
" Hah~, sial..., kenapa aku harus terlibat dengan hal seperti ini?. "
Naruto bergumam dan menatap kearah depan dengan pandangan datar, Naruto terlihat menggunakan pakaian sekolah rapi dan berdiri menunggu didekat air mancur besar dengan patung singa diatasnya, Naruto saat ini tengah berada ditengah ibukota kerajaan [Alvarez], kenapa dia bisa berada disana?, ini semua karena Otsutsuki Kaguya...,
setelah Naruto menjelaskan Asumsinya, Kaguya langsung mengajukan permintaan untuk mengubah kesepakatannya, dan Naruto yang tidak ingin terlibat lebih jauh dengan Kaguya akhirnya menyetujuinya, Kaguya mengatakan jika ia tidak ingin membicarakan hal itu diruang Club dan memutuskan untuk bertemu diluar..., entah apa yang dilakukan Kaguya hingga ia bisa mendapatkan ijin dari sekolah dengan tingkat kedispilinan tinggi itu, dan disinilah Naruto menunggu Otsutsuki Kaguya selama dua jam lebih dengan wajah datar miliknya...,
Naruto yang tengah menatap orang yang berlalu lalang mengalihkan pandangannya ketika sebuah kereta kuda dengan desain mewah dan elegan berhenti tepat didepannya, Naruto menatap datar hal itu sebelum ia memutuskan untuk mengabaikannya...,
Pintu kereta itu terbuka dan memperlihatkan seorang perempuan cantik bersurai perak panjang, iris mutiara miliknya menatap Naruto dengan pandangan lembut, Gaun khas bangsawan miliknya yang sewarna dengan rambutnya menambah kesan cantik pada diri perempuan itu...,
" ehem..., pemuda-san, apa kau mencari seseorang...,? "
Naruto yang mendengar suara yang agak familiar ditelinganya mengalihkan pandangannya dan seketika Naruto langsung terdiam menatap perempuan yang berada didalam kereta kuda didepannya sebelum wajahnya kembali datar..,
" kau terlambat, senpai. Aku sudah menunggumu selama dua jam disini..., "
Ucap Naruto datar dan seakan tak tertarik dengan penampilan 'wow' Kaguya, Kaguya yang mendapatkan reaksi seperti hanya bisa tersenyum kecil...,
" ufufu~, naiklah, kita akan pergi menuju tempat yang sudah aku tentukan..., "
Ucap Kaguya mempersilahkan Naruto untuk naik, Naruto menatap datar hal itu sebelum ia akhirnya masuk kedalam kereta...,
" permisi..., "
Setelah itu kereta kuda itu segera berangkat menuju tempat yang telah Kaguya tentukan sebelumnya, setelah beberapa saat kemudian akhirnya Naruto dan Kaguya turun didepan sebuah bangunan yang berukuran besar..., Naruto menatap papan nama yang terpampang jelas dibangunan itu...,
" [Red Flower Fashion], kau mengajakku ketempat toko pakaian?. "
Tanya Naruto menatap Kaguya disebelahnya yang hanya tersenyum dan mengeleng pelan. " tidak, ini bukan tempat yang aku tentukan.. , " Ucap Kaguya, Naruto menaikan satu alis menatap Kaguya bingung.
" lalu kenapa kau mengajakku ketempat ini?, langsung saja kita ketempat yang kau minta..., "
Ucap Naruto dan mendapat gelengan pelan dari Kaguya tak lupa juga jari telunjuknya yang bergoyang...,
" Namikaze-kun, kau belum memakai pakaian yang pantas, jadi kita akan mencarikan pakaian yang cocok untukmu..., "
" tapi aku tidak membutuhkan pakaian baru untuk saat ini, jadi bisakah kita-, "
" tidak!, kita akan mencarikanmu pakaian, aku tidak menerima penolakan. "
Ucap Kaguya yang langsung menarik tangan Naruto dan membawanya masuk kedalam, Naruto hanya pasrah membiarkan Kaguya menarik tangannya..., Naruto menghela nafas, Dasar Merepotkan...,
" Otsutsuki-san..., bi-bisakah kita sudahi ini?. "
Naruto menatap Kaguya yang sedang berdiri menatapnya dengan pandangan kagum, Naruto kini mengenakan pakaian bangsawan dengan warna biru dongker dengan balutan putih dibeberapa bagian, alis Naruto berkedut ini sudah yang ketujuh kalinya dirinya mengenakan pakaian yang berbeda-beda...,
" heh?, kenapa?, bukankah kau tampak menawan mengenakan pakaian itu, kita harus mencari pakaian yang bagus untukmu, Namikaze-kun..., karena mungkin suatu saat nanti kau akan berada disebuah pesta dikalangan bangsawan jadi kau harus mencari pakaian yang membuatmu terlihat seperti seorang bangsawan, nah sekarang coba kau pakai yang ini..., "
Kaguya menyerahkan pakaian bangsawan dengan warna merah dibalut dengan warna putih dibeberapa bagian, sudut bibir Naruto berkedut, apa perempuan ini tidak mendengarkannya?...,
" Otsutsuki-san..., aku rasa semua pakaian yang kau pilihankan bagus untukku, jadi kita sudahi ini dan segera pergi ketempat yang kau inginkan..., "
Ucap Naruto dengan urat pelipis yang menebal, Kaguya terdiam sebelum ia mengalihkan dan menatap tumpukan pakaian yang dibawa oleh salah satu pelayan toko...,
" uhm..., memang benar, kalau begitu, ini yang terakhir pakailah, Namikaze-kun..., "
Ucap Kaguya dengan senyuman manis, Naruto yang melihat senyuman Kaguya menepuk dahinya pelan sebelum ia mengambil pakaian ditangan Kaguya dan melangkah masuk kedalam ruangan ganti khusus... Tak lama kemudian Naruto keluar dari ruang ganti dan kali ini Kaguya tidak bisa menahan rona merah hinggap dipipinya..., Naruto yang mengenakan pakaian bangsawan itu sangat menawan bahkan pelayan toko perempuan itu langsung merona hebat layaknya kepiting rebus...,
" bagaimana apa kau puas?, bisakah kita beli pakaian ini dan langsung pergi?..., "
