
Dalam hiruk pikuknya jalanan, Aku hanya diam duduk sambil memandang burung yang ada di atas pohon. aku merasa, bahwa makam yang dimaksud, adalah tempat yang aku temukan sewaktu aku berada di hutan salju, walaupun aku tidak punya bukti, tapi aku cukup yakin.
Ketika lagi asyik menikmati kesendirian, akhirnya datang juga orang yang ditunggu, bapak itu membawa seorang pria dengan tubuh tegap dan berotot, fisiknya lebih besar dari aku, aku dapat melihat dia mengenakan prisai besar yang berada di punggungnya, begitu juga armor yang sangat berat, dan tidak ketinggal pedangnya.
"Terima kasih, karena masih menunggu, ini anak saya sebagai pemimpin squad yang mencari anggota." Sambil memperkenalkan anaknya, pria berotot maju kedepan dan memperkenalkan diri.
"Halo, aku Gunner Pemberton, Hunter Class C serta aku juga pemimpin Squad." memberikan sebuah tangan yang besar ke arah aku, aku menyambut tangan besar dan memperkenalkan diri.
"Keosy Hunter Class F, aku harap itu tidak ada masalah." Berbicara sambil bersalaman.
"Tidak masalah, Class hanya sebuah angka diatas kertas, aku tidak pernah mempermasalahkan sebuah Class."
"Ow, baguslah."
'Pria ini, memilik pemikiran yang terbuka,'
kata hati.
"Jadi, kamu yang ingin masuk ke squad ku?" tanya Gunner, yang sambil melirik ke arah ku, dengan ekspresi aneh.
"Ya."
"Apakah kamu yakin?" dia bertanya lagi, dengan nada yang tidak percaya.
Aku mengerutkan kening aku, mendengar pertanyaan yang aku anggap aneh.
"Seharusnya aku yang mempertanyakan seperti itu, bukan dirimu."
"Ya, kalau kamu emang yakin, baguslah ,jadi squad kami telah lengkap, tinggal mendaftar squadnya aja.. Aku lihat dirimu, tidak membawa senjata, atau kamu pertarung tangan kosong?"
"Bukan seperti itu, aku menggunakan pedang, tetapi telah hancur, maklum aja hanya pedang murah."
"Owh.. kebetulan sekali, kami ingin pergi ke pandai besi, untuk membeli beberapa perlengkapan, bagaimana kalau kamu ikut dengan kami, dan sekalian untuk mencari senjata buat mu."
"Ow.. itu ide bagus, kebetulan aku masih baru di kota ini, jadi kurang paham."
Ketika aku menyetujui idenya, Gunner berbalik ke arah Ayahnya, dan mulai pamit.
__ADS_1
****
Kami pun berjalan menyusuri jalan kota, melihat orang-orang jalan dengan riangnya membuat diriku terhibur, belakangan ini aku telah melakukan pekerjaan yang melelahkan, sesekali untuk liburan tidak masalah, aku pun berpikir seperti itu.
Sampai lah kami di sebuah alun-alun kota, di pinggir kolam pancuran, aku dapat melihat sesuatu dari kejauhan, perihal tersebut adalah 3 orang manusia Yang memandang kami, kemungkinan itu teman 1 Squad.
"Kapten, kamu terlalu lama." Seoranga wanita dengan tubuh kecil dan rambut merah pun berbicara.
"Maaf ya kalian menunggu lama ya, aku lagi nemuin anggota baru kita." Kapten yang dimaksud adalah Gunner, dia berbicara sambil memperkenalkan diri ku.
"Aku Keosy, anggota baru." Aku memperkenalkan diri kepada ke tiga orang yang ada di hadapanku.
Ketiga orang ini, terdiri dari dua wanita dan satu pria, kedua Wanita ini pengendali Element Api, dan satu pria pengendali Petir.
Mereka tidak merespon, ketika aku memperkenalkan diri, menatapku dengan diam, seperti sedang mengamati apa ini cocok atau tidak.
Aku memiringkan kepala ku sedikit, aku merasa bingung dengan reaksi mereka.
Seorang laki-laki berambut biru tua, berbalik arah ke Gunner, dan berbicara.
"Kapten, kamu tau apa yang kita jelajahi?"
Dan pria biru menambahkan.
