
Naruto membulatkan matanya mendengar perkataan Ophis, malam ini, dan itu terjadi ketika bulan berada dititik sempurna dengan kata lain tengah malam!, yang benar saja itu hanya akan terjadi dalam beberapa jam lagi...,
" aku dengar yang diculik adalah siswi dari Divisi Knight, Asama Miya. "
" eh?, maksudmu perempuan kikuk dengan rambut lebat yang menutupi pandangan itu?. "
" ya, aku dengar ia diculik saat berada diperpustakaan..., "
" perpustakaan?, bukankah tempat itu ada si kutu buku?, bagaimana bisa hal itu terjadi..., "
" aku juga tidak tahu tapi, aku sempat mendengar jika si kutu buku melihat kejadian itu dan sempat berniat menolong perempuan bernama Asama Miya tapi, ia terlambat dan sekarang si kutu buku tengah diintrogerasi oleh Ibiki-sensei..., "
" kalian berdua, sudahlah, lupakan hal ini, tidak perlu dipikirkan lagian yang diculik oleh [Shadow The Reaper] hanyalah siswi dari Divisi Sampah, seharusnya kalian sebagai siswa Wizard tidak perlu mempermasalahkan hal itu..., "
Tobio memdengarkan semua itu perlahan mengepalkan erat tangannya, wajah Tobio yang tertunduk langsung mengeras, amarahnya Tobio sudah hampir mencapai batasnya..., siswa Wizard itu melanjutkan...,
" lagipula, hilangnya satu siswi sampah tidak akan merugikan sekolah ini..., "
Cukup!
Tobio bangkit dan berbalik untuk memberikan pelajaran namun ia terhenti ketika melihat Naruto langsung berbalik dan menghantam wajah siswa Wizard itu dengan sekuat tenaga hingga terhempas keluar dan berguling-guling diatas tanah...,
Semua yang ada disana membeku ketika melihat Naruto melayangkan pukulan kuat itu..., siswa yang Naruto pukul meringis kesakitan memegang hidungnya yang terus mengalirkan darah, Naruto menatap itu dengan ekspresi tak terbaca, ia melangkah dengan langkah berat...,
" Hey..., teme..., "
Sebuah suara dingin nan menusuk membuat semua yang ada disana menegang hebat, tanpa sadar mereka mengambil satu langkah mundur menjauh dari Naruto yang berjalan mendekati murid itu...,
" apa kau mau merasakan kematian lebih cepat..., "
Murid itu menjengit ketakutan ketika melihat mata berbeda warna dimana emas disebelah kanan dan shappire disebelah kiri menatapnya dengan tatapan menusuk layaknya pedang yang siap membunuhnya kapan saja..., murid itu secara refleks bangkit dan langsung melarikan diri ketika instingnya berteriak bahwa orang yang menatapnya itu bisa menghabisinya kapan saja...,
Naruto yang melihat murid itu langsung lari berdecih dan berbalik, Naruto menatap datar para murid yang langsung berjengit dan membubarkan diri ketika Naruto menatap mereka dengan tatapan dingin.
" tsk, sialan... Kau mendahuluiku, Naruto. "
" berisik!, aku mana bisa menunggumu bertindak setelah dia berani-beraninya menghina Miya Fuku-Taichou..., "
" aku benci mengakuinya, tapi terimakasih telah memukulnya menggantikanku..., "
Tobio berucap dengan wajah datar, Naruto memutar mata bosan dan berjalan mendekati Tobio...,
" masih terlalu awal kau berterimakasih, Tobio. Kita masih harus menyelamatkan Miya-san dari hantu keparat itu..., "
" aku setuju, kalau begitu kita harus perpustakaan, lalu setelah itu kita temui orang yang melihat kejadiaan diculiknya Miya..., "
Ucap Tobio, namun dibalas gelengan pelan dari Naruto membuat Tobio menatap Naruto bingung.
" kita harus membagi tugas, kita tidak memiliki banyak waktu..., "
" tidak punya banyak waktu lagi?, apa maksudmu?. "
Naruto menghela nafas panjang melihat kebingungan Tobio, Naruto memijat pelipisnya dan berpikir keras untuk menjelaskan apa yang ia ketahui tentang [Curse Magic: Rivave Life]..., cukup lama Naruto berpikir sebelum ia menbuka matanya dan menatap Tobio
" Tobio, jika kita tidak bisa menyelamatkan Miya sebelum tengah malam maka..., Miya benar-benar akan mati dan kita-, tidak, sekolah akan mendapatkan masalah yang serius..., "
Tobio membulatkan matanya, ia benar-benar terkejut mendengar perkataan Naruto, dengan cepat Tobio mendekati Naruto dan mencengkram bahu Naruto.
" katakan, Naruto. Apa yang kau tahu tentang hal ini..., jelaskan semuanya padaku. "
Tobio berkata dengan serius, Naruto sedikit meringis ketika Tobio meremas kedua bahunya dengan kuat, Naruto melepaskan cengkraman Tobio sebelum menatapnya datar.
" [Curse Magic: Rivave Life], sebuah Magic terkutuk yang bisa membuat seseorang yang sudah mati bangkit kembali dengan mengorbankan sepuluh nyawa manusia dan satu wadah manusia hidup untuk menjadi tempat roh yang telah mati, dan dalam kasus ini [Maria Rossfield] akan menjadi Miya sebagai tubuh barunya..., dan kabar buruknya, Ritual kebangkitan akan berlangsung tengah malam nanti..., "
Naruto menjelaskan semuanya dengan nada tenang, Tobio kembali terkejut mendengar perkataan Naruto, ia perlahan mundur dengan wajah shock yang terpatri diwajahnya.
" i-itu berarti waktu kita hanya tinggal beberapa jam lagi..., "
" karena itulah aku menyarankan kita untuk berpencar, kau pergilah keperpustakaan, sementara aku akan pergi menemui orang yang melihat kejadian diculiknya Miya..., "
Naruto berkata dengan wajah datarnya, Tobio menatap Naruto sejenak sebelum ia mengangguk dengan wajah serius, apa yang dikatakan Naruto ada benarnya, dengan berpencar mereka akan lebih menghemat waktu...
