
Naruto mungkin telah mengatakan ini untuk keberkian kalinya bahkan sampai dirinya sendiri yakin jika orang yang mendengar-nya akan menjadi bosan..., tapi ijinkan dia mengatakan...,
' oh sial..., '
Naruto tidak pernah menyangka bahwa dihari dimana ia pergi untuk berpetualang untuk mencari -yang ia yakini- harta karun dengan berbekal peta kuno yang ia temukan direruntuhan kota sebelumnya, membuatnya bertemu dengan perempuan yang menjadi dasar dirinya untuk menjadi kuat, bukan karena suka namun benci...,
" jika boleh, apa kau mau mengenalkan dirimu?. "
Naruto tersadar dari lamunan-nya sebelum ia menatap kearah Gabriel yang ada didepannya, Naruto terdiam sejenak sebelum ia membenarkan penutup kepala gurun miliknya dan membenarkan masker yang terbuat dari selendang yang dililitkan untuk menutupi mulut serta hidungnya dari pasir gurun dan itu hanya membuat bagian mata Naruto saja yang terlihat.
" uhm..., namaku Haruto. Aku seorang pengembara digurun ini..., maaf jika aku tidak mengenal anda sebagai seorang bangsawan besar kerjaan [Alvarez]. "
Naruto menundukan sedikit kepalanya dan berusaha merubah suaranya agar terlihat berbeda agar perempuan ini tidak menyadari jika ini adalah Namikaze Naruto yang merupakan pemuda yang pernah ditolak dengan kejamnya oleh perempuan ini.
" ufufu~, hentikan keformalan itu, kita tidak berada ditempat untuk bersikap formal..., "
" baiklah, jika anda mengijinkan. "
Naruto ingin sekali muntah sekarang, bagaimana bisa ia bersikap sopan pada perempuan kejam ini?, entahlah, Naruto juga bingung akan hal itu..., Gabriel tersenyum ramah.
" jadi, Haruto-san?. Apa kau yang kau lakukan ditengah gurun ini?. Apa kau mencari sesuatu?. "
Tanya Gabriel, Naruto terdiam sejak ia tidak mungkin mengatakan ' aku tengah mencari harta tersembunyi digurun ini ', mati saja sana jika Naruto mengatakan hal sejujur itu!.
" aku..., aku tidak tahu, aku hanya seorang pengembara, berpindah dari satu tempat ketempat lain adalah kebiasaanku, aku mungkin akan pergi kekota terdekat untuk beristirahat dan mengisi persediaanku yang hampir habis. "
Naruto terkejut, lebih tepatnya batinnya terkejut, Naruto bisa mengatakan kebohongan itu dengan sedemikian rupa hingga menjadi sesuatu yang meyakinkan!, Gabriel terdiam sebelum ia tersenyum.
" kalau begitu kenapa kau tidak ikut dengan kami saja?, kami kebetulan ingin mengisi perbekalan dikota terdekat karena bekal kami terjatuh saat dikejar oleh Magical Beast tadi. "
Wuasem...,
Naruto tidak mengira sama sekali bahwa kebohongan-nya ini akan berakhir dengan ajakan menuju kota terdekat yang ia yakin adalah Kota [Trinty], kenapa Naruto bisa tahu?, karena itu kota terdekat dari tempat mereka dan juga tempat itu adalah tempat dimana Naruto mengisi perbekalan untuk menjelajahi Gurun luas ini!?...,
Naruto tidak bisa mengelak, jika ia menolak maka perempuan ini akan mencurigai-nya, dan itu merepotkan lebih baik cari aman saja..., Naruto mengangguk pelan.
" aku terima tawaran anda dengan senang hati, Gabriel-sama. "
Naruto entah mengapa merasa sensasi gatal dilidahnya ketika mengatakan nama perempuan ini dengan penuh hormat, 'ugh, lidahku gatal'.
" ufufu~, tidak masalah silahkan ikuti kami, Haruto-san. "
Diperjalanan menuju kota terdekat [Trinty], rombongan berjumlah lima orang itu dengan Naruto melewati gurun dengan panas yang menyengat kulit dan dahaga yang menyiksa kerongkongan, sebenarnya Naruto bisa saja melepaskan dahaga yang menyiksa ini namun ia ingat tiga tong air yang ia beli tersimpan dengan rapi didalam [Dimension Space Magic : Gate] melakukannya didepan orang-orang ini akan menyebabkan banyak masalah!, jadi Naruto menahan dahaga ini.
' malangnya nasibku..., '
Ia menangis dalam hati.
Akhirnya setelah beberapa saat bertahan dari Dahaga yang menyiksa rombongan itu sampai dikota [Trinty] dan tanpa banyak waktu lagi mereka segera berjalan menuju penginapan..., Naruto mengerjapkan matanya berkali-kali ketika melihat bangunan super megah didepannya...,
" kita tidak akan menginap didalam kan?. "
Gumam Naruto pelan namun sayangnya ia tidak menemukan siapapun didekatnya sebab semua telah masuk kedalam, Naruto menghela nafas pelan sebelum melangkah masuk kedalam..., didalam Naruto disambut oleh ruangan luas dengan beberapa funiture indah dibeberapa tempat...,
" kami ingin memesan kamar..., "
Gabriel berucap selagi ia menunjukan medali berwarna platinum dengan lambang Clan Senju disana, pelayan kasir menatap bergetar lambang itu sebelum ia menatap kearah Gabriel yang tengah tersenyum ramah.