Ucap Naruto membuat Kaguya tersadar dari jeratan pesona Naruto dan mengangguk pelan, " baiklah, kita akan membeli pakaian itu dan semua pakaian itu juga..., " ucap Kaguya lalu berjalan kekasir meninggalkan Naruto yang menatap Kaguya dengan pandangan tak percaya...,
" tunggu!, kau akan membeli semua pakaian ini!. "
Kaguya menghentikan langkahnya dan menatap Naruto dengan senyuman tipis, " tentu kenapa tidak, semua pakaian itu sangat cocok untukmu, Namikaze-kun. " ucap Kaguya dan kembali melangkah menuju kasir, Naruto hanya bisa menjatuhkan rahangnya mendengar kalimat tanpa nada keberatan sedikitpun, Naruto menghela nafas dan berjalan mengikuti Kaguya...,
" Kau, apa kau tahu pakaian itu harganya sangat mahal untuk satu set pakaian?, "
" tentu saja aku tahu, barang bagus akan selalu mendapatkan harga tinggi, Namikaze-kun, "
" lalu kenapa kau membelikan semuanya untukku..., "
Ucap Naruto menatap datar Kaguya yang tengah mengeluarkan sebuah kartu berwarna perak dari ring stronge miliknya, dan menyerahkannya pada petugas Kasir lalu menatap Naruto dengan senyuman tipis...,
" anggap saja sebagai hadiah dariku, "
Naruto menepuk dahinya pelan dan menghela nafas, nih perempuan apa kekayaannya itu tidak ada habisnya?..., setelah selesai membeli pakaian, Naruto dan Kaguya kembali menaiki kereta kuda dan pergi ketempat yang Kaguya tentukan...,
Naruto mengedipkan matanya berkali-kali ketika ia melihat bangunan super megah didepannya, Naruto membaca tanda didepan Bangunan itu..., [ Birdblue Restaurant ]
" Otsutsuki...,-san. Kita tidak akan kesana kan?. "
Kaguya menatap kearah Naruto dan ia bersumpah jika wajah Naruto saat ini sangatlah lucu, ah..., seandainya ia bisa mengabadikan wajah itu mungkin akan ia jadikan sebagai koleksi miliknya...,
" apa yang kau katakan, Namikaze-kun?. tentu saja kita akan masuk kesana..., "
" tidak, tidak, tidak..., aku tidak mau masuk kesana, aku meragukan jika makanan yang mereka sediakan itu buatan manusia dan dibuat dengan bahan makanan, bukan batangan emas!..., "
Ucap Naruto membuat Kaguya tidak bisa untuk tidak tertawa, Kaguya tertawa mendengar perkataan Naruto yang menurutnya gak masuk akal...,
" Namikaze-kun, tentu saja makanan yang mereka sediakan aman untuk dimakan, dan tenang saja makanan yang mereka sediakan tidak akan mengandung emas batangan..., "
Naruto mengeleng cepat dan dengan cepat menarik Kaguya menjauhi tempat berkelas super itu, " aku tidak mau makan disana, ikut aku akan aku tunjukan makanan yang enak tanpa harus mengeluarkan banyak uang!..., " ucap Naruto, Kaguya yang ditarik seperti itu merona sedikit, ini merupakan pertama kalinya ia disentuh laki-laki lain selain Otouto-nya dan ayahnya...,
Naruto dan Kaguya kini berada disebuah pasar tradisonal, Naruto membawa Kaguya kesini karena ia mengatakan jika ia ingin membeli beberapa hal, mereka berdua pergi dan membeli beberapa bahan makanan, mulai dari daging?, sayur-sayuran?, rempah-rempah, dan beberapa bahan lainnya.
Kaguya menatap bingung kearah Naruto yang tengah memilih kentang dengan pandangan serius, " nee, Namikaze. Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan, kenapa kau membeli banyak sekali bahan makanan?. " tanya Kaguya membuat Naruto mengalihkan pandangannya kearah Kaguya...,
" aku akan menunjukan padamu, sesuatu yang belum pernah kau rasakan sebelumnya..., "
Ucap Naruto membuat Kaguya memiringkan kepalanya bingung, Naruto mengatakan pada penjual-san untuk memilihkan beberapa kentang dengan kualitas terbaik dan penjual-san dengan senang hati memilihkan beberapa kentang kualitas terbaik yang ia miliki untuk Naruto...,
Setelah semua selesai, Naruto mengatakan pada Kaguya apakah ada tempat dimana ia bisa menggunakan dapur, Kaguya terdiam sebelum ia mengangguk pelan..., keduanya segera pergi, setelah sampai Naruto kali ini tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi ketika iris shappire miliknya melihat rumah berukuran lumayan besar didepannya...,
" Otsutsuki-san, apa..., apa ini rumahmu?. "
Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Kaguya dengan pandangan aneh, Kaguya yang ditatap seperti itu hanya mengeleng pelan...,
" tidak, ini bukan rumahku, tapi ini adalah salah satu tempat singgahku jika aku sedang tidak ingin dirumah..., "
Kaguya mengatakan semua itu dengan tenang berbeda dengan Naruto yang sedikit terkejut mendengarnya, dia tadi bilang salah satu?, sebenarnya ada berapa banyak tempat singgahmu itu!, dan Naruto yakin jika rumah Kaguya itu jauh!, sangat jauh dari pada Rumah yang ada didepan!..., ia yakin itu!...,
" sudahlah, mari kita masuk kedalam..., *
Naruto tersadar dari keterkejutannya dan menatap Kaguya yang melangkah masuk kedalam, Naruto menghela nafas dan mengikuti Kaguya..., didepan pintu masuk Kaguya dan Naruto disambut oleh beberapa Maid cantik!, dan satu Butler dengan usia yang sudah agak tua?...,
" selamat datang, Ojou-sama..., anda datang berkunjung dengan teman anda, apa anda ingin melakukan sesuatu disini?. "
Tanya pria butler itu yang Naruto yakin jika Butler itu adalah pemimpin dari seluruh Maid cantik disana, Kaguya tersenyum kearah butler itu dan mengangguk, Butler itu menundukan sedikit kepalanya.