" baiklah, kita akan bertemu secepatnya diperpustakaan, dalam beberapa menit lagi. "
" dimengerti, Taichou!. "
Setelah mengatakan itu Naruto dan Tobio berpisah, Naruto berjalan atau lebih tepatnya berlari kecil disepanjang lorong, ia harus segera pergi keruang BP tempat yang menjadi neraka bagi mereka yang melanggar aturan level menengah keatas, dan tepat sekali, guru BP yang paling ditakuti adalah Ibiki-sensei dari pihak laki-laki dan satu guru wanita yang menurut rumor sama menakutkannya seperti Ibiki-sensei...,
Kesampingkan dengan siksaan mengerikan dari ruang BP, Naruto harus segera menemukan Shaga karena selain dia tidak akan ada yang tahan duduk berlama-lama diperpustakaan dan membaca buku tebal dengan kumpulan huruf yang tersusun menakutkan itu, ia bahkan akan bertaruh dengan katana Ore miliknya jika ada orang yang sanggup melakukan hal yang Shaga lakukan, bahkan jika itu Naruto ia akan terkena mual pada bagian perutnya dan bengkak pada bagian matanya...,
Naruto yang tengah berlari kecil menyipitkan matanya ketika ia melihat dari depan pintu dengan papan nama diatasnya yang bertuliskan [Ruang BP] keluar seorang perempuan bersurai emas digerai dengan kacamata tipis yang membungkus matanya..., tunggu apa itu Shaga?, tapi penampilannya berbeda...,
" Shaga-chan!..., "
Shaga yang mendengar namanya dipanggil mengalihkan pandangannya kesamping dan seketika mata Violetnya membulat ketika melihat Naruto yang berlari kearahnya, Shaga menatap dirinya..., rambut digerai bebas, kacamata baca dengan lensa tipis manis bertengger dihidungnya membingkai iris Violet indah miliknya..., sip, penampilannya sungguh menawan!...,
Shaga dengan panik berbalik dan berlari dengan kecepatan tinggi membuat Naruto dibelakangnya menatap bingung hal itu sebelum Naruto memutuskan mempercepat larinya dan menyusul orang yang 'mirip' Shaga itu, Shaga berlari terus sampai ia berbelok dan langsung mengubah penampilannya dengan kecepatan tinggi, mengucir rambut!, selesai!, pake kacamata kutu buku!, selesai!, bersihkan dirinya, selesai!, Shaga menenangkan detak jantungnya akibat berlari sebelum ia membuat lingkaran sihir yang muncul diatas dan menggunakan sihir.
[Refresh]
Perlahan lingkaran sihir itu menjatuhkan butir-butiran cahaya lembut, Shaga merasakan jika dirinya kembali seperti sedia kala, stamina miliknya telah kembali..., Shaga menghela nafas ketika penampilannya telah kembali sebagai Shaga kutu buku yang dikenal oleh Namikaze Naruto.
Tepat setelah penampilan Shaga berubah Naruto muncul namun karena ia tidak melihat ketika ia berbelok Naruto menabrak Shaga hingga keduanya terjatuh dengan Shaga dibawah Naruto.
" it-ttei..., "
Naruto meringis pelan dan bangkit dengan rumpuan pada tangan dan lututnya, Naruto terdiam ketika ia merasakan sesuatu dibawahnya, tunggu sebentar bukankah ketika ia berbelok ia menabrak sesuatu yang lembut, perlahan pandangan Naruto terarah kebawah dan seketika Naruto membeku ketika melihat Shaga tergeletak dibawahnya, ia terlihat memerah malu..., Naruto menatap hal itu sejenak entah kenapa posisinya sangat pas untuk...,
" a-ano, Na-Naruto-kun..., ki-kita belum boleh melakukan ini. "
Naruto tersadar dari fantasi bejatnya ketika mendengar suara halus seperti orang yang menahan malunya, Naruto menatap Shaga yang sudah memerah dengan sudut matanya yang mengeluarkan sedikit air mata yang bisa terlihat dari kacamata tebalnya...,
Sontak saja Naruto langsung beringsut kebelakang dengan kecepatan tinggi, Naruto yang tahu jika ini salah langsung menundukan tubuhnya dengan kening yang menyentuh lantai.
" Maaf!, ini salahku!, maafkan aku!. "
Shaga duduk dan melihat hal itu sedikit terkejut sebelum ia mengalihkan pandangannya kesamping dengan malu-malu tak lupa rona merah samar yang ada dipipinya...,
" y-ya, aku memaafkanmu, ta-tapi lain kali, ki-kita harus mematuhi aturan dan melakukan beberapa persiapan sebelum melakukannya..., "
Shaga mengatakan itu dengan nada malu sementara Naruto yang mendengar hal itu mengangkat wajahnya dan menatap Shaga yang tengah merona dengan satu alis terangkat..., apa yang perempuan ini katakan, Aturan?, persiapan?, apa didunia ini ada tata cara sopan untuk menabrak orang?.
Shaga melirik kearah Naruto dan ia menghela nafas ketika melihat Naruto nampaknya tidak mengerti arah pembicaraan ini, Shaga bangkit dan menepuk-nepuk rok miliknya sebelum ia mmembenarkan letak kacamatanya dan menatap Naruto yang masih melakukan Seiza.
" jadi, ada apa, Naruto-kun. Kenapa kau berlari dilorong?, apa kau sedang mengejar sesuatu?. "
Tanya Shaga, Naruto terdiam sejenak sebelum ia bangkit dan menepuk pakaiannya yang sedikit berdebut lalu menatap Shaga.