" tu-tunggu sebentar, akan kami siapkan kamar terbaik..., jadi mohon ditunggu..., si-silahkan duduk disofa disana selagi kami menyiapkan kamar terbaik untuk anda dan para pengikut anda. "
Naruto menatap kearah Resepsonis yang tengah bergetar ketakutan, hanya dengan melihat sebuah medali bisa menyebabkan Trauma seperti itu?, dan jika tidak salah ia memiliki dua medali dari pewaris clan selanjutnya Otsutsuki dan Senju?..., sebenarnya seberapa menakutkan-nya Medali-Medali para bangsawan ini?.
Tak lama Resepsonis itu kembali dengan tubuh dipenuhi keringat dan nafas memburu..., Naruto menatap hal itu dengan tatapan blank.
' oi, oi, oi, kau baik-baik saja bukan?. '
" maaf membuat anda menunggu, kamar anda telah kami siapkan, itu kamar terbaik kami yang biasanya disewa dengan harga 13 coin emas, namun karena anda adalah tamu penting maka kami membebaskan biaya itu..., "
Naruto yang mendengarnya menatap kearah kantongnya yang entah bagaimana dipandangannya tercipta ilusi jika Kantongnya pergi meninggalkan dunia untuk naik kesurga. ' kantongku, kembalilah!? '. 13 coin emas hanya untuk satu kamar?, untuk apa kamar itu?!, menyambut raja kalian!?.
" Haruto-san?, kenapa melamun, mari kita lihat kamar kita. "
Naruto tersadar dari lamunan-nya dan menatap kearah Gabriel, " ah, maaf Gabriel-sama. Bukannya aku ingin menolak kebaikan anda tapi, aku terbiasa untuk sendiri dan aku juga tidak terbiasa dengan kemewahan ini karena ,ya..., aku biasa hidup dialam bebas, jadi maaf aku akan pergi ketempat lain... " ucap Naruto sopan, Gabriel terdiam sebelum ia mengangguk lalu ia menyentuh cincin ditangannya dan mengeluarkan satu kantong uang berukuran lumayan besar dan menyerahkannya pada Naruto.
" terimalah ini, mungkin tidak banyak tapi aku ingin kau menerimanya karena akan menjadi hal yang memalukan jika aku tidak memberikan apa-apa pada orang yang telah menyelamatkan kami. "
Naruto menatap kantong uang itu, dilihat dari kapasitasnya Kantong uang berisi kira-kira 10 sampai 20 coin emas, akan jadi hal yang tidak sopan jika menolak hadiah pemberian itu terlebih nampaknya Gabriel tidak ingin berhutang budi pada dirinya, ia terima sajalah.
" baiklah, aku terima kebaikan anda, Gabriel-sama..., kalau begitu aku pergi dulu, permisi. "
Naruto menundukan sedikit kepalanya dan berjalan keluar, Gabriel menatap kepergian pemuda itu dalam diam sampai ia tersadar ketika salah satu orang yang bersama-nya memanggil namanya...,
" Haruto-san kah?. "
- change scene -
Ditengah kota [Trinty], Naruto berjalan dalam diam, ia tidak habis pikir bagaimana bisa Gabriel ada ditempat seperti ini terlebih perempuan ini mau ngapain ditengah gurun yang panas itu?, apa yang ia lakukan disini?, apa dia sedang mencari sesuatu?, pikiran itu terus berputar dikepala Naruto..., mungkinkah ia mencari harta yang sama dengannya?, atau dia tengah melakukan sesuatu untuk kepentingan sekolah, mengingat pertemuan mereka diterjadi diruangan kepala sekolah?..., Naruto menghela nafas kepalanya jadi sakit.
' Master apa yang akan kita lakukan pada perempuan itu?. '
" aku tidak tahu apa yang dilakukan disini, dan aku juga tidak peduli tentang hal itu, Ophis..., "
' jadi, Master akan membiarkan mereka begitu?. '
" ya, akan berbahaya jika aku terus berada didekat perempuan sialan itu, dia bisa mengetahui jika Haruto yang menyelamatkannya adalah pemuda yang dia perlakukan dengan kejamnya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padanya tapi yang pasti dia akan menerima malu yang sangat besar karena diselamatkan oleh orang yang dia panggil pecundang..., "
' ..., baiklah, aku paham, Master. '
" syukurlah kau paham, Ophis. Besok kita akan pergi kembali kegurun untuk mencari tempat dipeta ini... "
Ucap Naruto sambil melangkah kedalam kerumunan dan menghilang disana...,
Sementara itu di Hirozimon Academy, diperpustakaan terlihat seorang Ayame Shaga dengan penampilan kutu buku miliknya, saat ini dirinya tengah menerjemahkan sebuah Magic dari buku tebal yang ada didepannya dengan berbekal catatan kecil ditangannya.
Sudah beberapa hari ini Shaga menerjemahkan buku itu dan sejauh ini ia baru mendapatkan tiga Magic yang menurutnya lumayan kuat.
[Water Magic: Water Clutter Storm], sebuah magic type air dimana penggunanya dapat membuat pisau air yang akan menebas benda sekeras batu menjadi dua bagian, jangkauan teknik ini tergantung dari jumlah [Mana] yang digunakan pengguna-nya, semakin banyak [Mana] yang dimasukan semakin luas jangkauan serangannya.