" baiklah kalau begitu, kami akan menyiapkan jamuan untuk anda dan teman anda..., "
" itu tidak perlu, "
Butler itu mengangkat kepalanya dan menatap kearah Naruto yang berucap dengan datar, Naruto menatap datar Butler itu...,
" itu tidak diperlukan, aku akan melakukannya sendiri, tunjukan saja dimana dapur anda, "
Ucap Naruto membuat Butler itu mengalihkan pandangannya pada Kaguya yang mengangguk pelan kearahnya, Butler itu mengangguk dan menegapkan tubuhnya...,
" baiklah, kalau begitu silahkan ikuti saya..., "
Naruto mengangguk dan berjalan mengikuti Butler itu, setelah beberapa menit berjalan akhirnya Naruto sampai didapur yang cukup luas itu, Naruto menatap semua peralatan disana sebelum ia tersenyum...,
" yosh, semua telah lengkap, "
" maaf, Ouji-sama, apa anda yakin tidak membutuhkan bantuan?. "
Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Butler itu, sebelum ia mengeleng pelan dan mengulung lengan pakaiannya.
" tidak perlu, tapi jika anda memang ingin membantu maka, bisakah anda menyiapkan meja-nya?..., "
" dimengerti, saya akan menyiapkan permintaan anda. "
Naruto tersenyum melihat kepergian Butler itu, Naruto menatap kearah bahan makanan yang ia beli tadi, Naruto mengambil kentang dan tersenyum tipis...,
" yosh, saatnya memasakan hidangan negaraku..., "
Beberapa saat kemudian, setelah Naruto sibuk melakukan ini dan itu akhirnya Naruto menyelesaikan masakan, Naruto mencoba mencicipi rasa dari hasil masakannya, Naruto tersenyum ketika rasa yang diinginkan...,
" Yosh, ini sudah cukup..., saatnya menyajikannya..., "
Naruto menuangkan secentong Kari diatas piring yang berisi nasi, Naruto tersenyum melihatnya...,
- change scene -
Kaguya menatap kearah makanan yang ada didepannya sebelum menatap kearah Naruto yang menatapnya dengan datar, Kaguya mengambil satu sendok dan menatapnya...,
" Namikaze?, apa ini?. "
" ini adalah makanan khas daerahku, namanya Kare..., "
" ka.., re?. Aku baru kali ini mendengarnya..., "
Naruto menghela nafas dan menatap Kaguya yang nampaknya bingung dengan makanan yang ia hidangkan, ya mau bagaimana lagi, mungkin didunia ini baru Kaguya saja yang melihat makanan ini.
" makan saja, Otsutsuki-san. Aku jamin kau akan menyukainya..., "
Naruto berdoa dan mengatakan 'itadakimasu' sebelum memakan Nasi kari dengan tenang, Kaguya menatap Naruto sejenak sebelum ia akhirnya memakan Nasi kari itu...,
Haup~
Kaguya terdiam ketika ia merasakan sensasi rasa dilindahnya, Kaguya menatap kearah kare didepannya sebelum ia mengambil sesendok dan memakannya, lalu tak lama Kaguya memakannya dengan cepat, Naruto yang melihatnya tersenyum dalam hati...,setelah beberapa saat akhirnya mereka selesai..., Kaguya mengambil tisu dan mengelap bibirnya dengan pelan dan menatap Naruto yang tersenyum kearahnya.
" bagaimana rasanya?, apa kau menyukainya?. "
Kaguya terdiam dan mengangguk, kedua pipinya terlihat merona meskipun samar-samar, Naruto tersenyum..., tak lama setelah itu seorang maid muncul dan membawa sesuatu dengan kereta dorong khusus makanan?..., Naruto yang melihatnya tersenyum.
" datang juga..., "
Kaguya menatap Naruto yang bergumam pelan, sebelum ia mengalihkan pandangannya dan menatap Maid itu..., Maid itu berhenti didepan meja mereka dan menundukan kepalanya.
" ini permintaan anda, Namikaze-sama..., "
" ya, terimakasih, bisakah kau hidangkan, Maid-san. "
Naruto tersenyum pada Maid itu dan dibalas anggukan, Maid itu segera menyajikan sebuah puding?..., Kaguya menatap kearah hidangan didepannya, kali ini dihadapannya terlihta sesuatu yang berkilauan, Kaguya mencoba mengambil sesendok dan Kaguya terkejut ketika melihat sendok miliknya bersentuhan dengan puding didepannya...,
" i-ini, makanan apa lagi ini, Namikaze-kun. "
Tanya Kaguya menatap Naruto yang hanya bisa menyungging senyuman tipis.
" ini adalah puding, didaerahku makanan ini adalah makanan penutup atau cemilan yang disukai para gadis karena rasanya yang luar biasa bagi mereka..., "
Naruto mengambil sesendok dan memakannya, Kaguya menatap bingung Naruto sebelum ia mengambil sesendok dan memakannya dengan sedikit ragu-ragu...,
Haup~
Mata Kaguya melebar ketika merasakan sensasi manis dan lembut menyebar didalam mulutnya, Kaguya mengambik satu sendok lagi dan kali ini ia memasang ekspresi seperti orang yang merasakan kelezatan dari hidangan...,
" Mmh~, ini sangat manis, dan sangat..., sangat lembut!, aku belum pernah memakan sesuatu yang seperti ini..., Namikaze kau menyebutnya apa tadi?..., pu..., puding!..., ini makanan penutup terenak yang pernah aku rasakan sebelumnya..., "
Kaguya berucap dengan semangat, Naruto hanya tersenyum melihat reaksi Kaguya, ia bersyukur jika makanan negara asalnya disukai didunia ini...,
" syukurlah kau menyukainya, kebetulan aku membuat beberapa yang aku simpan dipendingin didapur, kalau kau mau kau bisa mengambilnya dan memberikan pada keluargamu, Otsutsuki-san. "
" benarkah!, itu luar biasa, aku tidak sabar memberikannya pada ayah dan ibuku..., "
Kaguya tersenyum senang dan kembali memakan puding miliknya, Naruto hanya bisa tersenyum melihat ekspresi Kaguya yang layaknya Gadis normal didunianya dulu...,
- skip time -
__ADS_1
" terimakasih atas hari ini, Namikaze-kun, hari ini sangat menyenangkan..., "
Kaguya menatap kearah Naruto yang berdiri didepan pintu, Naruto memutuskan untuk pulang keasrama karena hari sudah mulai sore, Naruto mengangguk dan berbalik namun baru saja ia akan melangkah tiba-tiba ia teringat sesuatu.