" aku tadi sedang mengejar seorang perempuan yang mirip denganmu, tapi sepertinya aku kehilangan dia ketika menabrakmu tadi..., "
Ucap Naruto, Shaga sedikit menegang sebelum ia mencubit tangannya yang ia sembunyikan dibalik punggung untuk menghilangkan rasa gugupnya...,
" lalu, perempuan itu seperti apa dia?, apa dia berpenampilan sepertiku juga?. "
Tanya Shaga, Naruto mencubit dagunya dan menatap Shaga dari atas sampai bawah sebelum ia mengeleng pelan selagi memasang wajah serius.
" jika ku ingat-ingat lagi, aku rasa kalian berbeda jauh, rambut pirang miliknya sama sepertimu, ia juga mengenakan kacamata ya meskipun berlensa tipis, dan uhm..., aku hanya melihat sekilas tapi aku akui dia sangat cantik..., "
Ucap Naruto dengan nada terkesan tak tertarik, Shaga yang mendengarnya hanya terdiam dan menatap bingung Ekspresi yang Naruto tunjukan, Naruto menghela nafas.
" sudahlah lupakan, aku kesini mencarimu, Shaga. "
Shaga mengedipkan matanya berkali-kali mendengar perkataan Naruto sebelum ia menunjuk dirinya sendiri dan menatap Naruto dengan pandangan seolah berkata ' mencariku?. ', Naruto mengangguk pelan.
" ya, aku mendengar jika kau melihat kejadian dimana seorang murid perempuan diculik oleh 'sesuatu' tepat diperpustakaan..., bisa kau jelaskan bagaimana kejadiannya?. "
Shaga terdiam sejenak sebelum ia menceritakan apa yang ia lihat saat itu, menurut Shaga kejadian itu berlangsung dengan cepat, awalnya ia kedatangan tamu yang tidak biasa yaitu seorang perempuan bersurai ungu panjang dengan pony lebat yang menutupi matanya, Shaga sempat ditanya dimana buku tentang sejarah sekolah ini, Shaga dengan hati menunjukan dimana letaknya, Perempuan itu mengucapkan terimakasih dan pergi ketempat yang ditunjuk Shaga.
Tak lama setelah Shaga mendengar sebuah teriakan, tanpa banyak waktu lagi Shaga langsung berlari menuju asal suara sesampai ditempat ia melihat sesosok makhluk berjubah hitam yang menutupi wujudnya dengan iris mata merah menyala dibalik tudung hitam itu menatap Shaga dengan tatapan menusuk, Shaga melihat didekapan makhluk itu perempuan bersurai ungu tadi menjulurkan tangannya kedepan meminta pertolongan..., namun Shaga kalah cepat ketika ia berlari untuk menyelamatkan perempuan itu sesuatu seperti sulur berwarna hitam melesat kearahnya dan menghantam telak perut hingga membuatnya terhempas dan membentur tanah dengan keras, setelah itu Shaga tidak melihat Makhluk itu, Makhluk itu menghilang dalam sekejap dengan perempuan bersurai ungu itu yang juga ikut menghilang.
' ya... Meskipun aku tidak bisa bilang jika aku sempat melawan balik dengan [Holy Magic : Purify], hah~, memainkan peran sebagai si kutu buku itu melelahkan. '
Shaga mengakhiri ceritanya dengan helaan nafas, Naruto menatap Shaga dalam diam, ia mencerna cerita Shaga sebelum ia mengangguk pelan.
" jadi begitu, aku mengerti keadaanmu, Shaga. tapi lain kali, usahakan kau tidak terlibat dengan hal-hal yang bisa membahayakan dirimu, Shaga. "
Shaga terdiam mendengar nada yang entah kenapa samar-samar dapat ia deteksi kekhawatirkan, Shaga menbenarkan letak kacamata tebalnya dan menatap Naruto dengan seringai jahil diwajahnya...,
" heh~, apa kau mengkhawatirkanku, Naruto-kun. "
" ya, aku mengkhawatirkanmu, Shaga. "
Shaga membeku ketika mendengar kalimat balasan cepat Naruto, seringai diwajahnya lenyap digantikan oleh rona merah tipis ketika melihat Naruto menatapnya dengan pandangan serius.
" be-benarkah?, te-terimakasih..., "
Shaga mengatakan hal itu selagi wajahnya merona, Naruto menatap hal itu dengan bingung, kenapa perempuan ini sering memerah wajahnya, apa perempuan ini memiliki penyakit dimana wajahnya akan sering memerah seperti itu?. Ophis yang melihat Masternya hanya bisa mengeleng kepala pelan, entah Masternya itu memang benar-benar polos atau benar-benar bodoh, bahkan jika orang buta melihat ekspresi dan sikap Shaga maka tidak perlu dipertanyakan lagi, jelas-jelas Shaga memiliki perasaan pada Masternya..., are, Ophis-chan..., orang buta gak bisa ngelihat loh...,
" baiklah, terimakasih, Shaga. Dan maaf aku harus segera pergi, ada yang sedang menungguku. "
Ucap Naruto yang langsung berbalik dan meninggalkan Shaga yang menatap punggung Naruto yang semakin menjauh, Shaga mengerutkan dahinya ketika ia melihat penampilan Naruto yang mengenakan pakaian Bangsawan berwarna merah dengan beberapa warna putih disana, ia baru sadar jika penampilan Naruto berbeda..., satu pertanyaan melayang dikepala Shaga, seharian ini, apa yang dilakukan Naruto?.
Err..., Shaga, sebaiknya kau tidak mengetahuinya.
- change scene -
__ADS_1
- [Perpustakaan] -
" bagaimana?, apa kau sudah menemukan sesuatu?. "
Naruto berkata selagi ia berjalan mendekati Tobio yang tengah memeriksa daerah sekitar, Tobio yang mendengar suara dibelakangnya menoleh dan menatap Naruto sebelum mengeleng pelan.
" tidak, aku masih belum menemukannya, terlalu sulit mencari petunjuk ditempat seluas ini, "
Tobio menjawab selagi mengaruk kepala hitamnya, Naruto menatap datar Tobio, sebelum ia melirik kesampingnya dan ia melihat beberapa lemari buku hancur dengan buku yang terpencar dilantai, ternyata Shaga berkata jujur ia sempat ingin menolong Miya namun ia gagal dan diserang menggunakan sulur aneh, Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Tobio.
