The Worst One

The Worst One
Chapter 17


__ADS_3

Dikamar yang agak mewah, Naruto tengah merebahkan tubuhnya diatas kasur selagi iris shappire miliknya menatap atap putih dengan pandangan datar..., saat ini Naruto tengah memikirkan tentang Tunangan-nya...,


Hyuga Hinata.


Pewaris selanjutnya dari Clan Bangsawan ternama, Hyuga..., Naruto tidak habis pikir bagaimana bisa ayahnya mengenal dan akrab dengan pemimpin Clan Hyuga saat ini hingga bisa menjadi sahabat akrab, dan melakukan pertunangan yang menurutnya akan mendapat banyak tentangan ini...,


Dan sejujurnya Naruto bisa dibilang memiliki masalah dengan salah satu anggota Clan Hyuga.., Hyuga Neji, orang itu adalah salah satu dari 6 orang yang akan mendapatkan balasan dari dirinya ketika saat itu tiba, Naruto menghela nafas.


" memikirkan hal ini membuat kepalaku sakit, lebih baik aku berlatih..., "


Naruto bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil pedang kayu (baru) miliknya yang ada disamping ranjang, Naruto merengangkan tubuhnya sebelum ia tersenyum menatap langit malam yang indah.


" yosh, saat-nya berlatih..., "


- change scene -


Deru nafas memburu terdengar dilapangan luas yang agak jauh dari Mansion Clan Namikaze, didepan sebuah Dummy yang sudah terpotong menjadi beberapa potong tergeletak seorang pemuda bersurai pirang, ya, dialah Namikaze Naruto, ia sudah berlatih selama 3 jam ditempat itu, dan sekarang ia sudah terlalu lelah bahkan untuk berdiri...,


Ophis yang terbangun akibat suara latihan Naruto menatap kearah Masternya yang kelelahan, 'aku tidak menyangka jika Master berlatih keras dipagi buta hingga tidak sanggup untuk berdiri lagi..., terlebih lagi memotong Dummy dengan pedang kayu..., Master kau menakutkan' ucap Ophis membuat Naruto yang mendengarnya tertawa tipis.


" kau berlebihan, Ophis. Aku hanya melatih [Mana] dan teknik berpedangku secara bersamaan, lagipula bukankah bagus jika aku berlatih keras, dengan begitu aku bisa lebih cepat menjadi tingkat [Silver] dan membungkam mereka. "


Ophis terdiam sebelum ia menatap kearah layar didepannya, ' memang benar jika berlatih sekeras ini dengan tingkatan [Bronze VIII], menjadi tingkat [Silver] dalam waktu dua bulan bukanlah sesuatu yang mustahil, tapi Master..., apa kau tidak mengkhawatirkan kondisi tubuhmu?, tubuhmu akan rusak jika kau terus berlatih sekeras ini. ' ucap Ophis datar namun jika Naruto melihat mata Ophis saat ini, maka ia bisa menemukan kekhawatiran didalam mata kosong itu. Naruto terdiam sebelum ia menghela nafas panjang.


" mungkin apa yang kau katakan benar Ophis..., "


' kalau begitu, jangan-, '


" tapi..., hanya dengan inilah aku bisa menjadi kuat, jika aku akan menjadi kuat dengan menghancurkan tubuhku, mematahkan tulang-tulangku, dan merobek urat nadiku, akan aku lakukan, ini demi janjiku pada Lee..., demi melindungi kehormatan Clan Namikaze dan demi membungkam mereka yang telah memperlakukan layaknya hewan. "


Ophis terdiam mendengar perkataan Narutp yang entah kenapa terasa dingin dan menusuk, namun Ophis tahu jika yang dikatakan Naruto..., Masternya. Adalah kebenaran yang menyakitkan di Diskriminasi oleh lingkungan Academy entah itu ejekan atau kejahilan yang Masternya terima, hal itu bisa dibilang menyakitkan bahkan untuk Ophis, salah satu dari tiga buku ciptaan Raja Sihir [Solomon]..., tak hanya itu Ophis juga pernah mendengar jika Masternya sering menerima serangan fisik hingga menyebabkan Masternya sering keluar masuk ruang pemulihan.


Naruto menghela nafas sebelum sebuah senyuman lembut terpatri diwajahnya, " namun alasanku yang sebenarnya adalah..., ah tidak, lupakan saja. " ucap Naruto sebelum ia bangkit dan posisi tidurnya, Ophis hanya melihat Masternya dengan pandangan bingung..., Naruto menepuk pakaian-nya dan menatap kearah matahari yang perlahan terbit.


" Yosh!, saat kemba-, "


Deg!


Tubuh Naruto menegang ketika merasakan Gejolak Aliran [Mana] miliknya menjadi kacau!, Naruto meringis kesakitan, tubuhnya terasa sakit!, sangat sakit!..., ini!, tidak salah lagi!.


' Master!, cepat bermeditasi!, tenangkan Gejolak [Mana] mu sebelum tubuhmu hancur!. '


Naruto mengangguk mendengar perkataan Ophis dan langsung mengambil posisi meditasi dan menenangkan gejolak [Mana] yang mengamuk..., Ophis menatap Masternya yang tengah menjinakan Amukan [Mana] miliknya, ini tidak normal, Masternya dalam waktu sebulan naik ketingkat [Bronze: Vlll] dari yang sebelumnya [Bronze: lV], dan kini naik tingkat lagi?..., kecepatan perkembangan Masternya sangat cepat, bahkan lebih cepat dari Ras Naga yang dikatakan memiliki perkembangan [Mana] tercepat dari semua ras...,


Naruto terus berjuang menenangkan Amukan [Mana] miliknya, ini sudah masuk waktu siang dan Naruto masih berjuang menjinakan [Mana] miliknya..., setelah beberapa saat akhirnya [Mana] milik Naruto menjadi tenang, Naruto membuka matanya dan menenangkan deru nafasnya yang memburu...,


" hosh, hosh, hosh..., aku berhasil!, kini tinggal satu langkah lagi sebelum aku berhasil menjadi tingkat [Silver]..., "


Naruto tertawa keras mengekspresikan rasa senang dalam dirinya, Ophis menatap kearah Masternya sebelum ia menepuk tangan-nya dengan pelan.


