The Worst One

The Worst One
Chapter 4


__ADS_3

Hirozimon, Academy Elit yang menjadi tempat terciptanya banyak sekali Wizard dan Knight ternama, sekolah dengan tingkat ujian masuk tinggi ini hanya menerima mereka yang terbaik dari yang terbaik, yang berbakat dari yang berbakat, tercerdas dari yang tercerdas..., dengan sistem ketat dalam keamanan dan pendidikan Academy ini merupakan yang terbaik...,


Academy ini dipimpin oleh seorang Wizard terkenal bernama Senju Tsunade, usianya sekarang tak lagi muda namun saat masih muda dulu, Tsunade merupakan salah satu Wizard yang ditakuti oleh lawan karena selain dia berada ditingkat [ Black-Gold ], ia juga mendapatkan julukan sebagai [Immortal Wizard], bukan tanpa alasan ia mendapatkan julukan itu..., salah satu kemampuan Senju Tsunade [Souzou Saisei] sebuah magic yang membuat Tsunade dapat!, menyembuhkan luka separah apapun yang ia terima, selama ia masih bisa mengaktifkan [Souzou Saisei]...,


Tidak hanya kepala sekolahnya saja namun Wakil kepala sekolahnya juga merupakan seorang Knight yang tak kalah terkenal dari Tsunade..., Jiraiya..., sama halnya dengan Tsunade, ia juga berada ditingkat [ Black-Gold ], dan juga Jiraiya merupakan satu-satunya Knight yang sanggup melawan melawan Wizard dengan tingkat sama secara seimbang..., pengalaman, serta kekuatannya tidak perlu dipertanyakan lagi...,


Selain Jiraiya dan Tsunade, disekolah ini ada satu ilmuwan yang terkenal, ia merupakan seorang Wizard yang terkenal sama seperti Tsunade dan Jiraiya, ia adalah Orochimaru..., ia merupakan seorang Ilmuan yang dihormati karena menemukan cara untuk memulihkan luka dengan cepat dengan menggunakan Potion hasil ciptaannya...,


Tsunade, Jiraiya, dan Orochimaru, mereka merupakan legenda hebat serta mereka juga merepukan murid langsung dari Wizard Ternama, Lord Hiruzen. atau dikenal juga sebagai [The Professor]..., manusia yang melegenda karena berhasil mencapai tingkat [White-Gold], tingkat tinggi yang hanya beberapa orang saja yang bisa mencapai tingkat itu..., dan mereka mendapatkan Title sebagai Lord...,


Dan Naruto bersekolah ditempat legenda itu berada, dihadapan Naruto saat ini terdapat tiga orang legenda diatas..., iris Shappire Naruto menatap kearah Senju Tsunade, Jiraiya, dan Orochimaru yang menatapnya dengan pandangan datar...,


" Namikaze Naruto, kau tahu kenapa kau dipanggil kesini?. "


Tanya Tsunade, Naruto terdiam sebelum ia mengangguk pelan. Tsunade mengangguk pelan melihat respon Naruto.


" bagus, bisa kau jelaskan kronologi ceritanya..., "


Tanya Tsunade, Naruto menghela nafas dan akhirnya ia menjelaskan kronologinya dari awal sampai Akhir dan ditanggapi anggukan oleh Tsunade...,


" begitulah kejadiannya..., Tsunade-sama. "


Ucap Naruto mengakhiri penjelasannya, Tsunade mengangguk pelan, ia menoleh kearah lembaran kertas disana dan menantap Naruto kembali...,


" jadi begitu, kau mengakui jika kau menghajar ketujuh murid dari Divisi Wizard?. "


Tanya Tsunade, Naruto terdiam sebelum ia mengangguk...,


" aku tidak bisa untuk bilang tidak, Tsunade-sama..., secara garis besar memang aku menghajar mereka dan itulah yang terjadi..., "


Ucap Naruto dengan datar, Tsunade terdiam sebelum ia melirik kearah Jiraiya..., dan dibalas anggukan dari Jiraiya... Tsunade kembali menatap Naruto.


" baiklah, karena kau mengakui kesalahanmu, maka aku akan menentukan hukumanmu, namun sebelum itu apa kau punya hal yang ingin kau katakan?, Namikaze Naruto. "


Tanya Tsunade dengan mata memandang datar Naruto, Naruto terdiam sebelum ia menghela nafas dan menatap kedepan dengan pandangan datar...,


" sejujurnya ada..., "


Ucap Naruto, Tsunade menaikan satu alisnya.


" dan apa itu?. "


Tanya Tsunade, Naruto terdiam selama beberapa saat sebelum ia menatap kearah Tsunade dengan pandangan datar...,


" aku ingin bertanya pada kalian, kalian ini sebenarnya buta, tuli atau bagaimana?..., "


" Hah!?..., apa maksudmu, Bocah. "


Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Tsunade yang tadi berteriak kearahnya...,


" buta dan tuli?, aku bingung dengan kalian, kenapa kalian menyalahkan aku atas hal ini?, sementara akulah pihak yang dirugikan disini?..., coba kalian pikirkan dan renungkan ini, wahai Kepala sekolah beserta para wakilnya..., aku, Namikaze Naruto..., merupakan murid dengan kapasitas [Mana] terburuk dalam sejarah Hirozimon, kapasitas [Mana]ku hanya 5 dan sebulan yang lalu hanya naik 4 angka, apa kalian lupa itu?..., "


Ucap Naruto membuat ketiga orang penting disekolah itu terdiam, karena apa yang dikatakan Naruto memang benar, dia merupakan murid terburuk dalam sejarah Hirozimon sejak sekolah ini berdiri..., Naruto menatap datar ketiga...,