[Mizu Bunshin], sebuah Magic yang memungkinkan pengguna-nya untuk membuat Clon dirinya dengan media air, Magic ini membutuhkan [Mana] yang cukup besar untuk membuat sebuah Clon sebab untuk membuat Clon [Mana] didalam tubuh harus dibagi menjadi seperkian persen untuk mewujudkan satu clon...,
[Water Magic : Maelstrom], sebuah Magic yang akan menciptakan pusaran air mematikan yang akan menerjang apapun didepannya, memberikan kerusakan yang lumayan besar, namun Magic ini membutuhkan [Mana] yang cukup banyak...,
Shaga menghela nafas lelah, ia meletakan alat tulis miliknya dan menutup buku tebal itu, Shaga meletakan tangannya diatas buku dan perlahan sebuah lingkaran Magic muncul dan seketika buku itu langsung mengeluarkan rantai entah darimana dan menyegel buku itu...,
" masih berpenampilan seperti itu huh, Shaga. "
Shaga menoleh kebelakang ketika mendengar sebuah suara yang tidak asing ditelingannya dan tepat didepan pintu seorang perempuan bersurai pirang pucat diikat rapi, perempuan itu berjalan mendekati-nya selagi iris seindah permata jamrud itu terkunci padanya...,
Shaga terdiam melihat perempuan itu, " Arthuria?, apa yang kau lakukan disini?. " tanya Shaga sambil melepaskan kacamata tebal miliknya dan mengantinya dengan kacamata tipis, Arthuria tersenyum kecil.
" tidak ada, aku kesini hanya ingin bertemu dengan sahabat masa kecilku saja..., jadi bagaimana keadaanmu, Shaga-hime?. "
Tanya Arthuria bersedekap, Shaga tersenyum kecil seraya ia melepas kunciran kutu buku miliknya dan kini image kutubuku telah lenyap digantikan dengan wajah seorang perempuan cantik dengan kharisma luar biasa disekitarnya.
" apa benar hanya itu?, kau tidak ingin mengajak-ku berduel lagi?. "
Ucap Shaga membuat Arthuria memutar matanya bosan, " hentikan itu, kita sama-sama tahu jika kita berduel hasilnya akan tetap sama..., " ucap Arthuria datar, Shaga tertawa kecil.
" yeah~, kau benar, dari 72 kali kita berduel kita selalu berakhir seri. "
Shaga mengatakan yang sejujurnya, Arthuria dan dirinya merupakan teman masa kecil, sebab keduanya sudah bertemu sejak umur mereka 3 tahun dan bisa dibilang jika keduanya ditakdirkan untuk bersama dalam perjanjian yang dibuat oleh keluarga mereka berdua..., selain sahabat masa kecil keduanya juga memiliki rivalitas diantara mereka, sejauh ini Arthuria dan Shaga telah berduel sebanyak 72 kali dan hasil-nya selalu seimbang dimana keduanya selalu roboh ditengah-tengah duel.
" ne, Shaga..., hari ini ada yang ingin aku bicarakan padamu. "
Shaga menghentikan tawanya ketika ia melihat kearah Arthuria dimana ia melihat warna merah merona tipis hingga dikedua pipi Arthuria, Shaga terdiam melihat gesture tubuh Arthuria terlihat gelisah itu dibuktikan dengan tangannya yang meremas rok miliknya dan mata yang bergerak kesana kemari..., mungkinkah Arthuria sedang...,
" biarku tebak, kau sedang menyukai seseorang?. "
" wa-, ap-apa yang kau katakan!?. "
Ah, tebakan Shaga tepat sasaran, Shaga terdiam sejenak melihat rona merah diwajah Arthuria semakin terlihat jelas..., tangan Arthuria terkepal erat untuk menahan rasa malu didadanya, sebelum beberapa saat kemudian kepalan erat itu melemas.
__ADS_1
" ap...apa aku terlihat seperti itu?..., "
Hening...,
Selama beberapa saat terjadi jeda diantara kedua perempuan pirang itu, sebelum dibibir Shaga tercipta seringai jahil yang sangat mirip dengan milik Naruto...,
" heh~, yang benar?, Arthuria yang gagah berani ini bisa menyukai seseorang?, katakan seperti apa dia hingga membuat perempuan gagah dari keluarga Pendragon ini bisa memiliki perasaan feminim?. "
Ucap Shaga dengan seringai jahil disana, dengan wajah memerah malu akibat godaan Shaga Arthuria dengan suara pelan berucap.
" di-dia..., pemuda yang baik dan ramah, dia sangat ramah khusus-nya pada anak kecil hingga membuat adik kecilku begitu menyayanginya..., "
" adik kecil?, maksudmu Le fay?!, "
Arthuria mengangguk pelan atas pertanyaan terkejut Shaga.
