The Worst One

The Worst One
Chapter 7


__ADS_3


Hirozimon -



" hah~, "


Helaan Nafas keluar dari mulut seorang perempuan bersurai putih, ia terlihat malas dengan apa yang ada didepannya, iris seindah mutiara itu menatap bosan papan besar yang di isi oleh rangkaian rumus lingkaran sihir...,


' tidak ada yang menarik. '


Gumamnya, ia mengalihkan pandangannya kesamping jendela dan menatap kebawah dimana disana terlihat Divisi Knight tengah latihan tanding, ia melihat Arthur tengah membimbing para Knight dengan wajah datar...,


Wajah perempuan itu langsung cemberut, ketika ia mengingat jika pemuda yang menarik perhatiannya dan juga Sahabatnya tidak ada disana..., ia menghela nafas lagi.


" Otsutsuki-san?, "


Perempuan bernama Asli Otsutsuki Kaguya mengalihkan pandangannya dari jendela dan menatap kearah guru cantik bersurai blonde dengan iris Golden-Yellow menatapnya dengan mata menyipit dan senyuman manis...,


" apa pelajaranku lebih membosankan daripada melihat Divisi 'Sampah' itu melakukan latihan. "


[A/N : Seluruh Divisi Wizard selalu memanggil Divisi Knight dengan sebutan Shampah!(Sampah), tidak hanya murid saja namun para guru juga ikut memanggil Divisi Knight seperti itu ]


Tanya guru itu, Kaguya terdiam sebelum ia menghela nafas dan mengeleng pelan.


" tidak, Professor Yasaka, aku hanya sudah menguasai Materi 'pembentukan Formula dasar lingkaran Magic' ini, jadi aku tidak tertarik mempelajari hal yang sama dua kali. "


Ucap Kaguya, Alis Yasaka berkedut mendengar perkataan Kaguya yang menurutnya sombong..., anak ini..., batin Yasaka geram.


" bisa kau tunjukan bagaimana cara mempraktekannya, Otsutsuki-san?..., kau sudah menguasainya bukan?. "


Tanya Yasaka dengan sudut bibir yang berkedut, Kaguya terdiam sejenak sebelum ia menghela nafas, ia menaruh pipinya diatas tangan kanannya sementara telunjuk kirinya mengarah kedepan, Kaguya langsung merapalkan mantra dengan suara pelan.


Seketika diujung telunjuk Kaguya tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna Hijau pudar yang berputar dengan tenang,


" struktur ini adalah Formula 4 bidang dari 7 bidang lingkaran Magic, seperti yang ibu lihat ini seimbang, dan tidak perlu mengonsumsi [Mana] dalam jumlah banyak, dan juga..., "


Kaguya mengarahkan lingkaran itu keluar jendela yang terbuka lebar, dan bergumam pelan...,


[ Thunder Shot ]


Zruuust!?


Sebuah petir berukuran kecil melesat cepat kelangit dan menghilang dalam hitungan permili detik, Kaguya menghilangkan lingkaran Magic dan menatap Yasaka yang terdiam dengan mata malas.


" meningkatkan daya serang Magic "


Ucap Kaguya, Yasaka menghela nafas sepertinya ia tidak bisa melakukan apa-apa, karena perempuan itu berada ditingkat yang berbeda dengan murid-murid seusianya di kelas yang ia ajar ini...,


" Otsutsuki-san, tolong hargai aku sebagai guru disini, dan jika kau tidak tertarik dengan pelajaranku maka kau bisa keluar dari pelajaranku, "


Ucap Yasaka, Kaguya terdiam sebelum ia mengangguk dan bangkit dari bangkunya dan melangkah pergi dalam diam, Yasaka menghela nafas melihat kepergian Kaguya...,


" sudah, kita lanjutkan pelajaran kita. "


Ucap Yasaka yang kembali mengajarkan tentang Struktur lingkaran Magic untuk pemula...,


- Kaguya Side -


Dilorong Academy Kaguya tengah berjalan dalam diam, ia saat ini tengah tidak mood untuk melakukan apapun, hal itu dikarenakan Senju Tsunade, kepala Sekolah Hirozimon, melarang dirinya untuk menyusul Kyubi yang sudah dua hari ini pergi keluar dengan pemuda dari Divisi Knight, Namikaze Naruto..., pemuda yang telah berhasil menarik minat Kyubi, dan juga dirinya.


Bohong jika Kaguya berkata jika ia tidak tertarik dengan Namikaze itu, kemampuan bertarungnya tinggi, cukup tinggi hingga berhasil mengalahkan 7 wizard dengan gerakan yang baru pertama kali ia lihat, itu bukan Taijutsu dari Divisi Knight, karena ia hafal benar Taijutsu dari Divisi Knight, kenapa?, karena dia juga menguasainya...,


pemuda itu tidak hanya jago adu jotos tapi juga memiliki gerakan cepat, cukup cepat untuk menghindari sebuah lesatan [Fire Ball]..., Kaguya menghela nafas, berdasarkan perkataan kepala sekolah, Kyubi diutus untuk mengawasi pemuda itu berlatih, namun Kaguya tahu jika kepala sekolah memberikan kesempatan pada Senju Kyubi, yang notabenenya anak dari kepala sekolah untuk bisa menjadikan Namikaze Naruto sebagai bawahannya!...,


Kaguya berdecak kesal, ia kalah cepat daripada Kyubi, ia menghela nafas, tidak ada gunanya kesal sekarang, dan belum tentu juga Kyubi berhasil menjadikan Namikaze Naruto sebagai bawahannya, Kaguya menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan dan melanjutkan langkah kakinya menuju perpustakaan.


Sesampainya disana Kaguya menatap kearah pintu perpustakaan sejenak sebelum memutuskan untuk masuk kedalam, didalam ia melihat kedua Sahabatnya, Gabriel dan Shaga tengah berbincang-bincang satu sama lain dan terkadang Gabriel tertawa lembut menjawab perkataan Shaga...,


Shaga dan Gabriel menghentikan Obrolan mereka dan mengalihkan pandangan mereka ketika merasakan hawa kehadiran lain diruangan ini, dan mereka melihat Kaguya tengah berjalan sambil tersenyum dan melambaikan tangan kearah mereka..., keduanya tersenyum dan melambaikan tangan mereka juga.


