
"Ohw Misi ini, sepertinya ini cocok buat pemanasan."
Gunner berbicara sambil membaca isi tersebut.
"Hei Gunner misi apa?"
sahut Doru.
"Ini pembasmian Sarang Orc Salju."
Jawab Gunner.
Orc salju, itu kan misi Class C, ya aku juga belum pernah melihatnya, apa sama saja dengan Orc yang biasanya. Kemungkinan tidak berbeda banyak.
"Pembasmian sarang Orc, kelihatannya pas untuk pemanasan."
kata Wenny.
"Ayo Gunner, jangan buang-buang waktu disini, langsung daftarkan saja."
kata Lili, dengan ketidak sabarannya.
"Bentar dulu Lili,"dia berbalik ke arah aku, " Keosy bagaimana kalau kamu ikut dengan kami, untuk menyelesaikan misi ini."
"Wow, benarkah, baiklah aku sangat berterima kasih kalian mengundang aku, jadi dengan senang hati aku akan ikut."
"Tidak perlu seperti itu, kamu telah bergabung dengan kami, jadi sudah sepatutnya dirimu ikut."
"Benar itu, tidak perlu sungkan, ayo Gunner kita daftarkan,"
kata Wenny.
"Keosy, teman kamu, ada dimana? biar dia ikut juga."
Tanya Gunner, sambil berjalan ke resepsionis.
"Ow dia, masih ada urusan yang harus di lakukannya, jadi dia tidak akan ikut."
kata ku.
"Ow begitu, kalau begitu kita berlima saja."
Gunner dan Lili pun mulai maju ke meja resepsionis, jadi kami bertiga menunggu mereka.
"Keosy, apa benar ada pemeriksaan untuk mencari buronan, kami ada misi kemarin, jadi tidak tahu."
kata Wenny.
"Ya benar, mereka melakukannya, mereka mencari buronan pengguna Element Kegelapan."
"Element Kegelapan, aku tidak menyangka mereka masih ada."
kata Doru.
"Jadi apa sudah ketemu?"
tanya Wenny.
"Aku juga kurang tahu mengenai itu."
jawab ku.
"Sangat mengerikan ya, membayangkan keturunan iblis masih berkeliaran di Kota ini,, ihhihihii."
kata Wenny sambil melakukan gerakan ketakutan.
__ADS_1
Sungguh fitnah yang kejam, sampai-sampai menyamakan manusia bagaikan iblis. Apakah sebegitu jahatnya kah kaum kegelapan, atau yang membuat fitnah itu, ketakutan sehingga mengecap mereka. Aku kembali dari lamunan, ketika Gunner bergabung dengan kami.
"Oke semuanya, kita bisa berangkat sekarang,"
kaka Gunner.
"Emang berada di mana?"
tanya Wenny.
"Dekat Hutan Selatan."
kata Gunner.
"Uhuhuhuhuhuy, disana dekat pemandian air panas, setelah selesai kita bisa kesana,, bagaimana apakah kalian setuju?"
Wenny dengan riangnya menanyakan pada kami.
"Kamu benar kita sudah lama tidak ketempat itu."
kata Gunner.
"Jadi sudah di putuskan kita akan kesana."
kata Wenny dengan teriak.
Apa ini anak, apakah dia suka teriak-teriak seperti ini.
"Hey kecil, kamu gak perlu berteriak-teriak gitu ya,"
kata Doru sambil menjauh dari Wenny.
Mendengar kata kecil, membuat Wenny langsung mengejar Doru.
"Cih... dasar kekanak-kanakan."
Lili menggerutu dengan kesal melihat tingkah laku temannya.
"Tidak, mereka terlalu semangat saja, hahahha."
Gunner menanggapi gerutu kesal Lili.
"Kamu berbeda dengan waktu pertama kali kita bertemu, kamu seperti menikmatinya."
kata ku kepada Gunner.
"begitu kah, mungkin karena kami berempat telah berkumpul kembali."
"Kenapa kalian berpisah?"
"Ada sesuatu yang tidak bisa aku ceritakan, aku harap dirimu tidak merasa kecewa."
"Tidak-tidak, kalau memang itu tidak bisa di bagi, itu tidak mengapa, dan setiap orang pasti mempunyai rahasia yang tidak ingin yang lain tahu, jadi itu tidak mengapa buat aku."
