
Setelah menyelesaikan urusannya di Divisi pembuatan senjata Naruto memutuskan untuk pergi menuju perpustakaan karena ada hal yang ingin ia lakukan disana..., sesampai didepan perpustakaan Naruto langsung masuk kedalam dan sesampainya didalam ia melihat perempuan bersurai pirang dikuncir rapi tengah membaca buku tebal didepannya..., tak lupa kacamata baca tebal yang menghiasi wajahnya.
Naruto menyungging senyuman tipis dan berjalan mendekati perempuan itu..., dengan langkah pelan Naruto mendekati perempuan itu..., sesampai disana Naruto menatap perempuan itu yang masih belum menyadari kehadirannya..., seringai jahil muncul diwajah Naruto.
" heh..., masih mencoba menerjemahkan buku itu kah?..., apa kau perlu bantuan?. "
Perempuan itu tersentak sedikit sebelum dia mendongakan wajahnya untuk melihat siapa yang mengejutkannya..., dan seketika wajah perempuan itu berubah cemberut..., dengan pandangan sinis perempuan itu menatap Naruto.
" ada apa kau kesini, Namikaze-san. "
Ucap perempuan itu dengan sinis membuat satu alis Naruto terangkat naik menatap bingung perempuan didepannya...,
" wow..., dinginnya, apa kau masih marah padaku karena aku jahili kemarin?, Nee, Shaga-chan.., "
Tanya Naruto, Shaga menatap Naruto dan mengalihkan pandangannya dengan 'hmph!' khas perempuan ngambek.
" pikirkan sendiri, baka. "
Ucap Shaga Sinis, Naruto menghela nafas, rupanya perempuan ini memang marah padanya karena dijahili olehnya kemarin.
" ha'i, ha'i..., aku salah, aku minta maaf, Shaga-chan. "
Ucap Naruto dengan kepala menunduk menandakan bahwa ia benar-benar berusaha minta maaf, Namun Shaga hanya meliriknya sekilas sebelum ia kembali mengalihkan pandangannya..., Shaga tidak tahu kenapa ia bisa bertingkah seperti ini tapi ketika kemarin ia dikerjai oleh Naruto, ia merasa ada perasaan kecewa dan kesal disaat yang bersamaan dan ia tidak menyukai hal itu...,
Naruto mendongakan sedikit kepalanya dan menatap Shaga yang masih bersedekap dan mengalihkan pandangannya kesamping, enggan melakukan kontak mata dengannya...,
' Master, jika dalam keadaan seperti ini, maka satu-satunya yang bisa kau lakukan adalah meminta maaf sambil memberikan hadiah padanya, mungkin dengan begitu ia akan memaafkanmu. '
Saran Ophis yang tiba-tiba lewat Link Mind mereka, Naruto terdiam sejenak, memberi hadiah kah?, mungkin itu bagus, tapi hadiah apa?, ia bahkan tidak mempunyai apapun untuk diberikan pada Shaga..., tidak, tunggu sebentar..., jika tidak salah ia masih memiliki benda yang biasa diberikan pada perempuan..., dengan cepat Naruto merogoh sakunya dan mencari sesuatu setelah ketemu Naruto..., langsung menatap kearah Shaga yang masih ngambek.
" Shaga..., aku sungguh minta maaf..., dan ini aku berikan padamu sebagai bukti jika aku benar-benar sangat menyesal..., "
Ucap Naruto seraya menunjukan sebuah cincin emas berbentuk polos ditangannya..., Shaga melirik kearah Naruto dan seketika iris matanya melebar melihat cincin ditangan Naruto.
" ini..., kau serius ini untukku?..., "
Tanya Shaga, Naruto mendongakan wajahnya dan menatap Shaga yang sedang menunjuk kearah dirinya sendiri. Naruto mengangguk cepat.
" tentu asalkan kau mau memaafkanku..., tapi jika tidak maka..., "
" jangan!?..., "
Teriak Shaga membuat Naruto yang baru saja akan memasukan kembali cincin polos itu kesaku celananya terhenti dan menatap kearah Shaga yang terlihat langsung gelagapan..., Shaga yang tersadar tingkahnya sudah melewati karakternya berdehem...,
" ehem..., ji-jika itu ma-maumu maka, ak-aku akan memaafkanmu..., "
Ucap Shaga, Naruto terdiam sejenak sebelum ia mengulas senyuman tipis..., dengan cepat ia mengambil tangan kanan Shaga dan memakaikan cincin emas polos itu dijari manisnya..., Sebuah senyuman terpatri diwajah Naruto ketika melihat cincin itu bersinar indah ditangan Shaga...,
" aku tidak menyangka Cincin itu cocok untukmu..., "
Ucap Naruto, Shaga hanya bisa terdiam dan menatap kearah cincin ditangannya yang bersinar terkena cahaya matahari yang masuk lewat jendela kaca dan ventilasi udara..., cincin ini sangat indah..., Sebuah senyuman manis berkembang diwajah Shaga...,
" terimakasih, Naruto-kun..., akan aku jaga pemberianmu ini..., "
Ucap Shaga dengan senyuman manis diwajahnya, Naruto terpaku melihat senyuman diwajah Shaga..., senyuman itu indah sekali..., tanpa Naruto sadari rona merah menghinggapi pipi Naruto..., setelah puas menatap cincin dijari manisnya, Shaga menatap kearah Naruto.