" ufufufu~, tidak biasanya melihat Kaguya ada disini saat jam pelajaran Professor Yasaka, "


Ucao Gabriel, Kaguya hanya mendesah malas mendengar perkataan Gabriel dan lebih memilih duduk disalah satu kursi disana.


" Gabriel, jangan mulai deh..., "


Ucap Kaguya, Gabriel hanya tertawa tipis begitupula dengan Shaga yang tersenyum sambil menatap Kaguya yang terlihat tidak mood.


" Kagu-chan?, apa ada sesuatu yang membuatmu jenuh dan tidak semangat hari ini?..., "


Tanya Shaga, Kaguya terdiam sebelum ia menghela nafas dan menatap kearah Shaga dengan pandangan datar.


" jadi begini, Shaga. Hari ini ak-, "


Sriiing~


Kaguya menghentikan penjelasaanya ketika Gabriel menerima sebuah [Call]..., Gabriel tersenyum tipis dan meminta waktu untuk menjawab [Call] itu dengan sopan..., Kaguya menghela nafas sambil melirik kearah Gabriel yang tengah berjalan menuju sudut perpustakaan dan menjawab [Call]..., Shaga hanya bisa tersenyum kecil melihat sahabat Blondenya itu sebelum ia mengalihkan pandangannya pada Kaguya.


" jadi?, "


Kaguya mengalihkan pandangannya kearah Shaga dan mengangguk pelan.


" seperti yang kau lihat aku sedang tidak bersemangat bahkan untuk belajar dipelajaran Professor Yasaka, guru favoritku..., aku saat ini tengah memikirkan, Kyu. Entah kenapa tidak ada dia disini membuatku merasa kesepian. "


Ucap Kaguya pelan, Shaga terdiam sebelum ia mengulas senyuman tipis, ia mengenggam tangan Kaguya dengan lembut membuat Kaguya mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Shaga yang sedang tersenyum tipis.


" itu wajar saja, Kaguya. Kalian merupakan Rival dan Sahabat disaat bersamaan..., kalian berbagi tawa canda dan kesedihan bersama-sama, dan ketika Kyubi tidak ada disini kau jadi kehilangan semangatmu, hal itu wajar Kaguya, bertahanlah, Kyubi akan pulang kembali kesini 4 hari lagi, bukankah kau sudah tahu itu dari Tsunade-sensei?. "


Ucap Shaga dengan nada lembut, Kaguya terdiam, memang benar apa yang dikatakan Shaga, Kyubi merupakan Rival sekaligus Sahabatnya, tak terhitung waktu yang telah mereka lalu..., perlahan senyuman manis berkembang diwajah Kaguya.


" terimakasih, Shaga-Hime. Berbicara denganmu membuat bebanku terangkat sedikit. "


Ucap Kaguya, Shaga tersenyum tipis dan mengangguk pelan..., " Senang bisa membantu, Kagu-chan. " ucap Shaga, Kaguya tersenyum tipis...,


" Ara?, apa aku ketinggalan sesuatu?, "


Kaguya dan Shaga menoleh kesamping dimana Gabriel terlihat tengah berjalan dengan senyuman diwajahnya, sepertinya ia sudah selesai menjawab [Call] entah dari siapa itu..., Kaguya tersenyum dan mengeleng pelan.


" tidak, kami hanya membicarakan hal kecil saja, Gabriel. "


Ucap Kaguya, Gabriel tertawa tipis, " sepertinya Moodmu telah kembali, Kaguya. Maa, itu bagus, tapi maaf semua, aku ada urusan kecil jadi aku harus pergi, " ucap Gabriel dengan sopannya, Kaguya dan Shaga menatap satu sama lain sebelum mengalihkan pandangannya kearah Gabriel.


" apa ' perempuan pedang ' itu berulah lagi?. "


Tanya Kaguya, Gabriel tersenyum kecut dan mengangguk pelan, " ya, dia berulah lagi, kali ini dia mematahkan tiga tulang rusuk murid dari Divisi Wizard tanpa ampun, " ucap Gabriel, Shaga tersenyum masam, ia ingat, diacademy ini ada satu perempuan yang selalu mematahkan tulang murid lain ketika ia diganggu murid lain terutama murid dari Divisi Wizard...,


" aku kasihan padamu, Gabriel..., kau memiliki ketua dengan sifat bertentangan denganmu, " ucap Shaga, Gabriel hanya bisa tertawa kaku mendengar perkataan Shaga.


" ha.., ha.., ha.., mau bagaimana lagi, Shaga-hime, dia satu-satunya diacademy ini yang berada diantara Wizard dan Knight, lagipula karena sifatnya itulah ia dijadikan leader dari [Squad of Discipline]..., "


Ucap Gabriel, Shaga dan Kaguya tersenyum pahit, perempuan berpedang itu memang mengerikan, bisa dikatakan jika perempuan itu mau ia bisa menempati kursi lima besar [The Ten], tapi perempuan itu menolaknya...,


" sebaiknya kau pergi, Gabriel. Sebelum ia tambah marah dan memaksaku untuk turun tangan..., lagi. "


Ucap Shaga, Gabriel hanya bisa memasang wajah kaku dan tersenyum kikuk, ia meminta ijin pergi sebelum langkah melangkah cepat untuk meredakan amarah monster berwujud perempuan itu...,


Setelah kepergian Gabriel, Shaga dan Kaguya menghela nafas, sebelum akhirnya mereka berdua tertawa kecil..., perlahan tawa itu mereda, Kaguya menatap kearah Shaga.


