The Shadow King

The Shadow King
Harapan yang tidak sesuai.


__ADS_3

"Sialan, panah ini tidak ada hentinya."


Suri yang belum berhasil mengetahui tempat si penembak jitu, dia sangat kesal.


Hanya ada satu cara, yang bisa mengetahui musuh tersebut. Suri mulai mengaktifkan elemen kegelapanya, ketika itu, matanya mulai beraksi seperti menggeliat ke sana ke mari.


Dari sebelahnya kanan tubuhnya, muncullah elemen kegelapan yang membentuk seperti gumpalan-gumpalan asap hitam.


Karena dia tidak dapat menggunakan dua elemen secara bersamaan, jadi yang satunya lagi di non aktifkan.


Kenapa dia tidak melakukan diawal, karena Suri belum yakin dengan penguasaan kekuatan barunya itu, dia takut, kalau itu akan lepas kendali. Tapi pada saat ini, dia tidak punya pilihan.


Apa yang dilakukan Suri persis seperti yang dilakukan oleh Keosy, yaitu mengedarkan elemen kegelapannya ke segala penjuru, gunanya untuk mendeteksi atau mencari.


Dia pernah dia ajari oleh Keosy, jadi mengerti bagaimana melakukannya, masalahnya adalah masalah jarak, semangkin jauh jaraknya semangkin susah.


Suri mulai melarikan diri, dengan sambil mendeteksi keberadaan pemanah tersebut, Tapi ketika dia berhasil menemukannya, tiba-tiba pemanah itu malah bergerak untuk berpindah tempat.


Tapi usahanya tidak lah sia-sia, karena pemanah tersebut telah berhasil ditandainya, jadi kemana pun dia pergi, Suri akan mengetahuinya.


Sekujur tubuh Suri telah berlumuran darah dan luka, tapi perlahan luka-lukanya mulai membaik.


Elemen cahaya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan elemen lainnya, yaitu penggunanya dapat menyembuhkan luka terhadap dirinya sendiri.


Dan ini bekerja secara otomatis, tanpa melakukan sesuatu yang gerakan sedikit pun, tapi jika ingin penyembuhan dengan cepat, maka dia harus beristirahat sejenak.


Walaupun begitu, elemen cahaya dengan penyembuhan instannya, tidak akan berlaku jika, lawannya pengguna elemen kegelapan.


"Sekarang setelah aku mengetahui keberadaannya ini akan menjadi lebih muda."


Suri, mulai menghilangkan elemen kegelapannya, walaupun sudah tidak menggunakan elemen kegelapan, dia tetap dapat merasakan keberadaan musuhnya yang telah ditandai.


Ini persis dengan apa yang dilakukan oleh Keosy, yang telah menandai Nia Kazuki, pada waktu dia menolongnya.


Suri, mengeluarkan elemen cahayanya sehingga membuat dirinya tertutupi oleh cahaya yang sangat terang.

__ADS_1


Skill yang memanipulasi elemen cahaya agar meningkatkan pertahanan, kekuatan, dan kecepatan, seluruh aspek itu meningkat 3 kali lipa dari ke adaan normal.


Dalam sekejap, Suri telah menghilang dari tempat semula, tiba-tiba Suri langsung berada di depan si pemanah tersebut.


Suri Langsung menebas ke arahnya, musuhnya pun dengan reflek yang baik, berhasil menghindari dengan cepat.


Sambil menghindari Suri, Riri, nama si pemanah tersebut. Riri melancarkan dua panah ke arah Suri.


Tapi ditangkis dengan pedang oleh Suri. Selanjutnya Suri menghilang, dan dalam sekejap dia sudah berada di belakang Riri.


Riri yang tak memiliki kemampuan bertarung jarak dekat pun, harus menerima nasibnya ditebas dari belakang, sehingga kepalanya putus dan berguling-guling di atas salju.


Suri berusaha untuk membuat nafas menjadi setabil, kekuatan yang dikeluarkannya membutuhkan sejumlah elemen yang sangat banyak, dan ini hanya bertahan 5 menit saja.


Untungnya lawannya bukan tipe jarak dekat, jadi sekali didekatin, kemenangan Suri akan terlihat.


Ketika itu selesai dia terduduk dan melihat mayat yang tidak punya kepala, sambil bergumam.