" jadi?, ada apa kau kesini, Naruto-kun. "
Tanya Shaga dengan nada bersahabat..., Naruto tersadar dari dunianya dan menatap kearah Shaga yang moodnya telah membaik..., Naruto memasang wajah kikuk..., wanita memang sulit ditebak Moodnya..., Batin Naruto. Ia mengeleng pelan dan menatap kearah Shaga.
" ah, Shaga-chan. Aku disini ingin meminjam buku [Dimension-Space Magic] untuk pemula?, apa kau punya saran, Shaga-chan?. "
Ucap Naruto, Shaga terdiam sebelum tersenyum dan mengangguk.., ia perlahan bangkit dari tempat duduknya.
" tunggu disini sebentar, akan aku carikan buku yang kau inginkan..., "
Ucap Shaga yang langsung melangkah dengan cepat menuju Rak dimana semua Magic Dasar untuk pemula berada..., Naruto tersenyum melihat kepergian Shaga sebelum ia mengalihkan pandangannya pada buku yang dibaca Shaga...,
" dia masih sibuk menerjemahkan buku ini..., ia memiliki semangat yang bagus..., tidak ada salahnya membantunya sedikit..., "
Ucap Naruto, ia duduk ditempat Shaga dan menatap kearah buku tebal didepannya..., Naruto tersenyum kecil melihat tulisan didepannya dan dengan cepat ia menerjemahkan kedalam [England Lenguage], karena dunia ini menggunakan bahasa itu...,
Sementara itu Shaga tengah mencari buku yang diinginkan Naruto, ia sudah mendapatkan tiga buku yang diinginkan Naruto dan saat ini tengah mencari satu buku lagi yang ia tahu..., setelah menemukannya tanpa banyak waktu lagi Shaga mengambil buku itu..., saat mengambil buku, Shaga mengalihkan pandangannya kearah Cincin yang diberikan Naruto..., sebuah senyuman diiringi rona merah tipis terpatri..., Shaga mengeleng pelan dan langsung mengambil buku itu dan berjalan kembali ketempat resepsonis miliknya...,
" Ah, Shaga-chan. Kau kembali?. "
Shaga mendongakkan wajahnya dan menatap Naruto yang tengah duduk diatas meja disamping buku tebal milik dengan sebuah kertas ditangannya..., Naruto turun dari meja dan tersenyum kearahnya.., Shaga berjalan Kearah Naruto dan dengan cepat menyerahkan keempat buku yang ada ditangannya...,
" ini semua adalah buku dasar [Dimension-Space Magic] untuk pemula..., Naruto-kun. kau bisa membawanya pulang dan kembalikan kesini jika sudah selesai membacanya..., "
Ucap Shaga, Naruto tersenyum mengambil keempat buku itu..., ia menyimpan keempat buku itu ditas miliknya..., setelah selesai Naruto menatap kearah Shaga dengan senyuman tipis.
" Arigatou, Shaga-chan..., kau selalu membantuku, dan sebagai rasa terimakasihku, ambilah ini..., ini mungkin tidak banyak tapi aku yakin ini akan membantumu..., "
Ucap Naruto seraya memberikan sebuah kertas ditangannya pada Shaga..., Shaga menerima kertas itu dan menatap bingung Naruto.
" untuk apa Naruto-kun?. "
Tanya Shaga bingung, Naruto tersenyum tipis...,
" bukalah dan kau akan tahu..., sampai jumpa Shaga-chan. Kita akan bertemu lagi setelah aku sudah membaca buku ini..., "
Ucap Naruto sambil berbalik dan melangkah meninggalkan Shaga yang menatap bingung Naruto yang semakin menjauh..., Shaga menatap kearah kertas ditangannya, dengan cepat Shaga membuka lipatan kertas itu dan seketika ia membulatkan sedikit matanya sebelum senyuman tipis terpatri diwajahnya..., ia mengalihkan pandangannya kearah pintu dimana Naruto pergi.
" mattaku, sebenarnya sejauh mana kepintaran orang itu..., "
Gumam Shaga pelan, sebelum pandangannya terarah pada cincin dijari manisnya..., dan sebuah senyuman manis pun berkembang disana...,
- Naruto Side -
Saat ini Naruto tengah berjalan menuju kelasnya karena waktu sudah menunjukan waktunya masuk kelas..., Naruto menghentikan langkahnya ketika tiba-tiba Ophis muncul, Naruto Menatap kearah buku kecil dilehernya dengan pandangan bingung.
' selamat, Master. '
Ucap Ophis lewat Mind Link membuat Naruto menaikan satu alisnya...,
" selamat untuk apa?. "
Tanya Naruto, buku Naruto berkerlap-kerlip
' tentu saja atas pertunanganmu. '
Ucap Ophis, Naruto terdiam.., tunangan?, kapan ia melakukannya..., Ophis yang merasakan Masternya terdiam menjelaskan.
' Master, aku yakin kau sudah tahu jika dibenua ini, memberikan cincin pada seorang perempuan merupakan tanda sebuah lamaran?..., '
Ucap Ophis membuat Naruto terdiam..., sebelum iris Shappirenya melebar ketika memahami maksud Ophis..., dengan cepat Naruto langsung mengeluarkan buku kecil dibalik bajunya dan dengan tanpa perasaan Naruto langsung menguncang buku ditangannya dengan kencang...,
" kenapa kau baru sekarang bilang hah!?, kau sengaja ya!?..., "
' Ma-Master!, apa yang kau lakukan he-hentikan!, aku mual..., aku mu-, ugh..., '
" persetan!?, bagaimana caraku menjelaskan kesalahpahaman ini pada Shaga nanti, hah!?..., dia terlihat sangat senang menerimanya!?..., "
' ugh..., Ma-Master..., ji-jika kau merepotkan hal itu, ni-nikahi saja dia..., ugh..., '
Ucap Ophis membuat Naruto menghentikan menguncang buku itu dan menatap kearah buku ditangannya dengan pandangan datar.