" dan kalian juga tahu, bahwa untuk masuk kedalam Divisi Wizard minimal seorang siswa harus memiliki kapasitas Mana minimal Perunggu bintang 3..., bayangkan ini, kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan dokter..., bayangkan jika kalian memiliki kapasitas Mana hanya 9 dan kalian dikepung oleh 7 murid tingkat katakanlah perunggu bintang 3 yang siap menghajarmu saat itu juga?, katakan padaku, berapa kemungkinan kalian selamat atau separah apa luka yang akan kalian derita jika hal itu terjadi?. "


Tanya Naruto membuat semuanya terdiam, Naruto menatap satu persatu wajah disana, Naruto menghela nafas...,


" aku tahu, kalian pasti berpikir jika itu terjadi maka bisa saja mati atau koma selama beberapa bulan bahkan tahun akibat luka yang parah, dan kalian tahu?, itulah yang akan terjadi padaku, jika!..., jika saat itu aku tidak melawan mereka dengan segenap kemampuanku!...,"


Ucap Naruto dengan suara yang sedikit ditinggikan, membuat semua yang ada disana sedikit tersentak...,


" aku tidak mengerti ini..., aku tidak mengerti..., hanya karena kalian punya kekuatan, kalian bisa memperlakukan yang lemah seenak kalian?..., kekuatan ada bukan untuk memperbudak yang lemah, kekuatan ada untuk melindungi yang lemah..., tidak hanya memperbudak, kalian bahkan bisa dengan mudah menjatuhkan harga diri mereka..., hanya karena kalian kuat..., hanya karena itu kalian merasa semua harus tunduk pada kalian..., "


Ucap Naruto, yang semakin lama semakin mengecil, ia menundukan wajahnya, sementara ketiga orang didepan Naruto hanya bisa terdiam mencerna setiap perkataan Naruto..., Jiraiya perlahan menatap kearah Naruto.


" aku tahu, apa yang ingin kau katakan Nak..., kami juga paham dengan perkataanmu, namun kau tetap salah disini, kau menghajar murid berbakat dan itu merupakan tidak bisa dibiarkan begitu saja..., "


Ucap Jiraiya, Naruto mengeraskan wajahnya, jadi begitu, ia salah tentang semua didunia ini, yang kuat akan mendapatkan perlindungan sementara yang lemah akan menjadi pijakan!?...,


" Bakat!, jadi hanya karena itu aku dihukum?..., menghajar tujuh orang berbakat, membuatku bersalah meskipun aku sebenarnya pihak yang dirugikan!?..., baiklah, jika kalian ingin seseorang yang berbakat maka aku akan memberikannya pada kalian!..., aku Namikaze Naruto, akan menjadi Knight berbakat yang kalian katakan!..., "


Ucap Naruto dengan nada yang cukup tinggi, Jiraiya bersedekap dan menatap Naruto dengan tatapan datar.


" bagaimana kau akan melakukan?, Bocah. "


Tanya Jiraiya, Naruto menundukan kepalanya, tangan Naruto terkepal dengan erat..., sebelum ia mengangkat wajahnya dan menatap Jiraiya dengan pandangan tajam...,


" beri aku waktu, dan aku akan memperlihatkan pada kalian, bahwa didunia ini tidak ada yang namanya bakat!, bakat hanyalah omong kosong!, didunia ini yang ada hanyalah kerja keras!, "


Ucap Naruto dengan nada serius, Jiraiya menyungging senyuman kecil sebelum ia menatap Naruto dengan tatapan tertarik...,


" Baiklah, kami akan memberikan kau waktu, Bocah..., kau akan kami beri waktu sampai pengecekan [Mana] diakhir semester nanti, dengan kata lain kau memiliki waktu tiga bulan untuk berlatih sampai kau bisa mencapat tingkat perak..., jika kau berhasil maka kami bertiga akan mencabut hukumanmu, tidak hanya itu, bahkan kami bertiga akan memberikanmu Hadiah..., "


Ucal Jiraiya dengan seringai diwajahnya, Naruto menyipitkan matanya melihat sesuatu yang mencurigakan pada Jiraiya...,


" dan jika aku gagal?..., "


" jika kau gagal, maka kau akan menjalankan hukuman tanpa berhak untuk memprotes apapun itu hukumanmu, bagaimana pertaruhan yang adil bukan?..., "


Ucap Jiraiya membuat Tsunade menatap Knight pro itu dengan pandangan tak percaya, baru saja Tsunade akan menegur Jiraiya namun tidak jadi Karena Jiraiya mengangkat tangannya dan mengeleng pelan..., Naruto terdiam sejenak sebelum ia kengangguk...,


" baik, tiga bulan, dalam tiga bulan aku akan menjadi Knight tingkat perak, dan sampai saat itu, tolong tanggung dulu hukumanku..., "


" Deal!..., sekarang pergilah, dan berlatihlah dengan rajin dan capailah peringkat perak dalam waktu tiga bulan..., "


Ucap Jiraiya, Naruto mengangguk dan bangkit, ia menundukan sedikit kepalanya sebelum ia berbalik dan melangkah meninggalkan ruangan itu..., setelah Naruto pergi, Tsunade langsung menatap cepat, Jiraiya.


" Baka!, apa yang kau lakukan!, "


Buak!