" senpai?, bagaimana dengan kesepakatan yang ingin kau ubah?. "
Ucap Naruto menatap kearah Kaguya yang tersenyum manis kearahnya.
" apa yang kau katakan, aku sudah mendapatkan kesepakatanku hari ini..., "
Ucap Kaguya mengundang tatapan bingung dari Naruto.
" uhm?, tapi bukankah kita belum bernegosiasi?. "
Tanya Naruto, Kaguya masih dengan senyuman diwajahnya mengangguk pelan.
" memang tapi, aku sudah mendapatkan kencan yang menyenangkan hari ini, jadi aku anggap kesepakatan kita telah selesai..., "
Ucap Kaguya yang langsung berbalik dan meninggalkan Naruto yang terdiam menatap punggung Kaguya..., tunggu sebentar, kilatan flashback tentang hari ini berputar dikepala Naruto..., dan seketika Naruto membulatkan matanya ketika mengingat rantai kejadianya hari ini..., dan benar apa kata Kaguya, mereka berdua telah menjalani kegiatan layaknya kencan hari ini...,
" sial, aku ditipu..., "
Gumam Naruto sebelum berbalik dan melangkah meninggalkan salah satu kediaman Otsutsuki Kaguya dengan sebuah senyuman diwajahnya...,
" maa, sudahlah..., "
- change scene -
Naruto berjalan dengan pelan menyelusuri ibukota kerajaan, ia terkadang tersenyum melihat anak kecil yang berlarian kesana kemari, pemandangan indah kota juga memanjakan matanya...,
" Hikss..., nee-chan..., nee-chan..., Hikss..., "
Naruto menghentikan langkahnya ketika melihat disalah satu lampu jalan yang agak kuno karena masih menggunakan lilin, terlihat anak perempuan tengah menangis disana, surai pirang panjang, dengan pakaian bangsawan indah berwarna kuning cerah yang ia kenakan membuat Naruto berasumsi jika anak itu adalah seorang anak bangsawan...,
Anak kecil itu nampaknya terpisah dari orang tuanya, Naruto yang tentu memiliki hati nurani tidak tega melihat anak kecil itu dan akhirnya berjalan mendekati anak kecil itu...,
" hey, Ojou-chan..., kau kenapa menangis?. "
Naruto berucap dengan nada lembut agar tidak membuat anak kecil itu ketakutan, anak kecil itu menatap kesamping dan melihat Naruto dengan pandangan sedikit takut, Anak kecil itu mengambil satu langkah mundur.
" Ni-Nii-chan siapa?, "
" aku?, aku Namikaze Naruto, boleh aku tahu siapa namamu, adik kecil?, "
Naruto memasang wajah bersahabat agar tidak membuat anak itu semakin ketakutan, anak kecil itu terdiam dan menatap Naruto sejenak...,
" L-Le fay..., "
" owh~, Le fay-chan kah?. Nama yang bagus..., "
Ucap Naruto dengan senyuman cerah miliknya, Le fay mengangguk pelan...,
" jadi, Le fay-chan, kenapa kau menangis disini?, dan dimana keluargamu?. "
Tanya Naruto, Le fay terdiam sebelum matanya mulai berlaca-kaca lagi dan siap menangis kapan saja...,
" ta-tadi, Le fay sedang bersama dengan Nee-chan, ta-tapi ka-karena Le fay nakal, Le Fay akhirnya berpisah de-dengan Ne-Nee-chan..., hiks..., "
Le fay mulai menangis pelan, Naruto terdiam dan menatap Le fay yang menangis, jadi anak kecil ini terpisah dari kakaknya, Naruto tersenyum lembut.
" Le fay-chan, apa kau tahu dimana rumahmu?. "
Tanya Naruto, Le fay menatap Naruto sejenak sebelum ia mengangguk pelan, Naruto mempelebar senyumannya dengan gerakan lembut Naruto mengelus surai emas Le fay...,
" baiklah, Nii-chan akan mengantarmu pulang, jadi jangan menangis lagi, oke?. "
" um-ummu..., "
Le fay mengangguk, dan menghapus air matanya, Naruto tersenyum dan menepuk pelan ketika melihat Le fay sudah tidak menangis lagi,
" yosh, Anak baik..., baiklah Nii-chan akan mengantarkanmu, pulang..., "
Naruto berbalik dan menyuruh Le fay untuk naik kepunggungnya, Le fay awalnya ragu namun akhirnya ia naik kepunggung Naruto, Naruto tersenyum dan bangkit...,
" kalau begitu, Le fay-chan kau akan menunjukan jalan kerumahmu, pertama kita harus kemana?. "
Le fay terdiam sejenak sebelum ia menunjuk kedepan, Naruto yang melihatnya tersenyum dan berjalan mengikuti arah telunjuk Le fay, ditengah perjalanan terkadang Naruto mengatakan beberapa lelucon hingga membuat Le fay tertawa dan melupakan kesedihannya..., setelah beberapa saat dan beberapa kali petunjuk dari Le fay akhirnya Naruto sampai disebuah bangunan bergaya ala barat dengan luas yang sangat luar biasa...,
" Le fay-chan, apa benar ini rumahmu?. "
" ummu, benar ini rumahku, kita masuk, Nii-chan. "
Naruto mengangguk pelan dan melangkah masuk kedalam, dari kejauhan Naruto dapat mendengar suara seorang perempuan tengah marah besar...,
" bagaimana bisa kalian tidak bisa menemukan adikku!, apa kalian sudah mencarinya dengan benar hah!?. "
" ka-kami sudah mencarinya diseluruh keibukota kerajaan, Ojou-sama. Ta-tapi kami tidak menemukan adik anda..., "
" aku tidak mau tahu!, cari kembali jika kalian tidak bisa menemukan adikku, maka kalian akan menerima akibatnya!, cepat cari lagi!...,"
" Ha-Ha'i..., "
Prajurit-prajurit itu langsung saja berhaburan keluar meninggalkan seorang perempuan cantik bersurai pirang emas dengan iris emerlad cantik disana, ia menghela nafas dan memijat pelipisnya yang berdenyut..., ia kini tengah memikirkan keadaan adik kecilnya yang menghilang ketika ia ajak jalan-jalan diibukota, ia menatap khawatir sebuah lukisan besar disamping dimana disana terlihat dirinya dan seluruh keluarga besarnya, iris Emerlad perempuan itu terkunci pada perempuan yang hampir mirip dengan dirinya...,