" kau pikir itu mudah hah!?..., dan lagipula aku tidak akan menikah sampai aku bisa membuat clanku pulih seperti keadaan semula..., "
Ucap Naruto datar, ia memasukan kembali buku itu ketempatnya semula..., ia menghela nafas dan melanjutkan langkahnya menuju kekelasnya, Ophis hanya terdiam dan merenungkan perkataan Masternya...,
- Skip Time -
Tanpa terasa hari sudah mulai sore dan semua Murid Academy langsung pergi menuju keasrama atau pergi menuju ruangan Klub mereka. Diperpustakan, Ayame Shaga terlihat tengah menulis cepat disebuah buku tulis, sesekali ia menatap kearah kertas ditangannya lalu menatap kembali kearah buku tebal didepannya dan kembali menulis dibuku tulis...,
Setelah beberapa saat akhirnya Shaga berhenti menulis dan tersenyum senang sambil menatap kearah buku tulisnya...,
" Akhirnya!, aku berhasil menyelesaikan dua formula Magic!, usahaku tiga bulan ini tidak sia-sia!..., "
Ucap Shaga senang, ia memeluk buku ditangannya dengan erat sebelum pandangannya terarah pada secarik kertas yang ada disebelahnya..., ia tersenyum tipis dan mengambil kertas itu...,
" berkat dia, aku bisa memecahkan dua formula Magic ini, aku berterimakasih, Naruto-kun..., catatan ini membantuku..., "
Gumam Shaga lembut, perlahan Shaga mendekatkan kertas itu kebibirnya, saat kertas itu akan bertemu bibirnya sebuah suara membuatnya tersentak...,
" Ara, apa yang sedang kau lakukan, Shaga-hime..., "
Sebuah suara halus nan merdu membuat Shaga menoleh kearah asal suara dan terlihat seorang perempuan cantik, sangat!, cantik.., berjalan mendekatinya dengan senyuman manis diwajahnya..., iris Shappire indah menatapnya dengan pandangan lembut. Shaga menaikan satu alisnya melihat perempuan ini...,
" Gabriel..., apa yang kau lakukan disini..., "
Tanya Shaga membuat Gabriel tersenyum tipis dan mengambil satu kursi kayu yang tak jauh darinya dan duduk disana, iris Shappirenya menatap ramah Shaga...,
" sudah saatnya kita berkumpul, kau tahu Event besar 4 tahunan 4 ras akan segera dimulai..., jadi kita harus segera mengumpulkan para murid terbaik Academy ini untuk berpartisipasi di Event itu..., "
Ucap Gabriel, Shaga menaikan satu alisnya sebelum ia terdiam dan menghela nafas...,
__ADS_1
" sudah saatnya ya?..., aku sepertinya terlalu lama berada diperpustakaan ini hingga aku lupa jika Event besar itu akan dilaksanakan tak lama lagi..., "
Ucap Shaga, Gabriel tersenyum dan mengarahkan pandangannya kearah buku tebal dimana disana terdapat kumpulan huruf kuno yang tidak bisa dibaca Gabriel...,
" sepertinya, kau sudah bisa menerjemahkan buku ini, nee..., Shaga-Hime..., "
Ucap Gabriel, Shaga menaikan satu alisnya sebelum ia tersenyum tipis..., ia melepas kacamatanya dan melepas ikat rambutnya, membiarkan rambutnya tergerai bebas..., dan terlihatlah wujud cantik seorang Ayame Shaga.
" ya, begitulah, aku akhirnya bisa menerjemahkan buku ini, dan lihat hasilnya..., aku bisa menerjemahkan dua formula Magic dari buku ini..., "
Ucap Shaga lembut sambil menyentuh buku tebal didepannya..., Gabriel tersenyum sebelum ia tertawa kecil.
" ufufu~, seperti yang diharapkan dari Murid yang dijuluki sebagai Wizard terkuat diacademy ini..., "
Ucap Gabriel, Shaga hanya dapat menyeringai kecil, ia menoleh kearah Gabriel dan tersenyum tipis.
" aku rasa saatnya kita pergi, mempersiapkan Event besar itu bukanlah sesuatu yang mudah, Gabriel..., kumpulan semua Anggota Ten Commandments, kita adakan rapat..., kali ini aku akan turun tangan sendiri..., "
Ucap Shaga dengan seringai tipis dan bangkit dari kursinya, Gabriel kembali tertawa dan mengikuti Shaga dari belakang...,
" ufufufu~, ha'i, Seito-Kaichou..., "
- Change Scene -
Asrama pria, Naruto tengah membaca dengan serius buku yang ada didepannya, sesekali ia mengangguk paham ketika memahami buku tentang [Dimension-Space Magi] untuk pemula didepannya..., sudah tiga buku ia baca dan ini sudah masuk kebuku terakhir, Naruto menutup buku dan meregangkan tubuhnya yang kaku akibat duduk terlalu lama..., namun sebuah senyuman terpatri diwajah Naruto...,
" yosh!, aku sudah memahami konsep dari [Dimension-Space Magic], sekarang tinggal mencobanya..., "
Naruto memejamkan matanya dan perlahan membuka telapak tangannya dan perlahan sebuah lingkaran sihir berwarna putih bersih tanpa noda tercipta diatas tangan Naruto, lingkaran itu perlahan masuk kedalam tubuh Naruto dan bersinar terang..., Perlahan cahaya meredup, dan memperlihatkan sebuah Lingkaran sihir dipunggung tangan kanan Naruto.