' selamat master, sekarang kau berada ditingkat [Bronze: lX].., kini tinggal selangkah lagi kau menjadi [Silver] '


Ucap Ophis membuat seringai lebar terpatri jelas diwajah Naruto, " sedikit lagi, sedikit lagi aku bisa terbebas dari hukuman yang tidak jelas itu, dan itu menjadi langkah awal untuk membuat mereka sadar siapa Namikaze Naruto yang sebenarnya. " ucap Naruto dengan aura jahat disekitarnya, Ophis merinding hebat melihat seringai Naruto yang menurutnya sangat menakutkan..., tak lama aura itu hilang diikuti dengan seringai yang berubah menjadi wajah datar.


" tapi aku yang sekarang belum cukup kuat untuk melawan kekuasaan dari para bangsawan seperti Hyuga, Uzumaki, Senju, Otsutsuki, dan Uchiha..., melawan mereka tanpa memiliki kekuasaan yang cukup akan membuat aku dan Clan Namikaze tertekan..., aku harus memikirkan sesuatu tentang hal itu..., "


' jika begitu kenapa, Master tidak membuka identitas Master sebagai [Magiester Crafting], aku berani bertaruh jika Master akan mendapatkan kekuasaan yang tinggi bahkan Master, kau akan mendapatkan Wilayah sendiri dikerajaan jika kau menjadi [Magiester Crafring] kerajaan. '


Naruto terdiam mendengar perkataan Ophis, sebelum ia menghela nafas dan melangkah meninggalkan lapangan latihan itu, " mungkin itu bisa berguna, tapi aku harus mengambil beberapa langkah sebelum aku membuka identitasku yang sebenarnya, lagipula aku belum cukup kuat untuk mengamankan posisiku sebagai [Magiester Crafting] saat ini, jadi kita akan menunggu sampai aku cukup kuat untuk menekan balik para bangsawan keparat itu. " ucap Naruto datar, Ophis hanya bisa mengangguk mendengar jawaban Master-nya, melawan bangsawan ternama seperti Uchiha, Otsutsuki, Senju, Uzumaki, dan Hyuga tanpa kekuatan dan kekuasaan yang cukup hanya akan membuat Clan Namikaze dan Masternya hancur bahkan sebelum sempat berkedip..., Ophis tidak akan berlebihan jika mengatakan keputusan masternya untuk tetap diam menyembunyikan identitas-nya merupakan keputusan yang brillian...,


Naruto berjalan dengan wajah datar memasuki Halaman Mansion Namikaze, disana Naruto melihat kereta kuda agak mewah dengan bagian belakang kereta kuda berwarna putih bersih tanpa noda, Naruto menyipitkan matanya ketika melihat lambang yang ada dikereta kuda itu, lambang itu...,


Naruto mengabaikan kereta itu dan berjalan melewati para prajurit berpakaian tempur lengkap yang tengah berjaga disekeliling kereta kuda mewah itu, Naruto beradu tatap dengan salah satu prajurit sebelum ia berjalan masuk kedalam...,


' sepertinya, ada seorang bangsawan penting yang berkunjung ketempatmu, Master. '


" ya, dan aku memiliki firasat yang buruk tentang ini..., "


Ucap Naruto selagi melangkah dilorong Mansion dengan tenang sampai sebuah suara dari ruang keluarga menghentikan langkahnya...,


" ini tidak bisa diputuskan secara sepihak!. "


" kami minta maaf, Minato-dono. Tapi ini sudah keputusan dari para tertua Clan Hyuga, mereka membatalkan pertunangan ini. "


" Hiashi dan Minato telah berjanji sejak lama jika kami akan menikahkan anak kami saat mereka sudah dewasa!, apa Clan Hyuga tidak bisa menjaga pendiriannya!..., "


" Kushina-dono!, jaga perkataan anda!, ini sudah keputusan dari tertua kami!, kami membatalkan pertunangan Hinata Ojou-sama dengan anak kalian, Namikaze Naruto!. "


" apa alasan kalian membatalkan pertunangan ini secara sepihak?, kalian tentu tahu bahwa membatalkan ikatan ini maka kita bisa dikatakan tidak memiliki hubungan apapun lagi?. "


" maaf, jika aku tidak sopan, tapi alasan kami membatalkan pertunangan ini karena kami tidak ingin Hinata Ojou-sama kami menikah dengan pria yang memiliki kecacatan dalam perkembangan [Mana] ditubuhnya. "


" apa maksudku perkataanmu, kau mengatakan jika anak-ku itu memiliki masalah dengan inti [Mana] miliknya, begitu?. "


" sayang-nya itu benar, Kushina-dono. anak anda memiliki kecacatan dengan inti [Mana] miliknya dan hal itu menyebabkan tingkat pertumbuhan kekuatannya menjadi sangat lambat, dengan kata lain dia tidak memiliki bakat. "


" apa maksudmu mengatakan hal itu!?, tanpa bukti yang jelas!, itu sama saja mencemari nama keluarga kami!, "


" jika anda meminta bukti maka kami sudah menyiapkannya, lihat ini, Kushina-dono, Minato-dono. "


" !..., i-ini tidak mungkin, an-anak ku tidak mungkin memiliki kapasitas [Mana] hanya 9?.., pasti ada yang salah dengan ini..., "