" ya, Le fay sangat menyukai pemuda itu, bahkan dia meminta pemuda itu untuk segera menikahiku agar dia bisa bermain dengan Le fay sepanjang hari..., "
" tu-tunggu..., L-Le fay meminta pemuda itu untuk menikahimu?, kau yakin yang kita bicarakan ini adalah adikmu yang selalu ketakutan jika didekat orang asing?. "
" yeah, Le fay yang selalu ketakutan jika didekat orang asing, namun sepertinya tidak untuk pemuda itu, baru saja sehari mereka bertemu mereka sudah selayaknya kakak dan adik..., dan dihari itu juga aku melihat Le fay tersenyum dan tertawa dengan bahagia-nya bersama pemuda itu..., "
" se-sehari?..., Le fay membuka hatinya secepat itu?, padahal waktu aku mencoba mendekati Le fay aku harus beberapa kali bertemu dengannya agar bisa akrab dan pemuda itu dia hanya membutuhkan waktu sehari untuk membuat Le fay meminta-nya untuk menikahimu!?..., ugh..., "
Shaga meringis pelan ketika kepalanya kelebihan muatan, ini benar-benar aneh, tidak-, Ajaib!?, Le fay bisa seyakin itu dengan pemuda yang dikenalnya sehari dan memintanya untuk menikahi kakak perempuannya yang secara tak langsung meminta pemuda itu untuk menjadi kakak iparnya!..., ini mengejutkan sangat mengejutkan!...,
" lalu?, bagaimana jawaban pemuda itu?. "
Shaga menatap kearah Arthuria dan ia melihat wajah Arthuria memerah sempurna!, iris Violet Shaga melebar...,
" ja-jangan bilang jika ia langsung menerima-nya!?. "
" ti-tidak!, kau salah!, "
" la-lalu apa jawabannya?, jangan membuatku penasaran!. "
" di-dia berkata ' jika suatu saat nanti Nii-chan sudah menjadi kuat dan bisa diandalkan lalu Nee-chanmu mau menerima Nii-chan maka Nii-chan akan langsung menikahi Nee-chanmu saat itu juga, ', aku tahu dia mengatakan itu hanya untuk menenangkan Le fay tapi..., aku..., aku merasa malu saat mendengarnya da-dan, Auu."
Shaga merasa kesadaran menjauh, namun entah bagaimana ia masih bisa bertahan setelah melihat Arthuria mengeluarkan aura feminim miliknya dengan sikap malu-malu yang sangat mempesona!, bahkan terlalu mempesona untuk Arthuria yang dikenal akan kegagahan-nya...,
Shaga memijat pelipisnya yang berdenyut ini terlalu berat untuk dianggap sebagai kenyataan!, oke..., tenang tarik nafas dan hembuskan..., Shaga menatap kearah Arthuria yang masih dalam dunianya sendiri...,
" Arthuria..., aku akan mendukungmu jika kau memang benar-benar menyukai pemuda itu..., tapi, jika suatu saat dia membuatmu menangis maka aku akan menghancurkannya. "
Ucap Shaga membuat Arthuria tersadar dari dunianya dan menatap kearah Shaga yang tengah memasang wajah seriua, Arthuria tersenyum.
" terimakasih Shaga, tapi kau tidak perlu melakukannya, aku sendiri akan mematahkan seluruh tulang ditubuh-nya jika dia berani melakukan itu padaku..., "
Shaga terdiam mendengar perkataan Arthuria sebelum ia tertawa kecil, " hahaha, mungkin benar, aku tidak perlu turun tangan karena mungkin sebelum aku menghancurkannya dia sudah lebih dulu masuk ruang pemulihan..., " ucap Shaga, keduanya tertawa bersama sebelum Shaga menghentikan tawanya dan menatap Arthuria.
" baiklah, mari kita pergi keruanganku..., kita bicarakan tentang pemuda itu lebih lanjut, aku semakin penasaran dengan pemuda yang bisa membuat sahabat sekaligus rivalku ini jatuh hati..., "
" mou!, Shaga-hime!, berhentilah menggodaku!..., "
" ufufufu~. "
.
.
.
- Kota Kuno Ligodorian -
.
.
.
Ditengah gurun yang luas Naruto tengah berjalan dengan pandangan fokus keperkamen ditangannya, iris seindah permata Shappire itu menatap intens perkamen itu..., sebelum ia berhenti dan menatap kesekeliling.
" seharusnya tempat itu ada disini..., tapi aku tidak melihat apapun. Selain pasir sejauh mata memandang. "
" Ophis?, apa yang kau lakukan, kenapa kau menampakan wujud Manusiamu?. "
Tanya Naruto membuat Ophis menatap kosong Naruto sebelum gadis kecil imut tanpa ekspresi itu merendahkan tubuhnya dan tangan mungil miliknya menyentuh pasir gurun itu..., tangan mungil itu perlahan diselimuti aura putih bersih tanpa noda, dan dengan gerakan cepat Ophis menghentakan tangannya dan melepaskan pancaran energi hingga menyebar kesegala penjuru...,
Naruto yang berada dibelakang Ophis terdiam, ia terdiam karena ia merasakan energi yang dipancarkan Ophis, energi itu mungkin hanya sekejap namun ia bisa merasakan seberapa besar kekuatan yang dilepaskan Ophis..., besar, sangat besar untuk ukuran buku yang kehilangan sebagian ingatannya..., lalu sekelebat ingatan tentang kekuatan Ophis melintas dikekepalanya.
' aku cukup kuat untuk melenyapkan negara ini. '
Jadi, perkataan itu memang benar-benar kenyataan bahwa Ophis mampu melenyapkan negara seluas [Alvarez]?, Naruto tersenyum kecut, ternyata selama ini ia bersama dengan salah satu dari Makhluk terkuat yang bisa menyebabkan Kiamat lebih cepat...,
Ophis menghela nafas pelan sebelum ia bangkit dan bersinar terang lalu melesat kearah Naruto dan menjadi sebuah Gremoire yang tergantung rapi didada Naruto...,
' Master, aku menemukan sesuatu tepat dibawah kita, itu memiliki ukuran yang besar dan terpendam beberapa meter dibawah kita. '
Naruto terdiam mendengar perkataan Ophis, " Ophis..., apa kau baru saja melakukan Magic [Search] untuk menemukan tempat yang aku cari?. " tanya Naruto, Ophis terdiam tidak menjawab pertanyaan itu, Naruto tersenyum kecil.