Naruto perlahan membuka mata dan lalu perlahan ia mengalihkan pandangannya kearah punggung tangan kanannya dan terlihatlah sebuah lingkaran sihir berwarna hitam disana..., Naruto tersenyum tipis, perlahan ia mengangkat tangannya dan berkonsentrasi...,
[ Dimension Space: Gate ]
Perlahan didepan Naruto terbuka sebuah lingkaran berwarna biru muda sebesar bola sepak, Naruto tersenyum melihat hal itu sebelum ia melirik kearah buku diatas meja, ia mengambil salah satunya dan mencoba memasukannya kedalam lingkaran itu.., setelah selesai Naruto menghilangkan lingkaran itu..., ia tersenyum tipis lalu perlahan ia menyampingkan tangannya dan seketika lingkaran yang sama seperti sebelumnya muncul dan mengeluarkan buku yang tadi Naruto masukan...,
Naruto mempelebar senyumannya dan mengambil buku itu, setelah itu lingkaran biru muda itu mengecil dan menghilang...,
" Yosha!?, aku bisa menggunakan [Dimension Space: Gate ], dengan begini aku tidak perlu kerepotan membawa barang yang banyak..., hahaha!, ini hebat!?..., "
Ucap Naruto dengan gembiranya, sementara Ophis yang tengah duduk diatas ranjang, ia hanya memandang Masternya dengan pandangan sulit diartikan...,
" Master..., "
Panggil Ophis pelan, Naruto yang merasa dipanggil menoleh kearah Ophis dengan pandangan bingung.
" Ada apa, Ophis. "
Tanya Naruto sambil melangkah mendekati Ophis, Ophis terdiam sejenak sebelum ia memantapkan tekadnya dan menatap Naruto.
" Master, siapa kau sebenarnya?. "
Tanya Ophis, membuat Naruto terdiam sebelum menatap kearah Ophis dengan tatapan serius, apa perempuan ini mengetahui jika ia bukan berasal dari dunia ini?.
" aku?, apa yang kau katakan, aku Namikaze Naruto..., bukankah kau sudah tahu hal itu..., "
Ucap Naruto tenang, Ophis terdiam dan menatap kosong Naruto.
" aku tahu, tapi siapa kau sebenarnya Master..., kau bisa menguasai [Crafting Magic] dan [Dimension-Space Magic] hanya dalam waktu satu hari..., hal itu sulit, sangat sulit dilakukan oleh Manusia biasa..., Master, apa kau seorang Half-Blood?. "
Tanya Ophis, membuat Naruto menaikan satu alisnya, Half-Blood?..., apa itu..., Naruto mengeleng dan tersenyum tipis lalu ia menepuk kepala Ophis dan mengelusnya dengan lembut.
" aku tidak tahu apa yang kau maksud, Ophis. Aku bukan Half apalah yang tadi kau katakan, aku mempelajari kedua Magicku karena aku memahami konsep dasar dari Kedua Formula Magic ini, [Crafting Magic] Magic ini hanya memerlukan daya ingat kuat pada benda yang ingin kau buat, sementara [Dimension Space Magic] ini hanya memerlukan prinsip ruang saja..., karena hal itu aku bisa mempelajari kedua Formula Magic ini karena aku memahami Konsep temanya..., bukankah hal itu wajar?, orang lain juga akan belajar secepatku jika mereka memahani Konsep Formula Magic mereka..., Ophis. "
Ucap Naruto, membuat Ophis terdiam, apa yang dikatakan Naruto memang benar, seorang Wizard harus memahami Konsep Tema dari sebuah Formula Magic sebelum ia menguasainya, dan ketika gagal maka seorang Wizard akan melakukan penelitian dan mencoba menemukan letak masalahnya dan memperbaikinnya..., hal itu memang wajar, tapi..., memahami konsep sebuah Formula Magic tidaklah mudah, bahkan mustahil jika ada orang yang bisa memahami Konsep Tema dari Formula sihir hanya dalam satu kali mencoba...,
Naruto yang melihat Ophis terdiam, hanya bisa menyungging senyuman manis, ia perlahan naik keranjang dan dengan tanpa permisi mengendong Ophis dan menaruhnya didadanya lalu memeluknya erat..., membuat Ophis melebarkan matanya dan menatap kearah Naruto yang tersenyum kearahnya dengan pandangan lembut.
" tidurlah, besok kita akan meminta ijin pada kepala sekolah untuk mengunjungi, Lotus City. Kita akan mencari Artifak yang kau katakan disana, Ophis. "
Ucap Naruto, Ophis terdiam sejenak menatap Naruto dengan pandangan kosong sebelum ia mengangguk dan meletakan kepalanya diatas dada Naruto..., ia mengeliat pelan mencari posisi nyaman sebelum ia memejamkan matanya dan terlelap.