" nee, Shaga, bisakah kau mencari keberadaan, Kyubi?. Aku ingin melihat apakah dia baik-baik saja diluar sana?, kau tahukan diluar sana sangat berbahaya, karena banyaknya Magical Beast..., jadi, kau paham kan maksudku?. "


Tanya Kaguya, Shaga terdiam sebelum ia tersenyum, " tentu, Kaguya..., aku juga ingin melihat keadaan, Naruto-kun. " Shaga segera membuka ditangannya dan perlahan memgucapkan mantra yang memunculkan sebuah lingkaran Magic yang langsung mengumpulkan partikel-partikel udara yang membentuk sebuah bola air yang tak lebih besar dari bola sepak yang melayang tenang diatas tangan Shaga...,


[ Elemental Magic : Observe ]


Bola air yang melayang tenang diatas tangan Shaga mulai bersinar dan perlahan mulai memperlihatkan sebuah gambar..., Shaga dan Kaguya menatap intens gambar yang ditunjukan bola air dihadapan mereka sebelum kedua iris mata mereka melebar sempurna...,


" ... "


Keduanya hanya mampu terdiam melihat apa yang mereka lihat, sahabat mereka, Kyubi. Terlihat tengah berjalan dibelakang seorang pria yang mengenakan jubah hitam, Kyubi tidak melawan sama sekali, matanya menatap kosong sedikit kebawah..., tak butuh waktu lama bagi Kaguya dan Shaga untuk tahu jika temannya itu tengah terjebak dalam Illusion Magic..., Shaga mengalihkan pandangannya kearah Orang yang menggunakan jubah hitam hingga wajahnya tidak terlihat sama sekali..., jubah hitam?..., jangan bilang jika..., kedua iris Shaga membulat.


" As-Assassin, Kyu. Diculik Assassin..., ini gawat. "


Gumam Shaga, Kaguya yang mendengarnya langsung menatap kearah Shaga dengan wajah terkejut...,


" Assassin!?, apa yang diingin Assassin dari Kyubi!?-, tidak..., jangan bilang jika mereka akan memanfaatkan, Kyubi. Karena dia Heiress selanjutnya dari Clan Senju. "


Ucap Kaguya dengan nada Serius, inilah kelebihan Kaguya yang membuat ia menduduki kursi diatas Kyubi, kepintarannya lebih baik daripada Kyubi, ia bisa menganalisa keadaan genting sekalipun dengan kepala dingin seperti yang ia lakukan sekarang.


Shaga mengangguk, " mungkin saja, Assassin ini menangkap, Kyu. Karena mereka tahu siapa Kyu, dan berniat memanfaatkannya dia..., " ucap Shaga, Kaguya mengangguk cepat.


" kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi kita harus menyusul mereka, kita temui Mabui-sensei, ia bisa menteleportasikan kita kesana dengan cepat menggunakan Magic [Tenso] miliknya..., "


Ucap Kaguya, Shaga terdiam, ia menghilangkan bola air miliknya sebelum ia menatap kearah Kaguya dan mengeleng pelan.


" tidak mungkin, Magic [Tenso] milik Mabui-sensei, hanya diproitaskan untuk mengirim benda mati bukan hidup, dan jika kau melakukannya bisa dipastikan tubuhmu akan hancur akibat teleportasi super cepat dari Magic [Tenso] milik Mabui-sensei. "


Ucap Shaga, Kaguya mengertakan giginya kesal, sial seandainya ia bisa menguasai Magic Teleportasi, ia pasti bisa menyelamatkan sahabatnya itu, Shaga yang melihat kekesalan Kaguya terdiam sebelum ia menatap Kaguya dengan serius.


" Kaguya, aku akan meneleportasikanmu kesana..., "

__ADS_1


Ucap Shaga serius membuat Kaguya langsung mengalihkan pandangannya dan menatap Shaga dengan serius...,


" Shaga-Hime, kau menguasai Magic Teleportasi?. "


Tanya Kaguya, Shaga mengangguk pelan, " Aku menguasai satu Magic Teleportasi tapi Teknik ini membutuhkan beberapa syarat, selain hanya bisa mengirim satu orang saja, karena Magic ini menguras banyak sekali [Mana], orang yang ingin diteleportasikan harus memiliki benda dari tempat yang ingin dituju, "


Ucap Shaga serius, Kaguya terdiam sejenak sebelum ia merogoh kearah Sakunya dan mengeluarkan sebuah Sapu tangan berwarna orange dengan hiasan cantik ditengahnya...,


" apa ini bisa digunakan?, benda ini dirajut oleh Kyubi saat festival Merlin diselenggarakan..., apa ini bisa memenuhi Syaratnya?. "


Tanya Kaguya, Shaga terdiam sebelum mengangguk. " tentu, selama itu berhubungan dengan Kyubi maka ini bisa digunakan..., " ucap Shaga yang langsung mengambil sapu tangan itu dan berjalan pelan menuju tempat yang agak luas...,


Shaga perlahan memejamkan matanya dan mulai merapal mantra, Shaga membuka telapak tangannya dimana disana terdapat sapu tangan Kyubi, secara perlahan sapu tangan Kyubi mulai bersinar dan perlahan melayang diudara sebelum perlahan terbakar sedikit demi sedikit...,


Kaguya menatap hal itu dengan pandangan sulit diartikan, sapu tangan itu dibuat susah payah oleh Kyubi, dan melihatnya terbakar seperti itu entah kenapa ia sedikit merasa sakit dihatinya...,


Perlahan tak jauh dari posisi Shaga, sebuah lingkaran Magic terbentuk, ukiran Magic yang rumit dengan rune disekeliling yang terbentuk secara perlahan membuat Kaguya tidak bisa untuk tidak kagum melihatnya..., tak lama lingkaran Magic itu selesai tepat disaat sapu tangan Kyubi terbakar habis.


Shaga menghela nafas, dan menoleh kebelakang menatap Kaguya yang menatapnya dengan pandangan kagum, " Sekarang, berdirilah disana, aku akan langsung menteleportasikanmu menuju Kyubi. " ucap Shaga, Kaguya mengangguk pelan dan berdiri ditengah-tengah lingkaran magic yang berputar pelan.