" terimakasih, Ophis. "
Nada lembut yang tulus diucapkan Naruto membuat Ophis terdiam dan menatap datar layar didepannya, wajah datar itu tidak berubah sama sekali hanya saja dapat dilihat dengan jelas jika Ophis tengah dalam suasana hati senang sebab disekitar Ophis mulai bermunculan ilusi bunga yang mekar..., iris hitam miliknya yang selalu kosong itu kini terisi oleh rasa senang...,
' tidak masalah, Master. '
Naruto melebarkan senyuman ketika mendengar nada darat itu terisi oleh nada senang didalamnya, baiklah mulai sekarang Naruto akan lebih sering memuji Ophis..., Naruto menatap kebawah dimana ia melihat pasir gurun yang tertiup angin...,
" tepat dibawah kita ya?, hm..., baiklah, aku akan mencoba itu!. " ucap Naruto, dari sisi kanan dan kiri Naruto tercipta riak air berwarna biru Shappire yang mengeluarkan gagang katana yang langsung saja ditarik keluar oleh Naruto..., dan terlihatlah dua katana dengan warna perak ditangan kiri, dan katana berwarna hitam pekat ditangan Kanan Naruto..., Naruto membuka kuda-kuda miliknya, dan berkonsentrasi.
' mungkin jika ini masih diduniaku dulu, teknik ini tidak akan berpengaruh banyak pada sekitar tapi, sekarang aku berada didunia dimana hal yang diluar akal sehat dianggap biasa disini, kalau begitu maka..., '
Naruto mengalirkan [Mana] miliknya pada kedua katana ditangannya hingga katana dikedua tangannya terbungkus oleh pedar tipis, Naruto mengalirkan [Mana] miliknya lebih banyak lagi hingga pedar tipis itu mulai menari layaknya api yang berkobar, Naruto memutar badannya kekanan dan memposisikan kedua katana miliknya disisi tubuhnya...,
' ..., teknik ini bisa menjadi sesuatu yang diluar akal sehat!?. '
[Namikaze Nitoryuu : Tatsumaki]
Naruto dengan cepat memutar tubuhnya dan melakukan tebasan 360° dengan kekuatan penuh, kuatnya tebasan Naruto menciptakan Tornado yang membumbung tinggi keudara...,
Ophis melebarkan matanya melihat Tornado yang membumbung tinggi, itu..., tidak mengandung sihir sama sekali, itu artinya..., teknik itu dihasilkan dari kekuatan fisik?!..., Tornado itu terus mengamuk sampai beberapa detik hingga akhirnya lenyap dan menyisakan sebuah lubang yang cukup dalam...,
Naruto mengatur nafasnya yang memburu, teknik ini jadi lebih kuat daripada yang ia ingat namun beban yang diterima tubuhnya jauh lebih berat dari yang sebelumnya..., Naruto menghela nafas dan menatap kearah lubang berdiameter 5 meter didepannya dan ia melihat sesuatu berbentuk prisma segiempat berdiameter 2 meter didasar lubang yang ia buat..., bukankah itu mirip dengan bentuk dari ujung salah satu bangunan yang menjadi situs warisan dunia, piramida?...,
Naruto meletakan kembali kedua katana itu kedalam [Gate] dan melompat kedalam lubang itu, iris shappire Naruto menatap prisma segi empat itu, sebelum pandangan Naruto terarah kebagian bawa prisma dan seketika sebuah senyuman terpatri diwajah Naruto.
" ternyata begitu..., "
Naruto mendekati prisma itu sebelum ia mencari posisi yang nyaman lalu dengan sekuat tenaga Naruto mendorong Prisma itu dan perlahan prisma segi empat itu bergeser dan menunjukan sebuah lubang gelap sampai dasar...,
Naruto menatap lubang itu, dasar dari lubang ini tidak terlihat akan menjadi hal yang tidak lucu jika Naruto langsung melompat kedalam dan mati karena dasar lubang ini ternyata setinggi 100 meter?, Naruto terdiam sebelum ia merogoh sakunya dan mengeluarkan satu coin emas...,
Naruto mengaktifkan [Belial's Eye], dan menatap kearah Coin ditangannya sebelum menjatuhkan Coin itu diatas lubang dan memulai menghitung..., 1..., 2..., 3..., sebelum Coin itu menyentuh dasar...,
" 3 detik ya?..., sekitar 30 meter, uhm..., itu cukup untuk membuat orang tewas dalam sekejap. "
Gumam Naruto pelan dan menonaktifkan [Belial's Eye] sebelum menghela nafas, " ini merepotkan..., tapi aku penasaran apa yang ada dibawah sana..., " ucap Naruto sebelum ia bangkit dan memunculkan [Gate] disebelahnya dan mengeluarkan sebuah tali, mengikatnya pada batu berbentuk prisma segi empat itu, setelah yakin ikatan sudah kuat, Naruto perlahan turun kebawah dengan berpegangan pada tali itu...,
Sesampai dibawah, Naruto mengalihkan pandangannya kesekitar, ia tidak bisa melihat apapun karena tenpat itu sangat gelap, tidak ada pilihan lain...,
[Belial's Eye]
Mata kanan Naruto kini berubah menjadi warna emas dengan pupil vertikal, Naruto mengalihkan pandangannya kesekeliling dan seketika wajah terpukau terpatri diwajah Naruto...,
Digaris pandangannya saat ini, ia melihat empat patung manusia yang mengenakan pakaian tempur lengkap dengan senjata seperti tombak, pedang, busur dan kapak berukuran besar diempat sudut ruangan ini seolah melindungi tempat ini...,
" wow..., ini menakjubkan. "