Itu bukanlah sesuatu yang penting juga, lagi pula aku bergabung dengan mereka bukan untuk waktu lama, setelah aku menyelesaikan penjelajahan makam ini. Aku akan keluar dari squad ini dan mencari bangsa kegelapan yang lainnya.
Perjalanan selama 2 jam telah mengantarkan kami, sampai di markas para Orc. kami berdiri dan mengamati dari jarak sekitar 500 meter jauhnya dari markas Orc.
Di kelompok ini, sebagai pemantau adalah Wenny, dia memiliki penglihatan sangat tajam, aku tidak terkejut, karena sudah sepatutnya seperti itu.
"Wenny bagaimana?"
tanya Gordon, selaku pemimpin kelompok ini.
"Kira-kira jaraknya 500 meter dari kita, dan mereka dikelilingi dengan pagar setinggi 10 meter, yang terbuat dari berbagai macam kayu, karena pagar itu sangat tinggi, aku tidak dapat melihat kedalam."
__ADS_1
"Hemm, berapa Orc yang ada diluar?"
Gordon kembali menanyakan.
"Sekitar ada 20 Orc, yang berjaga di luar."
jawab Wenny dengan singkat.
"Di luar saja uda 20, apa lagi yang ada di dalam, sepertinya ini akan sulit."
"Iya kamu benar,"
kata Doru.
"Keosy apakah kamu punya saran?"
tanya Gunner kebada ku.
"Maaf mengecewakan mu, aku tidak punya ide."
Bagi aku, tinggal terobos aja dari depan, tapi tidak mungkin aku mengatakan seperti itu.
"Itu gampang, tinggal terobos aja dari depan."
kata Lili seorang wanita yang tidak banyak omong.
Ha.. kami semua bengong, mendengar apa yang di katakan Lili, tapi tidak hanya itu, Lili pun menambahkan.
"Kenapa kalian bengong seperti itu, apa kalian menganggap aku bodoh, dan aku juga belum selesai, begini ya. Aku dan Wenny akan menahan mereka dari luar, kalian bertiga masuk kedalam, pagar mereka hanya sebuah kayu, tidak mungkin bocah pedang ini gak bisa membelahnya, hemm... atau jangan-jangan kau tidak sanggup?"
Lili menjelaskan rencananya sambil menatap Doru, bocah pedang.
"Kamu pikir aku siapa, baja pun bisa aku belah dengan sekali tebas."
Doru dengan percaya diri kalau dia sanggup.
Rencana yang cukup baik, pikir aku. Bukannya aku tidak sanggup memikirkan rencana seperti itu, hanya saja karena tidak mau, pasalnya membunuh Monster seperti Orc itu, tidak perlu pakai strategi, langsung bantai aja di depan.
"Rencana yang cukup baik, tapi Wenny apakah kamu sanggup."
tanya Gunner ke Wenny.
"Hey.. ketua, emang kamu sudah kenal aku berapa lama, masak cuman seperti itu aku tidak bisa."
ujar Wenny
"Maaf, aku meragukan mu, Keosy bagaimana menurut mu?"
"Aku tidak ada keberatan dengan rencana."
"Bagus lah, sekarang kita bisa melaksanakan rencana, Wenny cari tempat yang baik untuk mengsupport kami, yang lain ikutin aku."
kata Gunner.
Kami berempat mulai berlari dengan cepat, untuk menyerang markas Orc, dalam sekian detik, kami telah sampai di depan gerbangnya.
Para Orc yang melihat manusia, Meraka pun mulai meraung, tapi langsung di panah oleh Wenny dari kejauhan. Panah api itu tepat menancap ke kepalanya, dan langsung meledak.
Lili tidak tinggal diam, dan langsung menyerang salah satu Orc, dan kami bertiga mulai maju dengan cepat menuju pintu gerbang.
Di depan ada belasan Orc yang menghadang, Tiba-tiba 3 panah terbang mengarah monster tersebut, Wenny tidak membiarkan para Orc itu, untuk menghalangi Kami.
Tapi hanya 3 panah tidak cukup, masih ada puluhan Orc yang menghalanginya kami melihat sesuatu yang tidak mungkin, jika kami bertiga untuk menembus pertahanan Orc itu.
Gunner pun menyuruh Aku dan Doru untuk maju di luan, sedangkan dia akan menahan Orc itu untuk sementara, sampai pintu dihancurkan.
__ADS_1