" Nee-chan..., "
Perempuan cantik itu mengalihkan pandangannya kebelakang ketika ia mendengar sebuah suara yang sangat amat ia kenali, dan iris emerladnya melebar ketika melihat seorang anak perempuan bersurai emas sama seperti dirinya menatap kearahnya dengan pandangan berkaca-kaca...,
" Le fay!..., "
" Nee-chan!..., "
Grep
" syukurlah, syukurlah kau telah kembali dengan selamat, Nee-chan sangat mengkhawatirkanmu..., "
" Hikss..., Gomen, Nee-chan, jika saja Le fay mendengarkan kata-kata Nee-chan maka Nee-chan tidak akan khawatir..., Hiks..., maaf Nee-chan..., Le fay sudah menjadi gadis yang nakal..., "
Naruto yang menatap adegan adik kakak didepannya hanya bisa tersenyum kecil, Naruto berbalik dan berjalan pergi namun baru saja ia ingin pergi Le fay menghentikannya..,
" Nii-chan!, tunggu!. "
Naruto menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Le fay yang berlari kearahnya dan memeluk kakinya, Naruto terdiam ketika melihat pandangan Le fay yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca...,
" Nii-chan..., kau mau kemana?..., "
Tanya Le fay, Naruto tersenyum dan merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan Le fay lalu menepuk puncak kepala Le fay...,
" Nii-chan harus pergi, Nii-chan sudah menepati kata-kata Nii-chan untuk mengantarmu pulang bukan?, dan kini Le fay sudah dirumah jadi, Nii-chan harus pulang..., "
" ta-tapi, bisakah Nii-chan tetap disini sebentar?, temani Le fay bermain?..., "
Naruto tersenyum mendengar perkataan Le fay, namun waktu sudah mulai malam jadi dia harus segera kembali, tapi Naruto juga tidak enak menolak terlebih Le fay terlihat bisa menangis kapan saja...,
" tinggal lah sebentar, Namikaze Naruto..., aku merasa tidak enak jika tidak memberikan sesuatu pada orang yang telah menolong Le fay pulang..., jadi tinggal lah sebentar, aku akan menjamu mu.., "
Perempuan bersurai pirang dibelakang Le fay berkata dengan senyuman diwajahnya, Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Nee-chan itu sejenak, Nee-chan ini..., sepertinya ia pernah melihat Nee-chan ini tapi dimana?, sebelum ia menatap kearah Le fay yang memasang wajah memelas yang membuat Naruto menjadi tak tega, Naruto menghela nafas dan mengangguk.
" aku rasa aku akan tinggal sebentar. "
Ucap Naruto dan langsung mendapatkan pelukan senang dari Le fay, Naruto hanya bisa tertawa melihat tingkah manja Le fay..., Le fay melepaskan pelukannya dan menarik tangan Naruto.
" Ne, Ne, Nii-chan, ikut Le fay, kita akan bermain di kamar Le fay. "
Naruto memasang wajah kesulitan ketika mendengar ajakan Le fay, Nee-chan itu tertawa kecil melihat Naruto yang kewalahan menanggapi permintaan Le fay, ia harus menolongnya...,
" Le fay-chan, bukankah kau harus membersihkan dirimu?, lihat pakaian dan tubuhmu berantakan..., "
Ucap Nee-chan itu, Le fay menoleh kearah Nee-channya dan menatap kearah tubuhnya dan benar pakaiannya sudah agak lusuh, Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Nee-chan itu yang mengedipkan matanya, Naruto mengangguk melihat Kode itu...,
" benar apa kata Nee-chanmu, bersihkan dirimu baru kita akan bermain..., "
Ucap Naruto membuat Le fay menatap kearahnya dan mengeluarkan protes
" heh~, tapi Nii-chan..., "
" tidak ada tapi-tapian, bersihkan dirimu atau Nii-chan akan pulang..., "
" eh!, jangan!, temani Le fay bermain, "
" kalau begitu, bersihkan dirimu dulu, "
Ucap Naruto dengan senyuman tipis diwajahnya, Le fay terdiam sebelum ia akhirnya mengangguk pelan...,
" baik, Le fay akan pergi membersihkan diri, tapi setelah itu Nii-chan harus menemani Le fay bermain ya?. "
" tentu saja, bukan Nii-chan sudah berjanji menemani Le fay bermain tadi?. "
Naruto mengatakan itu dengan nada menyakinkan membuat Le fay tersenyum senang dan segera berlari menuju seorang maid yang sudah sedaritadi berdiri disebelah Nee-chan itu, setelah kepergian Le fay Naruto menghela nafas.
" terimakasih, "
Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Nee-chan yang menatap kearah lorong dimana Le fay pergi barusan, Naruto menaikan satu alis sebelum ia bangkit dan tersenyum.
" tidak perlu, aku hanya kebetulan menemukan Le fay ketika ingin pulang, lalu aku mengantarkan Le fay pulang kesini. "
Ucap Naruto, Nee-chan itu tersenyum sebelum mengalihkan pandangannya dan menatap Naruto.
" aku bukan berterimakasih untuk itu, tapi aku berterimakasih padamu karena berkatmu, aku bisa melihat wajah ceria Le fay Lagi..., "
Naruto menaikan satu alisnya mendengar perkataan dari Nee-chan itu..., Nee-chan itu melanjutkan...,
" kau tahu, Le fay adalah anak yang tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain selain aku dan Nii-sama-nya, ia terlalu takut jika didekat orang asing, tapi hari ini aku melihat Le fay tersenyum selepas ini bersama dengan orang asing yang menolongnya..., karena itu aku berterimakasih padamu, Namikaze Naruto. "
Ucap Nee-chan itu dengan senyuman lembut diwajahnya, Naruto terdiam sebelum ia mengeluarkan cengiran khasnya...