Naruto benar-benar terpukau dengan tempat ini, meskipun gelap namun berkat Mata spesial miliknya, Naruto bisa melihat dalam gelap tanpa masalah, seperti kacamata milik Angkatan khusus yang memiliki kemampuan 'penglihatan malam'..., Naruto terus memperhatikan keempat patung itu sebelum pandangannya terkunci pada sesuatu yang bergerak diatas salah satu patung, Naruto menyipitkan matanya, itu sesuatu yang berukuran sekitar tiga meter..., tunggu ia berdiri?, Naruto membulatkan matanya ketika melihat jika sesuatu itu melihat dua kepala disana, kepala singa dan kepala seekor kambing gunung, dibelakang makhluk itu terlihat ekor yang bergerak kesana kemari namun tak lama ekor itu menjadi kaku dan menatap kearahnya, itu..., kepala ular!?..., tidak salah lagi, Makhluk itu pasti...,
" oi, oi, oi..., untuk apa makhluk itu ada disini. "
__ADS_1
Keringat membasahi wajah Naruto, ia tidak pernah menyangka dikehidupan kedua-nya ia akan menemui salah satu makhluk Mitos yang melegenda diyunani..., Makhluk itu melompat dari atas patung dan mendarat dengan keras hingga menyebabkan sedikir getaran..., sepasang mata berwarna merah menatap Naruto dengan tajam, air liur menetes dari mulut yang penuh dengan gigi tajam itu...,
Ophis yang ada didalam [Library World] membulatkan matanya ketika ia melihat wujud makhluk, tidak salah lagi itu adalah...,
' Chi-Chimera?..., bagaimana bisa Magical Beast Rank [Black-Gold] ada ditempat ini?..., tunggu, apa dia penjaga tempat ini?..., jika begitu ini gawat..., '
Ophis bergumam dengan panik melihat Masternya tengah berhadapan dengan Makhluk kuat itu, melawan makhluk sekelas Chimera dengan kapasitas [Mana] berada ditingkat [Bronze : lX] sama saja bunuh diri, Naruto meneteskan keringat dingin, ia dapat mendengar suara detakan jantungnya yang berpacu dengan cepat, Naruto tetap diam ditempatnya sebab ia tahu, bergerak secara tiba-tiba hanya akan membuat dirinya dalam bahaya...,
Naruto melangkah mundur dengan pelan selagi ia menatap sepasang mata berwarna merah yang menatap tajam dirinya, ia berharap jika Chimera itu tidak terganggu dan dengan begitu ia bisa kabur lewat lorong yang berada tepat dibelakangnya..., namun nampaknya Chimera itu mengetahui maksud Naruto dan meraung keras!.
[Roaaaar!?]
" oh sial!. "
Naruto berbalik dan berlari secepat yang ia bisa namun Chimera itu melompat dengan kaki kambing yang kuat melewati Naruto dan menutupi jalan menuju lorong itu, Naruto yang melihat hal itu menghentikan lari-nya dan menatap Chimera yang menghalangi jalan keluarnya sambil mengeram marah ...,
" sial, tidak ada pilihan lain!..., "
Melihat jalan keluar yang ditutup membuat wajah Naruto sedikit mengeras, Riak air berwarna Blue Shappire muncul dikedua sisi Naruto, dan mengeluarkan gagang katana yang dengan cepat ditarik keluar oleh Naruto.
Naruto memasang sikap siap bertarung dengan kuda-kuda yang terbuka, Ophis yang melihat sikap Masternya menjadi semakin panik.
' Ma-Master apa kau yakin mau melawan monster itu?, dilihat bagaimanapun dia berada ditingkat yang berbeda dengan kita melawannya hanya akan membuatmu terbunuh!. '
Naruto mengeraskan wajahnya mendengar perkataan, Ophis ia tahu, ia jelas tahu hal ini sebab tadi ia tidak sengaja mendengar gumaman Ophis, melawan Magical Beast tingkat [Black-Gold] dengan kapasitas [Mana] ditingkat [Bronze : lX] itu sama saja dengan mati konyol!?..., tapi seperti kata kakek-nya!.
" Lebih baik mencoba dan gagal daripada gagal sebelum mencoba!?, aku akan melawannya meskipun kesempatanku untuk menang mendekati Nol persen!, "
Ucap Naruto dengan tekad yang sudah bulat, Ophis yang melihat telad kuat dari Masternya terdiam sebelum ia menghela nafas.
' baiklah, Master. Sebagai pengikutmu, aku akan membantumu dengan segenap kemampuan yang aku miliki, jadi karena itu usahakan kita harus menang!. '
Ucap Ophis membuat Naruto tersenyum yakin!.
" tentu saja!, kita akan menang dan hidup!, majulah kau Makhluk sialan!.
[Rrrrooooaaar!?]
- beberapa saat sebelum-nya -
Ditengah gurun yang panas, terlihat sekelompok orang tengah berjalan menyusuri padang pasir bersuhu tinggi dengan pakaian gurun yang melindungi mereka dari sengatan Matahari langsung, kelompok itu terdiri dari lima orang yang salah satu dari orabg itu merupakan seorang bangsawan dari Clan Senju, bukan Kyubi atau Arashi melainkan, Gabriel..., perempuan berparas layaknya seorang malaikat dengan iris seindah permata shappire itu tengah menatap kearah perkamen kusam yang ada ditangannya...,
Nampaknya Gabriel tengah mencari sesuatu bermodalkan perkamen ditangannya, entah apa yang dia cari namun apapun itu pasti sesuatu yang penting untuknya, dahi perempuan cantik itu berkerut melihat perkamen ditangannya.