Jiraiya meringis kesakitan saat Tsunade memberikan jitakan kuat kekepalanya membuat sebuah benjolan muncul, Jiraiya mengelus kepalanya dan menatap Tsunade yang sedang mengeluarkan aura menakutkan...,


" hi-hime tenanglah, "


" Bagaimana aku bisa tenang!?, aku tadi ingin memberinya hukuman untuk menjadi bawahan anak kita selama berada disekolah ini, Baka!. Kau lupa!, Kyu-chan sangat menginginkan anak itu!, dan disaat aku bisa membuat Kyu-chan mendapatkan orang itu!, kau memberikannya kesempatan untuk lepas dari hukuman!..., "


Ucap Tsunade, Jiraiya berkeringat dingin, ia lupa jika anak mereka sangat menginginkan pemuda pirang itu...,


" te-tenang dulu, biarkan aku menjelaskan alasanku memberinya kesempatan..., "


Ucap Jiraiya, Tsunade mendengus kesal, namun ia memberikan Gestur agar Jiraiya memberikan penjelasan..., Jiraiya yang mengerti langsung mengangguk.


" aku sengaja memberikan dia kesempatan untuk berlatih karena menurutku, ia tetap tidak akan bisa menjadi tingkat perak dalam waktu tiga bulan karena tingkat perkembangan [Mana] miliknya yang dalam sebulan hanya meningkat 4 angka..., "


Ucap Jiraiya serius, Tsunade terdiam. apa yang dikatakan oleh Jiraiya memang benar sekeras apapun pemuda itu berlatih tetap saja Mustahil menjadi tingkat perak dengan perkembangan [Mana] seburuk itu..., Jiraiya yang melihat Tsunade terdiam mengulas senyuman tipis...,


" dan lagipula, jika ia terus berlatih mengasah kemampuannya dan bertambah kuat, bukankah itu akan bagus?, ia tidak akan mencapai tingkat perak, sebaliknya..., ia akan bertambah kuat, dan tetap menjadi bawahan dari Kyu-chan..., dengan begitu keselamatan dan keamanan anak kita akan semakin terjamin..., "


Ucap Jiraiya, Tsunade mempelebar matanya sedikit...,


" ka-kau memikirkan itu semua?..., "


Tanya Tsunade dengan nada tak percaya..., Jiraiya tersenyum tipis sebelum mengangguk pelan.


" tentu saja, demi keselamatan anak kita aku akan melakukan apapun, Hime. "


Ucap Jiraiya lembut, Tsunade terdiam sebelum ia tersenyum lembut dan memeluk Jiraiya dengan erat...,


" tidak salah, aku memilihmu, Anata. "


Ucap Tsunade lembut, Jiraiya tersenyum dan membelai lembut surai pirang pucat Tsunade..., Orochimaru yang ada disebelahnya hanya bisa menghela nafas, ia bangkit dan meninggalkan kedua suami-istri itu untuk kembali kelab miliknya untuk kembali melanjutkan penelitiannya...,


Jiraiya..., seandainya kau tahu bahwa Naruto sekarang berada ditingkat perunggu bintang 5 dan sebentar lagi akan naik ketingkat perunggu bintang 6..., mencapai tingkat perak bukanlah hal yang mustahil untuk ia lakukan..., bahkan tanpa mereka sadari Naruto akan mencapai tingkat yang melebihi perak...,


- Naruto Side -


Naruto berjalan dengan langkah pelan dikoridor, ia menatap datar kedepan, ia tidak mengerti, bakat?..., didunia ini tidak ada yang namanya bakat..., yang ada hanyalah mereka yang berlatih dengan keras, karena dengan kerja keras semua bisa dicapai, dari kerja keras yang lemah menjadi kuat, yang bodoh menjadi pintar..., dan dari yang tak memiliki apapun jadi memiliki segalanya..., semua bisa dilakukan selama ada niat dan semangat untuk mencapainya..., dan dalam tiga bulan, akan Naruto buktikan jika Bakat hanyalah omong kosong!...,


" Bakat..., talenta..., jenius..., semua itu Bullshit!..., akan aku tunjukan pada mereka jika pecundang sepertiku bisa menjadi orang yang mereka sebut berbakat itu!..., "


Gumam Naruto..., sebelum ia menghentikan langkahnya ketika melihat sebuah cahaya berwarna merah crimson bersinar didadanya dan dari sana sebuah buku kecil berwarna hitam dengan pola Hexsagram dengan beberapa berlian berbeda warna disetiap sisi Hexsagram. Buku itu terikat sebuah rantai yang melingkari leher Naruto..., Naruto menaikan satu alisnya menatap bingung kearah buku yang tiba-tiba muncul itu..., buku ini?, bukankah buku ini seharusnya ada dikamarnya kenapa ia bisa berada disini dan berubah bentuk lagi menjadi lebih kecil.


" Ophis?, ada apa?, kenapa kau muncul disini dalam bentuk buku kecil ini?..., "


' uhm..., aku disini ingin membantumu, Master. Aku lihat kau mendapatkan masalah?. '


Ucap Ophis, Naruto terdiam sebelum ia kembali menatap Ophis dengan pandangan menyelidik...,


" darimana kau tahu jika aku mendapatkan masalah?. "


Tanya Naruto, Ophis mendengus bangga dan Naruto yakin jika saat ini Ophis sedang membusungkan dadanya bangga dengan wajah tanpa Ekspresi miliknya...,


' tentu saja, aku tahu. Kau dan aku terhubung Master. '


Ucap Ophis, Naruto menatap datar hal itu sebelum ia menghela nafas...,


" jadi, kau mendengar semuanya, heh..., baiklah, jika mendengarnya.., bantuan apa yang bisa kau berikan padaku?. "


' aku bisa membuat Master menjadi tingkat perak hanya dalam waktu satu minggu saja..., '

__ADS_1


Ucap Ophis, membuat Naruto terdiam, menjadi tingkat Perak hanya dalam waktu sebulan saja?, bukankah itu cepat?. Tidak sangat cepat malah.