Naruto hanya tersenyum melihat Ophis mulai terlelap, ia mengelus surai hitam itu sebelum ia perlahan memejamkan matanya...,
" Oyasuminasai, Ophis. "
- Skip Time -
Pada pagi harinya, sesuai perkataannya kemarin malam Naruto sekarang berjalan menuju keruang kepala sekolah untuk meminta ijin pergi selama seminggu..., Naruto menguap bosan sepanjang perjalanan menuju Academy sampai natanya menyipit ketika melihat seorang perempuan cantik dengan body mirip model majalah ternama, surai merah keorangean yang bergerak lembut oleh angin menambah kecantikan dari perempuan itu..., dia adalah salah satu dari The Four Great Onee-sama, Senju Kyubi.
Naruto menaikan satu alisnya melihat The Great Onee-sama itu berdiri disamping gerbang masuk Academy, Naruto mengangkat bahu tak peduli dan terus melanjutkan langkahnya mengabaikan Kyubi.
Naruto menghentikan langkahnya ketika ia mendengar Kyubi menyapanya, ia menoleh kesamping dan mengangkat tangan dengan wajah datar.
" selamat pagi juga, Senju-san. Dan sampai jumpa. "
Setelah mengatakan itu, Naruto kembali melanjutkan perjalanannya menuju bangunan utama Academy baru saja ia mengambil langkah ketiga ia merasakan seseorang berada dibelakangnya dengan gerakan cepat ia mengangkat tangannya membuat orang yang ingin mengenggam tangannya hanya mengenai angin...,
" apa yang ingin kau lakukan, Senju-san. "
Ucap Naruto sambil menatap pelaku yang ingin menangkap tangannya, Kyubi tersenyum tanpa dosa, ia mencoba menangkap tangan Naruto lagi namun Naruto kembali menjauhkan tangannya membuat Kyubi gagal mendapatkan tangan Naruto lagi..., hal itu terus terjadi beberapa kali sampai Kyubi menyerah dan mengembungkan kedua pipinya dengan imut..., sementara Naruto hanya dapat menatap datar hal itu...,
" sebenarnya apa yang ingin kau lakukan, Senju-san. "
" ah, Mou!..., kau menyebalkan, aku hanya ingin menggandeng tanganmu saja..., "
Ucap Kyubi, Naruto terdiam sejenak sebelum ia menghela nafas, dan menatap datar Kyubi.
" dengar Senju-san. Jika kau bertingkah seperti ini hanya karena kau ingin mengerjai dan mempermalukanku sama seperti Gabriel, maka pergilah, jauhi aku..., aku bukan mainan kalian yang bisa seenaknya kalian mainkan, mengerti?. "
Ucap Naruto dengan datar sebelum ia berbalik dan meninggalkan Kyubi yang terdiam sambil menatap punggung Naruto yang semakin menjauh dengan pandangan sulit diartikan...,
Dikoridor gedung utama Academy, Naruto menatap datar kedepan, moodnya hari ini rusak karena bertemu salah satu The Great Onee-sama, setelah Gabriel sekarang Senju Kyubi dan Otsutsuki Kaguya kini hadir dan mengacaukan kehidupannya yang sudah mulai tenang, kenapa mereka selalu mempermainkan dan mempermalukan dirinya, tak puaskah mereka telah memperlakukan dirinya layaknya binatang?,
Naruto tidak tahu apa dan dimana letak kesalahannya, tidak bukannya dia yang bersalah sebenarnya tapi mereka..., mereka selalu, selalu dan akan selalu mempermainkan yang lemah hanya karena status dan kemampuan yang mereka miliki mereka jadi bisa melakukan hal seenaknya pada yang lemah karena mereka tahu jika yang lemah tak akan, tidak akan pernah membalas mereka.
Naruto menghela nafas, dan tanpa terasa ia sudah berada didepan pintu ruang kepala sekolah, tanpa banyak waktu lagi Narito membuka pintu dan masuk kedalam, sesampainya didalam ia melihat seorang wanita bersurai pirang pucat dengan dahi dihiasi simbol wajik..., dia adalah kepala sekolah hirozimon Academy, Senju Tsunade..., Tsunade yang mendengar suara pintu terbuka mendongakan wajahnya dan seketika wajahnya berubah jadi datar melihat kedatangan Naruto.
" ada apa kau kesini lagi, bocah. "
Ucap datar Tsunade, Naruto terdiam sebelum ia melangkah mendekati Tsunade dan menatap kepala sekolah itu dengan datar.
" langsung saja, Aku datang kesini sebab aku ingin meminta ijin libur dari sekolah selama satu minggu..., "
Ucap Naruto tak kalah datar dari Tsunade, Tsunade menaikan satu alisnya sebelum ia menatap serius Naruto.
" untuk apa kau meminta ijin selama itu. "
" aku tidak akan mencari alasan, aku akan berlatih keluar selama seminggu, aku akan pergi berlatih menuju timur kerajaan [Alvarez]. "
Ucap Naruto, Tsunade terdiam sebelum ia menatap serius Naruto.
" apa tujuanmu sampai kau ingin pergi kearah timur, disana merupakan tempat dari banyak Magical Beast berbahaya. "
Ucap Tsunade, Naruto terdiam sebelum ia menatap datar Tsunade.
" apapun tujuanku, itu bukan urusanmu, aku hanya meminta ijin saja selama seminggu, dan lagipula kau dan sekolah ini tidak akan rugi jika kehilangan satu murid Divisi Knight..., apa lagi, murid itu merupakan pecundang terburuk sepanjang sejarah Academy ini. "
Ucap Naruto datar membuat Tsunade langsung terdiam..., sebelum ia menghela nafas dan dengan cepat ia mengambil surat dan memberikan tanda tangan disana lalu memberikan stempel disana..., setelah itu Tsunade memberikan surat itu pada Naruto.