" muu, apa benar kearah si-, "
Deg!
Tubuh Gabriel dan keempat yang lain-nya menegang ketika mereka merasakan pancaran energi yang begitu kuat menembus tubuh mereka sebelum akhirnya menghilang dalam sekejap..., Gabriel menatap kearah dimana pancaran energi itu datang, dan ketika ia menoleh kesamping iris matanya melebar ketika ia melihat sebuah Tornado menjulang tinggi dan bergerak dengan ganas..., keempat orang yang lain juga melihat hal itu dan terkejut karena-nya...,
Kenapa bisa ada Tornado digurun?, apa akan ada badai pasir?, tapi tidak ada tanda-tanda akan terjadi badai pasir, jadi kenapa bisa ada Tornado sebesar itu ditengah gurun..., itulah yang mereka pikirkan..., tak lama Tornado itu menghilang tanpa bekas.
" demi dewi Lalatina..., ini pertanda buruk..., Gabriel-sama sebaiknya kita tidak melanjutkan pencarian Ligodorian..., "
Ucap Zel dengan nada pelan, Gabriel tersadar dari keterkejutannya dan menatap kearah Zel dengan pandangan datar.
" kenapa kita harus menghentikan pencarian-nya?, kita sudah hampir dekat dengan Ligodorian, dan kau ingin kita berhenti?, apa kau gila?..., "
Ucap Gabriel, Zel terdiam sebelum dengan takut-takut ia menatap kearah Gabriel..., " Gabriel-sama, saya sebenarnya tidak ingin mengatakan ini tapi, Lost City [Ligodorian] menurut legenda suku gurun yang tinggal disini merupakan tempat yang dikutuk, tempat itu dikatakan menjadi tempat dimana Makhluk berbahaya yang pernah hampir menghancurkan [Ligodorian] dulu tersegel..., dan menurut legenda nasib malang akan menyertai mereka yang mencari [Ligodorian]. " ucap Zel membuat Gabriel memasang wajah dingin.
" aku tidak percaya dengan legenda itu sebelum aku melihatnya sendiri, dan kau harus ingat jangan terlalu percaya dengan apa yang kau dengar sebelum kau memastikannya sendiri dengan mata kepalamu sendiri..., sudahlah, cepat kita lanjutkan perjalanan, kita sudah dekat dengan [Ligodorian]. "
Ucap Gabriel sambil melangkah meninggalkan empat orang dibelakang yang terdiam, Gabriel yang tidak mendengar suara langkah yang mengikutinya menoleh kebelakang, dan ia melihat empat orang yang masih berdiri disana...,
" apa yang kalian lakukan disana?, kemari!, kita akan melanjutkan perjalanan!. "
Ucap Gabriel membuat keempat orang itu terdiam sebelum mereka menatap satu sama lain dan dengan serempak keempat orang itu melepaskan perlengkapan mereka membuat Gabriel terkejut.
" maaf, Gabriel-sama..., tapi kami masih sayang nyawa kami jadi maaf kami hanya bisa memandu anda sampai disini..., kami akan pergi, sebagai orang padang gurun ini kami percaya tentang legenda itu..., jadi maaf kami akan pergi. " ucap orang yang nampaknya merupakan pemimpin dari mereka, keempat orang itu berbalik dan berjalan meninggalkan Gabriel yang menatap mereka dengan pandangan terkejut...,
" he-hey!, tunggu!?..., apa kalian yakin ingin meninggalkanku!?, kalian bisa dihukum sangat berat karena hal ini, hey!, kembali!?."
Teriak Gabriel namun keempat orang itu tidak mengubrisnya dan semakin menjauh meninggalkan Gabriel ditengah gurun sendirian..., Gabriel mengeram marah sebelum ia dengan kuat menendang pasir dibawah kakinya...,
Duk!
Suara benturan yang cukup keras terdengar disana, Gabriel terdiam sebelum dengan perlahan wajah putihnya memerah, sebelumnya suara kesakitan bergema disana...,
Gabriel mengelus kakinya yang memerah, sepertinya tadi ia menendang sesuatu yang keras, sangat keras hingga kakinya terasa nyeri, Gabriel mengelus kakinya dengan wajah memerah seperti ingin menangis sebelum tatapan Gabriel terarah ketempat dimana disana ia melihat sesuatu yang terpendam dipasir, bentuknya seperti sebuah patung?...,
Gabriel menatap hal itu sejenak sebelum ia mengambil perkamen dibalik jubahnya dan menatap perkamen itu dengan intens, dan iris shappire itu membulat sempurna, tunggu dulu mungkinkah hal ini bisa terjadi?..., tempat yang ia cari-cari selama ini ada terkubur didalam timbunan pasir?..., jika benar maka..., ia telah menemukannya!..., senyuman perlahan terpatri diwajah manis Gabriel...,
" ufufu..., aku telah menemukannya~..., "
Gabriel tertawa gembira sebelum ia bangkit tanpa menghiraukan kakinya yang berdenyut, rasa senang telah mengalahkan rasa sakit-nya..., Gabriel memejamkan matanya dan dengan cepat merapalkan mantra yang cukup panjang..., sebelum dengan cepat sebuah Lingkaran Magic muncul diatas benda yang membuat Kaki Gabriel nyeri.. dan seketika meluas dengan cepat dan disekitar lingkaran Magic itu tercipta delapan lingkaran Magic kecil yang berputar pelan..., Gabriel membuka matanya sebelum ia tersenyum dan dengan cepat menjentikan jarinya seraya bergumam...,
[Light Magic : Grand Chariot]
Ctak!