" bagaimana caranya? "


' caranya cukup mudah, kita hanya harus pergi kereruntuhan kota lotus yang berada jauh ditimur kerajaan [Alvarez], disana ada sebuah Artifak yang bisa membantu mempercepat latihan, Master. '


Ucap Ophis, Naruto menaikan satu alisnya, Artifak?, semacam peninggalan zaman dulu?...,


" Kota Lotus ya?..., Menarik Ophis..., kita akan mengunjunginya nanti dan sekarang aku harus pergi kedivisi pembuatan senjata untuk murid Academy..., ada hal yang ingin aku lakukan disana..., "


Ucap Naruto seraya melanjutkan langkahnya, langkah Naruto membawanya keluar dari Academy dan menuju kearah barat dari Academy ini dan tak jauh dari Naruto terlihat sebuah bangunan yang jika dilihat mirip bengkel kendaraan itu..., Naruto tersenyum tipis dan masuk kedalam.


Ketika didalam Naruto dibuat kagum dengan apa yang ia lihat, dihadapannya saat ini ia melihat beberapa orang tengah mengetuk besi panas dengan sebuah palu hingga menciptakan bunga api, ada juga beberapa orang yang tengah mengasah pedang agar lebih tajam, atau sekedar mencairkan biji besi dan mencetaknya menjadi batangan untuk dibentuk menjadi berbagai jenis senjata..., tidak hanya pedang namun banyak juga senjata tajam yang lain, antara lain..., Tombak, Kama, Belati dan lain-lain...,


' woah..., aku tidak menyangka jika tempat ini melebihi ekspetasiku..., '


Pandangan Naruto lalu terarah kesamping dimana disana banyak senjata yang telah jadi dipajang disana..., Naruto menyentuh pedang type Great Sword dengan lembut seolah-olah yang ia sentuh adalah kulit seorang wanita..., Naruto menyungging senyuman tipis..., lalu perlahan ia mendongakan kepalanya dan menatap semua senjata disana...,


" kalian pasti senang disini, kalian diperlakukan dengan baik oleh mereka..., "


Gumam Naruto pelan, Naruto yang tengah asik melihat pajangan senjata didinding tak menyadari jika seorang pria berdiri disebelahnya.


" apa kau tertarik dengan pedang itu, nak?. "


Tanya pria itu membuat Naruto sedikit tersentak sebelum ia mengalihkan pandangannya dan menatap kearah samping, dihadapan Naruto saat ini terlihat seorang pria bersurai hitam dengan janggut tipis menatap kearahnya dengan senyuman ramah.


" e-eh, tidak, Ossan. Aku hanya kagum pada orang yang sudah merawat senjata-senjata ini, mereka dirawat dengan sangat baik..., bahkan dengan hanya melihatnya saja aku bisa langsung tahu jika semua senjata ini sangat berterimakasih pada paman-paman disini karena telah merawat mereka dengan sangat baik. "


Ucap Naruto dengan senyuman tipis dan menatap kearah pedang Type Great Sword yang tadi ia pegang..., Ossan disebelah Naruto tersenyum lebar mendengar perkataan Naruto.


" Hahaha!, kau benar nak!. Kami merawat semua senjata ini setiap saat, karena bagi kami mereka adalah anak kami..., mereka diciptakan dengan keringat dan kerja keras kami..., "


Ucap Ossan itu, Naruto tersenyum tipis..., ia menyukai orang yang bisa merawat dan menyayangi apapun yang ia miliki karena orang itu pasti mengerti rasanya kehilangan..., Ossan itu menghentikan tawanya dan menatap kearah Naruto dengan tatapan tertarik.


" kau memiliki mata yang bagus, Nak. Mau melihat Koleksi-Koleksi lain milik kami?..., "


Tanya Ossan itu, Naruto tersadar dari dunianya sebelum ia tersenyum dan menundukan kepalanya sedikit.


" hanya jika, Ossan. Tidak keberatan maka aku mau. "


Ucap Naruto mendapatkan sebuah tepukan bahu dari Ossan itu cukup keras hingga membuat Naruto meringis sedikit.


" baiklah, ikuti aku nak. "


Ucap Ossan itu sambil melangkah diikuti Naruto dibelakangnya, mereka berdua berjalan menuju bagian belakang gedung, sampai mereka berdua berhenti didepan sebuah pintu yang terbuat dari logam kuat yang sudah mulai karatan dibeberapa bagian, perlahan Ossan itu membuka pintu dan menoleh kebelakang dengan senyuman tipis.


" baiklah, nak. Mari masuk kedalam. "


Ucap Ossan sambil melangkah masuk, Naruto mengangguk dan mengikuti dari belakang, sesampainya didalam Naruto melihat banyak sekali senjata yang terpajang didinding..., Naruto menatap sekeliling dan sesekali bergumam 'wow'...,


" ini semua adalah karya kami saat masih muda dulu, ini adalah kenangan kami semua..., dan dibagian ini..., ini merupakan semua ciptaanku. "


Ucap Ossan itu seraya menunjukan beberapa senjata yang terpajang didinding..., Naruto menatap semua tombak, pedang, belati, busur dll..., semua senjata ini dirawat dengan sangat baik, dipoles dan dipertajam berkali-kali hingga ia sendiripun bisa merasakan kerja keras dan ketekunan pembuat senjata-senjata dalam senjata-senjata ini..., sampai tatapan Naruto terkunci pada sebuah bongkahan batu berwarna hitam diatas semua senjata itu..., Naruto menatapnya dengan pandangan intens.