" sayangnya, informasi itu kami dapatkan langsung dari bagian pemeriksaan [Mana] dari Hirozimon Academy, jadi keasliannya sudah jelas..., jadi, Minato-dono, Kushina-dono..., dengan tanpa mengurangi rasa hormatku pada kalian, aku sebagai perwakilan dari Clan Hyuga membatalkan pertunangan Hyuga Hinata dengan anak kalian Namikaze Naruto..., "


" ..., jika begitu kenyataan-nya maka kami akan-, "


" cukup sampai disana, ayah!. "


Sebuah suara yang cukup nyari memotong perkataan Minato dan membuat semua yang ada diruangan itu menoleh kearah samping dimana mereka melihat orang yang tengah dibicarakan berdiri dengan memasang wajah datar, iris Shappire indah itu menatap dingin dua orang yang duduk didepan kedua orang rua-nya, seorang pria paruh baya dengan rambut hitam panjang sepunggung, mata mutiara tanpa pupil menatap kearah Naruto dengan pandangan tajam, Naruto mengabaikan tatapan itu dan menatap kesamping pria itu dimana seorang perempuan bersurai biru dongker panjang dengan iris mata mutiara tanpa pupil menatap kearah Naruto dengan datar, cantik dan manis, itulah kesan Naruto pada perempuan itu.


Perempuan cantik dengan pakaian Bangsawan berwarna putih elegan dan aura bangsawan yang begiu kental terpancar pada dirinya sudah cukup untuk Naruto mengasumsikan jika orang, perempuan ini adalah tunangannya, Hyuga Hinata. Naruto menoleh kearah Ayah dan Ibu-nya yang juga menatap kearahnya.


" sebelum ayah mengatakan apa yang ingin ayah katakan, aku ingin bertanya sesuatu pada Hyuga Hinata-dono..., "


Naruto menoleh kearah Hinata yang menatap Naruto dengan ekspresi datar, " Hyuga Hinata-dono, apa anda sudah membicarakan hal ini pada Hiashi-dono sebelumnya?. " tanya Naruto sopan, Hinata terdiam sebelum ia menyesap teh-nya dengan anggun dan menatap Naruto datar.


" ini adalah hidupku, aku tidak mau menjalani hidup diatur-atur oleh orang lain, bahkan oleh ayahku sendiri..., "


' keegoisan diri huh?. '


Naruto bergumam dalam hati, pria paruh baya yang ada disebalah Hinata menatap kearah Minato yang memasang ekspresi datar, " Maaf Minato-dono, tapi Hinata Ojou-sama adalah pewaris selanjutnya Clan Utama Hyuga, sedangkan anak mu..., " ucap pria itu selagi melirik kearah Naruto yang menatap datar dirinya.


" begitu, jadi aku tidak pantas untuk Ojou-sama kalian?. "


" tepat!, mungkin anda adalah anak dari dua orang hebat dengan gelar [Yellow Flash] dan [Red Death Hanabero] namun sepertinya bakat orang tuamu tidak diturunkan padamu!..., "


Ucapan penuh dengan nada hinaan itu membuat Naruto mengambil langkah mendekati pria itu, namun sebelum mendekati pria itu sekelebat bayangan melesat dan muncul didepan Naruto sambil melancarkan sebuah Palm kearah wajah Naruto...,


Wush!


Palm kuat itu berhenti tepat didepan wajah Naruto hingga menyebabkan hembusan angin yang menerpa wajah datar Naruto..., Naruto menatap kearah sih pelaku yang tak lain dan tak bukan adalah Hyuga Hinata yang tengah menatapnya dengan mata tajam hingga membuat urat disekitar mata Hinata menyembul keluar...,


[Byakugan]


Mata kebanggan dari Clan Hyuga, Mistic Eye yang bisa melihat dan menembus Objek apapun bahkan dari jarak yang teramat jauh, juga mata ini memiliki kesamaan dengan mata legenda [Tenseigan] milik Clan Otsutsuki yang hanya dimiliki oleh segelintir orang, namun [Byakugan] hampir dimiliki oleh semua anggota Clan Hyuga...,


Naruto menatap mata itu dengan pandangan datar, Hinata menyeringai kecil..., " seperti ini saja kau tidak bisa menghindari-nya?, lalu kau bermimpi untuk bisa berdampingan denganku?, itu hanya akan menjadi aib untuk Clan Hyuga yang akan ku pimpin nanti. " Hinata mengatakan itu selagi membuat wajah angkuh dan senyuman mengejek, Naruto menundukan kepalanya dalam diam. Kushina yang melihatnya bangkit dari tempat duduknya.


" Hyuga Hinata-dono!, apa yang anda lakukan!..., "


Teriak marah Kushina yang tanpa sadar melepaskan energi Mana miliknya, namun Hinata tidak mengubris amarah Kushina, dan tetap menatap Naruto yang tengah bergetar...,


" hehe..., hehehe..., hahahaHAHAHAHA!?. "


Naruto tertawa dengan sangat keras hingga mengejutkan seisi ruangan, Naruto menyentuh wajahnya dengan tangannya dan kembali tertawa lebih keras.., hal itu menakutkan bahkan Hinata sampai mengambil langkah mundur...,


" Hahahaha!?, memang benar aku tidak berguna!, ditertawakan oleh Murid-Murid seangkatanku!, menyedihkan untuk Keluargaku!, dan bahkan sekarang Tunanganku Menolak keberadaanku!?, hahahaha!?..., "


' Ophis!, didunia ini bagaimana caranya membatalkan pertunangan dengan cara yang tidak Hormat?. '


Tanya Naruto lewat Mind Link, Ophis terdiam sebelum ia menatap kedepan dengan pandangan kosong, ' teteskan darahmu pada sobekan pakaian yang kau gunakan dan serahkan pada Tunanganmu, itulah caranya Master. ' balas Ophis..., Naruto menyeringai lebar.


