The Worst One

The Worst One
Chapter 10


__ADS_3

" hah~ "


Naruto menghela nafas sambil menatap kearah sebuah cincin ruang yang ada diatas meja, ia mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, ia bingung harus diapakan uang yang ada didalam cincin ruang didepannya, Ophis menatap Masternya dari [World Library] dengan pandangan kosong, masternya sudah seperti itu selama satu jam, menatap cincin diatas meja, menghela nafas, dan mengaruk belakang kepala selama sejam.


' Master?, apa ada yang salah, kenapa kau terlihat sangat gelisah..., '


Tanya Ophis lewat Mind Link, Naruto menghela nafas panjang dan mengambil cincin ruang dan memasukannya kedalam [Dimension-Space : Gate], ini sudah waktu makan siang dan kelas kosong karena semua murid pergi untuk mengisi perut mereka...,


Naruto menyenderkan punggungnya kekursi dan menatap keatap kelas dengan pandangan kosong, " tidak ada, Ophis, aku hanya terkena Shock ringan, aku tidak menyangka hasil penjualan Katana yang ku buat membuatku mendapatkan 3k coin emas, ini sulit dipercaya " ucap Naruto dengan senyuman pahit diwajahnya, Ophis memiringkan kepalanya bingung.


' aku rasa itu hal yang wajar Master, mengingat jika benda buatan seorang [Mageister Crafting] merupakan benda yang sangat diburu dikerajaan bahkan benua ini, dan melihat bentuk Katana yang Master buat, mendapatkan 3k coin emas aku rasa itu harga yang rendah. '


Ucap Ophis, membuat Naruto memasang wajah Depresi, " re-rendah?, 3k kau bilang rendah?, " ucap Naruto tergagap, Ophis mengangguk pelan.


' tentu, seharusnya master mendapatkan 7-9k coin emas. '


Ucap Ophis, Naruto terdiam sebelum ia tertawa hambar, " hahaha..., aku rasa aku harus bersyukur hanya mendapatkan 3k coin emas, jika mendapatkan lebih dari itu aku merasa..., ugh, tidak nyaman. " ucap Naruto depresi, Ophis tertawa kecil.


Naruto menghela nafas dan bangkit dari bangkunya lalu berjalan menuju keluar kelas, ia ingat jika hari ini ia memiliki janji dengan seseorang, Naruto melangkah pelan menuju bagian belakang Academy, setelah beberapa saat akhirnya Naruto sampai dibelakang Academy.


Naruto mengalihkan pandangan kesekitae sebelum iris matanya terkunci pada dua perempuan yang berdiri dibawah sebuah pohon, salah satu perempuan disana melambaikan tangannya kearah Naruto, Naruto terdiam sejenak sebelum ia melangkah mendekati kedua perempuan itu.


" jadi?, apa yang ingin kalian sampaikan padaku, Senju-san, Otsutsuki. "


Ucap Naruto datar, Senju Kyubi dan Otsutsuki Kaguya menatap satu sama lain sebelum keduanya mengangguk pelan, Kyubi menjentikan jarinya seketika sebuah lingkaran Magic dari lingkaran itu perlahan keluar sebuah keranjang piknik.


' [Dimension Space : Gate], rupanya perempuan itu menguasai Magic ruang juga, ya meskipun baru tingkat awal..., '


Naruto menatap hal itu dengan datar, yang dikatakan oleh Ophis memang benar, Kyubi menguasai Magic ruang, namun berada ditingkat awal karena masih menggunakan lingkaran Magic berbeda dengan dirinya yang sudah mencapai tingkat dimana dirinya tidak membutuhkan lingkaran magic, dan bisa langsung membuka dimensi ruang dan mengambil benda yang ia inginkan, Kyubi meletakan keranjang piknik itu dan membukanya, dan terlihat beberapa potong roti sandwich yang terlihat mengiurkan,


" sebelum kami menyampaikan maksud kami memanggilmu kesini, bagaimana jika kita makan siang terlebih dahulu?, kau belum makan siang kan?, Namikaze-kun. "


Ucap Kyubi mengambil satu roti sandwich dan memberikannya pada Naruto yang nenatap diam Roti sandwich sebelum Naruto menghela nafas dan ikut duduk disana, ia mengambil roti itu, menatap sejenak roti ditangannya sebelum ia menatap kearah Kyubi yang terlihat sedikit..., gugup?.


Naruto mengangkat bahu tak peduli dan mengigit roti itu dan mengunyah dengan perlahan, ia mencoba meresapi rasa yang ada diroti Sandwich dimulutnya, Naruto menelannya dan menatap kearah Kyubi yang memasang wajah harap-harap cemas.


" apa ini..., buatanmu, Senju-san. "


" ha-ha'i, ak-aku yang membuatnya..., ap-apa itu tidak enak?. "


Tanya Kyubi was-was, Naruto terdiam sebelum ia memakan roti itu dengan tenang dan dalam beberapa gigit roti itu telah habis, Naruto menatap kearah Kyubi sebelum ia melirik kearah tangan Kyubi dimana ia melihat beberapa plester penutup luka membalut jari-jari Kyubi, Naruto menatap kembali Kyuvi.


" aku rasa .., rasanya lumayan, Senju-san. "


" be-benarkah?. "


" ya, tentu saja, rasanya enak..., "


Ucap Naruto, mendengar hal itu langsung membuat wajah was-was Kyubi berubah menjadi terang benderang.


