
Aku melihat keluar melalui jendela kamar, di luar ada berbagai macam orang yang melakukan kegiatan berbeda-beda, seperti para prajurit mereka sedang sibuk untuk persiapan mempertahankan kota ini.
Tidak hanya para prajurit, masyarakat penduduk kota ini juga, pada sibuk, mereka di sibukkan karena ingin lari dari kota, tidak semua yang akan mengungsi, ada juga yang masih bertahan dengan mengunci diri mereka di dalam rumah.
Seperti pemilik penginapan Magnum ini, mereka juga tidak ikut mengungsi. Baiklah,
aku sedikit cerita sebentar, kemarin aku merasakan sesuatu yang mulai mendekat, walaupun pernah menghilang sesaat, aku pun pikir dia telah mati, tapi sekarang dia sudah muncul kembali dan mulai terasa semangkin dekat.
Sempat sesaat dia berhenti, tapi hari ini dia mulai bergerak lagi dengan cepatnya.
"Apakah mereka bermaksud menyusup ke kota, dengan memanfaatkan situasi saat ini." Aku bergumam sendiri.
Tiba-tiba aku di datangi seorang wanita, membuat aku berhenti bergumam. wanita itu adalah Suri Cruise, dia muncul di jendela kamar, kenapa dia muncul di jendela? itu lah yang aku pikirkan ketika pertamakali melihatnya.
"Kenapa tiba-tiba muncul, apa tidak bisa dari pintu." tanya aku,
"Aku tidak punya waktu, aku memberikan informasi yang penting."
Sesuatu yang penting kah, kelihatannya ini menarik
"Jadi, ada apa dengan yang penting itu?" tanya ku.
"Aku baru dapat info, bahwa para monster telah mendekati, jaraknya 1 Km dari gerbang kota."
Aku kaget mendengarnya, bukan karena monster mendekat, tapi karena kehebatannya dalam mengumpulkan informasi, padahal informasi yang dia dapatkan, adalah sebuah data sangat rahasia.
Aku salut, ya walaupun aku sudah mengetahuinya, bahwa ada sebuah kekuatan yang sangat besar mulai mendekat, aku kira juga itu para monster.
Kekuatan besar ini, jika aku ikut andil belum tentu pihak manusia akan menang, kekuatan para monster ini bukanlah bisa di anggap remeh.
"Jadi, kamu mau kita bergerak sekarang?"
tanya aku lagi.
"Ya." katanya Suri singkat.
Tidak ada salahnya jika bergerak sekarang, kemungkinan para monster akan segera mulai menyerang kota, mungkin ini adalah waktu yang terbaik.
Walaupun aku enggan meninggalkan kamar ku, yang telah beberapa hari aku mengurung diri. Yah janji adalah janji.
__ADS_1
Aku tidak tahu kenapa, dia agak sedikit melunak tidak judes lagi, seperti pertama kali bertemu dengannya, atau seperti ini lah sifat aslinya.
****
Aku dan Suri telah berada di sebuah bangunan, yang paling tinggi di kota ini, yang bernama patung Ribkah, yang di mana nama Ribkah adalah sebuah nama pahlawan yang asal kelahiran kota ini.
Karena dia telah berjasa terhadap negara, jadi warga kota tersebut merasa bangga, dengan kebanggaan tersebut, mereka membuatkan patung yang sangat besar, dan patung ini sebagai ikon kota ini. Aku menceritakan kisah tersebut kepada Suri, yang berada di samping ku.
"Bagaimana menurut mu? dengan kisah patung ini."
"Biasa saja." Jawab singkat. Walaupun sifatnya tidak judes lagi, malah dia menjadi kembalikannya, terlalu hemat dalam berkata-kata, itulah yang aku pikirkan.
"Biasa saja? berarti kamu menganggap tindakan mereka terhadap pahlawan itu, biasa saja?, sungguh, kamu tidak tahu, bahwa itu adalah sebuah kisah yang mengharukan."
"Cih, aku heran, bagaimana pikiran mu, dapat menganggap itu mengharukan."
"Kamu saja yang tidak dapat, memaknai kisah tersebut. Kalau begitu karena kamu manganggap cerita itu, biasa saja, aku akan menceritakan kisah tidak kalah luar biasanya dari yang tadi, bagaimana, mau?"
"Tidak." jawab singkat.