"kalau tau, kenapa kamu merekrut orang sembarangan, kita membutuhkan anggota yang memiliki kemampuan."
Wow aku terkejut dengan perkataannya, bagaimana bisa dia menilai orang dari luar. sungguh sombong, itu lah aku pikirkan ketika dia mengatakan perkataannya.
Aku hanya melihat si Gunner menggaruk-garuk kepalanya, kebingungan dan diam tak menjawab perkataan pria tersebut. Pria tersebut menambahkan.
"Aku yakin pasti dia memiliki Class F atau E."
Dengan tebakan si biru yang benar, membuat Gunner tidak bisa berkata-kata lagi.
Ketika aku merasa, ini tidak akan berhenti selama aku disini, jadi aku pun mulai maju dan berbicara kepadanya.
"Ehem.. seperti nya aku, tidak diterima disini, kalau begitu aku pamit, dan kemudian terima kasih karena sudah menerima aku." Ketika aku mengatakan itu, aku pun berbalik dan pergi, tidak menunggu meraka menjawab. Sebulum itu aku menatap mata si Gunner, tampak raut wajahnya yang berusaha untuk memintak maaf.
__ADS_1
Aku tida tahu sebabnya si Gunner takut dengan pria biru itu, dan aku juga tidak peduli apapun alasannya.
Ketika aku menjauh dari mereka, aku mulai mencari tempat penjual senjata, dan kebetulan saja aku langsung menemukan toko tersebut.
Ting...ting... ting, aku mendengar suara palu yang dihantamkan di sebuah baja. Aku jadi yakin ini adalah tempatnya.
Membuka sebuah pintu yang terbuat daru es, ketika berada di dalam aku langsung melihat berbagai macam perlengkapan dari jenis senjata, dan armor. Aku pun berkeliling mencari senjata mana yang cocok vuat aku, tapi belum dapat menemukannya. Ketika aku masih mencari yang tidak kunjung menemukannya, seorang pak tua menghampiri aku.
"Hohohohi, ada pelanggan yang datang, jadi pelanggan , ada kebutuhan apa?"
"Ow, gini pak, aku membutuhkan satu pedang, tapi sudah mencari - cari tapi belum menemukan yang cocok buat aku, apakah bapak mempunyai pedang yang lebih baik dari yang ada disini?"
Mendengar perkataan aku, membuat pak tua tersebut terkejut,
"Aku tidak tau pedang seperti apa yang kamu maksud, sampai pedang disini tidak ada yang membuat mu tertarik, tapi aku punya koleksi pedang yang sangat istimewa, tunggu disini akan aku ambilkan."
Akhirnya pak tua itu datang, dan membawakan sebuah pedang berwarna biru, aku melihat itu langsung tahu bahwa pedang ini, memiliki kualitas yang baik.
Pak tua menyerahkan kepada ku, aku langsung mengambilnya, melihat dari dekat, sarung pedang tersebut ada ukiran yang sangat mendetail dan ketika aku memegangnya, aku merasakan perasaan dingin yang sangat menyenangkan.
Ketika aku membuka sarung pedang tersebut, bilahnya mengkilat warna biru memantulkan wajah ku sendiri.
"Pak tua, ini pedang bagus, berapa harganya?"
"Oh itu hanya 199 emas saja."
"Oh murah pak." Aku langsung memberikan uang tersebut kepadanya, dan berjalan keluar dari toko tersebut.
Aku tidak tahu kenapa pedang ini sangat murah, dengan 100 Emas emang murah, aku merasa ini hari keberuntungan ku. Pedang yang aku beli, aku cantol kan di pinggang sebelah kanan.
****
Satu jam perjalanan, aku yelah sampai di Serikat Hunter, kerumunan orang pun aku temuin di dalam kerumunan tersebut, aku melihat ada sebuah brosur undangan menjelajah makam.
Di dalam brosur tersebut, dikatakan persyaratan untuk mengikuti nya harus berupa Squad, tidak boleh solo terdiri 5 orang minimal, dan juga pendaftaran akan berakhir 10 hari kedepan dari sekarang.
Kenapa mereka membuat persyaratan yang begitu rumit, dan sangat menyebalkan, pikir aku, tapi untung la masih lama habis pendaftaran tersebut.
__ADS_1
Setelah lihat-lihat, karena sudah malam aku pun balik ke penginapan Magnum.