" baiklah, kau boleh pergi, tapi..., aku akan mengutus seseorang untuk mengawasimu agar kau tidak lari dari janjimu pada Jiraiya.., "
Ucap Tsunade, Naruto menaikan satu alisnya sebelum ia mengangguk, toh..., siapapun itu tidak masalah.
" tidak usah khawatir, aku tidak berniat melarikan diri, aku tidak sepengecut itu, kalau begitu aku ijin pamit..., "
Ucap Naruto, ia menundukan sedikit kepalanya dan melangkah meninggalkan tempat itu..., Tsunade menatap Naruto sampai ia hilang ditelan pintu sebelum ia menghela nafas dan kembali mengerjakan berkas dimejanya.
Naruto menghela nafas, ia menatap kearah kertas ditangannya yang merupakan tiketnya menuju reruntuhan kota Lotus..., Naruto mengulung kertas itu dan menyimpannya didalam [Dimension-Space : Gate] miliknya..., Naruto tersenyum dan berjalan menuju kekelasnya.
- Change Scene -
Disebuah tempat yang minim cahaya terlihat sebuah meja bundar yang cukup besar dimana tak jauh dari meja itu terdapat 8 orang yang duduk nyaman disebuah kursi dimana terdapat angka romawi [I-X] diatas kursi tersebut...,
Diantara orang yang duduk disana ada, Gabriel. menduduki kursi [ll], Otsutsuki Kaguya, menduduki kursi [lII], dan sisanya tertutupi oleh siluet hingga wajah mereka tak terlihat..., tak lama sebuah lingkaran sihir memunculkan Senju Kyubi yang tanpa banyak waktu langsung duduk dikursi [IV]...,
" jadi, semua telah berkumpul..., "
Dari ketiadaan muncul partikel-partikel air yang membentuk sebuah tubuh dan tak lama terlihatlah seorang Ayame Shaga dengan surai pirang tergerai, kacamata baca tipis yang membingkai iris Violet indahnya..., Shaga tersenyum dan duduk dikursi [I]..., iris Violet Shaga menatap kesemua orang yang hadir disana dengan ramah.
" baiklah, kalian pasti tahu kenapa kalian dipanggil untuk berkumpul disini bukan?..., Event besar 4 ras tak lama lagi akan segera dimulai..., kita sebagai [The Ten] harus men-seleksi dan memilih [The Seventh of Abyss] untuk mewakili sekolah diajang Event Besar 4 ras..., dan tahun ini kita mendapatkan banyak murid berbakat dan dianggap sebagai penerus [The Ten] selanjutnya..., "
Ucap Shaga, ia melirik kearah Gabriel yang mengangguk paham, Gabriel menjentikan jarinya dan seketika sebuah lingkaran sihir muncul dan memproyeksikan beberapa gambar dari Murid tahun ini...,
" mereka adalah murid yang dianggap memiliki potensi hebat menjadi [The Ten]..,, Uchiha Sasuke, Senju Arashi, Otsutsuki Toneri, Uzumaki Menma, dan Hyuga Neji..., pada saat ujian masuk mereka berada diperingkat perunggu bintang 8 dan jika tidak salah beberapa bulan lagi mereka akan sampai ditingkat perak..., "
Ucap Shaga namun tidak ada satupun suara yang menjawab, Shaga tersenyum dan perlahan menatap satu persatu anggota [The Ten].
__ADS_1
" tahun lalu, kita memilih Murid yang berbakat untuk ikut dalam Event besar itu, dan kita dikalahkan diperempatan final, tahun ini aku ingin mencoba sesuatu yang baru dalam memilih murid yang berpartisipasi di Event itu..., "
Ucap Shaga dengan seringai tipis, Gabriel yang ada disebelah Shaga tertawa tipis.
" ufufu~, lalu apa itu, Shaga-Hime. "
Tanya Gabriel, Shaga mempelebar seringainya membuat semua yang berada disana bergidik ngeri...,
" Turnamen..., kita akan mengadakan Turnamen untuk menentukan siapa murid yang ikut Event besar 4 ras..., dan disana kita akan menentukan [The Seventh of Abyss] yang baru lewat kemampuan dan kerja keras mereka bukan dari bakat mereka..., bagaimana apa kalian setuju?. "
Tanya Shaga, semua terdiam sebelum mereka mengangguk serempak, membuat Shaga tersenyum tipis...,
" baiklah, jika tidak ada yang ingin ditanyakan, silahkan kalian kembali ketempat kalian..., "
Ucap Shaga diiringi senyuman manis, semua bangkit dari sana dan hanya menyisakan Gabriel, Kaguya dan Kyubi. Shaga menatap bingung ketiga orang didepannya yang menatapnya dengan intens.
" ada apa?, apa ada yang salah denganku?. "
Tanya Shaga, Gabriel, Kaguya dan Kyubi menatap satu sama lain sebelum mereka mengangguk serempak, Membuat Shaga makin bingung..., Gabriel berdehem dan memasang wajah ramah.
" Ano, Shaga-Hime. Jika tidak keberatan, bolehkan kami bertanya sesuatu?. "
Tanya Gabriel, Shaga terdiam sejenak sebelum ia membenarkan letak kacamatanya dan mengangguk..., Gabriel menatap intens Shaga..., err..., atau lebih tepatnya ketangan Shaga.