" hehehe, terimakasih..., ini bagianmu, Kagu-chan. "


Ucap Kyubi menyerahkan roti sandwich kepada Kaguya yang sedaritadi hanya memperhatikan interaksi antara Naruto dan Kyubi, Kaguya tersadar dari lamunannya dan mengambil roti Sandwich lalu memakannya dengan tenang...,


Setelah beberapa saat menyelesaikan makan siang, Naruto menatap kearah Kaguya dan Kyubi yang juga menatap kearahnya, " jadi?, ada apa kalian memanggilku kesini?. " tanya Naruto, Kaguya terdiam sebelum ia merogoh sakunya dan melemparkan sesuatu kearah Naruto yang berhasil ditangkap berkat refleksnya.


Naruto membuka telapak tangannya dan melihat satu buah cincin berwarna putih silver, Naruto menatap hal itu sejenak sebelum ia menatap kembali Kaguya yang terlihat memasang wajah gugup lengkap dengan rona merah tipis diwajahnya, Naruto menatap dengan pandangan bingung.


" itu, adalah hasil penjualan harta jarahan yang kita temukan dikota Lotus, aku menyimpan hasil penjualan disana..., dan juga ini..., aku berikan padamu. "


Ucap Kaguya merogoh kantungnya dan mengeluarkan sesuatu lalu menyerahkannya pada Naruto yang menerimanya dengan pandandan bingung, Naruto menatap ketangannya dimana disana terdapat sebuah medali berwarna perak dengan ukiran lambang Clan Otsutsuki, Naruto menatap kearah Kaguya dengan pandangan bingung.


" medali apa ini?. "


Tanya Naruto, Kaguya terlihat semakin gugup dan terlihat gelisah, iris mutiaranya terarah kesamping berusaha menghindari tatapan Naruto, " it-itu adalah medali kebangsawan Otsutsuki, medali itu adalah bukti jika orang yang memilikinya mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Anggota utama keluarga Otsutsuki, da-dan, de-dengan medali itu ka-kau bisa mendapatkan keuntungan jika kau membeli apapun disektor perdagangan Otsutsuki..., " ucap Kaguya tergagap, Naruto menaikan satu alisnya melihat Kaguya yang memerah, apa nih perempuan sakit?..., Naruto mengangkat bahu tidak peduli dan menyimpan medali itu beserta cincin silver miliknya.


Pandangan Naruto kini teralih pada Kyubi yang sedaritadi melihat dirinya dengan pandangan sulit diartikan, Kyubi meremas roknya sebelum ia menatap Naruto dengan pandangan serius.


" Na-Namikaze-kun, te-terima lah ini..., "


Ucap Kyubi sambil menyerahkan sebuah medali emas dengan ukiran clan Senju disana..., Naruto menatap hal itu sejenak sebwlum ia mengalihkan pandangannya kearah Kyubi yang terlihat gugup..., kali ini apa lagi?.


" it-itu adalah medali bangsawan senju, ji-jika kau ingin membeli ta-tanaman herbal si-silahkan da-datang kesektor tanaman herbal clan Se-Senju, da-dan sama seperti Medali yang diberikan Kagu-chan, Me-Medali itu memiliki banyak keuntungan disektor tanaman he-herbal clan Senju..., "


Ucap Kyubi tergagap, Naruto menatap Kyubi sebelum ia mengalihkan pandangannya pada Medali ditangannya dan helaan Nafas lelah keluar dari Naruto.


" jadi?, kalian mengundangku kesini hanya ingin memberikan medali ini padaku?. "


Tanya Naruto sebelum mengalihkan pandangannya menatap Kyubi dan Kaguya yang mengangguk pelan, Naruto menghela nafas sebelum ia bangkit dan menepuk-nepuk celananya yang berdebu.


" baiklah, karena urusan kita telah selesai maka aku akan pergi..., sampai jumpa..., "


Ucap Naruto berbalik dan meninggalkan dua Heiress selanjutnya dari dua Clan ternama itu, baru saja Naruto mengambil langkah keempat tiba-tiba Kyubi berteriak.


" Tu-Tunggu!. "


Naruto menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang, Kyubi bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekati Naruto dengan Kaguya mengikuti dibelakang.


" ada apa lagi?, bukankah urusan kita telah selesai?. "


Ucap Naruto datar, Kyubi dan Kaguya melirik satu sama lain entah kenapa mereka terlihat seperti gelisah dan tak nyaman.


" ja-jadi apa kami sudah dimaafkan?. "


Tanya Kyubi, Naruto menaikan satu alisnya sebelum ia membalikan tubuhnya dan menatap keduanya dengan pandangan datar.


" dimaafkan?, untuk apa?. "


" y-ya, untuk kesalahan kami membiarkan Kaa-chanku melukai perasaanmu dengan kata-katanya yang menyakitkan"


Ucap Kyubi, Naruto terdiam sebelum ia mulai mengerti arah pembicaraan ini, Naruto menghela nafas dan menatap datar Kyubi dan Kaguya didepannya.


" jika kalian ingin meminta maaf atas apa yang terjadi diruangan kepala sekolah waktu itu, aku rasa kalian tidak perlu meminta maaf, karena tidak ada alasan untukku memaafkan kalian berdua. "


Ucap Naruto datar membiat Kaguya dan Kyubi tersentak, " ke-kenapa?, kenapa kau tidak bisa memaafkan kami?. " tanya Kaguya, Naruto menatap datar Kaguya sebelum ia berbalik.