" aku akan membantumu, mencari berdua lebih baik daripada sendiri, "
" ya, memang harus seperti itu, Baka. "
Twich...,
Alis Naruto berkedut mendengar perkataan Tobio yang menurutnya mengesalkan, Naruto menghela nafas sebelum ia melangkah dan menuju ke Rak bagian buku sejarah yang kebetulan ia tahu tempatnya...,
' sejarah..., sejarah.., ini dia..., '
Naruto mengambil buku dengan title sejarah Hirozimon dan tanpa banyak waktu lagi membuka dan membacanya, setelah beberapa saat Naruto mengembalikan buku itu ketempat asalnya namun ketika ia ingin meletakannya, Ophis berseru.
' Master!, tunggu sebentar!. '
Naruto menghentikan gerakannya, dan menatap bingung Greimore didadanya, " Ophis, ada apa?, " tanya Naruto, Ophis dari [Library World] menatap kearah depan dengan serius.
' Master, coba kau perhatikan atas Rak tempat kau mengambil buku itu, "
Ucap Ophis lewat mind link, Naruto menaikan satu alisnya sebelum ia menatap kearah yang diminta Ophis, dan Naruto mengerutkan dahinya melihat apa yang ada disana, sebuah simbol unik tergambar disana..., simbol ini, sepertinya ia pernah melihatnya tapi dimana..., tunggu sebentar..., bukankah simbol ini ada dibuku milik [Maria Rossfield].
' akhirnya kau menyadarinya juga, Master. '
Ucap Ophis membuat Naruto langsung menjulurkan tangannya kesamping dan seketika lingkaran berwarna shappire muncul dan mengeluarkan sebuah buku yang langsung jatuh ketangan Naruto.
Dengan kecepatan tinggi Naruto langsung membuka buku dan mencari halaman yang ia inginkan, setelah menemukannya, Naruto membaca halaman itu dengan kecepatan yang menakutkan...,
" ini..., sama?..., apa artinya ini?. "
Naruto menatap simbol dibuku dan Rak buku itu bergantian, Ophis yang melihat dari [Library World] berkata.
' aku rasa ini semacam teka-teki, Master. Hah~, pantas saja kita tidak bisa mengurai halaman terakhir tidak peduli seberapa keras kita berusaha mengurai tulisan dihalaman terakhir itu pada akhirnya tidak ada gunanya karena memang sejak awal sudah seperti itu..., '
Ophis berkata dengan nada datar yang menyembunyikan sedikit jengkel didalamnya, Naruto mengangguk membenarkan mengerutkan dahinya Ophis, pantas saja ia tidak bisa mengerti tulisan acak ini, karena pada dasarnya ini bukan kesalahan tulis, atau bahasa kuno, melainkan adalah teka-teki yang telah dipecahkan oleh [Maria Rossfield], alasan kenapa ia menyembunyikan buku ini adalah karena ia tidak ingin seseorang mengetahui hal ini.
" baiklah, aku rasa kita akan bisa memecahkan teka-teki ini jika kita bisa mengerti angka dan huruf disini..., 4A/3?..., apa maksud-nya ini?. "
Gumam Naruto, Ophis menatap buku ditangan Naruto sebelum ia mengalihkan pandangannya dan menatap keatas Rak dimana disana terpasang papan dengan nomer 4-A/3, mungkinkah?, tidak masa sih sesimpel ini?.
' Master, aku rasa nomer itu adalah nomer yang menjadi katalog dari Rak buku, coba master lihat keatas..., bukankah nomer-nya sama?. '
Naruto terdiam mendengarkan penjelasan Ophis sebelum menatap keatas dan benar apa kata Ophis, tulisan yang ada dibuku dan papan Rak itu sama..., jika begitu, maka artinya...,
' ya, master kita hanya perlu mengikuti urutan yang ada dibuku ini..., '
" heh~, begitu rupanya, ini akan mudah..., "
Naruto menutup buku ditangannya dan mencoba menyentuh simbol itu dengan pelan, 'cklek', simbol itu terdorong kedalam, Naruto tersenyum tipis melihat hal itu..., tanpa banyak waktu lagi, Naruto langsung bergegas keurutan berikutnya...,
Tobio menatap bingung kearah Naruto yang berlari kesana-kemari dengan senyuman diwajahnya, ia mengikuti Naruto jebagian Rak buku khusus latihan dasar untuk divisi Knight, Tobio semakin bingung ketika Naruto menatap buku disana dengan ketelitian tinggi...,
" Naruto?, apa yang sedang kau lakukan?. "
" aku sedang mencoba memecahkan teka-teki..., "
Naruto menjawab tanpa menoleh, Tobio menaikan satu alisnya sebelum ia berjalan kearah Naruto dan menatap buku ditangan, buku ini?, bukankah buku ini adalah buku yang mereka temukan dikamar [Maria Rossfield].