Shaga merendahkan dirinya dan menyentuh lantai, perlahan lingkaran sihir kecil muncul dibawah telapak tangan Shaga, " Kaguya, berhati-hatilah jika Kyubi bisa dikalahkan maka tingkat kekuatan Assassin itu jauh diatas Kyubi. " ucap Shaga serius, Kaguya mengangguk.


" serahkan saja padaku, aku akan berhati-hati. "


" Baiklah, aku mengandalkanmu, selamatkan Kyu. "


Sring~


Setelah mengatakan itu Shaga langsung mengaktifkan lingkaran Magic dan menteleportasikan Kaguya dengan cepat, Shaga menenangkan deru Nafasnya yang memburu, kulitnya terlihat pucat menandakan jika Mana yang berada didalam tubuhnya berkurang cukup banyak...,


" Hosh..., Hosh..., Hosh..., aku serahkan sisanya padamu, Kaguya dan..., Naruto-kun. "


- Lotus City -


Sementara itu, direruntuhan Kota Lotus, terlihat Assassin telah berjalan keluar meninggalkan kota Lotus dengan Kyubi yang mengikutinya dari belakang dengan pandangan kosong..., Assassin itu berjalan santai dengan seringai wajahnya.


" Heiress Clan Senju, dan Harta karun Kota Kuno..., dengan semua ini maka Serikat Balam akan bertambah kuat. "


Gumam Assassi sebelum tertawa maniak, namun saat ia akan mengambil langkah selanjutnya, ia berhenti dan menoleh kebelakang...,


Assassin itu membalik tubuhnya dan menatap kearah Naruto yang menatap balik dirinya dengan iris Blue Shappire yang memandang datar dirinya, Assassin itu melirik kearah tangan Naruto terlihat bercak darah disana...,


" Heh~, aku tidak menyangka jika Rud dan Hut, bisa dikalahkan olehmu..., "


Naruto melirik kearah Kyubi yang terdiam dan menatap kosong kedepan dengan pandangan kosong, " Ophis, apa kau tahu apa yang terjadi pada, Senju itu. " Tanya Naruto lewat link mind, Ophis terdiam sebelum ia muncul didada Naruto.


' Illusion Magic, perempuan senju itu berada dalam pengaruh Illusion Magic, ia tidak akan sadar sebelum Illusion Magic yang menyelimutinya menghilang sepenuhnya..., '


Ucap Ophis, Naruto terdiam sebelum ia menatap kembali Assassin didepannya, " begitu, ini akan menjadi lebih merepotkan daripada melawan kedua orang tadi. " Gumam Naruto, ia menyiapkan posisi fighting miliknya dan menatap tajam Assassin didepannya...,


Assassin itu menyeringai melihat posisi siap tarung Naruto, ia melipat kerah jubahnya dan memasang posisi bertarung, " majulah, akan kutunjukan perbedaan kekuatan kita, " ucap Assassin iru, Naruto terdiam sebelum ia menguatkan fighting stance miliknya dan bergumam pelan..,


[ Accel ]


[ Boost ]


Setelah itu Naruto melesat cepat dan dalam sekejap mata sudah berada didepan Assassin itu dan langsung mengarahkan pukulan telak kepelipis Assassin itu yang langsung menahan dengan panik...,


' cepat sekali, '


Naruto merendahkan tubuhnya dan melakukan sapuan yang langsung menghilangkan keseimbang Assassin itu, tak henti sampai disana Naruto langsung memutar tubuhnya dan memberikan tendangan telak keperut Assassin itu...,


Duakh!


" Ohok! "


Assassin itu terhempas sedikit, Naruto akan tidak membiarkan Assassin itu bergerak sedikit pun karena, ia tahu jika Assassin itu diberi kesempatan bergerak maka dirinya akan berada yang serius, iapun melesat Saat Assassin itu akan bangkit Naruto sudah ada didepannya yang langsung memberikan tendangan kearah pelipis Assassin itu, namun Assassin itu bergerak untuk menahannya...,


Naruto yang mengetahuinya langsung merubah tendangannya menjadi Axe Kick yang dengan telak menghantam kepala Assassin itu dan memaksanya untuk mencium tanah dengan keras...,


Naruto menatap datar Assassin yang ada dibawah kakinya, " tidak bisa dimaafkan, " ucap Assassin itu geram, Naruto yang merasakan Niat membunuh segera melompat menjauhi Assassin itu..., Naruto dapat merasakan jika perlahan Assassin itu nenaikan tekanan [Mana] miliknya...,


' Master ini gawat..., dia nampaknya marah besar. '


Ucap Ophis membuat Naruto terdiam sebelum ia memasang posisi bertarung, " Aku tahu itu Ophis, kita dalam bahaya. " ucap Naruto pelan, gir-gir dikepala Naruto berputar cepat mencoba mengatasi masalah yang mungkin akan merenggut nyawanya ini...,


" Sial, "


- Other Side -


Sementara itu tak jauh dari posisi Naruto yang bertarung dengan Assassin itu, sebuah portal Muncul, dan menampakan sosok Otsutsuki Kaguya...,


Kaguya perlahan membuka matanya dan terlihatlah iris seindah mutiara menatap kedepan, lalu ia mengalihkan pandangannya kesekeliling...,


Gumam Kaguya yang langsung memejamkan matanya dan perlahan urat dipelipis Kaguya menebal, dan perlahan kelopak mata Kaguya terbuka dan terlihatlah wujud dari kebanggaan dari Clan Otsutsuki...,


[Tenseigan]


Kaguya mengalihkan pandangannya kesegela arah, ia berusaha menembus Objek pepohonan disekitarnya, sampai pandangan Kaguya terkunci oleh dua Objek Manusia yang tengah bertarung sengit, pandangan Kaguya teralihkan kembali kesebuah Objek Manusia yang hanya berdiri tak jauh dari dua Objek Manusia yang tengah bertarung sengit, Kaguya menyipitkan matanya ketika ia melihat Aliran [Mana] dari Objek Manusia ketiga sedang Kacau...,