" untuk ukuran manusia normal, memaafkan kalian atas semua kesalahan kalian merupakan hal yang sulit. "


" la-lalu?. "


Tanya Kyubi, Naruto terdiam sejenak sebelum ia menoleh kebelakang dengan wajah dingin, " apa menurut kalian aku bukan manusia normal?. " ucap Naruto membuat kedua Heiress clan ternama itu terpaku, Naruto menatap hal itu sejenak sebelum ia melanjutkan langkahnya meninggalkan Kaguya dan Kyubi yang menundukan sedikit kepala mereka.


" kembalilah lagi padaku setelah kalian belajar bagaimana cara meminta maaf dengan benar, dan mungkin aku akan memikirkan kembali untuk memaafkan kalian berdua. "


Ucap Naruto tanpa menoleh membuat Kyubi dan Kaguya menatap cepat Naruto yang semakin menjauh, sebuah senyuman terpatri diwajah kedua perempuan cantik itu.


- Naruto Side -


Naruto berjalan dengan datar disepanjang lorong, ia terlihat tengah bergelut dengan pikirannya, pikiran tengah berkecambuk dengan apa yang baru saja terjadi, Duo Great Onee-sama meminta maaf pada dirinya?, yeah..., meskipun secara tak langsung tapi tetap saja tujuannya meminta maaf padanya, tapi tetap saja ini masih mengejutkannya, ayolah yang kita bicarakan disini adalah The Four Great Onee-sama?..., harga diri mereka tinggi, bahkan dulu untuk melirik dirinya saja mereka tak sudi dan sekarang dua dari empat Great Onee-sama meminta maaf padanya?...,


Naruto menghela nafas, meskipun cara yang mereka berdua gunakan salah, namun niat mereka sudah baik, meminta maaf padanya atas apa yang telah mereka lakukan padanya, meskipun sulit untuk memaafkan mereka, mungkin ia akan mencoba untuk memaafkan kedua The Great Onee-sama.


Naruto menghela nafas dan menatap datar kedepan, lupakan kedua The Great Onee-sama itu, yang terpenting sekarang ia harus menemukan cara untuk melatih dan mengasah kemampuan berpedangnya lagi lalu naik ketingkat perak secepatnya..., hah~, seandainya ia menemukan patner yang tepat untuk berlatih bersama maka ia bisa berkembang lebih cepat, Lee?, pemuda berapi-api itu tidak bisa, karena ia pasti tengah berlatih keras untuk mengejarnya, Arthur?, maa, mungkin bisa tapi jika ia melakukannya maka akan banyak orang yang memperhatikannya dan ia benci itu.


Naruto menghela nafas sejenak dan menatap kedepan, ia bisa memikirkan hal itu nanti, Naruto yang tengah berjalan santai menyipitkan matanya ketika ia melihat seorang perempuan bersurai ungu terjatuh dan membuat tumpukan kertas yang ua bawa berserakan dilantai ketika seorang murid menabraknya dengan sengaja karena ia melihat sebuah seringai kecil diwajah murid itu, Naruto tahu siapa perempuan itu, perempuan itu adalah perempuan yang sama yang ia temui didepan gerbang Academy pagi ini.


Naruto berdecih dan segera berjalan mendekati perempuan bersurai ungu itu, Naruto merendahkan tubuhnya dan membereskan beberapa kertas, setelah beberapa saat akhirnya keduanya selesai membereskan kertas yang berserakan.


Naruto bangkit dan menyerahkan kertas itu pada perempuan didepannya, perempuan itu menerima kertas itu dan menatap kearah Naruto " Arigatou, karena telah menolongku..., A-Ano?. " melihat perempuan itu kesulitan Naruto tersenyum tipis.


" Naruto, Namikaze Naruto. "


" terimakasih, Namikaze-san, dan perkenalkan namaku Miya, Miya Asama..., "


" salam kenal, Asama-san. "


" salam kenal juga, Namikaze-san, dan ah?, apa kau mau bergabung ke club kami?. "


Tanya Miya seraya memberikan selembar kertas pada Naruto, Naruto tersenyum tipis, dan mengambil selembar kertas, " boleh kah aku melihat dulu aktivitas club kalian?. " tanya Naruto, Miya terdiam sebelum ia mengangguk.


" tentu silahkan ikuti aku, "


Ucap Miya, Naruto tersenyum sebelum ia mengikuti Miya dari belakang, setelah beberapa menit berjalan akhirnya keduanya sampai didepan pintu, Miya membuka pintu itu dan mempersilahkan Naruto untuk masuk, Naruto mengangguk dan masuk kedalam


Didalam, Naruto melihat sebuah ruangan yang menurutnya lumayan besar sedikit lebih kecil dari kamarnya, dengan sebuah meja bundar dan beberapa bantal duduk disana, Naruto menyipitkan matanya melihat hal itu, bukankah tempat ini terkesan seperti gaya jepang?.


" silahkan duduk, Namikaze-san, aku akan menyiapkan minuman sebentar. "


Ucap Miya yang langsung menuju kedapur, Naruto menatap kepergian Miya sebelum ia mengalihkan pandangannya dan menatap kesekeliling..., untuk kebersihan mungkin ruangan ini mendapatkan nilai sempurna, hanya saja funiture tempat ini sangat, ehm..., bagaimana mengatakannya ya?, etto..., sedikit?.


