar sama sekali, karena dia sudah yakin, bahwa akan ada sesuatu hal yang sulit dipercaya yang akan muncul.
Dan juga Wira adalah pemimpin kelompok, bagaimana bisa seorang pemimpin mempunyai rasa takut, melebihi anggota lainnya.
Alhasil mereka melaju tanpa memperlambat waktu mereka.
****
Seorang pria bernama Hill Shakespeare yang merupakan Jenderal besar di kerajaan Es.
yang sedang berada di gerbang utama, dia lagi sedang memantau musuh di depannya.
Musuh tersebut masih belum membuat pergerakan, masih diam pasif. Hill pun mulai turun dari pos pemantauan dan menyuruh anak buahnya untuk melaporkan jika ada suatu pergerakan.
Ketika dia sedang berjalan ke arah markas utama mereka, seketika suara terompet pun terdengar, Hill pun kaget mendengar itu, tapi kegaketannya tidak hilang sampai disitu.
__ADS_1
Jenderal Hill melihat sebuah makhluk besar jatuh, walaupun jarak masih jauh, itu sangat terlihat jelas, begitu juga suara hantaman ke tanah suaranya sangatlah keras, akibatnya tanah dan salju berhamburan, bangunan-bangunan pun hancur lebur berantakan dampak dari makhluk tersebut.
Teriakan suara seorang prajurit yang memanggil Jenderal Hill.
"Jenderal! musuh telah bergerak." teriakan prajurit itu, memang di dengar, tapi tidak di gubris Hill, karena ada yang lebih penting.
Jenderal Hill mencengkeram tombaknya dengan erat, melihat sesuatu dari kejauhan. Tidak hanya satu, tapi ada lima yang seperti itu.
Dia menarik nafasnya perlahan-lahan, dan meneriakkan sebuah nama, "Pasukan Naga biru, muncul," ketika itu muncullah 20 bayangan di sekitarnya, mereka mengenakan jubah berwarna biru dan di lengkapi sebuah tombak, yang sangat persis yang dipegang Jenderal Hill, walaupun itu tidak sama.
Pasukan ini lah, yang membantu ketika mengangkat peti senjata Jenderal Hill. Sebelum Hill pergi menghadapi makhluk yang muncul tersebut, dia menyuruh Thomas Arya untuk berjaga di gerbang utama, atau gerbang utara.
****
Kembali Ke sisi Keosy dan Suri.
"Tidak mungkin, kenapa makhluk ini, ada disini." Gumam Suri yang tidak percaya akan sesuatu yang ada di depannya.
"Di dunia ini, tidak ada, yang tidak mungkin. Sampaikan kapan kamu mau duduk seperti itu, bangkit lah, cepat." Aku menanggapi perkataan Suri.
Aku juga terkejut, karena tidak dapat menyadarinya, apa yang aku lihat adalah, makhluk yang memiliki tinggi 30 meter lebih.
Dia bukanlah monster atau iblis, mereka hanyalah seorang manusia, tetapi memiliki tinggi badan yang sangat tinggi, dan di dunia ini mereka di katakan manusia Raksasa.
Walaupun dia termasuk manusia, karena badan yang sangat tinggi, mereka di anggap sebagai monster, dalam 1000 tahun yang lalu, mereka di buru dan dibunuh.
Aku mengetahuinya di karenakan membaca buku, bukan hanya mengurung diri di kamar, tapi mengumpulkan informasi yang ada di dunia ini, melalui buku.
Seharusnya raksasa sudah tidak ada lagi atau punah di zaman ini, tapi dia muncul di depan ku, bukan hanya satu, mereka juga bermunculan satu persatu, di seluruh penjuru kota , jumlah mereka ada 5.
Yang satu ini, menghalangi jalan kami, jika tidak cepat di beresin, semuanya akan menjadi ruyam.
"Ternyata ada manusia di sini, heheheh." Kata Raksasa tersebut dengan cengengesan.
"Halo manusia, nama ku adalah Bandavir, kamu tahu hari ini aku sangat gembira, karena melihat manusia pertama kalinya dalam hidup ku. Ternyata kalian kecil dan jelek lagi."
__ADS_1