" Ossan, apa itu?. "


Tanya Naruto menunjuk kearah batu hitam itu, Ossan menoleh kearah telunjuk Naruto dan tersenyum kecil, ia mengambil batu itu dan menatap batu itu dengan pandangan Nostalgia...,


" ini adalah logam yang aku temukan ketika aku masih remaja, logam ini unik karena memiliki kekerasan yang sangat baik, aku menyebutnya sebagai [Black-Steel]. "


Ucap Ossan itu, Naruto terdiam, entah kenapa Perasaan yang sama seperti saat Naruto menemukan Ophis kembali lagi, perasaan itu menyuruh Naruto untuk mendapatkan Logam itu dan menciptakan sesuatu dari logam itu...,


Ossan itu tersenyum kecil dan mengalihkan pandangannya kearah Naruto yang menatap [Black-Steel] ditangannya dengan intens..., Ossan tersenyum dan melempar [Black-Steel] kearah Naruto yang terkejut, namun karena Refleksnya yang bagus, Naruto berhasil menangkap logam itu..., Naruto menatap Logam ditangannya sebelum menatap kearah Ossan yang tersenyum kearahnya.


" ambilah, aku memberikannya padamu..., aku rasa kau pantas untuk memiliki Logam itu, Nak. "


Ucap Ossan itu, Naruto terdiam sebelum ia menatap kearah Ossan didepannya dengan pandangan bingung.


" kenapa?..., kenapa Ossan memberikan benda ini padaku?. "


Tanya Naruto pelan, Ossan tertawa kecil sebelum ia menepuk bahu Naruto cukup kuat membuat Naruto meringis sakit.


" haha, nak. Kau orang yang menarik. Kau bisa 'membaca' sesuatu yang tersimpan pada senjata hanya dengan melihat atau menyentuhnya..., orang yang bisa melakukan itu hanya orang yang benar-benar menganggap senjata sebagai sahabat bukan sebagai alat pembunuh..., aku memberikan logam itu untukmu, kau bebas membuatnya menjadi apapun yang kau mau..., tapi satu hal yang harus kau tahu, Logam itu tidak bisa dicairkan untuk dijadikan sebuah senjata..., ia hanya bisa dibentuk menggunakan [Crafting Magic]..., dan sayangnya dikerajaan [Alvarez] hanya ada beberapa pengguna [Crafting Magic]..., "


Ucap Ossan itu, Naruto terdiam sejenak..., hanya ada beberapa penyihir [Crafting] dikerajaan ini?, dan itu artinya [Crafting Magic] merupakan sesuatu yang langkah..., dan kabar baiknya ia menguasai [Crafting Magic]!..., Sungguh keberuntungan yang luar biasa..., Naruto tersenyum tipis.


" terimakasih, Ossan. Aku tidak yakin jika aku bisa membalas kebaikanmu ini..., sekali lagi terimakasih. "


Ucap Naruto sambil menundukan kepalanya..., Ossan itu tersenyum tipis...,


' aku tidak salah memilih orang yang tepat untuk memiliki harta berhargaku itu..., '


Naruto berjalan menuju Asramanya dengan senyuman mengembang diwajahnya, namun senyuman itu hilang ketika ia menyadari, jika barang bawaannya sangat banyak...,


" ugh..., barang bawaanku banyak sekali..., "


Gumam Naruto pelan, Ophis yang berada dibalik pakaian Naruto bersinar cukup terang.


' kenapa kau tidak mencoba menguasai [Dimension-Space Magic] saja Master?, jika kau menguasainya maka kau tak harus membawa barang sebanyak ini cukup kau taruh di Dimensi milikmu, itu akan memudahkanmu jika ingin membawa banyak barang. '


Ucap Ophis, membuat Naruto terdiam..., benar juga, kenapa ia baru saja kepikiran tentang Magic itu.


" benar juga, baiklah, besok aku akan keperpustakaan dan mempelajari [Dimension-Space Magic]..., akan menyusahkan jika aku membawa banyak barang seperti ini..., aku akan menitipkan barang ini di pembendaharaan Academy..., "


Gumam Naruto berjalan menuju pembendaharaan Academy, tempat yang biasa digunakan murid academy ini untuk menyimpan barang mereka disana, keamanan barang sangat terjamin jika disimpan disana...,


- Time skip -


Sore harinya, disebuah ruangan yang menjadi tempat berkumpulnya The Four Great Onee-sama terlihat Otsutsuki Kaguya tengah menyesap nikmatnya secangkir dengan tenang...,


Brak!


Ya..., sebelum sebuah suara pintu yang dibuka dengan keras membuat suasana yang tadinya tenang menjadi lenuap seketika, Kaguya menoleh kearah pintu dan ia melihat Kyubi tengah memasang wajah datar...,


" apa maksudmu, Kaguya. "


Tanya Kyubi, Kaguya menaikan satu alisnya sebelum ia meletakan cangkir tehnya dan menatap Kyubi dengan bingung.


" apa yang kau katakan, Kyu. Aku tidak mengerti. "


Ucap Kaguya tenang, Kyubi berdecih dan dengan cepat ia membuka telapak tangannya dan perlahan muncul sebuah lingkaran sihir berwarna orange yang dari sana mengeluarkan secarik kertas..., kertas itu adalah kertas pelaporan atas tindakan Naruto yang menghajar habis 7 murid Wizard dan membuatnya dihukum atas dasar kesalahan orang lain. Dan dibagian bawah itu terdapat nama pelapor yang tak lain adalah Otsutsuki Kaguya...,


" jangan pura-pura bodoh, Kaguya. Aku tahu kau berniat menjebak, Namikaze Naruto..., kau kemarin menyuruh 7 murid kelas Wizard untuk menghajar Namikaze..., namun sayangnya, Namikaze berhasil menghajar mereka..., katakan padaku, Kaguya. Apa maksudmu melakukan itu. "


Ucap Kyubi dengan datar, Kaguya menyungging senyuman kecil...,


" ara, aku hanya mengetes orang yang bisa membuat sahabatku ini tertarik, dan ya, aku memang menyuruh mereka untuk menghajar Namikaze namun nyatanya Namikaze berhasil menghajar mereka..., ufufufu~, aku mengerti sekarang kenapa kau bisa tertarik dengan dia, Kyu. "


Ucap Kaguya dengan tawa tipis, Kyubi menyipitkan matanya melihat ada yang aneh dengan Sahabatnya itu...,


" kau..., jangan-jangan kau juga tertarik pada pemuda itu?. "


Tanya Kyubi, Kaguya terdiam sejenak sebelum ia menyungging senyuman tipis..., ia menatap Kyubi dengan pandangan bersahabat.