" Hyuga Hinata-dono..., bukan?. "


Naruto mengucapkan nama itu dengan nada yang menyembunyikan kekejian didalamnya, mendengar namanya disebut Hinata menatap Naruto yang berjalan menuju meja dan mengambil garpu perak khusus yang ada didekat sepotong kue...,


" sebelum kau membatalkan pertunangan ini maka..., aku menolak perjodohan denganmu!. "


Naruto dengan cepat menusukan ujung tajam garpu itu ketelapak tangan kirinya hingga darah mengalir dari sana, semua yang melihat hal itu terkejut, namun Naruto hanya menampilkan ekspresi datar seolah ia tidak merasakan sakit sama sekali...,


" ap-apa yang kau lakukan?. "


Tanya Hinata terkejut, Naruto memegang lengan bajunya dan merobek lengan baju itu dengan cepat, Naruto mengenggam robekan baju itu dengan tangan kiri-nya dan membiarkan darahnya membasahi robekan baju itu sebelum melemparnya kearah Hinata yang menangkap robekan baju itu..., Hinata menatap robekan baju ditangannya sebelum iris mata seindah mutiara itu membulat sempurna ketika ia mengetahui arti dari robekan baju ditangannya...,

__ADS_1


" kau..., dengan sikapmu ini, kau tidak akan pernah cocok masuk kedalam keluarga Namikaze!. "


" ka-kau! Berani memperlakukanku seperti ini!?. "


" kenapa tidak?, kau sendiri yang membuatku melakukan hal ini padamu..., "


" Guuh!, baiklah!, aku akan menerima penolakan ini!, tapi dengan satu syarat..., "


" Syarat apa yang kau minta?. "


" 8 bulan, dalam 8 bulan dari sekarang aku menunggu tantangan darimu dalam duel dipuncak Temple of Moon!, jika kau kalah maka kau harus memotong kedua tanganmu!. "


" heh~, baiklah!, aku terima tantanganmu, 8 bulan!, 8 bulan dari sekarang aku akan mendatangimu dipuncak Temple of Moon dan aku pastikan aku akan mengambil kembali kehormatan yang kau rendahkan hari ini!. "


Setelah mengatakan itu Naruto dengan cepat melipat kakinya dan membentuk Seiza didepan ayahnya yang menatap terkejut Naruto...,


" ayah!, maafkan keegoisanku ini, tapi aku tidak bisa membiarkan kehormatan Clan Namikaze direndahkan lebih jauh dari ini..., oleh karena itu ijinkan aku mengembalikan Kehormatan Clan Namikaze yang telah direndahkan hari ini..., "


" Naruto..., "


Minato menatap Naruto yang menundukan kepalanya dalam-dalam dengan pandangan sedih, dan bangga disaat yang bersamaan..., Minato menghela nafas sejenak sebelum ia tersenyum tipis.


" Naruto..., kau memang anak ku, Tekadmu memang Tekad seorang Namikaze!. tertua Kou, ambil semua barang-barangmu dan pergilah dari sini!..., "


Baik Hinata Maupun tertua Ko merinding sedikit ketika mereka dihadapkan oleh tatapan dingin dari Namikaze Minato yang menurut mereka menakutkan, Tertua Kou merendahkan kepalanya lalu meninggalkan tempat itu dengan Hinata yang menatap benci Naruto...,


' Namikaze Naruto..., kau akan menerima balasan untuk hari ini. '


Setelah pergian Hinata dan Tertua Kou, Kushina berjalan mendekati Naruto dan dengan telaten serta kasih sayang seorang Ibu, Kushina mengobati tangan kiri Naruto yang terluka cukup dalam...,


" dasar bodoh, kenapa kau melukai dan merendahkan dirimu hingga seperti ini..., "


" setelah melihat Sifatnya yang merendahkan Clan Namikaze, aku tidak bisa untuk menerima-nya sebagai pendamping hidupku, Ibu. "


Ucap Naruto, Kushina menghela nafas setelah berhasil memperban tangan Naruto dengan sapu tangannya, Kushina menatap Naruto serius.


" katakan dengan jujur, Naruto. Apa yang tertulis dikertas itu benar? "


Tanya Kushina, Naruto terdiam sebelum ia menundukan kepala-nya dalam-dalam, " ya itu semua benar..., " ucap Naruto lemah, Minato menatap kearah Naruto dengan pandangan datar.


" kenapa kau tidak menceritakan hal ini pada kami sebelumnya, Naruto?, kenapa kau menyembunyikan hal ini dari kami..., "


Tanya Minato, Naruto semakin menundukan kepalanya tidak berani menatap ayahnya, " itu karena aku tidak ingin membuat kalian berdua kecewa karena memiliki anak lemah sepertiku. " ucap Naruto, Kushina dan Minato menatap satu sama lain sebelum Kushina dengan lembut memeluk Naruto..., membuat iris shappire Naruto melebar.


" dasar anak bodoh, biar selemah apapun dirimu, sebodoh atau sejelek apapun dirimu kau tetaplah anak kami. "


" ibumu benar, Naruto. Hanya karena kau memiliki kecacatan pada pertumbuhan [Mana] milikmu bukan berarti kami akan bertingkah kejam padamu, kau adalah anak ku itu tidak akan pernah berubah..., "


Naruto tidak bisa mengatakan apa-apa lagi hingga ia hanya bisa tersenyum dengan lembut.


" Arigatou..., Ayah, Ibu..., aku menyayangi kalian. "


.


.


.


" ayah, ibu..., ada yang ingin aku bicarakan pada kalian. "


Setelah kejadian penolakan Naruto pada pewaris Utama Clan Hyuga, Naruto meminta waktu kepada kedua orang tuanya, dan disinilah mereka duduk diruang keluarga. Minato menatap Naruto yang tengah memasang wajah serius.