Tak lama Miya kembali dengan sebuah nampan berisikan teko teh antik dan beberapa cangkir, Miya meletakan Nampan dan menuangkan teh panas keatas cangkir lalu memberikannya pada Naruto yang menerimanya dengan senang hati, Naruto meniup uap teh yang mengepul sebelum menyeruputnya..., Naruto terdiam dan menatap kearah cangkirnya dengan dahi berkerut sebelum menyeruputnya kembali, dan wajahnya berubah menjadi rileks.


" ah~, sudah lama aku tidak merasakan teh senikmat ini..., Asama-san, Teh buatanmu enak sekali, "


Puji Naruto, Miya memasang senyuman tipis, " terimakasih, teh itu adalah cita rasa keluarga Asama, senang mendengar kau menyukainya, Namikaze-san. " ucap Miya.


Naruto tersenyum dan menyeruput teh sekali lagi sebelum meletakannya diatas meja, Naruto menatap kesekeliling sebelum ia menatap kearah Miya. " Asama-san, apa club ini hanya berisikan kau saja?. " tanya Naruto, Miya tersenyum tipis.


" tidak, selain aku ada satu orang lagi yang menjadi anggota club ini, mungkin sebentar lagi ia datang..., "


Ucap Miya, dan benar saja setelah mengatakan itu tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pemuda bersurai hitam dengan iris sewarna dengan matanya menatap datar kedepan, Naruto menatap pemuda yang berjalan dengan santai dan duduk disebelah Miya, menuangkan teh diatas cangkir dan minumannya lalu mendesah nikmat.


" seperti biasa Miya, teh buatanmu memang yang terbaik. "


Gumam pelan Pemuda itu, Miya terdiam sebelum ia tersenyum tipis, " terimakasih pujiannya, Tobio. " ucap Miya, Tobio meletakan cangkirnya dan menatap kedepan dimana ia melihat Naruto yang tengah menatapnya dengan wajah bersahabat, pemuda yang dipanggil Tobio oleh Miya menoleh kearah Miya yang tersenyum penuh arti kearahnya.

__ADS_1


" Miya..., siapa pemuda ini?. "


Tanya Tobio, Miya tertawa tipis sebelum ia memperkenalkan Naruto dengan nada bangga, " dia adalah, Namikaze Naruto, Anggota baru club penelitian alam. " ucap Miya membuat Tobio membulatkan sedikit matanya.


" ka-kau, berhasil mendapatkan anggota baru?, "


Tanya Tobio dengan nada tidak percaya, Tobio langsung mengalihkan pandangannya dan menatap Naruto dengan cepat.


" kau!, katakan padaku, apa yang telah dilakukan oleh kubis ungu ini hingga kau mau masuk kedalam Club gak jelas ini?, kau diancam olehnya, pasti diancamkan!?. "


Tanya Tobio heboh, tubuh Tobio menegang ketika ia merasakan aura tidak bersahabat memenuhi ruangan itu, dengan gerakan patah-patah Tobio menoleh kearah Miya yang tengah mengeluarkan aura menyeramkan plus dengan topeng Hannya dibelakang Miya, iris Violet miliknya yang tersembunyi dibalik pony menatap dingin Tobio, Naruto yang juga melihat hal itu langsung berkeringat dingin, entah kenapa ia bisa merasa teror yang nyata ketika ia melihat Miya yang sekarang.


" Hooh..., begitukah selama ini pandangamu pada wakil ketua yang berusaha mati-matian menghidupkan Club ini lagi?, Tobi-kun, sepertinya kau merindukan pukulan dariku ya?..., "


Ucap Miya dengan nada berbahaya, Tobio berkeringat dingin, ia melirik kekanan dan kekiri berusaha mencari cara untuk selamat dari Maut!, sebelum pandangannya terkunci pada Naruto yang juga menatap takut Miya.


" H-Hoo..., ka-kau ingin bergabungkan?, perkenalkan namaku Tobio Ikuse, aku adalah ketua dari club penelitian alam, sa-salam kenal. "


Ucap Tobio, Naruto menatap kearah Tobio yang memperkenalkan dirinya dengan wajah yang terlihat membutuhkan pertolongan, Naruto mengangguk.


* Na-Namikaze Naruto, Salam kenal I-Ikuse-san. "


Miya yang melihat Tobio sedang masuk kedalam Mode Ketua meredakan aura kematiannya dan mendengus sebal. Tobio dan Naruto menghela nafas lega karena berhasil selamat dari pertumpahan darah yang mungkin saja akan terjadi.


Tobio menatap kearah Naruto, " Naruto?, boleh aku panggil begitu?, " tanya Tobio, Naruto mengangguk, membuat Tobio mengulas senyuman tipis.


" baik, Naruto. jika kau ingin bergabung dengan Club ini maka ada syarat yang harus kau penuhi, maaf saja untuk bisa masuk kedalam Club ini syarat-nya sangat berat, karena Club ini terkadang mendapatkan sesuatu keadaan yang tak terduga, "


Ucap Tobio dengan nada misterius, Naruto terdiam sebelum ia menatap Tobio dengan pandangan tertarik. " syarat apa itu?. " tanya Naruto, Tobio menyeringai kecil.


" aku dengar kau pernah sparring imbang melawan Arthur Pendragon saat praktik, jadi bagaimana jika syaratnya adalah kau harus bisa mengalahkan aku atau Miya dalam sebuah duel, kami berdua sama sepertimu, kami juga berada didivisi Knight, jadi sebagai sesama Knight, aku penasaran sehebat apa orang yang bisa seimbang melawan Arthur Pendragon., "


Ucap Tobio misterius, Naruto terdiam sejenak entah kenapa ia merasakan aura kuat dari tubuh Tobio, meski itu hanya sekejap dan samar, hal itu didukung oleh ucapan Ophis yang memperingatkan Naruto agar waspada pada pemuda didepannya, Naruto menyeringai kecil.