" setelah melihat kemampuannya, aku tidak bisa untuk bilang tidak. Kyu-chan. "


Ucap Kaguya, Kyubi menatap datar hal itu, sebelum ia berbalik dan meninggalkan Kaguya, sebelum pintu ditutup, Kyubi melirik kearah Kaguya dengan mata yang sudah berubah menjadi [Kitsune No Me]..,


" aku peringatkan padamu, Kaguya. Dia milikku. "


Ucap Kyubi yang langsung menutup pintu dengan pelan..., Kaguya memejamkan matanya dan tersenyum tipis sebelum urat disekitar pelipis Kaguya tercetak dan perlahan Kaguya membuka matanya dan terlihatlah mata berwarna hijau tosca layaknya kelopak bunga menatap kedepan dengan datar..., [Tenseigan], Magic yang hanya bisa dimiliki Oleh Otsutsuki berdarah murni seperti Kaguya..., Magic yang memberikan penggunanya kemampuan untuk melihat dalam radius 360 derajat dan menembus Objek apapun, bahkan mampu melihat titik Aliran [Mana] didalam tubuh seseorang...,


" ufufu~, siapa cepat dia yang dapat..., Kyu. "


- Change Scene -


Brrr...,


" uhm, Master kau kenapa?. "


Dikamar Naruto terlihat Ophis tengah menatap Naruto yang tengah merinding hebat..., Naruto tersadar dan menoleh kearah Ophis yang menatapnya dengan pandangan kosong.


" tidak..., tidak ada, Ophis. "


Ucap Naruto sambil tersenyum tipis, Ophis menatap sebentar Masternya itu sebelum ia mengangguk dan melihat kembali ketengah dimana Logam hitam pekat tergeletak didepan mereka. Naruto yang melihat Ophis tenang, langsung menyentuh tengkuknya, ia merasakan bulu romannya berdiri...,


' ugh, aku merasakan jika hidupku yang merepotkan ini akan bertambah merepotkan dan menyusahkan..., '


Batin Naruto, ia menghela nafas dan kembali menatap kedepan dimana Logam hitam sebesar bola sepak yang diberikan Ossan di Divisi pembuatan senjata..., Naruto memutuskan jika ia akan membuat Logam ini menjadi sebuah senjata..., tapi apa?..., cukup lama Naruto berpikir sebelum ia akhirnya memutuskan jika Logam ini akan menjadi sebuah Katana...,


" Yosh!, aku sudah memutuskan..., "


Naruto menempatkan tangannya diatas Logam itu dan perlahan memejamkan matanya..., dan bergumam pelan


[Crafting Magic]


sebuah lingkaran sihir berwarna putih bersih muncul ditangan Naruto dan berputar pelan..., Logam itu perlahan diselimuti cahaya putih dan berubah bentuk menjadi panjang dengan perlahan...,


Ophis menatap Masternya yang tengah melakukan [Crafting Magic], ia tahu jika Masternya menguasai [Crafting Magic] tapi bisa melihat sendiri Magic ini membuat Ophis terkagum-kagum..., menurutnya Magic yang dapat menciptakan atau membuat sesuatu itu hebat, dan Masternya ini bisa melakukannya.


Naruto terus memompa [Mana] miliknya dan membayangkan bentuk senjata yang dia inginkan..., dan setelah beberapa saat kemudian, Naruto menghela nafas diikuti dengan lingkaran sihir yang menghilang...,

__ADS_1


Perlahan Naruto membuka matanya dan menatap kedepan, sebuah senyuman tipis terpatri diwajah Naruto ketika melihat Hasil didepannya, sebuah pedang khas jepang yang bisa digunakan oleh para Samurai jaman kerajaan jepang dulu..., Katana...,


Ophis menatap kearah hasil Ciptaan Masternya, sepertinya ia pernah melihat pedang ini..., tapi, dimana?..., Naruto tersenyum dan mengambil Katana itu dan melihat bentuknya...,


" sesuai dugaanku, ini masih harus dipertajam lagi, dan sepertinya aku harus segera memberikan sarung pedangnya untuk melengkapi pedang ini..., besok, aku akan membawa pedang ini ketempat pembuatan senjata untuk dipertajam..., "


Naruto tersenyum dan mengarahkan pandangannya pada Ophis yang tengah menatap kearahnya dengan pandangan sulit diartikan..., Naruto menaikan satu alisnya sebelum ia tersenyum kecil.


" ada apa, Ophis?. Kau sepertinya tertarik pada pedang milikku?. "


Ucap Naruto membuat Ophis tersadar dari dunianya dan menatap Naruto dengan pandangan kosong.


" ummu, Master. Apa nama pedang ini?. "


Tanya Ophis, Naruto tersenyum tipis dan kembali menatap kearah Katana hitam polos milik...,


" ini bernama Katana, atau begitulah aku menyebutnya..., pedang ini belum sempurna, aku harus pergi ke Divisi pembuatan senjata Academy untuk kembali mempertajam Katana ini dan memberinya sarung..., "


Ucap Naruto, Ophis terdiam sejenak..., Katana?..., entah kenapa ia merasa pernah mendengar nama Katana ini, tapi dimana?..., Ophis terus tenggelam didunianya sendiri, Naruto yang melihat Ophis terdiam menyentuh pucuk kepala Ophis.