Kaguya langsung membulatkan matanya, tidak salah lagi, itu Kyubi!, jika begitu maka dua orang yang bertarung sengit itu adalah Namikaze Naruto dan Assassin itu, tanpa banyak waktu lagi Kaguya segera memompa [Mana] kekakinya dan segera berlari cepat menuju tempat Kyubi...,


Sesampainya disana Kaguya dibuat terkejut oleh Naruto yang berdiri dengan tubuh penuh luka lebam alias babak belur, pandangan Kaguya terarah kesamping dimana ia melihat Assassin itu sudah tidak menggunakan penutup kepala hingga terlihatlah wajah seorang pria paruh baya dengan rambut hitam miliknya...,


" Namikaze..., "


Naruto yang merasa nama keluarga disebut menoleh kesamping dan seketika iris matanya melebar maksimal, digaris pandangan Naruto salah satu dari The Great Onee-sama berdiri dan menatapnya dengan pandangan terkejut, yang benar saja!, bagaimana bisa perempuan itu bisa berada disini!..., sial, tidak hanya Kyubi saja yang akan ditangkap, Heiress Clan Otsutsuki selanjutmya itu juga bisa tertangkap!...,


" Kau!, kenapa kau bisa ada disini!, "


Teriak Naruto, Kaguya tersentak ketika untuk pertama kalinya dalam hidupnya ada seorang pemuda yang berani berteriak kearahnya...,


" ap-apa sih!?, aku kesini dengan menggunakan Teleportasion Magic milik temanku, aku kesini hanya ingin menolong kau dan Kyubi!, "


Ucap Kaguya, Naruto mengertakan giginya, persetan dengan bagaimana ia bisa tahu jika Kyubi sedang dalam bahaya, bukankah dengan datang kesini ia hanya akan membahayakan dirinya juga!?. " kau pikir dengan datang kesini, aku akan merasa diselamatkan!, Hah!?. Kau salah, kau hanya akan membebaniku saja!. " Ucap Naruto keras, Assassin itu memperhatikan perdebatan itu dengan seringai diwajahnya...,


' Master!, dia memiliki niat buruk pada Perempuan perak itu!, "


Ucap Ophis membuat Naruto langsung menatap kearah Assassin itu dan memasang Kuda-kuda, " Otsutsuki!, apa kau bisa mematahkan Illusion Magic?, jika iya bawah, Senju-san, dan pergilah sejauh mungkin!, " ucap Naruto dengan nada tinggi, membuat Kaguya terkejut mendengarnya...,


" ap-apa!, lalu ba-bagaimana denganmu?. "


" tidak usah pedulikan aku!, cepat bawa Senju-san dan menjauhlah sejauh mungkin dari sini!..., "


Ucap Naruto, Assassin itu menyeringai, dan melesat kearah Kaguya, Naruto yang melihatnya juga ikut melesat dan dengan cepat memberi tendangan kuat membuat Assassin itu terhempas kesamping dan membentur dinding...,


" Apa yang kau lamunkan!?, cepat pergi!. "


Teriak Naruto membuat Kaguya tersentak sebelum ia mengangguk dan langsung menuju kearah Kyubi dan membawanya lari kehutan sejauh mungkin...,


Setelah kepergian Kaguya dan Kyubi, Naruto mengalihkan pandangannya kearah Assassin yang perlahan bangkit dan menepuk-nepuk pakaiannya..., gigi Naruto bergemeletuk melihat keadaan Assassin itu yang tidak terluka sedikitpun...,


" aku rasa sudah cukup bermain-mainnya, Nak..., "


Ucap Assassin itu, Naruto langsung berkeringat dingin ketika merasakan tekanan kekuatan yang dikeluarkan oleh Assassin didepannya..., tak hanya itu Assassin dihadapannya mulai berubah menjadi sesuatu yang disebut Hybrid, tubuh Assassin itu membesar dan perlahan ditutupi bulu hewan berwarna abu-abu...,


' Master, nampaknya keadaan kita semakin memburuk, dia menggunakan wujud gabungan dari Magical Beast [White Tiger], Magical Beast tingkat emas, '


Ucap Ophis lewat Mind Link, membuat Naruto terdiam, " Ophis, berapa persentase kemenangan kita jika melawannya saat ini?, " Tanya Naruto lewat mind link, Ophis terdian sebelum ia menghela nafas...,


' jika kita bertarung dengannya secara terang-terangan kemungkinan kita menang hanya 3%..., '


" 3%, kah..., aku rasa kemungkinan itu hampir menyentuh angka 0 ya..., "


Gumam Naruto, Ophis terdiam, ' jadi, Master. Apa yang akan kau lakukan sekarang?, lari?. ' tanya Ophis, Naruto tersenyum tipis, sebelum sebuah lingkaran berwarna Shappire muncul disamping kanan Naruto dan mengeluarkan gagang pedang yang langsung ditarik keluar oleh Naruto dan terlihat sebuah Great Sword...,


" Maaf, Ophis. Dalam hidupku, aku tidak pernah diajarkan lari dalam petarungan..., apa lagi petarungan itu demi melindungi nyawa seseorang..., 'lebih baik mencoba dan gagal daripada gagal sebelum mencoba' itulah yang diajarkan kakekku padaku, Ophis "


Ucap Naruto sambil menatap tajam kedepan, Ophis terdiam sebelum menghela nafas, ' kalau begitu aku akan membantu Master sampai detik-detik terakhir. ' ucap Ophis, Naruto tersenyum tipis.