" ya sepertinya aku merupakan type yang disukai anak kecil. "
" ufufu~, mungkin itu benar, kau merupakan type yang disukai anak-anak, Namikaze Naruto. "
Naruto dan Nee-chan itu tertawa kecil sebelum Naruto menatap Nee-chan itu dengan pandangan bingung, Nee-chan itu yang ditatap seperti itu oleh Naruto menaikan satu alisnya.
" apa ada yang salah dengan wajahku, hingga kau menatapku seperti itu?. "
Naruto tersadar ketika ia mendengar Nee-chan itu menegurnya, Naruto tertawa gugup dan mengaruk belakang lehernya...,
" tidak ada, aku hanya ingin memastikan saja, apa kita pernah bertemu sebelumnya, jika benar kapan itu, dan jika tidak..., bagaimana kau bisa tahu namaku?. "
Nee-chan itu terdiam mendengar perkataan Naruto sebelum ia menyungging senyuman tipis,
" maaf ini salahku karena tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu..., "
Nee-chan itu mengangkat sedikit berenda pakaiannya dan menundukan sedikit kepalanya,
" perkenalkan namaku adalah Arthuria Pendragon, dan aku juga merupakan salah satu Siswa dari Hirozimon Academy..., aku juga adalah orang yang sama yang membawamu keruang kepala sekolah akibat pelanggaran yang kau lakukan..., "
Naruto mengerjapkan matanya berkali-kali sebelum sebuah kilatan Flashback memenuhi kepalanya, jadi Nee-chan didepannya ini adalah perempuan yang pernah menunggunya didepan gerbang Academy?.
" owh, sekarang aku ingat, kau perempuan yang waktu itu menungguku didepan gerbang, "
" ya kau benar, itulah aku..., "
" heh~, ternyata kau yang disekolah berbeda dengan kau yang ada dirumah..., pantas saja aku tidak mengenalimu "
Ucap Naruto dengan seringai kecil diwajahnya membuat Arthuria memiringkan kepalanya dan menatap bingung Naruto.
" kenapa kau berkata seperti itu?, Namikaze Naruto. "
Tanya Arthuria, Naruto mengangkat bahu. " tidak ada, aku hanya sedikit terkesan, ternyata kau ketika berada dirumah sangat cantik, ya..., meskipun waktu mengenakan seragam Academy kau juga cantik sih..., " ucap Naruto santai tanpa menyadari Arthuria yang perlahan merona..., Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Arthuria yang memerah, Naruto menaikan satu alisnya.
" pendragon-san?, kau kenapa?. "
__ADS_1
Tanya Naruto mendapatkan gelengan dari Arthuria.
" ti-tidak ada, su-sudahlah, kita keruang keluarga, kita akan menunggu Le fay disana..., "
Arthuria melangkah cepat meninggalkan Naruto yang menatap bingung Arthuria, Naruto mengangkat bahu tak peduli, sementara itu didalam [Library World], Ophis mengeleng pelan melihat Masternya yang bisa dengan frontal mengeluarkan kata-kata yang bisa membuat orang salah paham tanpa disadarinya itu..., Ophis melayang rendah sebelum ia menghela nafas
" Master, kau ternyata sangat berbakat dalam hal merayu wanita, meski hal itu tidak disadari olehmu..., "
- change scene -
Diruang keluarga, Arthuria, Le fay dan Naruto terlihat tengah berkumpul dan tertawa ceria, Naruto kini tengah menceritakan sebuah kisah lucu pada Le fay hingga membuat Le fay tertawa dan terkadang Arthuria yang memperhatikan mereka berdua ikut tertawa, suasana ceria itu terperhatikan oleh beberapa Maid disana yang terkadang juga ikut tertawa..., Le fay mendongakkan kepalanya dan Menatap Naruto yang tengah memangkunya.
" Nii-chan, itu tadi sangat lucu!, ceritakan lagi yang lain, Le fay ingin mendengar cerita lagi..., "
" baiklah, apa Le Fay memiliki permintaan sebuah cerita misalnya seperti si katak dan si ular yang buta?, "
" uhm?, apa ya..., ah!, coba Ceritakan sebuah kisah tentang seorang pangeran yang menyelamatkan seorang putri dari kutukan penyihir jahat!, "
" Owh!, jika itu Nii-chan punya cerita yang bagus, cerita ini berkisah tentang seorang putri yang mendapatkan kutukan dari penyihir dan membuat sang putri tertidur selamanya..., dengarkan. "
Naruto pun menceritakan tentang kisah Snow White and The Seven Dwafts, Le fay mendengarkan dengan seksama cerita dari Naruto...,
" ..., dan akhirnya Putri Snow White hidup bahagia dengan sang pangeran..., "
" cerita yang sangat bagus Nii-chan!. "
" terimakasih, senang jika kau menyukainya Le fay. "
Naruto tersenyum dan mengelus pelan Surai emas Le fay dipangkuannya, Le fay yang mendapatkan perlakuan itu memejamkan matanya menikmati elusan Naruto..., Arthuria yang melihatnya tersenyum hangat, ia bahagia melihat adiknya yang ceria bersama Naruto.
" nee, Nii-chan..., "
" uhm?, nanda?. "
" aku ada pertanyaan untuk Nii-chan dan Nii-chan harus menjawabnya..., "
" baiklah, jika Nii-chan bisa menjawabnya maka akan Nii-chan jawab, jadi apa yang ingin kau tanyakan, Le fay-chan?. "
Le fay menikmati elusan Naruto sebelum ia menatap Naruto dan tersenyum kearah Naruto.
" menurut Nii-chan antara Snow white dengan Nee-chanku, lebih cantikan siapa?. "
" Heh?..., "
Naruto dan Arthuria memeki kompak mendengar pertanyaan Le fay, Naruto menatap kearah Arthuria dengan intens sebelum ia memasang ekspresi berpikir.