" ketemu! "
Tobio mengalihkan pandangannya dan menatap Naruto yang berseru senang, Naruto menjulurkan tangannya kedepan dan menyentuh sebuah simbol unik dilangit rak buku itu, Tobio membulatkan sedikit matanya sebelum ia mengalihkan pandangannya kearah buku ditangan Naruto..., sirkuit otak Tobio hanya membutuhkan waktu singkat untuk memahami maksud Naruto...,
" jadi begitu, ini yang kau maksud dengan 'memecahkan teka-teki', sial kau selangkah didepanku, Naruto. "
Naruto menatap Tobio dengan seringai diwajahnya, " aku rasa itu karena aku lebih pintar darimu, Tobio. " ucap Naruto, Tobio hanya bisa mendengus karena apa yang dikatakan Naruto ada benarnya...,
" sudahlah, lebih baik bantu aku menyelesaikan urutan dibuku ini, kita berpacu dengan waktu..., "
" ya, aku tahu, jelaskan caranya padaku, aku akan membantumu. "
" heh~, tentu..., "
Naruto menjelaskan pada Tobio bagaimana cara memecahkan Teka-Teki ini, Tobio mendengarkan dengan seksama sebelum ia mengangguk paham ketika Naruto menyelesaikan...,
" ini mudah, kita selesaikan dengan cepat..., "
" jadi, dimana letak simbol yang terakhir?. "
Tanya Tobio menatap Naruto yang tengah melihat buku ditangannya dengan serius, Naruto mengerutkan dahinya, dibuku itu semua urutan sudah benar, lalu apa yang salah?..., Naruto mencoba menatap buku itu dengan seksama sebelum matanya menajam ketika melihat daerah kusam yang ia duga sebagai bekas keringat jatuh, Naruto mencoba menyentuh daerah itu sebelum ia terdiam, mungkin ini, tapi yang benar saja didunia abad pertengahan seperti ini ada teknik ini?...,
Naruto berjalan kearah meja dimana tempat Shaga biasa duduk Naruto mengambil air mineral yang biasanya Shaga simpan dilaci meja-nya, dan ada..., Tobio yang melihat Naruto menuangkan air keatas kain yang ada disaku kantungnya yang biasa dijadikan hiasan itu...,
" Naruto?, apa yang kau lakukan?. "
" aku akan menunjukan sesuatu padamu, Tobio. "
Ucap Naruto melirik kearah Tobio dengan seringai tipis diwajahnya, Naruto menempelkan kain yang telah basah dengan air itu diatas permukaan kertas dengan lembut..., perlahan diatas kertas itu tercetak samar sebuah gambar yang menyerupai sebuah bunga mawar dan kalimat..., Tobio yang ada dibelakang Naruto melebarkan sedikit matanya melihat hal itu, sebuah gambar dan kalimat tersembunyi dibalik kertas?..., bagaimana hal itu bisa dilakukan?..., terlebih bagaimana Naruto mengetahui cara untuk menemukan gambar itu.
" bunga mawar?, "
Naruto bergumam pelan ketika ia melihat gambar yang ada disana, sebelum ia menatap kesekeliling dengan pandangan intens, tidak ada bunga mawar dimanapun...,
' Master, jika kau mencari lambang bunga mawar, bukankah cap stemp perpustakaan berlambang Mawar?. '
Naruto terdiam mendengar perkataan Ophis sebelum ia menatap kearah cap stempel yang tergeletak disamping buku super tebal milik Shaga, Naruto mengambil cap stempel itu dan menatapnya dengan pandangan intens, benar ini lambang mawar..., Naruto mengalihkan pandangannya kembali kebuku diatas meja dan membaca kalimat disana...,
" satu putar kekanan, dua putaran kekiri dan satu putaran penuh kekanan..., uhm?, apa maksudnya ini?. "
Naruto bergumam pelan sebelum ia kembali menatap kearah Stempel yang ada disana, Naruto menatap hal itu sejenak sebelum ia mengalihkan pandangannya kearah cap stempel ditangannya..., mungkinkah..., Naruto berjalan dan menatap Stempel disana sebelum ia melihat penutup stempel itu dan disana terlihat lambang yang sama seperti yang ada dicap...,
Naruto mencoba menaruh cap stempel diatas lambang stempel itu dan mendorongnya pelan, ' cklek ', Naruto tersenyum sebelum ia memutar cap itu satu putar kekanan, dua putar kekiri dan satu putaran penuh kekanan...,
Grrrt!
Tepat setelah itu sebuah suara yang cukup keras berbunyi, Naruto dan Tobio berbalik dan seketika mereka berdua dibuat takjub ketika rak-rak tiba-tiba bergerak dengan acak, Naruto dan Tobio menatap kagum hal itu mereka berdua baru pertama kali melihat hal yang seperti ini..., setelah beberapa saat akhirnya rak-rak itu berhenti bergerak, dan sedetik kemudian pintu masik perpustakaan terangkat keatas dan dari bawah pintu perpustakaan muncul pintu berukuran besar berwarna putih kusam...,
Naruto dan Tobio menatap satu sama lain sebelum mereka menatap kearah pintu itu, keduanya berjalan dengan pelan dan dengan kompak membuka pintu putih itu, mereka berdua disambut oleh sebuah ruangan yang cukup besar dan luas, Naruto dan Tobio kembali dibuat kagum ketika ia melihat dua buah patung besar yang saling berhadapan satu sama lain dengan jari telunjuk dan tengah teracung keatas.
" wow, aku baru tahu tempat seperti ini ada di Academy ini?. "
Naruto menatap kesekeliling menatap interior tempat ini, sampai pandangan Naruto terkunci pada sebuah batu menjulang tinggi dengan sebuah tulisan tepat menempel di dinding diantara kedua patung itu , prasasti?, Naruto berjalan mendekati batu itu dan membaca kalimat yang ada diprasasti itu..., Naruto mengerutkan dahinya ketika melihat bacaan disana, bukankah ini kanji jepang?.
" bagaimana Naruto?, apa kau bisa membacanya?. "
Tobio muncul disamping Naruto dan mengatakan itu dengan mata menatap Prasasti didepannya, Naruto menoleh kesampjng dan menatap Tobio sejenak sebelum ia mengangguk pelan.