" menarik, kapan kita mulai berduel?. "


" hooh, kau tidak menghindar ya?, kau menarik. Duel akan diadakan malam ini training field milik Divisi Knight, datanglah kesana kami akan menunggumu tepat jam 12 malam nanti. "


Ucap Tobio, Naruto mempelebar seringainya.


" baiklah, aku terima tantanganmu. "


Setelah ajakan duel itu diterima dengan tangan terbuka oleh Naruto, Naruto bangkit dan meminta ijin pamit dari sana, beberapa saat setelah kepergian Naruto, Miya menatap kearah Tobio.


" Tobi, apa kau yakin memberikan syarat seberat itu, mengalahkan salah satu diantara kita berdua itu sedikit..., "


Ucap Miya dengan Nada ragu, namun Tobio hanya menyeringai kecil dan menatap kearah Miya. " oh~, jadi [Hannya of the North], ini memiliki belas kasih juga?, aku baru tahu. " ucap Tobio dengan seringai lebar diwajahnya, Miya terdiam sebelum ia membenarkan letak pony nya dan terlihatlah iris Violet indah yang menatap datar kearah Tobio.


" [Slashdog]..., jangan mengatakan perkataan bodoh..., atau kau ingin ku cincang?. "


Tanya Miya dengan sebuah pedang yang entah sejak kapan ada ditangannya, Tobio menyeringai, Keduanya menatap tajam satu sama lain dengan aura tidak mengenakan menyeruak dari tubuh mereka dan langsung memenuhi ruangan disana..., saat keduanya akan bergerak sebuah Magic [Call] muncul ditelinga mereka.


" baiklah, kami mengerti..., "


Setelah mengatakan itu [Call] menghilang, Tobio menatap kearah Miya yang juga menatap kearahnya, Tobio menghela nafas dan melunakan postur tubuhnya, " kita sudahi dulu sampai disini, Hannya, kita dapat pekerjaan. " ucap Tobio, Miya menyarungkan kembali pedangnya dan mengangguk.


" aku tahu, kita pergi, Slashdog. "


- Naruto side -


' Master..., '


" aku tahu, Ophis. Pemuda bernama Tobio Ikuse tadi bukan orang sembarangan, Postur tubuhnya dan aura yang ia pancarkan merupakan postur tubuh dan aura dari orang yang sudah lama mengasah dirinya dengan intens..., "


Ucap Naruto pelan, Ophis terdiam sebelum ia menatap kedepan lewat [Library World], ' apa yang akan Master lakukan selanjutnya?. ' tanya Ophis, Naruto terdiam dan menatap datar kedepan.


" maa, tidak ada hal khusus yang akan aku lakukan, aku akan datang dan berduel dengannya hanya itu. "


' simpel sekali.., '


" hehehe, itulah aku, Ophis. "


Naruto dan Ophis berbincang sejenak sebelum keduanya berhenti ketika mereka berdua merasakan aura yang tidak mengenakan, Naruto menoleh kebelakang namun tidak ada siapapun disana, hanya ada lorong sejauh mata memandang, Naruto menatap hal itu sejenak, ia yakin jika ia tadi merasakan sebuah aura tepat dibelakangnya namun, kenapa tidak ada siapapun?.


" Ophis, kau merasakannya juga kan, aura yang tadi?. "


' aku juga merasakannya master, aura yang gelap dan..., kelam. "


Ucap Ophis, Naruto terdiam sebelum ia melanjutkan langkahnya berusaha mengabaikan firasat yang ia rasakan tadi, tepat setelah kepergian Naruto sebuah tawa mengerikan bergema dilorong, suara yang tidak bisa kenali suara pria atau wanita itu bergema disana dan sedetik kemudian terdengar suara sesuatu yang perlahan retak dan patah...,


- Time Skip -


Wussh~


" akhirnya kau datang juga, Tobio. "


Ucap Naruto datar, sementara Tobio terlihat berjalan keluar dari kegelapan malam dengan Miya disampingnya, keduanya menggunakan pakaian training Divisi Knight sama seperti dirinya...,


" maa, bukankah kita akan berduel tepat tengah malam?, kenapa kau datang jam 11 lebih 45 menit?, apa kau bersemangat sekali berduel dengan salah satu diantara kami?. "


Ucap Tobio dengan wajah datar, Naruto terdiam sebelum ia mengambil pedang kayu miliknya dan mengambil posisi bertarung...,


" aku rasa kau tahu jawabannya, Tobio. "


Ucap Naruto datar dibalas tatapan datar dari Tobio, " Miya, kau mundurlah, aku yang akan melawannya. " ucap Datar Tobio, Miya terdiam sebelum ia memgangguk dan mundur kebelakang, Tobio berjalan mendekati Naruto dan berdiri tepat dijarak 50 meter dari Naruto...,


" melawanku dengan pedang kayu?, kau membuat kesalahan besar, Naruto. "


Ucap Tobio datar Naruto yang melihat sifat Tobio yang berubah langsung memasang sikap waspada..., perlahan Tobio mengeluarkan aura berwarna hitam yang menyelimuti tubuhnya sebelum aura hitam yang menyelimutinya bergerak ketangannya lalu memadat dan mengambil bentuk sebuah pedang...,


Naruto menatap Tobio dengan datar, sebulir keringat mengalir dipelipis Naruto, ketika merasakan tekanan [Mana] kelam yang menyelimuti tubuh Tobio..., Ophis menatap Tobio dengan ekspresi serius dari [Library World].


