The Shadow King

The Shadow King
Kirin "10 Iblis Diablo"


__ADS_3


Kelompok Nia telah berada di dekat gerbang kota, mereka sedang menunggu waktu yang tepat untuk masuk, jika melakukan ini dengan sembrono kelompok itu pasti mendapatkan masalah yang tidak perlu.


"Iblis." Wira mengatakan itu dengan singkat ketika melihat sosok elf yang menembakkan panah kegelapan


"Apa Iblis?" Nia yang merespon bingung dengan perkataan singkat dari Wira.


"Ya, makhluk yang bukan manusia, menggunakan element kegelapan mereka di sebut iblis, dan juga itu sebabnya kita dikatakan keturunan iblis, karena elemen kegelapan yang kita gunakan."


"Iblis..it.." Nia tidak selesai menyelesaikan perkataannya, ketika, sebuah panah hitam di luncurkan kembali oleh Rakiri, dan gerbang berserta temboknya pun hancur lebur.


Wira melihat itu, bahwa ini lah waktunya untuk menyerang, maka dia memerintahkan ke limanya untuk menyerbu.


"Ayo!" teriak Wira.


Mereka berenam melihat bahwa tembok telah di jebol, hasil usulan Wira, Nia dan kawan-kawan pun mulai menyerbu ke kota tersebut.


Tanpa di sadari oleh para monster dan koloni-koloninya mereka berhasil masuk, di sini Wira lah yang memimpin jalan, karena hanya dia yang tahu tempat penjara bawah tanah itu.


Walaupun sudah 10 tahun lamanya, akhirnya dia kembali ke kota ini, ada rasa sedih ketika dia menginjak masuk.


Wira 10 tahun yang lalu, masihlah seorang bocah yang berumur 15 tahun, dia melakukan suatu kesalahan yang amat fatal, hasil kecerobohannya dia kehilangan mata kirinya.


Matanya di ambil oleh Jorgus, yang dimana julukan barunya adalah si Mata Merah, karena Jorgus memiliki mata iblis milik Wira, jadi dia di berikan julukan seperti itu oleh Kerajaan Cahaya.


Kenangan buruk itu yang membuatnya merasa sedih, tapi dia sadar, jika mengingat hal itu, akan membuat nya tidak akan pernah maju. Jadi dia pun perlahan-lahan selama 10 tahun ini, mencoba untuk tidak mengingat kejadian itu lagi.


Tapi ketika dia mencapai kota, perasaan sedih dan ketakutan pun muncul, Wira dengan tekad yang kuat, dan alasannya ke sini lebih penting dari kesedihannya semata, akhirnya rasa itu hilang perlahan.


Kaum Kegelapan berusaha untuk membebaskan kaumnya dari penjara kerajaan es, dan misi ini sudah di rencanakan lebih dari 10 tahun yang lalu.


Sebenarnya mereka ingin melakukannya lebih cepat, tapi itu tidak mungkin, di karenakan Kaum Kegelapan baru saja mengalami kekalahan total, dan akibatnya mereka melarikan diri ke sebuah pulau terpencil.


Mereka berenam telah memasuki kota dan berdiri di atas sebuah bangunan yang tinggi. Ada 5 raksasa yang sedang menggila, yang satu lagi telah membeku.


Seluruh penjuru kota telah dimasuki oleh para monster, tidak ada satu pun yang terlewatkan.

__ADS_1


"Wira, apa kita akan menolong mereka?" tanya Winna yang sedang menyaksikan pembantaian di depan matanya, sedangkan Nia memperhatikan sekelilingnya, seperti dia mencari seseorang.


"Tidak ada waktu melakukan itu, kita bukanlah pahlawan, dan aku membutuhkan kalian lengkap untuk menembus pertahanan dari pasukan khusus penjaga penjara bawah tanah." Wira menolak apa yang ditanyakan oleh Winna, karena itu bukanlah keputusan yang baik.


Winna menerima keputusan yang di kemukakan Wira, yang lain juga tidak ada yang keberatan.


"Nia apa yang kau cari?" tanya Wira yang memperhatikan Nia.


"Tidak ada." Nia menjawab singkat.


Sebenarnya Wira sudah tahu siapa yang di cari Nia, kemungkinan dia mencari seorang yang pernah melukainya, dan akan membalaskan dendam kepada orang tersebut.


Ketika para monster telah menyebar keseluruhan kota, dan para pasukan telah semangkin sibuk, sehingga ini adalah waktu yang sangat tepat untuk langsung menuju ke arah penjara bawah tanah, atau tempat Keosy dan Suri berada.


Mereka pun pergi dari atas gedung tersebut, dan mulai mencari rute yang aman, agar terhindar dari permasalahan yang tidak perlu.


Tetapi semua itu tidaklah sesuai rencana, karena dalam perjalanan mereka di jegat oleh salah satu iblis yang berbentuk tengkorak atau mayat hidup, yang biasa di sebut sebagai lich.