" sedikit..., mari kita lihat, uhm..., [ cahaya yang mengusir kegelapan dan kegelapan yang menelan cahaya, dua unsur yang berlawanan namun saling melengkapi, layaknya cahaya dan bayangan yang tidak bisa dipisahkan, yin dan yang, ketika menyatu akan menjadi keharmonisan], begitulah yang tertulis disana..., "
Naruto mengerutkan dahinya melihat kanji itu, cahaya dan kegelapan?, cahaya dan bayangan?, apa maksudnya ini..., Tobio yang ada disebelah Naruto juga berpikiran hal yang sama..., ditengah keheningan tiba-tiba, suara yang cukup keras bergema disana, Naruto dan Tobio saling memunggungi dan menatap keasal suara, tepat dibawah patung besar itu tercipta sebuah lubang layaknya pintu..., tak sampai disitu kembali suara yang agak kasar terdengar namun kali ini suara itu muncul didekat kedia pemuda itu yang langsung melompat menjauh...,
Naruto dan Tobio waspada ketika tiba-tiba lantai memisahkan diri dan dari lantai itu naik sebuah batu layaknya pilar sepinggang orang dewasa, Naruto dan Tobio menatap satu sama lain sebelum keduanya berjalan mendekati pilar batu itu, Naruto dan Tobio menatap dua buah lubang berukuran sebesar bola takraw diatas pilar itu...,
Naruto menatap kebawah pilar ketika ia melihat sebuah tulisan disana, Naruto merendahkan tubuhnya dan membaca tulisan itu...,
" [ketenangan jiwa dan raga akan menuntunmu menuju keharmonisan batin], apa maksudnya ini?. "
Naruto bergumam selagi Tobio menatap kearah kedua pintu yang ada dibawah patung besar itu, sebelum ia menatap dua lubang diatas pilar itu, Tobio terdiam sejenak sebelum pandangan Tobio teralih pada Naruto.
" Naruto, aku rasa kita harus menemukan benda yang sesuai dengan lubang ini, aku rasa..., "
Ucap Tobio sedikit ragu, Naruto menatap Tobio sebelum ia bangkit sebelum ia menatap dua lubang diatas pillar itu, Naruto menatap Tobio.
" aku rasa benda yang akan melengkapi pilar ini ada dikedua pintu itu, kita berpencar lagi..., kau pintu kiri, aku pintu kanan..., "
" aku mengerti. "
Naruto dan Tobio berpisah dan bergegas memasukin pintu yang sudah ditentukan.
- Tobio Side -
Setelah melewati pintu Tobio dibuat terdiam ketika ia melihat sebuah ruangan persegi panjang kedepan, ruangan itu dipenuhi lubang-lubang sebesar kepalan tangan, didinding, langit-langit dan lantai..., Tobio menatap hal itu sebelum pandangannya terarah kedepan dimana ia melihat dari kejauhan sesuatu yang berkilauan..,
" itukan..., "
Tobio menajamkan penglihatannya dan ia menemukan sebuah mutiara berukuran sebesar bola takraw berwarna ungu gelap diatas sebuah bantal empuk berwarna merah, Tobio menatap hal itu sejenak, mungkinkah mutiara itu benda yang cocok dipilar itu?...
" maa, tidak ada salahnya mencoba..., "
Tobio melangkah kedepan namun baru saja ia mengambil satu langkah tiba-tiba instingnya menjerit dan membuat Tobio langsung melompat mundur, tepat setelah itu tombak-tombak tajam mencuat dari lubang itu..., Tobio menatap ngeri tombak tajam yang perlahan kembali kedalam...,
" sial, ini berbahaya..., "
Tobio menelan ludah kasar sebelum ia menegapkan tubuhnya dan kembali menatap kedepan, Tobio menatap intens seluruh tempat itu mencari sesuatu yang janggal sebelum ia menemukan sebuah simbol hewan, tidak hanya satu melainkan 9 hewan dengan jumlah ekor yang berbeda-beda disana..., Tobio terdiam, simbol ini, bukan ini merupakan Simbol dari Ancient Divine Beast?..., hewan surgawi yang memiliki legenda masing-masing?...,
" simbol ini?, mungkinkah?. "
Tobio bergumam sebelum ia melirik kearah simbol hewan berbentuk tanuki dengan satu ekor disana..., Tobio terdiam sebelum ia dengan ragu-ragu menapakan kakinya kesimbol itu dan hasilnya?, tidak terjadi apapun..., Tobio terdiam sebelum ia menyeringai tipis...,
__ADS_1
" ini mudah..., "
Tobio bergumam selagi melompat simbol Ancient Divine Beast satu persatu sampai akhirnya ia sampai ditempat dimana Mutiara besar itu berada, Tobio tersenyum dan mengambil Mutiara itu namun ketika tangan Tobio menyentuh Mutiara itu tiba-tiba Mutiara itu bersinar terang sebelum akhirnya mengeluarkan sebuah aura hitam keunguan yang langsung melesat dan masuk kedalam tubuh Tobio...,
" Ugh!, ap-apa ini!, tu-tubuhku sakit, sa-sangat sakit..., "
Tobio meringis ketika ia merasakan seperti seluruh urat ditubuhnya dirobek dengan paksa, rasanya sakit, sangat sakit!. Tobio berusaha bertahan karena ia tahu jika ia pingsan ia akan langsung meledak dan tewas seketika...,
Setelah beberapa menit, Aura hitam keunguan itu perlahan menyerap kedalam tubuh Tobio dan menghilang, Tobio jatuh berlutut, deru nafasnya memburu hebat, Tobio menenangkan deru Nafasnya, tanpa Tobio sadari iris mata Tobio berubah warna menjadi emas vertikal layaknya hewan buas sebelum irisnya matanya kembali seperti semula...,
" hosh..., hosh..., hosh..., Mi-Miya kau berhutang padaku..., "
Gumam Tobio sebelum ia bangkit dan berbalik ketika ia berbalik ia terdiam ketika dari lantai muncul sesuatu kabut berwarna hitam, tak lama setelah itu kabut menghilang dan memunculkan makhluk bertubuh hitam dengan satu mata sebesar mangkok yang bersinar merah menusuk, tidak ada hidung atau mulut disana..., tidak hanya satu melainkan puluhan...,
" hah~, sudahku duga tadi itu terlalu mudah, aku rasa peregangan sedikit tak masalah bukan?. "
Tobio menghela nafas sebelum ia menjulurkan tangannya kesamping dan seketika aura berwarna hitam berkumpul sebelum memanjang dan memadat menjadi sebuah short sword..., dan sedetik kemudian Tobio langsung melesat kedalam kumpulan Makhluk hitam itu...,
- Naruto Side -
" ini terlalu hening..., "
Naruto bergumam pelan selagi melangkah melewati lorong panjang yang agak besar dengan langkah , Ophis mengangguk setuju dari [Library World].