" Shaga-Hime, sejak kapan kau memakai cincin?. "
Tanya Gabriel didukung anggukan yang lain, Shaga terdiam sejenak sebelum ia menyentuh cincin emas dijari manisnya..,
" ah, ini..., aku baru memakainya, cincin ini pemberian dari seseorang..., "
Ucap Shaga dengan wajah lembut dan rona merah tipis dikedua pipinya ketika mengingat siapa yang memberikan cincin itu pada dirinya..., Melihat ekspresi wajah Shaga, Gabriel, Kaguya dan Kyubi tersenyum lembut.
" sepertinya orang yang memberikan cincin itu padamu merupakan orang yang spesial, nee..., Shaga. "
Ucap Kaguya dengan wajah lembut, Shaga menoleh kearah Kaguya, spesial kah, mungkin saja...,
" spesial ya?..., mungkin memang benar dia orang yang spesial untukku..., "
Ucap Shaga, Kyubi yang melihat wajah Shaga semakin merona menyeringai tipis...,
" heh..., aku jadi tertarik pada orang yang bisa mencuri hati dari leader kita ini..., "
Ucap Kyubi membuat wajah Shaga memanas hebat hingga uap mengepul dikepala Shaga...,
" Mou..., berhentilah menggodaku, Kyu-chan. "
Ucap Shaga dibalas tawa renyah dari Kyubi, Gabriel tertawa tipis melihat interaksi teman-temannya..., Kaguya hanya bisa tersenyum simpul melihat Kyubi dan Shaga yang saling adu mulut...,
" yaps, beginilah keadaan yang sebenarnya dari empat perempuan yang dijuluki The Four Great Onee-sama..., "
Gumam Kaguya pelan, dibalas Anggukan kepala dari Gabriel..., entah siapa yang memberikan julukan itu pada mereka namun mereka berdua bersyukur karena berkat julukan itu mereka jadi bisa berteman bahkan seperti sekarang...,
- Skip Time -
" hah~, nenek tua itu..., dia berkata jika orang yang akan mengawasiku akan datang jam 7 sekarang sudah hampir jam 8..., hah~ "
Naruto menghela nafas entah untuk yang keberapa kalinya pagi ini, ia sudah berdiri didepan gerbang keluar Academy Hirozimon daritadi, ia tengah menunggu orang yang akan menjadi pengawas dirinya selama seminggu kedepan...,
' Master, apa kau yakin akan membawa orang lain untuk kekota Lotus. '
Tanya Ophis lewat link mind, Naruto menghela nafas sebelum ia memasang wajah datar.
" kita sudah membicarakan ini semalam, Ophis. Dan jawabanku masih sama, iya..., jika kau takut bahwa orang yang menjadi pengawas kita akan mengambil Artifak saat kita menemukannya, maka kau tenang saja..., jika itu terjadi maka aku akan membuatnya tertidur..., tertidur untuk selamanya..., "
Ucap Naruto dengan nada dingin, membuat Ophis yang mendengarnya terdiam sebelum ia menghela nafas...,
' baiklah, aku serahkan masalah ini padamu, Master. Aku akan tidur sebentar. "
Ucap Ophis sebelum ia memutuskan link mind mereka..., Naruto menghela nafas sebelum ia menyungging senyuman tipis dan menatap langit pagi yang indah, sebelum pandangannya teralih oleh sebuah suara gerutuan..., dan seketika wajah Naruto langsung menjadi datar..., tak jauh digaris penghilatan Naruto seorang perempuan cantik bersurai merah keorangean tengah mengerutui sesuatu...,
" mou..., apa maksud Kaa-chan menyuruhku mengawasi seseorang selama seminggu?, dan apa maksudnya tentang 'kejutan' tadi..., mou..., Kaa-chan menyebalkan..., "
Naruto sweatdrop mendengarnya, Kyubi yang tengah mengerutu mengalihkan pandangannya kedepan dan seketika ia terdiam ketika melihat tepat didepan gerbang terlihat Naruto yang mengenakan jubah pengembara berwarna putih... tak lupa sepasang sepatu dikakinya...,
Kyubi terdiam dan kembali mengingat perkataan Kaa-channya, apa ini kejutannya?..., jadi, orang yang akan ia awasi selama seminggu kedepan adalah Namikaze Naruto?..., jika benar maka seminggu kedepan mereka berdua akan bersama-sama..., perlahan senyuman manis berkembang diwajah cantiknya..., ini kesempatan bagus untuk membuat pemuda pirang itu menjadi bawahannya...,
Beda halnya dengan Kyubi, beda hal juga pada Naruto yang malah langsung memasang wajah seolah-olah ia telah memakan pil, pil yang sangat pahit.
' sial, malang sekali nasibku..., '
Batin Naruto, ia menghela nafas ketika ia melihat Kyubi melangkah cepat kearahnya sambil melambaikan tangan, cepatnya langkah Kyubi membuat dua balon yang dimiliknya memantul dengan indahnya...,
" selamat pagi, Namikaze-kun!..., "
Sapa Kyubi, Naruto memasang senyuman yang dipaksakan dan mengangkat tangannya.
" selamat pagi juga, Se-Senju-san. "
" jadi?, kau yang ingin berlatih keluar selama seminggu?. "
Tanya Kyubi, Naruto mengangguk pelan, seketika senyuman diwajah Kyubi berkembang...,
" baiklah, kalau begitu aku akan menemanimu, selama seminggu kedepan aku akan mengawasi perkembanganmu dan melaporkannya pada kepala sekolah..., jadi, kemana tujuan kita?. "
Tanya Kyubi, Naruto terdiam sebelum ia menatap Kyubi dengan datar.