Ophis tersentak ketika ia merasakan sebuah tangan menyentuh pucukan kepalanya, ia mendongakan kepalanya dan Menatap kearah Naruto yang tengah menatap dirinya dengan wajah sedikit khawatir.


" nee, Ophis. kenapa kau melamun?, apa terjadi sesuatu?. "


Tanya Naruto, Ophis terdiam sebelum ia mengeleng pelan...,


" tidak, tidak ada Master..., "


Ucap Ophis, Naruto terdiam sebelum ia menghela nafas, dan bangkit lalu meletakan Katana miliknya itu disamping lemari...,


" kita sudahi hari ini, Ophis. Besok masih banyak hal yang harus kita lakukan..., "


Ucap Naruto seraya melangkah dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang empuk miliknya..., Ophis terdiam sebelum ia bangkit dan naik keatas ranjang dan tidur diatas..., tubuh Naruto..., Naruto menatap datar kearah Ophis yang tidur didadanya.


" hey, kenapa kau tidur diatas tubuhku?. "


Tanya Naruto sambil menatap Ophis datar, Ophis mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Naruto dengan pandangan kosong yang imut.


" aku ingin tidur disini, Master. "


" tidak, kau harus tidur di-, "


" Aku mohon~..., "


Naruto terdiam ketika melihat Ophis menatap Naruto dengan wajah memelas yang Naruto yakin bisa membuat Lolicon langsung menyerang perempuan mungil ini, Naruto terdiam sejenak sebelum ia menghela nafas.


" baiklah, hanya untuk malam ini, Ophis. Hanya untuk Malam ini. "


Ucap Naruto dan langsung dihadiahi pelukan dari Ophis...,


" Arigatou, Master. "


Naruto hanya bisa menghela nafas sebelum ia mengulas senyuman tipis, maa..., ia tidak pernah menyangka jika ternyata Buku miliknya bisa manja seperti ini...,


- Skip Time -


Keesokan Harinya Naruto kembali ke Divisi pembuatan pedang, sesampainya disana Naruto langsung disambut oleh Ossan kemarin...,


" Yo, Nak. Kau kembali lagi. Apa kau memerlukan sesuatu. "


Ucap Ossan itu, Naruto terdiam sebelum ia menyodorkan sebuah benda yang dibalut oleh kain putih yang diikat rapi, Naruto perlahan membuka ikatan kain putih itu dan membukanya..., dan terlihatlah sebuah Katana berwarna hitam polos...,


" Ano, aku kesini ingin, mempertajam serta membuatkan ku Sarung pedang ini, Ossan. Apa kau bisa melakukannya?. "


Tanya Naruto, Ossan itu terdiam sebelum ia dengan gerakan cepat mengambil Katana Naruto dan menatapnya dengan intens...,


" bentuk ini..., aku tidak pernah melihatnya sebelumnya..., pedang ini dibuat untuk memberikan luka tebasan dan tusukan yang dalam..., dengan bentuk seperti ini mengayunkannya akan sangat mudah..., Nak, siapa yang membuat pedang ini. "


Gumam Ossan itu, jujur saja selama bertahun-tahun menjadi pembuat senjata di Academy ini ia belum pernah melihat bentuk pedang seperti ini..., Naruto tersenyum malu dan mengaruk pipinya yang tak gatal.


" uhm, sejujurnya aku yang membuat pedang itu..., dan pedang itu terbuat dari [Black-Steel] yang kau berikan padaku kemarin, Ossan. Uhm..., sebenarnya ini bisa dibuat dengan Logam biasa tapi aku tidak mau menciptakan pelindungku dengan bahan yang biasa saja jadi aku menggunakan [Black-Steel] milikmu paman. "


Ucap Naruto, Ossan itu terdiam sebelum dengan cepat ia langsung menoleh kearah Naruto dan membulatkan matanya.


" pe-pedang ini buatanmu?, "


Tanya Ossan itu, Naruto mengangguk.


" da-dan ini terbuat dari [Black-Steel] yang aku berikan padamu?. "


Tanya Ossan itu lagi dijawab anggukan lagi oleh Naruto.


" Na-Nak..., jangan bilang jika ka-kau seorang [Mageister Crafting]..., "


Ucap Ossan itu membuat Naruto menaikan satu alisnya, Mageister Crafting?, apa itu...,


' Mageister Crafting adalah julukan yang diberikan pada seorang Wizard yang menguasai Crafting Magic..., '


Ucap Ophis dalam Link Mind mereka, Naruto mengerutkan Dahinya..., apa Mageister Crafting sehebat itu...,


' dalam sejarahnya, dinegara ini Mageister Crafting hanya ada beberapa orang saja, Mageister Crafting sangatlah dicari disemua kerajaan diBenua Britania ini..., bahkan Master tahu?, Mageister Crafting akan mendapatkan sebuah gelar yang setara dengan seorang Bangsawan tinggi. Jika ia mau melayani kerajaan. '


Ucap Ophis, membuat Naruto terdiam..., jadi..., dia menguasai Magic yang sangat mengagumkan..., Ophis mengangguk dalam wujud bukunya.