' ne, Master..., apa kau tidak merasa aneh. '
Naruto mengerutkan dahinya bingung mendengar ucapan Ophis lewat Mind Link, " aneh?, tentang apa?. " tanya Naruto, buku berukuran kecil muncul didada Naruto dan bersinar kerlap-kerlip.
' tentang tempat ini dan teka-teki diperpustakaan sebelumnya, bukankah aneh?, bagaimana bisa [Maria Rossfield] menemukan tempat ini-, tidak, abaikan itu bagaimana bisa ia memecahkan teka-teki yang ada diperpustakaan, aku tidak akan percaya jika [Maria Rossfield] menemukannya atas dasar ketidaksengajaan!, dilihat dari manapun itu sulit dipercaya jika dia menemukan tempat ini karena ketidaksengajaan!..., '
Ucap Ophis, Naruto terdiam, apa yang dikatakan Ophis ada benarnya, ini aneh..., Naruto membutuhkan beberapa waktu untuk memecahkan teka-teki diperpustakaan, tapi itu karena ia memiliki ingatan miliknya didunia sebelum hingga ia bisa dengan mudah memecahkan teka-teki ini, tapi [Maria Rossfield]?, bagaimana caranya ia memecahkan teka-teki rumit untuk menemukan ruangan ini-, tidak, lupakan itu..., bagaimana ia menemukan teka-teki untuk menemukan tempat ini..., apa dia tidak sengaja menemukannya?, tidak, bukan itu..., apa dia dituntun oleh seseorang untuk menemukan semua ini?...,
" setelah kau menyinggungnya, aku juga berpikir jika ini aneh. "
' benarkan?, ini mulai mencurigakan-, '
Grasak!
Naruto dan Ophis terdiam ketika sebuah suara masuk ketelinga mereka, Naruto berbalik dan menatap kebelakang, iris shappirenya menajam mencari asal suara, tidak ada apapun..., Naruto membalikan tubuhnya dan melanjutkan langkahnya...,
Setelah berjalan selama beberapa waktu akhirnya Naruto melihat sesuatu yang bersinar dari kejauhan, Naruto menajamkan penglihatanya dan terlihatlah benda yang bersinar itu adalah sebuah mutiara berwarna putih cerah sebesar bola takraw duduk manis diatas bantalan mewah berwarna merah...,
Benda itu..., tidak salah lagi...,
Naruto berjalan mendekati mutiara itu namun baru saja ia mengambil langkah pertama tiba-tiba sebuah kabut ungu memuncul diatas lantai, dan dari kabut itu perlahan muncul skeleton dengan Armor dan senjata perang lengkap..., tidak hanya satu namun puluhan!...,
" Ophis?, Pilihan?. "
' uhm?, apa ya?..., ah!, serang langsung!. '
Naruto terdiam sebelum ia menyeringai tipis dan dengan cepat ia menjulurkan tangannya kesamping dan seketika sebuah lingkaran berwarna Shappire muncul dan dari dalam keluar gagang pedang yang langsung ditarik keluar...,
" usulan yang bagus..., dan aku rasa ini saat yang tepat untuk menguji pedang baruku..., "
Naruto berkata selagi menarik Katana yang terbuat dari Orichaclum ore, mineral yang kuat dan ringan..., suara yang mengintimidasi dari gesekan sarung katana dan katana bergema diruangan itu.
Skeleton-Skeleton itu berlari kearah Naruto dengan cepat, Naruto yang melihatnya menyiapkan kuda-kudanya dengan tangan mengenggam kuat katana...,
Iaigiri!
Naruto melakukan tebasan cepat dan memotong skeleton didepannya, tak henti sampai disana Naruto melakukan tebasan menyamping dan memotong Skeleton kedua...,
Naruto mengalirkan Mana kepedang katana miliknya hingga energi tipis menyelimuti seluruh katana miliknya dengan gerakan cepat Naruto melakukan tebasan Horizontal.
[Original Style : Great Wave]
pedar tipis melesat dengan cepat dan memotong para Skeleton memusnahkan mereka semua, Naruto menatap itu sejenak sebelum ia memasukan kembali katana miliknya dipinggang kanannya...,
' sepertinya, [Great Wave], merupakan Magic tingkat menengah, Master..., dilihat dari bagaimana itu memotong dan musnahkan kumpulan Skeleton itu, aku akan mengatakan keputusan yang tepat mencurinya dari D..., '
Naruto mengangguk kecil, ia mencuri teknik ini, atau lebih tepatnya mencuri Konsep teknik dari Assassin yang ia kalahkan di reruntuhan kota Lotus...,
" benar, selain kerusakan yang ditimbulkan cukup besar, Magic ini berguna untuk memotong musuh dari jarak menengah..., "
Naruto mengatakan itu selagi ia melangkah mendekati Mutiara itu, Naruto menatap sejenak Mutiara putih bersih yang bersinar cujup terang itu, ia dengan ragu-ragu mengambil mutiara itu dan...,
" aku baru sadar, Mutiara sangat cantik?. "
' ummu, itu terlihat cantik..., '
" yosh!, saatnya kembali..., "
Naruto berbalik dan berjalan dengan pelan, tanpa Naruto sadari Mutiara dan katana dipinggang Naruto bersinar terang sedetik sebelum meredup kembali...,
- change scene -
" yo, kau nampak kacau, nee, Tobio. "
" berisik!, kau tidak tahu apa yang aku hadapi didalam sana!. "
Tobio menunjuk dan berteriak kesal kearah Naruto yang memasang wajah, 'heh~, benarkah?.' plus sebuah seringai meremehkan diwajahnya, ya, Tobio tidak bisa menyalahkan Naruro karena penampilannya memang kacau, baju miliknya sedikit robek akibat cakar tajam makhluk sialan itu..., Tobio mendengus kesal
" lupakan saja, bagaimana?, apa kau sudah mendapatkannya?. "
Naruto dengan wajah penuh kemenangan menunjukan sebuah Mutiara putih redup ditangannya, Tobio menatap datar hal itu sebelum ia mengeluarkan Mutiara berwarna ungu gelap ditangannya...,
Naruto dan Tobio tanpa banyak waktu meletakan kedua Mutiara itu keatas lubang dipillar itu, dan sedetik kemudian kedua Mutiara itu bersinar terang dan suara keraspun terdengar..., Naruto dan Tobio mengambil satu langkah mundur ketika melihat Prasasti besar itu bergetar dan terbelah lalu terpisah satu sama lain...,
Pintu?