****


Hill hendak beranjak dari tempat dia berpijak, tapi tiba-tiba dia mendengar suara laki-laki yang memiliki intonasi berat.


mengalahkan ras raksasa, aku tidak menyangka di zaman ini masih ada." Seorang iblis berbicara kepada Hill, iblis tersebut memiliki dua tanduk yang panjang 5 cm masing-masing tanduknya, dengan rambut hitam, mata merah, dia juga memiliki paras yang sangat tampan di padukan dengan kulit putih cerah, dia juga mengenakan pakaian hitam serta bercorak merah nan indah.


"Siapa kau?" tanya Hill Shakespeare.


"Aku, hmmm, panggil aja aku Kirin, dan dirimu." Ketika mendengar nama Kirin, Hill merasakan sesuatu sensasi tersengat petir.


"Aku Hill Shakespeare, apakah kau Kirin dari 10 Iblis Diablo?"


"Wow... kau tahu aku, aku sungguh tersanjung." Berkata sambil tunduk memberikan kehormatan.


"Jadi benar, sudah ku duga, dengan tampang seperti itu dan nama itu, tidak salah lagi kau memang Iblis Kirin. Hari ini aku merasa beruntung, karena bertemu dengan mu."


"Owh benarkah, alasannya?"


"Sudah jelas, untuk membunuh mu, dendam yang telah lama di pendam oleh keluarga Shakespeare, akan aku akhiri sekarang juga."

__ADS_1


"Dendam, ahah, aku baru ingat, hahahahah, Shakespeare, itu nama yang membuat aku teringat masa lalu, owh jadi kau keturunan Shakespeare, sungguh sulit dipercaya masih ada keturunan Shakespeare yang masih hidup. Jadi aku gagal menghabisi kalian semua, sungguh memalukan."


"Kirin! bersiaplah."


"Ayo datang kepada aku, tunjukkan kemampuan Shakespeare di zaman ini."


Sebuah tombak langsung menebas Kirin, Kirin mengakisnya dengan pedang yang berbentuk samurai berwarna merah, Hill menyerang kembali dengan tombakny, Kirin berhasil mengkisnya.


"Sungguh kuat, ayunan seperti itu sungguh kuat."


Kirin menyerang Hill dengan pedangnya, suara menggelegar terdengar ketika pedangnya berbenturan dengan tombak Hill.


Akibatnya Hill pun terlempar sangat jauh, kekuatan tebasan dari Kirin sangat lah kuat. Hill langsung berdiri, dan dia menerjang langsung ke arah kirin.


Tebasan es langsung mengarah ke Kirin, Kirin lagi-lagi menangkisnya, Kirin melihat ada celah di area perutnya, Kirin langsung menendangnya.


Hill Kembali terpental, Hill tidak memiliki dampak dari serangan tersebut, kali ini Hill mengalirkan element esnya ke tombaknya, selanjutnya sebuah naga yang berbentuk es putih melilit tangan kanannya yang sedang memegang tombak.


Ini adalah jurus tombak Naga es yang sangat terkenal di kalangan keluarga Shakespeare.


"Hahahaha, sungguh nostalgia, jurus itu, pernah membuat aku kerepotan, apakah jika kamu menggunakannya akan membuat diriku kerepotan kembali, sungguh penantian yang layak di tunggu."


"Hari ini kamu akan mati." Hill langsung menerjang ke arah Kirin ketika dia selesai berbicara, dalam sekejap sebuah tebasan tombak menghujani Kirin, Naga yang melilit di tombak Hill juga ikut menyerang.


Kirin menghindari Serangan Naga dan tebasan tombak secara bersamaan, Kirin yang telah berhasil menghindar langsung mengaktifkan jurusnya, sebuah bola-bola hitam melayang di dekatnya, ada 5 bola hitam tersebut.


Bola hitam itu langsung berbentuk pedang-pedang, lima pedang terbang itu langsung mengarah ke Hill. Dengan Naga yang di dekatnya langsung menghalangi serangan pedang hitam tersebut.


****


Pertarungan Hill dan Iblis Kirin sudah berakhir, Hill mengalami kekalahan, seluruh jurus telah di keluarkanya, tapi itu belum berhasil juga membunuh Kirin, apalagi Hill belum sepenuhnya fit dari pertarungan dengan Kanada, tak itu aja, tangan kirinya juga sudah putus, jadi dia bertarung jauh dari kata kekuatan penuh.


Sedangkan Kirin, hanya mengalami luka tebasan di area dadanya, cedera yang dialaminya sangat lebar, dari bahu hingga ke pusar.


Serangan terakhir Hill membuat Kirin harus menerima luka yang cukup serius, tapi itu belum dapat memebunuh Kirin.


Hill melihat serangannya tidak memiliki dampak signifikan terhadap Kirin, Tiba-tiba Hill merasa pandangannya mulai buram, perlahan cairan hangat kental keluar dari perutnya, dia tahu bahwa kematiannya akan segera tiba.

__ADS_1


Akhirnya keluar Shakespeare tidak mampu membalaskan dendam, apalagi itu ditangannya sendiri.


Dia sungguh merasa gagal sebagai pemimpin keluarga Shakespeare, dia juga telah berjanji kepada leluhurnya dan juga orang tuanya, bahwa dia akan membalas dendam keluarganya, tetapi apa, ketika Iblis yang di carinya selama ini, telah berada di depannya, malah dia gagal. sungguh suatu kekecewaan.


__ADS_2