" Terima kasih, Ophis dan maaf karena aku telah egois, "


' iie, Master. Sebagai pengikutmu aku hanya melakukan apa yang aku bisa demi dirimu..., '


Naruto tersenyum tipis dan langsung menyiapkan Fightinh Stance miliknya dan menatap tajam kedepan dimana Assassin itu telah selesai melakukan [Transformasi]...,


" tidak buruk bocah, kau menguasai Magic langka seperti [Dimension Space Magic], kau memiliki potensi besar sebagai Wizard yang hebat..., "


Puji Assassin itu, Naruto terdiam, " Maaf, tapi sayangnya aku adalah seorang Knight, " ucap Naruto datar, membuat Assassin itu terdiam, sebelum ia menyeringai kecil


" seorang Knight yang menguasai Magic?, aku pernah mendengar hal ini sebelumnya, orang yang bisa menguasai dua jalur petarung yang berbeda, kau, seorang Rune Breaker?, menarik, sangat menarik!..., "


Ucap Assassin itu dengan nada Misterius, Naruto mengerutkan dahinya, Rune Breaker?, apa lagi itu...,


' Rune Breaker adalah julukan dimana seseorang menguasai dua jalur pertarungan, Knight dan Wizard tanpa terkena efek samping dari dua jalur petarung yang saling berlawanan, dalam sejarahnya Rune Breaker, disamakan sebagai titisan Ilahi, Rune Breaker sangat teramat langka karena untuk menjadi Rune Breaker Seseorang harus menguasai dua hal yang berbeda yang biasanya akan merusak tubuh orang yang berniat menjadi Rune Breaker, tapi dikasusmu, Master. Tubuhmu seolah tercipta untuk menjadi Rune Breaker sejati. '


Ucap Ophis, Naruto terdiam, jadi dirinya telah menjadi sesuatu yang hebat?, Assassin itu menyeringai kearah Naruto, " bergabunglah dengan kami, nak. Kau akan mendapatkan apapun yang kau mau dengan bakat seperti itu, Nak, jika kau bergabung dalam serikat Balam, kau akan mendapatkan segalanya, Harta, tahta, wanita, dan semuanya didunia ini, " ucap Assassin itu, Naruto terdiam dan menatap datar Assassin didepannya.


" Maaf, tapi aku tidak akan ikut kedalam Serikat Balam, karena firasatku mengatakan Organisasimu bukanlah Organisasi yang baik..., " Ucap Naruto datar, Assassin itu terdiam sejenak dan menatap Naruto dengan tatapan mengasihani.


" begitu kau menolak, ya?. Kalau begitu tidak ada pilihan lain, aku harus membunuhmu disini, seorang [Rune Breaker] akan menjadi masalah jika ia tidak berada dipihak kami..., "

__ADS_1


Ucap Assassin itu yang langsung melesat cepat kearah Naruto, Naruto yang melihatnya juga ikut melesat dengan Great Sword ditangannya...,


Trank!


Besi dan Cakar tajam berbenturan satu sama lain, Naruto mengeraskan wajahnya, kekuatan Assassin didepannya sangat besar, ia tertekan!.


' Master!, sebelah kiri!. '


Naruto menoleh kekiri dan benar saja sebuah cakar tajam berniat mencabik tubuhnya, Naruto mengeraskan wajahnya dan mendorong Great Swordnya dan tanpa banyak waktu melompat kebelakang hingga cakar itu hanya mengores jubah miliknya.


" tidak buruk, untuk ukuran bocah Academy, "


Ucap Assassin itu, sebelum ia kembali melesat dengan kecepatan tinggi, Naruto yang melihat kecepatan Assassin itu melebarkan sedikit iris matanya, sebelum ia dengan cepat menutup mata kanannya dan sedetik kemudian membukanya lalu terlihatlah iris Golden Vertikal menatap tajam kedepan...,


Trank!


Naruto menahan kembali cakar tajam yang berniat merobek dadanya dengan Great Sword ditangannya..., Naruto membulatkan sedikit matanya ketika melihat Assassin itu memutar tubuhnya dan melakukan tendangan kuat lurus menghantam Great Sword miliknya dengan kuat...,


Duakh!


Kuatnya tendangan membuat Naruto terseret kebelakang dan membentur tembok dengan punggungnya, Naruto membelalakan matanya ketika Assassin itu sudah melompat kearahnya dengan tendangan Maut yang siap meremukan tulang rusuknya, namun dengan cepat Naruto memutar tubuhnya kesamping dan membuat tendangan kuat itu meruntuhkan tembok itu.


Naruto berkeringat dingin, seandainya ia yang terkena tendangan itu maka tidak diragukan lagi ia akan terluka parah...,


' Master jika kita terus menghindar seperti ini, maka hanya tinggal menunggu waktu saja sampai kita berdua kehabisan tenaga dan dihabisi oleh dia..., '


Ucap Ophis lewat Mind Link, Naruto menenangkan deru nafasnya yang sedikir memburu..., " aku tahu itu, Ophis, aku sedang mencsri celah untuk menyerangnya. " ucap Naruto, ia memfokuskan [Mana] miliknya kemata kanannya dimana [Belial Eye's] aktif..., Naruto berterimakasih pada Magic dimata kanannya karena dengan mata ini, Naruto bisa mengantisipasi setiap pola serangan dari Monster didepannya...


Naruto langsung menyiapkan kuda-kuda ketika dari balik kepulan debu Assassin itu berjalan keluar dari kepulan debu dengan santainya..., " tidak buruk, nak. Kau bisa menghindari semua seranganku sejauh ini..., tapi apa kau bisa menghindari seranganku yang ini..., "


Ucap Assassin itu, Naruto menyipitkan mata ketika melihat kedua tangan Assassin itu tertutupi pedar [Mana] tipis, Ophis membulatkan matanya, ' Master menghindar!..., ' Seru Ophis, Naruto tersentak sedikit mendengar perkataan Ophis, sebelum ia langsung melompat kesamping ketika melihat Assassin didepannya mengerakan cakarnya secara vertikal kebawah...,


Jrassh!?...,


Ditanah kini tercipta garis lurus yang menghiasi tanah sejauh beberapa meter, Naruto menatap hal itu dengan keringat dingin yang mengalir dari dahinya..., jika ia tidak menghindari tadi mungkin ia sudah jadi daging cincang...,


" [ Claw Slash ]..., kau hebat bisa menghindari Magic milikku. "