"Aku tidak punya waktu untuk bermain-main, aku harus cepat menemuinya, walaupun tidak kepastian bahwa dia ada di tempat tersebut."


****


Aku Keosy, yang sedang melihat pertarungan Suri dan seorang pemanah, pertarungan telah selesai, dan aku sedikit terkejut, karena dia menggunakan elemen kegelapan dengan cukup baik.


Walaupun tampaknya dia belum bisa menggunakan secara bersamaan, tapi itu sudah mendapatkan kemajuan yang sangat banyak.


Suri karena telah berhasil mengalahkannya, dan tanpa cedera yang terlalu banyak, jadi aku mungkin tidak perlu membantunya.


Selanjutnya aku akan melihat pertarungannya.


****


Aku telah berdiri di atas sebuah gedung, melihat Nia yang telah babak belur di hantam Arnos.


Walaupun begitu, Aku melihat Bahwa, Nia belumlah menyerah, dia pun membalas serangan Arnos.

__ADS_1


Aku tidak menyangka perempuan yang bernama Nia itu, dapat memunculkan bayangan tangan yang berbentuk tinju, walaupun hanya ada lima.


Ini jurus yang sama aku gunakan, apakah di dunia ini dapat melakukan apa yang aku lakukan, sungguh tidak mengenakkan.


Yah walaupun pun daya kekuatannya tidak sekuat miliku, tapi melihat skillku yang digunakan orang lain, itu agak sedikit mengecewakan yah.


Biarpun begitu tidak ada serangan yang berhasil mengenai Arnos. Ternyata si Arnos memiliki kemampuan yang cukup baik. Dia memanfaatkan elemen esnya, untuk membuat dia bisa bertelepor dengan jarak pendek.


Senjata yang dipegangnya adalah medianya untuk melakukan skillnya, sungguh menarik.


Apa aku harus menolongnya, yah itu memang harus, aku ingin melihat bagaimana reaksi jika ia ditolong oleh seseorang yang tidak dia sukai.


Aku membuat sebuah bola-bola es dengan ukuran yang kecil-kecil, dan jumlah nya seribu. Ah.. ini tidak baik jika aku menyerangnya dengan jarak jauh, kesan pahlawannya tidak akan dapat.


Dan waktunya juga belum tepat, pada saat dia mau terkena serangan fatal, disitu aku baru masuk menolongnya, yah ini akan menarik.


ini lama banget, tapi ketika aku mulai kesal menunggu, sebuah momen yang ditunggu-tunggu pun datang.


Aku langsung terjun dari atas gedung, dengan cepat, tanpa banyak cincong, aku langsung menangkis serangan Arnos dengan sebuah tangan yang telah dilapisi oleh elemen es yang cukup tebal. Akibatnya serangan Arnos yang ditujukan kepada Nia telah dibendung.


Inilah momen yang sangat menarik, aku mengintip ke arah belakang untuk melihat ekspresi yang akan ditunjukkan olehnya, tapi apa yang aku lihat bukanlah expresi kagum atau terkejut melainkan tidak ada sama sekali ekspresi.


Karena Nia kazuki telah tidak berada di belakangku, tapi ada di sisi kananku, yang melancarkan sebuah tinju, sangat kuat ke arah wajah Arnos.


Aku melongo melihat sesuatu yang seharusnya tidak mungkin seperti ini.


Tidak.... tidak.... Seharusnya bukan seperti yang aku harapakan, apa yang aku inginkan dia harus terpesona dan kagum, ketika pada saat aku muncul, tapi ini malah dia tidak peduli.


Hah... kenapa belakangan ini selalu tidak sesuai dengan harapan aku, yah sudahlah tidak ada gunanya memikirkan itu, tapi yang penting pukulannya sangat telak mengenai Arnos.


Aku yakin dengan pukulan seperti itu, dia pasti sekarat. Sesaat kemudian aku pun mulai merasakan pasukan para monster sudah mulai mendekat ke tempat kami.


Aku melihat Nia yang telah maju ke arah diriku, dan dia hanya mengucapkan terima kasih, setelah itu, dia pun langsung berbalik pergi ke arah dimana Arnos terpental.


Tidak ada reaksi apapun dan hanya mengucapkan terima kasih, sungguh keterlaluan, aku pun mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2