" Aura pemuda itu, sepertinya aku pernah merasakan tapi dimana?. "


Gumam Ophis sambil terus menatap Tobio, Naruto menguatkan genggamannya pada pedang kayu miliknya ketika Tobio berjalan pelan kearahnya, langkah pelan itu berubah jadi langkah cepat sebelum akhirnya berubah jadi lesatan cepat, Naruto yang melihat kecepatan Tobio juga dengan kecepatan yang sama, keduanya memangkas jarak mereka sebelum keduanya melakukan tebasan satu sama lain.


Tak!


Suara benturan bergema disana, Naruto dan Tobio menatap tajam satu sama lain sebelum keduanya mendorong satu sama lain dan melakukan tebasan cepat...,


Tak!


Tak!


Tak!


Miya menatap pertarungan antara Tobio melawan Naruto dengan pandangan datar, tatapan Miya terfokuskan pada Naruto yang terlihat menahan setiap serangan Tobio dengan mudahnya, meskipun ia yakin Tobio belum serius benar, tapi bisa menahan tebasan [Black Sword] ciri khas Tobio, hal itu sedikit aneh, karena [Black Sword] milik Tobio bisa dengan mudah memotong besi namun ini...,


Pandangan Miya menyipit ketika ia melihat pedar biru tipis yang menyelimuti pedang kayu Naruto, jadi begitu, Naruto menyelimuti pedang kayunya dengan [Mana] sebagai pelapisnya, hal itu memungkinkan ketahanan pedang kayu itu meningkat, dan juga [Black Sword] Tobio tidak akan bisa memotong pedang Kayu Naruto karena keduanya sama-sama berunsur [Mana]...,


Tak!


Tak!


Tak!


Tobio dan Naruto menatap tajam satu sama lain sebelum Naruto mendorong Tobio dan dengan cepat melakukan tebasan namun hal itu diantisipasi oleh Tobio yang langsung menahan tebasan Naruto dengan [Black Sword] miliknya, hingga kedua pedang itu bergesekan satu sama lain.


Naruto dan Tobio langsung melompat menjauh menjaga jarak mereka, nafas keduanya sedikit terengah namun dapat dilihat sebuah senyuman kecil diwajah keduanya.


" kau hebat, seperti yang diharapkan dari orang yang bisa seimbang bertarung dengan Arthur. "


" jangan terlalu memuji, Arthur saat itu belum serius dan kau juga belum serius, apa kau meremehkanku, Tobio. "


Ucap Naruto datar, Tobio terdiam sebelum ia menatap Naruto dan menaruh pedang Mana miliknya didepan dadanya..., iris senada dengan warna rambutnya menatap Naruto dengan pandangan tajam.


" baiklah, kita naikan levelnya. "


Ucap Tobio disambut seringai kecil dari Naruto.


" itulah yang aku tunggu..., "


Setelah mengatakan itu keduanya menatap tajam satu sama lain sebelum akhirnya keduanya melesat dengan kecepatan tinggi dan...,


Tak!


- Change Scene -


" menjauh dariku!? "


Seorang pemuda terlihat dengan berlari cepat dilorong Academy dimalam gelap gulita, pemuda itu terlihat ketakutan entah pada apa, ia terus mempercepat larinya ketika ia mendengar suara tak mengenakan dibelakangnya...,


" Shimatta!, jalan buntu!. "


Pemuda itu menjerit ketika ia terjepit oleh jalan buntu, suara yang tidak mengenakan kembali terdengar membuat pemuda itu tersentak, dengan ketakutan yang menyelimuti hatinya pemuda itu membalikan tubuhnya sebelum iris matanya mengecil melihat seseorang mengenakan jubah hitam dengan iris merah menusuk berada tak jauh darinya...,


Pemuda itu mengambil langkah mundur ketika Sosok berjubah hitam itu menjulurkan tangannya kedepan, " jangan!, menjauh dariku!, " ucap pemuda sambil menutup matanya ketakutan...,


Setelah beberapa saat tidak merasakan apapun pemuda itu memberanikan diri untuk membuka matanya, dan ia menghela nafas lega ketika tidak melihat sosok berjubah hitam iru lagi...,


" fuush..., aku pikir akan "


" mati..., "


Pemuda itu menegang ketika sebuah suara terdengar dari sampingnya dengan gerakan patah-patah pemuda itu melirik kesamping dan seketika iris matanya mengecil melihat sosok berjubah itu berdiri dibelakangnya dengan seringai menakutkan diwajahnya...,

__ADS_1


Grep!


" Gyraaaa!?..., "


- Naruto Side -


" Gyraaaa!?..., "


Tak!


Naruto dan Tobio yang tengah bertarung sengit terhenti ketika mereka mendengar sebuah suara jeritan, Naruto dan Tobio menatap satu sama lain sebelum keduanya mengangguk dan melunakan postur tubuh mereka...,


" Tobio, apa kau mendengarnya?. Suara jeritan tadi?. "


Tanya Naruto sambil menatap kearah bangunan Academy, Tobio terdiam sebelum ia mengangguk pelan.