" kearah timur kerajaan, [Alvarez], disana ada tempat yang ingin aku kunjungi..., "
Ucap datar Naruto, Kyubi tersenyum dan mengangguk paham.
" kalau begitu mari berangkat!. "
Ucap semangat Kyubi yang langsung melangkah lebih dahulu, Naruto terdiam sejenak sebelum ia menghela nafas dan mengikuti Kyubi dari belakang...,
- Change Scene -
Sementara itu diperpustakaan Hirozimon, Shaga yang kembali kepenampilan tidak menariknya, terlihat ia tengah kembali menerjemahkan buku tebal didepannya, ia terlihat bersemangat sekali..., namun sayangnya kegiatan Shaga terganggu ketika pintu terbuka dan memunculkan Otsutsuki Kaguya...,
Shaga menghentikan kegiatannya saat merasakan hawa kehadiran seseorang..., Shaga menaruh bulpoin miliknya dan menatap kearah Kaguya yang berjalan mendekati dirinya...,
" Kagu-chan?. Ada apa kau kesini?. "
Tanya Shaga, Kaguya menatap kearah Shaga dan tersenyum...,
" ah, aku kesini hanya sedang mencari, Kyu. Apa kau melihatnya?..., "
Tanya Kaguya, Shaga terdiam sebelum memiringkan kepalanya bingung...,
" tidak, aku tidak melihatnya, dan..., apa yang membuatmu berpikir orang yang alergi, teori seperti Kyubi. Ada diperpustakaan ini?. "
Tanya Shaga dengan nada aneh, Kaguya terdiam sebelum ia tertawa renyah.
" ufufu~, benar juga, Kyu. Alergi dengan buku, tapi aku terkadang bingung bagaimana bisa ia menjadi Wizard tingkat perak bintang 4 dengan sifat alergi buku itu?. "
Tanya Kaguya pada dirinya sendiri, Shaga terdiam sebelum ia tertawa kecil.
" ufufu~, maa..., dia berlatih jauh lebih keras dari kita, dan juga ia lebih mudah mengerti jika dipraktekan daripada menggunakan Teori..., "
Ucap Shaga, Kaguya mengangguk dan tertawa kecil.
" aku rasa kau benar..., jadi apa kau bisa menggunakan kemampuanmu untuk menemukan Kyu?. "
Tanya Kaguya, Shaga terdiam sebelum ia menghela nafas dan mengangguk, ia perlahan membuka telapak tangannya dan sedetik kemudian muncul lingkaran sihir yang langsung mengumpulkan partikel-partikel udara yang membentuk sebuah bola air yang tak lebih besar dari bola sepak yang melayang tenang diatas tangan Shaga.,
[ Elemental Magic : Observe ]
Bola air yang melayang tenang diatas tangan Shaga perlahan bersinar dan perlahan mulai memperlihatkan sebuah gambar, disana terlihat Kyubi tengah berjalan dengan seorang pemuda bersurai pirang, Kyubi terlihat senang sekali sementara pemuda pirang disebelah hanya bisa menghela nafas lelah...,
" ini..., "
" mu-mustahil..., "
Shaga dan Kaguya memasang ekspresi terkejut melihat bahwa Kyubi tengah bersama dengan pemuda yang menarik minat kedua perempuan ini, siapa lagi jika bukan Namikaze Naruto..., keduanya semakin shock ketika melihat Kyubi mengaet tangan Naruto dengan erat..., dan dibalas wajah risih dari Naruto
" sial!, dia mengambil start duluan!..., ini tidak biaa dibiarkan, Shaga, aku pergi dulu dan terimakasih "
Gumam Kaguya sedikit kesal yang langsung berbalik dan meninggalkan Shaga yang terdiam dan menatap kearah Bola air ditangannya dengan pandangan sulit...,
" Naruto-kun..., "
gumam Shaga lirih, Sementara orang yang sedang digumamkan oleh Shaga, hanya bisa menghela nafas lelah..., dan menatap kesamping dimana biang penyebabnya tengah mengaet lengannya dengan erat layaknya sepasang kekasih...,
" ano, Senju-san..., bisakah kau lepaskan tanganku..., tanganku mulai ke-, "
" tidak!, "
Perkataan Naruto terpotong cepat oleh Kyubi, Naruto menghela nafas lagi..., dosa apa dia semalam hingga bisa tertimpa sial baginya ini..., hah..., biarkan sajalah, toh mereka akan kembali menjadi seperti biasa setelah menyelesaikan perjalanan selama seminggu ini..., keduanya kembali melangkah meninggalkan ibukota kerajaan [Alvarez]..., Tujuan mereka berdua adalah kota lotus, kota yang dulu berjaya pada masa kepemimpinan raja [Alvarez] I, kota yang juga dijuluki sebagai kota [Lotus Eater]...,
__ADS_1
Tanpa kedua orang itu sadari dari kejauhan terlihat tiga orang yang mengunakan jubah hitam dengan tudung kepala yang menutupi wajah sampai tidak bisa dilihat dengan jelas..., salah satu orang berjubah itu, tepatnya yang tengah menyeringai kejam ketika melihat kearah Kyubi dan Naruto yang semakin menjauh keluar ibukota..., matanya menatap kearah Kyubi dengan intens.
" Mangsa terkunci~..., "