Lingkaran Magic itu menyala terang sebelum akhirnya melepaskan pilar cahaya menyilaukan yang langsung menghantam pasir dengan kuat..., setelah beberapa saat pilar cahaya menghilang dan kini terlihatlah sebuah kawah berukuran lumayan besar didepan Gabriel..., Gabriel menatap kebawah dan seketika senyuman Gabriel melebar melihat apa yang ada digaris pandangannya...,
" ke~te~mu, ufufu~..., "
Dihadapan Gabriel saat ini terlihat sebuah pintu berukuran besar yang terbuat dari batu yang nampaknya sangat kuat, itu terbukti sebab batu itu tidak tergores sedikitpun padahal Magic yang dikeluarkan Gabriel sebelumnya [Light Magic : Grand Chariot] merupakan salah satu dari beberapa Magic tingkat tinggi yang dikuasai Gabriel...,
Gabriel berjalan turun dan menatap pintu dengan ukiran indah disana, ukiran berbentuk Makhluk Humanoid dengan dua tanduk besar dikepalanya, ditangan makhluk itu terdapat sebuah tombak yang kelihatannya merupakan senjata milik Makhluk itu..., Gabriel tersenyum sebelum ia membuka pintu besar itu dan masuk kedalam...,
Didalam Gabriel melihat pemandangan yang membuatnya terpesona, dihadapannya saat ini terlihat empat pilar yang berada disudut ruang berbentuk persegi itu terukir beberapa ukiran yang ia yakin merupakan huruf kuno..., Gabriel tersenyum sebelum ia melangkah mendekati pilar itu dan menyentuh huruf kuno disana...,
" ini..., aku telah menemukannya..., aku telah menemukan Ligodorian..., ini sangat indah sekali-, "
Gooor!
Gabriel melompat dengan terkejut ketika pintu besar dibelakangnya tiba-tiba tertutup dengan sendirinya, Gabriel melihat hal itu dengan terkejut sebelum ia berlari kearah pintu dan berusaha membuka pintu itu kembali namun nihil pintu itu seolah-olah terkunci..., Gabriel melangkah mundur dengan pelan, wajahnya terlihat pucat pasi.
" ini masalah yang serius... "
Gumam pelan Gabriel, ia menatap sekeliling yang saat ini telah gelap gulita membuat Gabriel tidak bisa melihat apapun, disaat itu Gabriel dengan cepat menciptakan sebuah Bola cahaya dari [Mana] miliknya, Bola cahaya berukuran tak lebih dari ukuran bola sepak itu melayang diatas kepala Gabriel dan menyinari sekitar...,
" oke, tenang Gabriel..., jika ada pintu masuk maka sudah pasti ada pintu keluar..., "
Gumam pelan Gabriel berusaha tetap berpikir Optimis, Gabriel mengepal erat tangannya dan memasang gesture 'yosh' sebelum ia melihat kesekeliling dimana ia melihat tiga lorong disana, Gabriel menatap ketiga Lorong itu sebelum ia memasang gesture berpikir...,
" uhm..., yang mana yang harus ku pilih?..., "
Cukup lama Gabriel berpikir sebelum ia memutuskan untuk pergi kekanan, entah apa yang membuat Gabriel memilih kearah kanan apa karena Woman Always Right!?..., entahlah..., ketika Gabriel mengambil langkah keempat tiba-tiba suara yang begitu gaduh menghentikan langkahnya...
Trank!
" sial!, dia gigih sekali!?..., "
Trank!
" aku tahu!, aku tengah berusaha..., !..., "
Duakh!?
Wush!,
Blaaar!
Gabriel menatap kebelakang ketika ia melihat seseorang terlempar dengan cepat sebelum membentur dinding dengan begitu kuat, Gabriel menatap hal itu dengan mata mengerjap beberapa kali sebelum ia mengalihkan pandangannya kearah samping dan seketika iris Shappire Gabriel membulat sempurna..., digaris pandangannya saat ini terlihat Makhluk dengan tiga kepala hewan yang berbeda-beda, yaitu singa, kambing gunung dan seekor ular..., makhluk itu..., Chimera!?
" Chough!..., sial, kekuatan yang begitu mengerikan..., "
Gabriel mengalihkan pandangannya kearah yang berlawanan dengan chimera itu dan Gabriel tidak bisa menahan keterkejutannya ketika ia melihat seorang pemuda bersurai pirang spike dengan mata sewarna dengan matanya menatap kedepan dengan wajah meringis..., darah mengalir dari kepala pemuda itu, disudut bibir pemuda itu juga mengalirkan darah..., belum lagi luka-luka yang dideritanya membuat Gabriel memberikan label [Terluka Parah] pada pemuda itu...,
Gabriel mengenal pemuda itu, pemuda itu tidak salah lagi adalah pemuda yang sama yang pernah ia tolak beberapa bulan yang lalu...,
" Namikaze..., Naruto..., "
__ADS_1
Naruto yang mendengar nama-nya disebut menoleh kesamping dan seketika iris shappire miliknya melebar sempurna ketika melihat siapa yang memanggil namanya...,
" Ga-Gabriel?..., "