" ya, aku juga mendengarnya..., asalnya dari..., "


" Bangunan Divisi Wizard "


" Waaaakh!? / Gyraaa!?..., "


Naruto dan Tobio berteriak terkejut ketika Miya tiba-tiba muncul dan mengejutkan mereka, Miya yang melihat keduanya terkejut memiringkan kepalanya bingung...,


" kalian kenapa terkejut seperti itu?. "


Tanya Miya bingung, Naruto dan Tobio mengeleng pelan seraya menenangkan detak jantung mereka yang berdegub dengan cepat.


" ti-tidak ada..., "


Ucap keduanya kompak, Miya yang melihat hal itu hanya bisa memiringkan kepalanya dengan tanda tanya mengambang diatas kepalanya..., setelah tenang Naruto dan Tobio menatap kearah bangunan utama Academy yang terlihat err..., sedikit seram?.


" Gyraaaaa!?..., "


Naruto, Miya dan Tobio tersentak ketika mendengar kembali suara jeritan dari dalam bangunan Academy, ketiganya melirik satu sama lain sebelum mereka memgangguk dan berlari kedalam Academy..., setelah beberapa saat berlari akhirnya Naruto, Miya dan Tobio sampai ditempat dimana mereka mendengar suara jeritan..., dan seketika ketiga orang itu memasang wajah Shock ketika melihat apa yang ada didepan mereka...,


Dihadapan mereka bertiga terlihat seorang yang mereka yakin seorang pemuda dimana setengah tubuhnya 'tertanam' didalam tembok dari kaki sampai pinggang, ketiga orang itu menatap pucat pasi kearah wajah pemuda itu, dimana rongga dimana seharusnya terdapat sepasang mata kini telah menghilang, darah tak henti-hentinya menetes dari rongga mata itu...,


' Master..., bukankah orang ini, orang yang waktu itu membullymu dan menyerangmu dengan [Fireball]..., '


Ucap Ophis, Naruto terdiam sebelum ia menatap kearah pemuda mengenaskan dihadapannya, benar..., pemuda itu adalah pemuda yang sama yang membully-nya dan hampir membunuhnya dengan [Fireball]...,


Tuk!


Naruto, Tobio dan Miya menatap kebawah dan mereka bertiga melihat sesuatu mengelinding kearah mereka, tunggu, bukankah itu..., Bola mata!?...,


Trak!


Trak!


Trak!


Naruto, Tobio, dan Miya terdiam mendengar sebuah suara seperti sesuatu yang keras dibenturkan ketembok bergema disana, semakin lama suara itu semakin dekat, aura diruangan itu mendadak dingin dan semakin dingin...,


Drrrt...,


Drrrt...,


Suara sesuatu berderit membuat suasana yang mencengkam menjadi semakin mencengkam.


" la..., ri..., lari..., "


Ketiga orang itu menatap kearah pemuda yang baru saja mengeluarkan suara rintihan, dia masuh hidup!?..., dan lari!?, lari dari apa?..., batin ketiganya...,


" la..., ri..., larilah, se..., sebelum kalian..., ma..., ti..., "


Tepat setelah mengatakan itu tiba-tiba sesuatu seperti portal berwarna ungu gelap pekat muncul disamping pemuda itu, perlahan dari portal itu keluar sesosok bertudung dengan iris merah menusuk menatap Naruto, Tobio dan Miya dengan pandangan tajam..., aura yang menyeramkan menyeruak gila dari tubuh sosok itu..., hasrat membunuh, dendam, dan kebencian berbaur diaura yang dipancarkan sosok itu.


' Master!, Lari!..., makhluk itu berbahaya!. "


Ucap Ophis membuat Naruto tersadar dari keterkejutannya dan dengan cepat ia berbalik...,


" Lari!?. "


Teriak Naruto membuat Miya dan Tobio tersadar dari keterkejutan mereka, dan sontak saja ketiga orang itu segera melarikan diri dengan cepat, Tobio melirik kebelakang dan seketika matanya membulat sedikit ketika tepat dibelakangnya sosok itu terbang cepat kearah mereka...,


" Naruto!, Makhluk apa itu!..., "


" Manaku tahu!, percepat larimu bodoh!, makhluk itu berbahaya!?..., "


" kalian masih bisa berdebat disaat seperti ini!?. "


" Berhenti berbicara!?, lari secepat mungkin!?, dia semakin dekat!?. "


Tobio dan Miya terdiam mendengar perkataan Naruto sebelum keduanya melirik kebelakang dan benar saja sosok itu sudah semakin dekat dengan mereka...,


" Ma..., ti..., "


" Hiii!? "


Naruto mengertakan giginya dengan cepat ia berbalik dan mengalirkan mana miliknya kepedang kayu yang ia bawa dan dengan cepat melakukan tebasan yang melepaskan sebuah pedar energi tipis kearah Makhluk itu namun pedar energi itu hanya melewati tubuh seolah-olah tubuh itu tidak memiliki kepadatan...,


Naruto membulatkan matanya melihat hal iru sebelum ia berbalik dan berlari mengejar Tobio dan Miya yang sudah berlari meninggalkannya...,


" Naruto! / Namikaze!, "


Naruto menatap kedepan dimana ia melihat Tobio dan Miya sudah berada diluar gedung utama Academy, Naruto tanpa banyak waktu lagi mempercepat laju larinya..., Tobio menyipitkan matanya.