" jawab Nii-chan..., "
Naruto menatap kebawahnya dan melihat Le fay yang meminta jawaban, Naruto menatap Arthuria yang sedikit merona dan mengalihkan pandangannya sebelum kembali menatap Le fay dan tersenyum...,
" aku belum pernah melihat Snow White jadi aku memilih Nee-chanmu, Le fay. "
Ucap Naruto membuat Le fay mengeluarkan senyuman senang, ia menempatkan tangannya didepannya dan menepuk pelan.
" jaa, kalau begitu Nii-chan nikahi saja Nee-chan!. "
" Hah!?..., "
Perkataan polos Le fay membuat Naruto dan Arthuria hampir terkena serangan jantung, Naruto menatap kearah Arthuria yang merona hebat dan mengalihkan pandangannya kearah lain, Le fay melanjutkan.
" jika Nii-chan dan Nee-chan menikah maka Nii-chan akan tetap disini dan menemani Le fay bermain setiap hari!. Bagaimana apa Nii-chan mau menikahi Nee-chanku?. "
" eh?, etto..., bagaimana ya?. "
Naruto nampak kesulitan menjawab pertanyaan Le fay karena bagaimanapun ini pertanyaan yang menyangkut hidupnya apa lagi Le fay yang bertanya, salah jawab bisa-bisa Le fay menangis, Naruto menatap kearah Arthuria berharap Arthuria akan membantunya keluar dari pertanyaan menjebak ini namun sia-sia Arthuria bahkan tidak menatapnya sama sekali!?.
" Bagaimana Nii-chan mau tidak?. "
" et-etto, bagaimana ya..., "
" Nii-chan!..., "
Naruto memutar otaknya berharap ia menemukan jawaban yang setidaknya tidak membuat Le fay menangis, sementara Le fay terus mendesak Naruto..., dan sebuah idepun terlintas dikepala Naruto..., Naruto menatap Le fay dan tersenyum.
" Le fay-chan, menikah tidak semudah itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum menikah, lagipula Nee-chan mana mau denganku, ditempatku tinggal aku ini laki-laki paling tidak berguna dan lemah, aku dan Nee-chanmu tidak bisa disamakan..., jadi jika ditanya aku mau menikahi Nee-chan atau tidak, maka aku akan menolaknya karena aku tidak pantas bersanding dengan Nee-chanmu yang sempurna ini..., "
Ucap Naruto dengan nada lembut, Arthuria mengalihkan pandangannya dan menatap Naruto yang mengelus surai Le fay dengan lembut...,
" ta-tapi..., Nii-chan..., "
" bagaimana jika begini saja, jika suatu saat nanti Nii-chan sudah menjadi kuat dan bisa diandalkan lalu Nee-chanmu mau menerima Nii-chan maka Nii-chan akan langsung menikahi Nee-chanmu saat itu juga, bagaimana?. "
Le fay terdiam memikirkan perkataan Naruto sebelum ia mengangguk dan tersenyum menatap Naruto dengan jari kelingking yang terangkat...,
" Nii-chan, kau harus berjanji padaku jika nanti kau sudah menjadi kuat dan bisa diandalkan maka kau harus cepat-cepat menikahi Nee-chanku..., "
Ucap Le fay membuat Naruto tersenyum dan menyambut kelingking kecil Le fay, dan berjabat pelan.
" Nii-chan berjanji, selama Nee-chanmu mau menerima Nii-chan maka akan Nii-chan nikahi dia..., "
Ucap Naruto dengan wajah lembut, tanpa Naruto sadari Arthuria menatapnya dengan wajah merona hebat, Arthuria dapat merasakan jika kedua pipinya memanas..., tak lama setelah itu Le fay menguap pelan, Naruto yang melihatnya tersenyum tipis.
" eh, apa tuan putri kecil ini sudah mengantuk?..., baiklah jika begitu saatnya kau tidur, Ojou-chan..., "
Ucap Naruto dan menegapkan tubuh Le fay, Naruto menyerahkan Le fay kepada salah satu maid disana dan maid itupun langsung membawa Le fay kekamarnya..., Naruto tersenyum melihat kepergian Le fay.
" Maaf, "
Naruto mengalihkan pandangannya kesamping dan menatap Arthuria yang masih sedikit merona...,
" maaf karena sudah membuatmu kesulitan dengan pertanyaan Le fay..., "
Arthuria berkata tanpa menatap Naruto, ia masih malu akibat mendengar perkataan Naruto barusan, Naruto tersenyum kecil.
" tidak masalah, lagipula aku akan melakukannya jika kau mau menerimaku, hahaha..., aku hanya bercanda..., "
Ucap Naruto dengan cengiran khas miliknya, Arthuria terdiam sebelum menghela nafas dan menyungging senyuman tipis.
" aku rasa kau benar..., "
- change scene -
" maaf dan terimakasih, Namikaze Naruto. "
Arthuria mengantar Naruto pulang dan kini mereka berada diteras depan rumah Keluarga Pendragon, Naruto tersenyum tipis.
" tak apa, lagipula menyenangkan rasanya memanjakan gadis kecil secantik Le fay, dan aku berterimakasih atas jamuan yang kau berikan tadi itu sangat enak. "
Naruto mengatakan itu dengan wajah bersahabat, Arthuria mengangguk dan tersenyum.
" baiklah, kalau begitu sampai berjumpa disekolah, Namikaze Naruto..., "
Naruto mengangguk sebelum ia menatap kearah Arthuria...,
" Anoo, Pendragon-san, jika tidak keberatan bisakah kau memanggil namaku saja, mendengar kau memanggil nama lengkapku entah kenapa membuatku merinding~. "
Arthuria terdiam sebelum ia menatap Naruto dan mengangguk pelan.
" baiklah, tapi kau harus memanggil namaku juga, karena jika kau memanggil nama keluargaku, aku merasa jika kau menganggapku Arthur. "
" tunggu bukankah tidak pantas seorang bangsawan rendahan sepertiku memanggil kau yang notabene-nya adalah Bangsawan tinggi dengan nama depanmu?. "
Naruto mengatakan itu dengan bingung dan hal itu sontak membuat rona merah menghinggapi pipi Arthuria.