" jadi, apa yang ingin kau sampaikan pada kamu, Naruto?. "


Tanya Minato, Naruto menundukan kepalanya sebelum ia memgangkat wajahnya dan menatap serius Minato dan Kushina.


" pertama-tama, aku meminta maaf karena telah menyembunyikan kebenaran dari kalian berdua. "


" uhm?, bukankah kau sudah meminta maaf tentang perkembangan [Mana] yang kau miliki?..., "


Naruto menatap Kushina dan mengangguk pelan, " tidak bukan itu ibu, tapi aku meminta maaf untuk ini..., " Naruto mengambil dua gelas kaca didepannya sebelum ia memejamkan matanya dan berkonstrasi penuh...,


Minato dan Kushina menatap bingung Naruto sebelum iris pasangan itu melebar ketika melihat kedua gelas kaca ditangan Naruto melayang keudara sebelum akhirnya mencair menjadi bulatan lalu sedetik kemudian berubah bentuk menjadi sebuah Miniatur dari seorang Namikaze Minato dan Namikaze Kushina..., setelah beberapa saat Naruto menghembuskan nafas pelan dan membuka matanya..., ia menatap kearah tangannya dan memeriksa Miniatur Ayah dan Ibunya dengan intens, Naruto mengangguk puas setelah melihat tidak ada yang salah dari Miniatur Ayah dan ibu-nya lalu meletakannya dimeja.


" Na-Naruto..., ka-kau seorang [Magiester Crafting]..., "


" ya, maafkan aku karena menyembunyikan hal ini dari kalian, Ayah, Ibu..., "


" Aku adalah seorang [Magiester Crafting], dan Ayah, apa Ayah pernah mendengar [Katana]?..., "


" ya, Ayah pernah mendengar tentang pedang unik yang diciptakan oleh [Magiester Crafting] Misterius dan sekarang tengah populer dikalangan keluarga bangsawan..., !..., "


Naruto tersenyum melihat wajah terkejut ayahnya yang nampaknya menyadari sesuatu, Minato menatap cepat kearah Naruto.


" ja-jangan bilang jika [Katana] yang tengah Populer dikalangan bangsawan adalah hasil Ciptaanmu, Naruto. "


" apa!, benarkah itu, Naruto!. "


Minato dan Kushina menatap kearah Naruto dengan wajah terkejut, Naruto yang melihat wajah terkejut keduanya tersenyum.


" ya, akulah yang menciptakan [Katana], tapi bukan aku yang mengenalkan [Katana] kepada para bangsawan, tapi [BlackSmith Tenma Works] lah yang mengenalkan-nya kepada para bangsawan. "


Ucap Naruto dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajahnya, Minato dan Kushina menatap satu sama lain sebelum mereka menatap kearah Naruto dengan wajah sulit diartikan.


" kenapa kau tidak mengatakan hal ini sebelumnya, Naruto. Jika orang-orang dari Hyuga mengetahui tentang Hal ini mereka pasti akan menerima mu sebagai tunangan dari pewaris selanjutnya itu. "


Tanya Minato, Naruto terdiam sebelum ia menghela nafas, " ayah, aku tidak mau menikah atas dasar kekuatan dan kekuasaan, aku ingin menikah berdasarkan cinta, aku ingin perempuan yang aku nikahi mau menikah denganku karena mencintai karena apa aku bukan siapa aku..., " ucap Naruto membuat kedua orang tuanya terdiam sebelum sebuah senyuman lembut terpatri diwajah Kushina.


" perkataan ini, bukankah ini sama dengan yang kau ucapkan saat melamarku, Anata..., "


Kushina melirik kearah Minato yang tersenyum dan tertawa keras, " hahaha!, itu benar!, aku tidak menyangka akan mendengar lagi kata-kata yang aku ucapkan saat melamar dirimu dari anakku sendiri..., hahaha!, 'mencintai karena apa diriku bukan karena siapa aku' itu sama persis, hahaha! " ucap Minato dengan tawa yang meledak diruangan itu, Naruto mengedipkan matanya berkali-kali sebelum ia tersenyum tipis, perasaan hangat menyelimuti hati-nya saat ini...,


' inikah yang disebut kehangatan keluarga?. '


Naruto bergumam dalam hati selagi ia menyesap teh dengan pelan, setelah beberapa saat akhirnya Minato menghentikan tawanya dan menatap kearah Naruto yang tengah menyesap teh dengan nikmat.


" Naruto..., menurut catatan itu kau memiliki kapasitas [Mana] 9 apa itu benar atau..., kau menyembunyikan sesuatu lagi dari kami. "


Minato menatap intens Naruto yang tengah meletakan cangkir tehnya sebelum Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap kearah dirinya, Naruto terdiam sejenak sebelum ia tersenyum tipis.


" sepertinya, aku tertangkap basah olehmu ayah..., memang benar kapasitas [Mana] milikku yang dicatat oleh Academy hanya 9, tapi itu dulu namun sekarang..., "


Naruto merogoh sakunya dan mengeluarkan cincin ruang berwarna Bronze, dan mengeluarkan satu batu Mana, Naruto mengenggam erat batu Mana ditangannya dan mengalirkan [Mana] miliknya kedalam batu Mana, angka pun perlahan muncul dan bergerak dengan cepat..., sebelum akhirnya berhenti tepat diangkat 903..., Naruto membuka matanya dan menatap kearah kedua orang tuanya yang tengah memasang wajah terkejut..., Naruto tersenyum melihat Ekspresi kedua orang tua-nya.


" ...aku adalah seorang Knight tingkat [Bronze: lX]. "


.


.


.


- The Promise -


.


.


.