Naruto mengalihkan pandangan dan menatap Assassin itu dengan pandangan waspada, kecepatan tinggi, kekuatan penghancur yang besar, dan serangan jarak jauh yang mematikan, orang itu..., dia memang sudah diciptakan untuk menjadi seorang pembunuh..., kuso!, seandainya!, seandainya ia memiliki Serangan jarak jauh maka dia bisa..., tunggu sebentar..., Naruto mengarahkan pandangannya kearah Assassin itu yang siap melakukan serangan kembali, perlahan pedar tipis menyelimuti tangan Assassin itu..., jadi begitu..., Naruto menajamkan penglihatannya...,


" Ophis, apakah ada kemungkinan kita mengalirkan [Mana] keobjek lain?. "


Tanya Naruto lewat Mind Link, Ophis terdiam sejenak sebelum ia mengangguk, ' ada kemungkinan Master, namun objek yang ingin dialirkan [Mana] harus tercipta dari bahan yang menyerap [Mana]..., ' ucap Ophis sebelum ia berhenti sejenak ketika ia memahami arah pemikiran Masternya...,


' Master apa kau berniat untuk..., dengan pedang itu?. '


" ya, Ophis. aku akan mencobanya..., "


Ucap Naruto, perlahan Naruto memompa Mana miliknya dan mengalirkannya pada Great Sword ditangannya..., perlahan pedar tipis berwarna biru menyelimuti permukaan Great Sword miliknya..., Naruto menyeringai tipis melihat pedangnya yang diselimuti pedar biru tipis, sementara Assassin didepan Naruto membulatkan sedikit matanya...,


" Nee..., Ossan, maaf jika aku mencuri konsep Magicmu..., "


" umu?, apa maksudmu?. "


Tanya Assassin itu dengan wajah bingung, Naruto mempelebar seringainya, dan perlahan Naruto memposisikan Great Sword miliknya hingga ujung Great Sword hampir menyentuh tanah..., Naruto menguatkan kuda-kudanya dan...,


" Orrryaaaaa!?..., "


Slaaassshhh!?


Naruto menebaskan pedangnya secara Vertikal keatas dan melepaskan sebuah pedar energi tipis yang langsung melesat cepat kearah Assassin itu yang langsung saja melompat kesamping itu menghindari pedar tipis yang Naruto lepaskan.


Sebuah Garis lurus sejauh beberapa meter tercipta diatas tanah, Assassin itu menatap garis itu sejenak sebelum mengalihkan pandangannya kearah Naruto yang tengah menatapnya dengan seringai kecil...,


" Well, aku akan menamai itu [Original Style : Great Wave], "


Ucap Naruto, Ophis terdiam melihat apa yang baru saja ia lihat dengan kedua matanya sendiri, Masternya berhasil menciptakan teknik miliknya sendiri dengan begitu mudahnya?..., owh, Ophis-chan..., ini baru permulaan...,


Assassin itu menyeringai, " Menarik!, Menarik bocah!, kau memang seorang [Rune Breaker]..., namun sayang kau harus mati disini!, " ucap Assassin dengan nada bergembira yang menurut Author berlebihan, Assassin itu melesat cepat kearah Naruto, Naruto tidak bergeming dari tempatnya dan memompa kembali [Mana] Miliknya lalu mengalirkannya ke Great Sword ditangannya hingga Great Sword itu kembali diselimuti pedar energi tipis...,


Naruto menatap datar kearah Assassin yang sudah berada didepannya dengan cakar siap terhunus dan saat Cakar itu sedikit lagi akan mengenainya Naruto langsung mengambil satu langkah mundur kebelakang hingga membuat Cakar itu hanya mengenai udara kosong..., saat Naruto melihat celah Naruto langsung melakukan tebasan untuk merobek perut Assassin itu namun iris Naruto membulat sempurna ketika Assassin itu langsung menyiapkan tendangan kuat yang telak mengenai dada Naruto...,


Duakh!


" Chough!, "


Wussh!


Blaaar!


Naruto terhempas kebelakang dengan cepat sebelum membentur dinding dengan sangat kuat hingga menghancurkan dinding itu..., Assassin itu menyeringai melihat serangannya berhasil mengenai telak Naruto..., Assassin itu dengan santainya berjalan kearah Naruto yang terlentang, darah mengalir dari sudut bibir Naruto, Naruto berusaha bangkit namun tubuhnya terasa sakit sekali, padahal hanya terkena satu kali tendangan dan dia sudah terluka separah ini...,


" Cough!, kuso..., Chough!, ap-apa yang terjadi?, aku yakin ia tadi hanya berniat menyerangku dengan cakarnya ta-tapi tadi itu..., dan tubuhku tidak bisa digerakan..., sial. "


Gumam Naruto, Assassin yang melihat wajah kesulitan Naruto menyeringai kecil, " kau pasti bertanya-tanya apa yang terjadi bukan?..., seharusnya aku menyerangmu menggunakan cakarku namun nyatanya kau terkena tendanganku, jawabannya mudah nak, Illusion Magic, aku merupakan Wizard Type Illusion, sejak kau berniat menyerangku dengan pedang besar itu kau sudah terjebak dalam perangkapku..., " ucap Assassin itu, Assassin itu menyeringai menatap Naruto yang terlihat sangat kesakitan, dengan tanpa perikemanusiaan Assassin itu menginjak dada Naruto dan menekannya membuat Naruto menjerit kesakitan...,


" Gryaaaa!?..., "


' Master!..., '


" owh?, sakit ya?..., aku akan mencoba bermain-main dengan mu sebentar, "


Assassin itu kembali menekan dada Naruto dimana disana terlihat memar biru lumayan besar, Naruto kembali menjerit kesakitan..., Assassin itu menyeringai dan perlahan menyiapkan cakar ditangannya dan dengan kejam langsung menusuk bahu kanan Naruto...,


Jleb!