" dia tidak akan sempat.., Miya. "


" aku tahu..., "


Miya membuka kuda-kuda, ia memposisikan tangannya kepedang yang ada dipinggangnya dan dalam kecepatan tinggi Miya melakukan tebasan cepat yang melepaskan sebuah Shock Wave yang melesat kearah Makhluk itu, melihat bahaya Makhluk itu menghindar kesamping ..,


Melihat makhluk itu memperlambat kecepatannya tidak disia-siakan oleh Naruto yang dengan cepat mengaktifkan [Accel] hingga membuat dirinya melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan Makhluk itu...,


Melihat mangsanya kabur, Makhluk itu mengeluarkan suara teriakan yang menakutkan dan entah bagaimana caranya, beberapa sulur hitam muncul dari balik jubah makhluk itu dan melesat cepat kearah Naruto...,


" Namikaze!, dibelakangmu!. "


Naruto mengertakan giginya, ia tidak akan sempat, Tobio yang melihat hal itu berniat membantu Naruto namun ditahan dengan cepat oleh Miya...,


" jangan, jika apa yang kita pikirkan benar maka, masuk kembali kedalam hanya akan membuat kita terbunuh..., "


Ucap Miya serius, Tobio mengepalkan tangannya, benar apa yang dikatakan Miya, jika apa yang dipikirkan oleh mereka berdua benar maka Makhluk itu bukanlah sesuatu yang mudah ditangani oleh mereka berdua, Miya yang melihat emosi Tobio memasang ekspresi sedih yang memiliki banyak arti...,


Sementara Naruto ia tengah memikirkan cara bagaimana ia bisa lolos dari kejaran makhluk yang dikatakan Ophis berbahaya itu, sampai Ophis memberikan saran...,


' Master!, Gunakan [Boost]!..., '


Naruto terdiam sejenak sebelum ia mengangguk, Naruto memompa [Mana] miliknya dan bergumam pelan...,


[Boost]


Wussh!


Setelah mengatakan itu Naruto melesat dengan kecepatan gila meninggalkan Makhluk itu jauh dibelakangnya dan beberapa saat kemudian Naruto berhasil keluar dari gedung utama Academy...,


" apa yang kalian lakukan!?, kenapa kalian berdua diam disana!, lari!?. "


" tenanglah, Naruto..., kita aman disini, makhluk itu tidak akan bisa menyentuh kita sekarang "


Ucap Tobio pelan, Naruto membalikan tubuhnya dengan cepat dan benar apa yang dikatakan Tobio Makhluk yang mengejar mereka barusan kini tengah berdiri tepat dipintu masuk gedung utama Academy, Makhluk itu menatap kearah mereka dengan pandangan menusuk, sebelum Makhluk itu perlahan masuk kedalam Academy dan menghilang dalam kegelapan malam.


Naruto menghela nafas lega dan menjatuhkan pantatnya ketanah..., ia pikir ia akan mati ditangan makhluk itu tadi, " sebenarnya makhluk apa itu?, " ucap Naruto pelan, Tobio dan Miya berbalik lalu menatap Naruto yang duduk ditanah dengan pandangan serius.


" kita bicarakan itu dilain waktu, sekarang kita harus memberitahu pada kepala sekolah bahwa makhluk itu kembali, dan telah memakan satu korban lagi. "


Ucap Tobio serius membuat Naruto terdiam sebelum ia menghela nafas dan mengangguk pelan, " tentu, aku juga penasaran tentang asal usul makhluk tadi, dan juga tentang kenapa Ophis mengatakan jika makhluk itu berbahaya " ucap Naruto...,


- Time Skip -


Keesokan harinya Hirozimon Academy dihebohkan dengan kematian seorang siswa dari Divisi Wizard yang tewas secara mengenaskan, desas-desus pun beredar cepat tentang siapa yang membunuh siswa, dan yang paling banyak diceritakan adalah Urban Legend yang dimiliki Hirozimon Academy...,


" apa yang kalian katakan itu benar. "


Diruang kepala sekolah, Tsunade bertanya dengan wajah meneteskan keringat dingin, Tobio menatap datar Tsunade dan mengangguk.


" aku bersumpah demi dewi Lalatina, aku berkata yang sejujurnya, jika anda tidak percaya anda bisa bertanya pada kedua temanku ini. "


Ucap Tobio, Tsunade mengalihkan pandangannya dan menatap Naruto dan Miya yang menatap datar Tsunade..., cukup lama Tsunade menatap keduanya sebelum ia menghela nafas dan menyenderkan punggungnya kebantalan kursi, ia memijat keningnya yang berdenyut.


" sial, Legenda itu bangkit kembali, "


Gumam Tsunade, Naruto yang melihat Tsunade depresi melangkah maju...,


" Tsunade-sensei, jika anda tidak keberatan, bisakah anda menjelaskan Makhluk apa yang membunuh murid Divisi Wizard?." tanya Naruto datar, Tsunade menatap kearah Naruto dan terdiam sejenak, sebelum ia menghela nafas dan menatap serius Naruto dan yang lain.


" baik, karena kalian juga telah menyaksikan sendiri wujud makhluk itu maka aku akan menjelaskan rahasia tabu dari Academy ini, jadi dengarkan baik-baik., "


Ucap Tsunade serius, dibalas Anggukan dari ketiga orang didepannya..., Tsunade menarik nafas sejenak dan menatap datar kedepan...,


" ini adalah cerita kelam tentang Hirozimon Academy 10 tahun yang lalu, cerita tentang seorang knight yang mempelajari [Curse Magic] dan dijuluki sebagai...,


..., [Shadow The Reaper] "

__ADS_1


__ADS_2