" sepertinya, mereka terkejut dengan identitasmu yang sebenarnya, Master. "


" yeah, aku bisa melihat jelas betapa terkejutnya mereka, tapi aku juga dapat melihat kegembiraan dari wajah mereka..., "


Naruto kini tengah berada dikamarnya dengan ditemani Ophis yang duduk diatas pangkuannya menikmati langit malam yang indah diatas kursi empuk yang menghadap kearah jendela...,


" sekarang, apa yang ingin, Master Lakukan?. Apa Master akan mencari Magical Beast?. "


Naruto meregangkan tubuhnya yang agak kaku sebelum mendesah nikmat, " entahlah, mungkin untuk saat ini menjadi tingkat [Silver] adalah tujuan utamaku, tapi bergabung dengan Magical Beast, tidak buruk juga. " ucap Naruto, Ophis terdiam sebelum ia mengangkat wajahnya dan menatap Masternya dengan pandangan kosong.


" kalau begitu, bagaimana jika kita pergi ke [Magical Beast Mountain]?, jika kita pergi kesana maka kita hanya membutuhkan waktu 2 hari dan 1 hari jika Master menggunakan [Accel] dan [Boost] dari sini. "


Ucap Ophis, Naruto terdiam sejenak sebelum ia tersenyum tipis dan menepuk puncak kepala Ophis, " ya, mungkin itu menarik, Ophis. Tapi aku harus mencapai tingkat [Silver] terlebih dahulu untuk bisa bergabung dengan [Magical Beast], jadi kita simpan itu nanti, untuk sekarang kita akan fokus mencapai tingkat [Silver], lalu mencari [Magical Beast] yang memiliki tingkat kecocokan tertinggi denganku..., " ucap Naruto, Ophis terdiam mengangguk membuat senyuman Naruto semakin berkembang.


" sudahlah, hari ini kita sudahi sampai disini, besok aku harus mulai berlatih dengan Ayahku.., jadi mari tidur!. " Naruto tanpa permisi mengangkat tubuh Mungil Ophis dan membawanya ketempat tidur..., dan hari itupun berakhir.


- keesokan harinya -


Jika ada yang mengatakan bahwa pelatihan Ibiki-sensei itu adalah sebuah Neraka, maka dengan senang hati Naruto akan menunjukan Latihan Khusus gaya Namikaze!...,


" Ada apa Naruto!, kau sudah mulai goyah!, ini bahkan baru masuk 1 jam!, kemana semangatmu yang sebelumnya!?. "


" Hosh..., Hosh..., Hosh..., Oryaaaa!?. "

__ADS_1


Naruto melayangkan sebuah pukulan namun dengan mudah berhasil ditanah oleh Minato, jual beli pukulan terjadi antara ayah dan anak itu, Naruto memutar tubuhnya dan melakukan tendangan kuat namun Minato dengan cepat memutar tubuhnya dan menahan tendangan Naruto dengan tendangannya.


Duk!


Naruto dan Minato beradu kekuatan satu sama lain, Naruto menatap Minato dengan seringai diwajahnya begitupula dengan Minato yang ikut menyeringai kecil.


Keduanya melompat menjauh untuk menjaga jarak aman dari musuhnya, Naruto menatap tajam Minato sebelum menyiapkan kuda-kudanya waspada.


Minato menegapkan tubuhnya dan menatap tajam Naruto sebelum sebuah senyuman tipis terpatri diwajahnya, " kemampuan yang hebat, Naruto. " puji Minato, Naruto mengatur nafasnya yang memburu.


"terimakasih, aku berusaha keras untuk menjadi seperti sekarang."


Ucap Naruto tanpa menurunkan kewaspadaannya, Minato tertawa kecil dan menatap Naruto dengan serius.


" tapi, dibutuhkan usaha yang lebih untuk bisa mengalahkan, Ayahmu, Naruto. "


" uhm?, ap-, "


Naruto tidak meneruskan kalimat-nya ketika ia melihat ayahnya menghilang dalam kilatan kuning, dan sedetik kemudian Naruto merasakan Ulu hatinya nyeri seperti terhantam benda keras, Naruto memuntahkan air liur membuktikan sekuat apa tekanan yang terjadi diulu hatinya, tak sampai disitu Naruto kembalikan rasa sakit diwajah, punggung, dada, pinggang..., dan beberapa bagian dimana tulang melindungi organ Vital..., semua itu terjadi sangat cepat!, bahkan sebelum sempat Naruto sadari!, sejauh yang ia lihat, ia hanya melihat sebuah kilatan kuning yang muncul dan berakhir dengan sebuah rasa sakit ditubuhnya..., Naruto mencoba bertahan namun sebuah rasa sakit bersarang dirahangnya dan menghempaskan Naruto kebelakang.


" untuk itulah, berlatihlah lebih keras, Naruto. "


Naruto yang tergeletak diatas tanah mengangkat wajahnya dan meringis, iris Shappire miliknya menatap kearah Minato yang berdiri ditempat sebelumnya dengan wajah tersenyum lembut dan pandangan menatap kearahnya sebelum ia berbalik dan berjalan kepinggir lapangan, Naruto berusaha mengambil posisi duduk dan mengatur nafasnya yang memburu..., wajah-nya penuh dengan luka lebam bekas jotosan yang Naruto yakin itu perbuatan Ayahnya...,


" Hosh..., Hosh..., Hosh..., sebenarnya, apa yang terjadi?. "


Gumam Naruto pada dirinya sendiri, ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia yakin ayah-nya tadi bergerak dengan kecepatan diluar akal sehat!, Ophis yang melihat dari balik [Library World] melebarkan iris hitam kosongnya..., ia juga terkejut dengan apa yang terjadi!, Masternya!, orang ia anggap sebagai Monster dikalahkan bahkan dihajar habis-habisan oleh orang yang bernama Namikaze Minato itu bahkan tanpa sempat dirinya sadari!..., sungguh Monster sejati!.