" Arrrrggghh!?..., "


" berteriaklah!, terus!, semakin kau berteriak semakin aku bersemangat bermain-main denganmu..., "


Ucap Assassin itu dengan senyuman Psychopath terpatri diwajahnya..., Naruto mengerang kesakitan ketika cakar tajam Assassin itu ditarik paksa..., Assassin itu tertawa sejenak sebelum ia kembali menusuk bahu kanan Naruto lagi membuat Naruto menjerit kesakitan...,


" Arrrrrrggghh!?. "


Ophis membulatkan matanya, orang itu!, tidak bisa dimaafkan!. ' Master!, keparat!?..., seandainya kekuatanku kembali maka aku pasti akan-, ugh..., ' Ophis tidak bisa melanjutkan perkataannya karena tiba-tiba kepalanya terasa sakit.


Naruto mengerang kesakitan, bahunya kanannya telah mengalirkan darah yang sangat banyak hingga jubah miliknya yang sebelumnya berwarna putih mulai ternodai oleh darah..., Assassin itu tertawa pysco sebelum ia menghela nafas, dan menatap Naruto yang kesakitan dengan wajah yang dipenuhi cipratan darah Naruto..,


" aku rasa bermainnya selesai, Nak. Saatnya membunuhmu..., "


Ucap Assassin itu, ia perlahan mengarahkan cakar tajamnya kearah leher Naruto dan menariknya menjauh..., Naruto menatap hal itu dengan nafas memburu, ia terlalu terluka parah, dan darahnya sudah terlalu banyak terbuang hingga ia terlalu lelah bahkan untuk mengerakan seujung jarinya saja itu sudah sangat sulit...,


Assassin itu menyeringai kejam dan dengan cepat melesatlan cakarnya untuk merobek leher Naruto, " Matilah!?..., " teriak Assassin itu, Naruto menutup matanya sebelum ia tersenyum kecil...,


[Thunder Shot]


Sebuah petir berukuran kecil melesat cepat kearah Assassin itu yang langsung melompat menjauh ketika menyadari sebuah petir mengarah kearahnya...,


Blaaar!


Ledakan hebat terjadi akibat petir kecil yang menghantam tanah, Naruto melirik kesamping dimana disana terlihat Otsutsuki Kaguya dan Senju Kyubi yang terlihat dipenuhi oleh peluh diwajah cantik mereka...,


" kalian, hosh..., hosh..., lama sekali..., "


Ucap Naruto datar, Kaguya menenangkan deru nafasnya yang memburu dan menatap Naruto yang tergeletak dengan kondisi yang bisa dibilang buruk...,


" ini semua salahmu!, kenapa kau memberikan pesan yang sulit untuk diartikan, "


Ucap Kaguya, Naruto menenangkan deru Nafasnya, " hosh..., hosh..., hosh..., aku terkejut kau bisa mengerti rencanaku..., padahal aku kira, Chough!, 99% kau tidak akan mengerti dan lebih memilih meninggalkanku..., Chough..., "


" Namikaze-kun!?..., "


Kyubi berlari cepat mendekati Naruto ketika melihat Naruto batuk dan mengeluarkan darah yang cukup banyak, Kyubi mengangkat kepala Naruto dan memangku kepala Naruto diatas pahanya, perlahan Kyubi menciptakan lingkaran Magic berwarna hijau lembut dan dari lingkaran Magic itu keluar sebuah cahaya hijau lembut yang perlahan menyembuhkan luka ditubuh Naruto...,


Kaguya menatap Kyubi dengan pandangan sulit diartikan, Kyubi terlihat sangat khawatir pada pemuda Namikaze itu, " Kyubi.., kau..., " Ucap Kaguya pelan, lalu pandangan Kaguya terarah kedepan dimana ia melihat Assassin yang tengah menatap kearah mereka bertiga dengan pandangan santai..., perlahan Kaguya berjalan dan berdiri membelakangi Kyubi...,


" Nee..., Namikaze, apa yang akan kita lakukan sekarang?. "


Ucap Kaguya, Naruto yang sudah merasa sedikit membaik berkat Heal Magic Kyubi, menatap datar Kaguya sebelum ia mengalihkan pandangannya kearah Assassin itu yang terlihat santai sekali, namun Naruto tahu bahwa Assassin itu sedang dalam keadaan waspada tinggi..., seandainya, seandainya saja ia bisa memberikan satu saja serangan telak maka mungkin keadaan akan berbalik, namun apa yang ia punya sekarang?, [Accel] dan [Boost] tidak terlalu membantu dan [Belial Eye's] hanya mampu memprediksi serangan miliknya...,


' Master..., suruh dua orang itu untuk menahan Assassin itu sebentar..., '


Ucap Ophis tiba-tiba membuat Naruto mengerutkan dahinya, " ada apa, Ophis?. Kau memiliki rencana?. " Tanya Naruto lewat link Mind...,


' ummu, aku memiliki rencana sebuah rencana yang akan membalikan keadaan..., '


Ucap Ophis, Naruto terdiam sejenak dan mengangguk pelan, " Baiklah, Ophis..., katakan apa rencanamu. " Ucap Naruto membuat Ophis tersenyum tipis...,


Naruto mengerutkan dahinya sebelum ia membulatkan matanya ketika mendengar seluruh penjelasan Ophis, " Ophis, Kau.., " Ophis memotong perkataan Naruto dengan cepat.


' kita bicarakan itu Nanti, Master, sekarang saatnya membalikan keadaan, '


Ucap Ophis, Naruto terdiam sebelum ia menghela nafas..,


" Baiklah, Ophis..., kita akan melakukan rencanamu..., "


Ucap Naruto, ia mengalihkan pandangannya kearah Kyubi dan Kaguya menatap keduanya dengan pandangan serius..., " Kalian berdua, bisakah kalian mendekat sebentar aku mwmiliki sebuah rencana, yang mungkin bisa menyelamatkan kita dari keadaan ini..., " Ucap Naruto datar, Kaguya dan Kyubi menatap satu sama lain sebelum mengangguk dan menatap serius Naruto


" katakan rencanamu, Namikaze-kun / Namikaze. "


Ucap keduanya kompak, Naruto menatap datar hal itu sejenak sebelum ia memasang seringai tipis tanpa disadari oleh siapapun...,

__ADS_1


" baiklah jika begitu ini rencananya..., "


__ADS_2