Naruto dan Tobio menatap kedepan dimana dari Prasasti besar itu terlihat sebuah pintu kayu berukiran unik, Naruto dan Tobio menatap satu sama lain sebelum keduanya berjalan membuka pintu itu...,
Sesampai didalam kedua pemuda itu disambut oleh sebuah suarangan luas dengan beberapa pillar yang menopang langit-langit, Naruto dan Tobio menatap kesekeliling sebelum pandangan mereka terkunci pada sebuah altar batu berbentuk persegi panjang, ada sekitar sepuluh lilin disekitar altar dengan api biru muda yang berkobar diatas lilin itu..., tepat disana terdapat seorang perempuan bersurai ungu panjang terbaring diatas Altar, ya, perempuan itu adalah Asama Miya.
" Miya!..., "
Tobio berlari cepat kearah Miya dengan Naruto mengikuti disampingnya, namun saat mereka hampir mencapai Miya sesuatu yang tak kasat mata menghalangi dan menyengat mereka dengan listrik bertegangan tinggi!...,
Zrrrrrt!
Baik Naruto maupun Tobio terhempas kebelakang ketika sesuatu menghalangi mereka dan menyengat mereka berdua, Naruto dan Tobio meringis sakit sebelum mereka bangkit dan menatap kedepan, pandangan mereka terarah kebawah dan terlihatlah kumpulan simbol unik yang bersinar dan tersusun dengan rapi mengelilingi tempat Miya..., Ophis mengerutkan dahinya menatap kumpulan simbol unik itu...,
' Rune?. '
Ophis bergumam pelan namun masih dapat didengar oleh Naruto yang langsung memasang wajah bingung...,
" Kau tahu sesuatu tentang 'penghalang' ini, Ophis?. "
Tanya Naruto dibalas anggukan dari Ophis yang melayang turun dan menapakan kaki tanpa alas kakinya itu kelantai [Library World], pandangan Ophis terus menatap kearah Rune yang bersinar redup itu...,
' aku mengetahuinya, Master. Rune Magic adalah sebuah Magic yang didasarkan pada pengabungan Aksara sihir yang rumit, jika seseorang menguasai Rune Magic maka ia bisa menjadi menakutkan contohnya penghalangan ini, ini tidak akan hancur sampai kita mengalahkan pemiliknya atau menghancurkannya dengan cara menggunakan Rune penghancur yang sama kuatnya..., '
Naruto mendengarkan dengan seksama penjelasan Ophis, jadi pilihan yang mereka punya hanya itu, mengalahkan orang yang membuat ini atau menghancurkan Rune ini dengan Rune Magic yang sama kuatnya?...,
" Ophis, apa kau tahu Rune untuk menghancurkannya?. "
Tanya Naruto, Ophis terdiam sebelum ia mengeleng kecil meskipun ia tahu Masternya tidak akan melihatnya.
' aku..., aku tidak mengetahuinya, Master. Maaf..., "
Ucap Ophis dengan nada rendah, Naruto terdiam sebelum ia melirik kearah Tobio yang nampaknya masih terpaku dengan simbol disekitar Miya...,
" tidak, Ophis. Kau tidak salah, jadi jangan minta maaf, mengerti?. "
' ta-tapi, Master..., '
" Ophis!..., "
' ha'i, Master '
Naruto terdiam sejenak, otak cerdas miliknya berputar cepat, nampaknya tidak ada pilihan lain, Naruto bangkit dan berjalan kearah Tobio yang tengah terpaku menatap Rune Magic itu mengalihkan pandangannya ketika sebuah tangan terulur padanya, Tobio menatap Naruto sebelum ia menyambut uluran tangan Naruto.
" ini nampaknya akan sulit, Naruto. Kita harus menghancurkan penghalang ini untuk bisa menyelamatkan Miya..., "
Ucap Tobio, Naruto mengangguk.
" ya, ini akan sulit tapi bukan berarti mustahil dilakukan, kita akan menghancurkan penghalang ini hanya tinggal masalah waktu saja sebelum kita bisa menyelamatkan Miya..., "
Ucap Naruto, Tobio terdiam sebelum ia menghela nafas dan mengangguk.
" ya tapi bagaimana caranya, Penghalang itu nampak sulit dihancurkan..., "
" hanya ada dua pilihan, menghancurkannya dengan Rune Magic penghancur atau-, "
Perkataan Naruto terhenti ketika ia merasakan Bahaya, tidak hanya Naruto namun Tobio juga merasakan hal yang sama, tanpa banyak waktu lagi keduanya segera melompat kebelakang.
Dooom!
Suara dentuman kecil bergema diruangan itu, Naruto dan Tobio langsung menatap keasal suara dentuman dan seketika iris mata mereka melebar sedikit melihat sesuatu yang nampaknya seperti sulur hitam menancap ditengah kawah kecil, sulur itu nampak berdetak kecil layaknya memiliki kehidupan...,
Naruto dan Tobio mengalihkan pandangan mereka kesamping dan tepat didepan pintu masuk melayang sesosok berjubah hitam dengan tudung yang menutupi kepalanya, iris mata berwarna merah menusuk nampak jelas disana..., melihat Makhluk itu kedua mata Naruto dan Tobio membulat sempurna...,
" Shadow The Reaper..., "
" Maria..., Rossfield..., "
__ADS_1