' ak-aku tidak tahu Master, ter-terlalu cepat..., aku tidak bisa melihat apa yang terjadi. '


Naruto mengatur nafasnya selagi ia melirik kepinggir lapangan dimana disana ayahnya tengah duduk bersama dengan ibunya dan menikmati secangkir teh, Naruto menghela nafas dan menatap kearah langit biru yang indah.


" aku masih lemah..., aku harus menjadi lebih, lebih, dan lebih kuat agar tidak seorang pun dapat macam-macam lagi padaku..., untuk itu langkah pertamaku..., "


Naruto mengangkat tangannya kearah Matahari dan membuat gesture seolah ia meremas Matahari dengan tangan, dan tersenyum lebar...


" Menjadi Tingkat [Silver]..., "


.


.


.


- The Promise -


.


.


.


Setelah latihan keras ala gaya Namikaze, kini Naruto dan Minato tengah berjalan dilorong Mansion, tepat setelah latihan selesai, Minato mengajak Naruto untuk pergi kesatu tempat, Naruto awalnya bingung namun ia lebih memilih mengikuti ayah-nya karena saat ia tanya mau kemana, Minato menjawab 'kau akan tahu nanti' dengan senyuman diwajahnya, dan Naruto hanya bisa mengangguk atas jawaban itu.


Setelah beberapa saat kemudian, keduanya berhenti didepan sebuah lukisan keluarga Namikaze dimana disana Naruto melihat Minato dan Kushina tengah mengendong seorang anak kecil berusia tiga tahun yang tak lain dan tak bukan adalah dirinya.


Minato mendekati Lukisan itu lalu mengeser-nya kesamping dan terlihatlah sebuah kotak persegi dimana didalamnya terdapat sebuah tombol dengan lambang Clan Namikaze diatasnya, Minato menekan tombol itu dan tak jauh dari Minato tiba-tiba pintu muncul dari dinding yang terpisah...,


Minato menatap kearah Naruto yang diam melihat semua itu, " mari masuk..., " ajak Minato, Naruto tersadar dari lamunan-nya dan berjalan mengikuti Minato.


Sesampainya didalam Naruto dibuat terpukau oleh ruangan luas yang ada didalam, tapi itu hanya sesaat karena ketika melihat benda yang ada disana, kekaguman Naruto lenyap.


" aku perlihatkan padamu, Naruto..., ruang harta keluarga, Namikaze..., atau harus aku bilang begitu..., "


" Ayah..., tempat ini..., kenapa kosong?. "


Tanya Naruto selagi matanya menatap kearah sekeliling, uhm, rasanya tidak sopan dibilang kosong tambahkan kata 'hampir' didepannya karena disana masih ada beberapa benda yang tergantung dinding merah itu, Minato tertawa kaku selagi mengaruk belakang kepalanya.


" ini tidak benar-benar kosong, lihat kami masih menyimpan beberapa benda yang bisa disebut harta karun Clan Namikaze. "


Ucap Minato, Naruto terdiam sebelum ia menghela nafas panjang, ia tahu jika keluarga Namikaze tengah dalam kondisi ekonomi darurat..., tapi menjual harta Clan itu agak...,


" ayah, jangan katakan padaku jika kita menjual sebagian besar harta keluarga Namikaze untuk mempertahankan kestabilan ekonomi kita?. "


" ..., "


Naruto yang tidak mendapat jawaban menoleh kearah Minato dan terlihatlah wajah bodoh disana, Naruto menghela nafas sebelum ia berjalan dan mendekati ayahnya lalu menyerahkan dua buah Ruang pada Ayahnya.


" terimalah cincin ruang ini, ayah. Didalamnya terdapat dana yang bisa ayah gunakan untuk menstabilkan Ekonomi kita, atau membeli kembali beberapa harta clan yang terpaksa ayah jual..., didalam cincin tembaga ini terdapat 3k coin emas dari hasil penjualan [Katana] ciptaanku, dan dicincin perak ini terdapat coin emas yang cukup banyak, aku tidak tahu jumlah pastinya tapi didalam cincin perak terdapat [Ginseng Sembilan Musim], tanaman langkah yang bisa ayah jual dipasar lelang untuk mendapatkan uang..., dan jika masih kurang, ayah bisa menjualnya juga, aku tidak membutuhkannya. "


Ucap Naruto, Minato menatap kearah dua cincin ruang ditangannya dengan tangan bergetar, " ka-kau memiliki uang sebanyak ini?, i-ni bahkan melebih pendapatan Clan kita setahun..., ka-kau memang seorang [Magiester Crafting], Naruto. " ucap Minato, Naruto terdiam sebelum ia menghela nafas.


" ayah, jika itu bisa kita gunakan untuk meningkatkan kesejahteraan Clan kita, maka aku akan memberikannya, dan jika masih kurang maka ayah tunggu saja, aku akan mendapatkan lebih banyak uang untuk memulihkan dan meningkatkan kesejahteraan Clan Namikaze!. "


Ucap Naruto serius, membuat Minato terdiam dan mengenggam erat cincin ruang itu, sebelum berjalan dan menepuk bahu Naruto.


" kau memang pewarisku yang paling tepat, Naruto..., kalau begitu, sekarang kau bebas untuk memilih harta clan apapun yang kau inginkan, Clan tidak akan mempermasalahkannya karena kau sudah berkontribusi besar demi Clan kita. "


Ucap Minato membuat senyuman terpatri diwajah Naruto, " terimakasih, ayah. Aku akan melihat-lihat dulu..., jika ada yang membuatku tertarik maka aku akan memberitahu ayah. " ucap Naruto sebelum ia berbalik dan berjalan meninggalkan Minato yang tersenyum melihatnya.