' ya, [Crafting Magic] merupakan Magic yang membuat penggunanya dapat menciptakan apapun didalam pikirannya selama itu bisa dipikirkan hingga Detail terkecil maka apapun bisa dibuat oleh seorang Mageister Crafting. Namun karena syarat itulah menjadi Mageister Crafting sangatlah sulit dan perlahan ditinggalkan, tapi kemarin malam aku menyaksikan seorang [Mageister Crafting] membuat sebuah katana..., dengan sangat mudah. '


Ucap Ophis. Naruto mengernyitkan dahinya, jadi sekarang ia bisa dibilang sebagai [Mageister Crafting]..., sebuah senyuman terpatri diwajah Naruto.


" maa..., aku rasa Ossan, bisa berkata seperti itu..., "


Ucap Naruto sambil menatap kearah Ossan dihadapannya yang langsung memasang wajah terkejut.


" tapi, Ossan. Aku mohon jangan beritahu siapapun tentang hal ini, dan sebagai gantinya Ossan bisa membuat duplikat benda itu dan menjualnya pada kerajaan, Aku yakin mereka akan tertarik dengan pedang ini..., bagaimana Ossan?. "


Tanya Naruto, atau lebih tepatnya Naruto menawarkan kesepakatan, Ossan itu terdiam dan melihat kearah Katana ditangannya, cukup lama ia terdiam sebelum ia mengangguk dan menatap Naruto.


" baiklah, aku setuju..., berapa banyak keuntungan yang kau minta dalam kesepakatan ini nak?. "


Tanya Ossan itu, Naruto menaikan satu alisnya sebelum ia tersenyum tipis dan mengeleng pelan.


" tidak, tidak usah, Ossan..., aku hanya meminta Agar Ossan merahasiakan jika aku menguasai [Crafting Magic]..., hanya itu saja. "


Tolak halus Naruto, Ossan itu mengeleng cepat.


" tidak, kau harus tetap mendapatkan keuntungan, kau harus tahu nak, barang buatan seorang [Mageister Crafting] bisa menyaingi harga dari Permata Air Mana..., dan menurut penglihatanku, pedang ini bahkan jika diproduksi Massal dan dijual aku yakin akan menjadi populer..., dan harganya akan sangat mahal. "


Ucap Ossan itu Serius, Naruto terdiam sejenak, yang benar saja, harganya bisa dijual semahal itu?, jika ia mendapatkan uang sebanyak itu maka ia bisa menghidupkan Clan Namikaze yang menurut buku Diary milik Naruto didunia ini tengah terjatuh kondisi perekonomiannya..., Naruto menarik nafas dan menghelanya pelan.


" baiklah, jika Ossan menginginkannya maka aku meminta bagian 30% saja dari hasil penjualannya..., bagaimana, apa kau setuju Ossan..., "


Ucap Naruto, membuat Ossan itu menatapnya dengan wajah tak percaya...,


" serius!, kau hanya meminta 30% saja dari hasil penjualan, bahkan jika kau minta 70% kami akan tetap setuju, nak. Apa kau serius, Nak. "


Tanya Ossan itu, Naruto terdiam sebelum ia tersenyum dan mengeleng pelan.


" tidak, 30% saja sudah cukup, lagipula 70% hasil penjualan bisa kalian gunakan untuk membangun Fasilitas Divisi pembuatan senjata dan bisa kalian gunakan untuk membeli bahan-bahan yang lebih bagus untuk membuat katana ini..., bagaimana apa kau setuju Ossan?. "


Ucap Naruto dengan nada lembut, dan menjulurkan tangannya. Ossan itu terdiam sebelum ia dengan cepat menjabat tangan Naruto.


" Aku setuju Nak!, aku, Tenma. Berterimakasih padamu, Nak. Dan jika kau memiliki masalah dimasa depan kami akan membantumu tanpa ragu!..., "


Ucap Ossan yang sekarang Author panggil sebagai Tenma menjabat tangan Naruto dengan cepat..., Naruto tersenyum tipis.


" baiklah, jika begitu aku akan pergi, dan jangan lupa aku memesan sarung untuk Katanaku itu..., Ossan. Kira-kira berapa lama Ossan bisa menyiapkan Sarung Katanaku. "


Ucap Naruto, Tenma terdiam dan menatap kearah pedang ditangannya yang sekarang ia tahu bernama Katana.


" satu minggu, dalam satu minggu pesananmu akan selesai dan kau bisa mengambilnya. "


Ucap Tenma, Naruto tersenyum kecil..., saat ia ingin merogoh kantongnya untuk mencari coin emas miliknya Tenma menahan tangannya.


" tidak usah, aku akan memberikannya gratis padamu..., anggap saja sebagai ucapan terimakasih padamu karena telah menawarkan bisnis yang mengiurkan pada kami..., "


Ucap Tenma dengan nada yang tak ingin diajak berdebat, Naruto mengangguk dan tersenyum tipis...,


" Arigatou, Ossan. Jika aku menciptakan sesuatu lagi maka kau adalah orang pertama yang akan aku beritahu..., "


Ucap Naruto, dibalas Tawa kencang dari Tenma...,


" Hahaha, aku menantikan benda lain yang kau ciptakan Nak. "


Ucap Tenma sambil menepuk bahu Naruto membuat sang empu meringis kesakitan..., namun Naruto tetap mencoba tersenyum.


" baiklah, jika begitu. Aku akan kembali seminggu lagi..., Ossan. "


Ucap Naruto sambil melangkah pergi meninggalkan Tenma yang tersenyum menatap punggung Naruto yang menjauh..., Setelah Naruto tidak terlihat lagi, Tenma mengalihkan pandangannya kearah Katana hitam ditangannya...,


" dengan ini Divisi Pembuatan senjata akan berjaya..., "


Gumam Tenma yang langsung masuk kedalam dan berteriak jika dia membuat terobosan terbaru dalam seni pembuatan senjata...,

__ADS_1


__ADS_2