The Shadow King

The Shadow King
13. Hukuman


__ADS_3

Ketika aku mendengar sesuatu yang sangat menjijikkan dari mulut kotornya itu, membuat diriku ingin mencabik-cabik tubuhnya, mencongkel matanya, dan membuatnya mati perlahan.


Memang itu terdengar kejam, dan tindakan ku itu tidak ada bedanya dengan apa yang dia lakukan, tapi bagi aku, melakukan kekejaman bagi orang seperti dia itu sangat pantas.


"Tapi kamu tenang saja, aku akan membuat dirimu mengeluarkan suara yang lebih merdu dari dia, hahahahahahahah!"


Ketika dia menyelesaikan berceloteh, mata sebelah kanannya berubah, bagaikan api hitam yang menyelimuti.


Tidak hanya sampai disitu, dia pun langsung menyerang aku dengan tinju sebelah kananya, dengan di selimuti elemen kegelapan yang cukup bergelora bagaikan api.


Aku menangkisnya dengan pedang hitam, ketika dia melihat pukulannya tidak berhasil, dia langsung menyerang diriku dengan rentetan pukulan.


Dengan pukulan yang sangat kuat, membuat salju yang diatas tanah hancur lebur, dan suara yang menggelegar.


Aku melompat kebelakang, untuk jaga jarak, aku menyadari bahwa pukulannya tidaklah cepat, hanya saja kuat.


"Hei....! Apakah kau seorang pengecut? hanya bisa menghindar dan melarikan diri."


Dia terus berbicara, membuat kepalaku semangkin sakit, aku tidak menanggapinya, dan mulai menyerang.


"Shadow Step, Flash slash."


Pada waktu aku mengatakannya, aku langsung menuju dengan cepat kearahnya.

__ADS_1


Dengan lima tebasan, yang sangat cepat mengenainya, dia tidak sempat beraksi, karena sangking cepatnya, tapi serangan ku hanya menggoresnya.


Serangan aku tidak berhasil, dikarenakan aku belum mengeluarkan elemen kegelapan yang berada di pedang hitam.


Aku tidak ingin memberikan ruang untuknya memgoceh, aku langsung menyerangnya kembali dengan cepat, kali ini aku mengeluarkan elemen kegelapan ku di pedang.


Melihat elemen kegelapan, yang keluar dari pedang, membuat dia terkejut tampak dari ekspresi mukanya,


Kali ini, dia bergegas dengan cepat membuat pelindung kegelapan di sekujur tubuhnya, dia merasa percaya diri dengan mengeluarkan pelindung tersebut, tapi itu bukan penghalang buat ku.


Karena aku pengguna elemen kegelapan dengan kekuatan penuh, sedangkan dia hanya sebatas sisa.


Aku menyerangnya dengan 2 tebasan silang, pelindung tersebut terpotong, bagaikan daun, tidak sampai disitu, aku langsung mengincar


Dalam sekajap tangan kanannya putus, cairan kental warna merah muncrat, dia langsung berteriak, sambil memegang tangan kanannya.


"Arghhhhhhhhhh...!"


Aku langsung menyerang tangannya satu lagi, tangannya keduanya pun putus, ketika lengannya ke duanya hilang, dia masih bisa berdiri.


Tapi itu hanya sesaat, dengan sekejap aku bergerak, dan kakinya putus, dia jatuh berlutut hanya mengandalkan 1 kaki sebagai tumpuan, aku berpikir bahwa semangatnya luar biasa.


Aku pun mendekatinya, dan memotong kakinya satu lagi, pada akhirnya pun dia jatuh secara terlentang, aku tidak ingin dia mati dengan cepat.

__ADS_1


Jadi aku membekukan lukanya, dengan elemen es.


Ketika selesai menyelesaikan serangan ku, aku menghirup udara dan mengeluarkan perlahan, aroma amis darah langsung masuk ke liang hidung ku, bau yang amat sangat menjijikkan, itu yang aku pikirkan.


Ketika melihat nya menjerit dan menangis, yang aku rasakannya hanya kepuasan, karena melihat seorang, mendapatkan hukuman yang lebih sakit, dari apa yang kejahatan dia lakukan.


Menurut aku, hukuman seperti ini adalah sesuatu yang patut untuk dilakukan.


Melihatnya mulai hilang kesadaran, aku langsung mengalirkan elemen kegelapan aku ke otaknya, biar dia tetap terjaga.


Kalau dia sadar, dia akan tetap merasakan sakit.


"Bunuh saja aku, brengsek!"


Dia terus memohon untuk di bunuh, tapi ketika dia melihat aku mengabaikannya, dia mulai mencoba bunuh diri sendiri, dengan menggigit lidah sendiri.


Aku melihatnya, dan aku langsung menarik lidah nya hingga putus, dan membuangnya.


Dia hanya melototi diriku, sambil menahan rasa sakit.


"Tinggal 1 lagi, yang belum aku ambil dari mu."


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2