" ak-aku tidak mau tahu, jika kau ingin aku panggil dengan namamu maka kau juga harus memanggilku dengan namaku!. "
" ha'i, ha'i, sesuai permintaanmu, Ojou-sama..., "
Ucap Naruto mengoda Arthuria dan berhasil wajah Arthuria langsung memerah..., karena marah..., dengan cepat Arthuria memunculkan sebuah pedang dari ketiadaan dan mengarahkan pada Naruto yang langsung menatap ngeri pedang itu...,
" Nami~, Kaze~, Naru~, To~, "
" Ha'i!, akan aku lakukan, tolong jangan gorok leherku!..., "
Naruto mengambil nafas dalam-dalam sebelum menatap Arthuria dengan pandangan serius.
" Arthuria... "
Nama yang diucapkan dengan nada lembut itu ternyata memberikan efek pada Arthuria, kedua pipi Arthuria memerah hebat bahkan sampai ketelinganya... Naruto tidak menyadari hal itu dan menghela nafas lega ketika pedang yang hampir mengorok leher perlahan mulai turun...,
" baiklah, kalau begitu pulanglah..., Naruto. "
Kali ini Narutolah yang merona ketika Arthuria mengucapkan nama sederhana itu dengan lembut, Naruto menatap kearah Arthuria yang berjalan masuk kedalam, Naruto terus menatap Arthuria sampai pintu besar itu tertutup..., Naruto menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
' ya ampun, aku tidak tahu jika sememalukan itu namaku dipanggil oleh perempuan, terlebih lagi aku malu sekali memanggil namanya tadi..., '
Naruto berbalik dan berjalan menjauh, tanpa Naruto ketahui, Arthuria kini tengah menyenderkan punggung dipintu masuk dan perlahan tubuh Arthuria merosot kebawah...,
" waaah!, memalukan sekali!, "
Arthur yang kebetulan baru saja menyelesaikan latihannya diruang 'rahasia' keluarga pendragon menatap kearah Arthuria yang duduk memunggungi pintu tak lupa wajahnya yang ia sembunyikan dilututnya...,
" Nee-sama?, apa yang kau lakukan disana..., "
" aku..., mau jadi kecoa saja..., "
" Hah?..., "
- change scene -
"Hah~ melelahkan..., "
Naruto merengangkan tubuhnya yang agak pegal karena aktivitas yang ia lakukan dari pagi sampai sore ini, Naruto menatap datar kedepan, ia kini berada diwilayah Academy Hirozimon...,
Naruto yang tengah berjalan dengan tenang terhenti ketika ia melihat para siswa berlarian menuju kegedung Divisi Knight, Naruto menatap hal itu sebelum akhirnya ia penasaran dan ikut berlari mengikuti kumpulan siswa itu...,
Setelah beberapa saat akhirnya ia sampai dilorong kelas, disana ia melihat kerumunan murid, Naruto menyipitkan matanya ketika ditengah kumpulan itu terlihat seorang pemuda bersurai hitam yang tengah jatuh dan bertumpuhan dengan lututnya, bukankah itu..., Tobio?.
" Tobio!, maaf permisi!, dia temanku!. "
Naruto berteriak menyebut nama ketua Clubnya itu dan menerobos masuk kedalam kerumunan, Tobio yang mendengar namanya dipanggil menoleh kebelakang dan ia nelihat Naruto berjalan cepat kearahnya...,
" Na... Ru... To..., "
" Tobio, apa yang terjadi padamu, teman?. Kenapa kau bisa berada disini, dan apa-apa ini, kenapa kau dikerubuni para siswa ini?, dan dimana Miya? "
Naruto mengeluarkan pertanyaan beruntun, Tobio terdiam sebelum ia menunjuk kesampingnya, Naruto yang melihat hal itu menaikan sebelum tatapannya mengikuti arah tunjuk Tobio, dan seketika iris matanya membulat sempurna ketika melihat tulisan didinding itu, sebuah tulisan dengan tinta berwarna merah yang ia yakini sebagai darah karena disebelahnya terdapat seekor burung gagak yang masih meneteskan darah keatas lantai.
" [kini semua telah lengkap aku telah mendapatkan tubuh baru yang akan melengkapi ritualku selama ini..., tunggu saja kalian para Wizard busuk..., aku akan menghancurkan kalian semua..., ] "
" ..., [Maria Rossfield]. "
Naruto membaca tulisan itu dengan terkejut, [Maria Rossfield]..., telah hampir melengkapi ritualnya!, dan ia telah mendapatkan tubuh baru!, apa maksudnya ini!, apa [Maria Rossfield], berniat untuk hidup kembali!..., apa ada kemungkinan hal itu terjadi!.
' sayangnya, ada Master..., [Curse Magic : Rivave Life], sebuah magic terkutuk yang bisa membangkitkan orang yang sudah mati dengan bayaran sepuluh nyawa manusia yang dijadikan tumbalnya, selain itu juga Magic ini memaksa manusia yang masih hidup menjadi wadah untuk roh yang telah mati, nampaknya [Maria Rossfield] sudah hampir melengkapi ritual itu, ia juga sudah mendapatkan tubuh baru..., dan..., '
Ophis menghentikan ucapannya ketika Naruto mengetahui semua yang terjadi, jangan bilang jika Miya...,
' ya, Master dia akan dijadikan wadah untuk membangkitkan roh jahat, [Maria Rossfield]..., '
Ucap Ophis membuat wajah Naruto mengeras dan giginya bergemelutuk, kemarahan Naruto telah mencapai puncaknya...,
" Ophis, apa ada syarat khusus untuk mengaktifkan Ritual itu..., misalnya waktu yang pas?. "
' sejauh ini yang aku tahu, [ Curse Magic : Rivave Life ] hanya bisa dilakukan ketika Bulan berada diposisi sempurna-nya, dengan katalain ketika bulan purnama terang..., '
" kapan itu terjadi, "
Tanya Naruto, Ophis terdiam dan melakukan perhitungan dikepalanya, tak lama ia menatap Naruto lewat [Library World].
' Malam ini..., '
__ADS_1