Sungguh wanita yang aneh, sekejap pendiam, terus cerewet, yang mana sih sifat asli mu, ya sudah lah, tidak perlu diperpanjang, lebih baik ganti topik yang lain. Itu yang aku gumamkan dalam hati.
Mendengar pernyataan yang keluar dari mulut ku, Suri pun menanggapinya.
"Kalau mengenai itu, serikat Hunter telah mengetahuinya, dikatakan bahwa ada seorang Hunter yang tidak sengaja melihat para monster keluar, mereka keluar dari makam, yang baru saja di temukan tersebut, ya walaupun belum ada buktinya, tapi itu yang paling mendekati."
Eh... tidak kusangka kalau makam itu adalah sarang monster, apakah ini salah aku? walaupun aku yang menemukan pertama kali, tapi tidak ada bukti kalau aku yang membukanya.
Aku ingat waktu itu, ketika aku bertarung dengan Orc iblis tersebut, dia mengatakan bahwa, ia baru saja keluar dari penjara, selama 1000 tahun. Jadi penjara yang di maksud adalah makam tersebut.
Ya, ini menjadi masuk akal, waktu di antara munculnya makam tersebut, dengan para monster, tidak memiliki jarak yang begitu lama.
Pantas aja, pihak serikat Hunter membatalkan untuk menjelajahi makam tersebut, jadi ini alasannya.
"Seberapa akurat berita tersebut?"
"80% tentang berita itu kebenaran, dan lagi ada satu kejanggalan, menurut berita beredar, bahwa, selepas saksi itu memberikan informasi, dia mendadak mati, tanpa ada penyebabnya, sebab pada waktu memberikan informasi dia masih sehat tanpa luka sedikitpun."
"Begitukah, sungguh aneh ya, menurut mu bagaimana?"
__ADS_1
"Menurut ku? aku rasa entah bagaimana dia tertangkap dan dia di berikan suatu dan mereka membebaskannya, dan ketika selesai tugasnya dia mati."
"Kalau memang benar, menurut mu apa tujuan mereka? melakukan itu."
"Aku tidak punya jawaban, atas tujuan mereka, menurut mu, apa?" Suri tidak memiliki jawaban, jadi dia melemparkan pertanyaan tersebut kepada aku.
"Kalau menurut aku, karena kesombongan, dan satu lagi mungkin mereka ingin menunjukkan bahwa, mereka dapat dengan mudah menghancurkan kota ini, jika mereka serius. Itu kalau emang benar bahwa saksi tersebut, sudah di kendalikan oleh para monster."
"Aku masih tidak mengerti, dengan jawaban mu."
"Ah.. apakah aku harus menjelaskannya satu persatu?"
"Ya."
"Huh... sungguh merepotkan, baiklah arti dari kesombongan adalah, dia mencoba membuat musuhnya mengetahui letak keberadaan atau asalnya, itu menunjukkan bahwa dia sungguh menganggap remeh musuhnya. bukankah itu sombong?"
"Ya, selanjutnya."
"Kalau mengenai itu, cara paling muda untuk menghancurkan sebuah kota, ialah melalui dari dalam. Jika dia mau, dia bisa saja menyusupkan lima atau sepuluh orang lagi, kurasa itu sudah cukup untuk menjatuhkan kota ini."
"Kamu sungguh menganggap remeh kota ini, hanya dengan 10, itu terlalu sedikit."
"Hahahahah, kamu yang terlalu melebihkan kota ini."
"Hemmm.. jadi menurut mu, kota ini akan jatuh di tangan para monster?"
"Tidak akan hancur, jikalau yang menyerang hanyalah monster."
"Maksudmu, apakah yang menyerang bukanlah monster?"
" Apakah kamu tidak berpikir, monster mana yang bisa melakukan ini semua secara teratur, jelas itu bukanlah monster."
"Jadi, kalau bukan monster?"
"Itu gampang saja, mereka itu adalah Iblis."
Kenapa aku mengatakan dengan pasti mereka adalah iblis, aku pernah membaca sebuah buku, yang berjudul, iblis terakhir. Isi dari buku tersebut mengatakan tentang ciri-ciri para iblis, dan itu sangat cocok dengan Orc yang aku lawan kemarin.
Sebenarnya mereka adalah golongan monster biasa, tapi karena memiliki kecerdasan dan kekuatan yang dahsyat, jadi mereka di anggap sebagai iblis.
__ADS_1