" saa, mari kita lihat, kira-kira ada benda yang cocok tidak denganku..., "


Naruto berjalan diruangan yang luas dengan isi 'hampir kosong' itu dengan pelan selagi ia melihat-lihat beberapa benda yang tergantung di dinding.


Naruto terus melihat kekanan dan kekiri berharap menemukan sesuatu yang menarik, cukup lama Naruto berjalan sampai kakinya letih, ia masih belum menemukan benda yang menarik sampai akhirnya ia terhenti ketika matanya melihat sebuah permata berwarna merah seindah ruby ditempatkan disebuah bantalan mewah, pandangan Naruto terarah kesamping permata itu dimana ia melihat sebuah gulungan perkamen berwarna biru disana..., Naruto tidak tahu kenapa tapi ia merasa jika instingnya mengatakan untuk mengambil kedua benda itu...,


Naruto berjalan mendekati permata dan gulungan perkamen biru itu, saat Naruto ingin menyentuh permata itu sebuah tangan menghentikannya..., Naruto menoleh kesamping dimana ia melihat Minato tengah menatapnya dengan wajah datar nan serius.


" aku memang mengijinkanmu bebas mengambil apapun diruang harta clan ini, tapi aku tidak akan mengijinkanmu untuk yang satu ini..., benda ini tidak boleh kau ambil. "


Ucap Minato seraya melepaskan cengkraman tangannya, Naruto menatap ayahnya dengan bingung sebelum ia menatap kearah permata merah itu.


" kenapa permata ini tidak boleh diambil?. "


" ada larangan tak tertulis yang melarang siapapun untuk mengambil permata ini..., jadi, maaf nak. Kau tidak boleh mengambilnya..., "


Ucap Minato serius, Naruto terdiam sebelum ia mengangguk pelan, dihati Naruto entah kenapa terukir rasa sedih ketika ia tidak bisa mendapatkan permata ini, Minato yang melihat ekspresi Naruto terdiam, mungkin hanya wajah tanpa ekspresi yang ditunjukan Naruto saat ini namun Minato dapat dengan jelas melihat setitik kesedihan dimata putra pertamanya itu..., sepertinya Naruto sangat menginginkan permata ini, Minato menghela nafas.


" Naruto, kenapa kau begitu menginginkan permata ini?, bukankah ada beberapa senjata hebat yang terpajang, kenapa kau memilih permata ini?. "


Tanya Minato, Naruto terdiam sebelum ia menoleh dan menatap Minato sejenak lalu berkata, " entahlah, ayah. Aku juga tidak begitu mengerti tapi hatiku berkata jika aku harus mendapatkan permata ini juga gulungan perkamen itu, seolah-olah aku dipanggil oleh kedua benda ini..., " ucap Naruto sambil mengalihkan pandangan menatap kedua benda didepannya, Minato terdiam selagi ia mengerutkan dahinya..., cukup lama Minato terdiam sebelum akhirnya ia menghela nafas.


" baiklah, Ayah akan mengijinkanmu untuk memiliki permata itu. "


Ucap Minato mendapatkan tatapan cepat dari Naruto, " benarkah ayah?. " tanya Naruto, Minato mengangguk pelan.


" dan juga, kau boleh mengambil gulungan perkamen itu, gulungan itu terdapat sebuah [Magic] yang ayah ciptakan, namun sayangnya [Magic] itu belum begitu sempurna..., hahaha, ayahmu memang payah bukan? "


" [Magic] ciptaan ayah!, tidak!, aku yakin [Magic] ciptaan ayah tidak payah!, aku mau menguasainya!, "


" hahaha, baiklah, ambil lah perkamen itu dan pelajarilah, siapa tahu kau bisa menyempurnakan [Magic] itu.. , "


" ya!, terimakasih, Ayah!. "


Setelah mendapatkan apa yang Naruto inginkan diruang Harta, kedua orang berstatus ayah dan anak itu pergi meninggalkan ruangan harta itu...,


Tanpa terasa Naruto menghabiskan waktu seminggu diclan Namikaze dan ini sudah waktunya ia kembali ke Academy, didepan Mansion Naruto diantar oleh keluarga besarnya...,


" terimakasih untuk segala-nya, ayah!. Berkat bimbinganmu aku mendapatkan pengalaman berharga. "


" hahaha, perjalananmu masih panjang, nak!. Suatu saat aku yakin kau akan melampauiku..., "


Naruto tersenyum mendengar perkataan ayahnya, sebelum ia mengalihkan pandangannya dan menatap Kushina yang tengah mengendong Naruko, Naruto menundukan kepalanya sedikit.


" ibu, aku pergi dulu, maaf jika aku merepotkanmu selama ini. "


" apa yang kau bicarakan?, kau sama sekali tidak merepotkanku, ttebane!, lain kali jika kau memiliki waktu luang, maka kunjungi kami lagi, mengerti?. "


" hahaha, akan aku usahakan, Ibu. "


Ucap Naruto sebelum ia menatap kearah Naruko yang terlihat sedih melihat kepergian dirinya, Naruto tersenyum sebelum ia menepuk surai pirang itu dan mengelusnya dengan lembut.


" Naruko-chan, Nii-sama pergi dulu, jadi gadis yang baik, jangan merepotkan, ibu mengerti?. "


Ucap Naruto, Naruko menatap Naruto sejenak sebelum ia mengangguk pelan membuat Naruto tersenyum...,


" jaa, kalau begitu, Ayah, Ibu, Naruko..., aku pergi dulu!. "


" Hati-Hati, Nak/Naruto..., "


Naruto berbalik dan berjalan menaiki kereta kuda yang agak mewah itu dan langsung pergi menuju ibu kota kerajaan [Alvarez]..., Naruto didalam kereta tersenyum tipis sebelum senyuman itu tergantikan dengan seringai tipis...,


" Hirozimon..., tunggu kedatanganku..., "

__ADS_1


__ADS_2