The Worst One

The Worst One
Chapter 21


__ADS_3

"Master, apa kau baik-baik saja?."


"Hah~, ya aku baik-baik saja. Maaf membuatmu khawatir."


Naruto menghela nafas panjang, meskipun ia masih merasakan sakit dibagian kepala-nya namun ini sudah lebih baik daripada beberapa saat yang lalu... Joker yang duduk disebelah Naruto menatap Master-nya itu dengan pandangan menyiratkan sedikit kekhawatiran.


"Master, jika kau merasa tidak enak badan maka..."


Joker menepuk pahanya membuat Naruto terdiam menatap paha yang mulus dan kelihatan lembut itu...,


"... Mau bantal paha?. "


Naruto membeku mendengar perkataan Joker, bantal paha!, bantal yang menjadi impian para pemuda!, apa ini, apa dirinya baru saja mendapatkan kesempatan untuk merasakan bantal paha yang legendaris itu?!...,


"Uhm... Kalau begitu permisi."


Naruto dengan cepat meletakan kepalanya diatas paha mulus Joker membuat Joker terkikik geli melihat Master-nya.


"Ufufu~, bagaimana Master?, apa terasa nyaman?."


"Lumayan, rasanya cukup nyaman... Dan Harum...mana mungkin aku mengatakan hal itu!."


Joker tersenyum tipis sebelum ia dengan lembut mengelus surai pirang acak-acakan itu, tak lupa rona tipis dipipi Joker.


"Senang melihat kau menyukai-nya, Master."


"Ya... Aku juga tidak keberatan.Terimakasih, kami-sama. Jika bukan karena Reinkarnasi yang kau berikan padaku, maka aku tidak akan bisa merasakan Bantal Paha yang Legendaris ini!, Arigatou!."


Naruto bersorak didalam hati namun hal itu tidak dilihat oleh Joker sebab Naruto berhasil menerapkan teknik Densetsu yaitu poker Face hingga Joker hanya bisa menemukan ekspresi datar disana.


Joker tersenyum sebelum perlahan tangannya mengeluarkan cahaya lembut yang meresap kekepala Naruto. Merasakan sesuatu yang hangat Naruto menoleh kearah Joker yang tersenyum.


"Joker?, apa yang kau-,"


Deg!


Naruto melebarkan matanya ketika sekelebat ingatan masuk kedalam kepala-nya... Ini... Joker tersenyum kearah Naruto yang terlihat terkejut.


"Karena aku sudah berevolusi dari [Steel: l] menjadi [Bronze: lX] aku bisa memberikan Master dua kemampuan yang aku miliki"


Naruto terdiam, dua kemampuan yang sehebat ini bisa dimiliki oleh Magical Beast Rank [Steel: l]... Itu luar biasa. Joker yang melihat Masternya terdiam karena terkejut dengan dua kemampuan yang diberikan oleh-nya tersenyum selagi tangan mulus dan jari lentik Joker mengelus surai pirang Naruto.


"Ngomong-ngomong, kapan Master akan melawan Ruin Iskhur?."


"..."


"Master?."


Joker menatap bingung Master-nya yang terdiam, Naruto menatap datar kedepan namun didalam batin-nya Naruto tengah berteriak malu.


'Aku melupakannya!... Bodoh!, bagaimana bisa aku melupakan hal itu...'


Naruto masih dengan Foker Face yang diperlihatkannya bangkit dari bantal paha legendaris itu dan mendapatkan tatapan bingung dari Joker.


"Aku rasa sudah saatnya aku kembali. terimakasih, Joker. Kau menbuatku merasa lebih baik... Sialan!, aku masih ingin merasakan bantal paha itu!."


Naruto menatap Joker sekilas sebelum ia berbalik dan meninggalkan Joker yang menatap kepergian-nya dengan senyuman manis.


"Master!, hati-hati."


Teriak Joker, Naruto yang mendengar teriakan itu hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh sebelum perlahan menghilang dari Mindscape itu... melihat Master-nya pergi, Joker menatap kearah langit cerah disana...


"Berjuanglah, Master. Sejarah akan mencatat semua kehebatan yang kita lakukan... Tapi sebelum itu Master harus bisa mengalahkan Ruin Iskhur... Roh Petir Level tertinggi digolongan Roh petir lain-nya."


- Real World -


Naruto perlahan membuka matanya, sebelum ia bangkit dari posisi terkelungkup dan berdiri, Naruto meringis ketika merasakan nyeri diseluruh-nya mungkin ini adalah efek samping dari terkena listrik kejutan hingga membuat seluruh saraf otot miliknya menegang... dan menatap kesekitar...


"Aku masih berada diruangan ini, itu artinya..."


Naruto mengalihkan pandangannya menuju kearah menara dan seketika iris Shappire Naruto melebar sempurna, digaris pengelihatan Naruto saat ini ia melihat kilatan petir bergerak kearahnya dengan kecepatan tinggi...,


'Shimatta!'


Tidak ingin terkena serangan itu, Naruto langsung melompat kesamping dengan semua tenaga yang ia punya.


Wussh!


Blaaar!


Ledakan hebat terjadi akibat hantaman keras dari kilatan petir dengan lantai, Naruto menatap kepulan debu didepan-nya dengan pandangan tajam selagi tangan-nya menarik keluar katana Oric dipinggang-nya.


Perlahan debu tebal menghilang dan didepan Naruto terlihatlah Makhluk Humanoid dengan sepasang tanduk besar dikepalanya, ekor tebal nan kuat berada dibelakangnya dan bergerak dengan pelan.


Makhluk Humanoid itu diselimuti oleh Petir yang sesekali memercik keluar... Dia adalah Roh petir Level tertinggi, Ruin Iskhur.


"[Nampaknya, kau memiliki ketahan tubuh yang menganggumkan. Baru kali ini ada manusia yang bisa sadar secepat itu... Kau menarik, Nak.]"


Naruto menatap waspada Ruin Iskhur yang juga menatap diri-nya dengan mata putih milik-nya, Naruto menyiapkan kuda-kuda siap tarung dan memposisikan katana Oric didepan tubuhnya.


"[Fuun, kau ingin melawanku?. Menarik... Apa kau yakin dapat bertahan melawanku, Nak.]


Naruto semakin waspada bahkan iris shappire dimana kanan telah berubah menjadi emas dengan pupil vertikal, Naruto ragu dengan mata spesial miliknya sebab jika kecepatan dari Maria Rossfield saja tidak bisa ia lihat menggunakan [Belial Eye] apa lagi kecepatan gila dari Ruin Iskhur yang setara kilat petir?. Tapi seperti kata kakek-nya...


"Lebih baik mencoba dan gagal daripada gagal sebelum mencoba!, aku akan melawanmu meskipun kesempatanku mendekati kata Mustahil!."


Mendengar deklarasi Naruto, Ruin Iskhur mengeluarkan seringai tanda ia tertarik, ia memutar tombak ditangannya sebelum mengarahkannya pada Naruto.


"[Cobalah untuk bertahan selama mungkin, Nak]"


Setelah mengatakan itu Ruin Iskhur menghilang dalam kilatan petir sebelum tiba-tiba ia muncul dihadapan Naruto dengan Tombak yang siap memukul Naruto.


Naruto yang melihat kemunculan Ruin Iskhur didepannya membulatkan matanya, sebelum ia dengan susah payah menahan tombak itu dengan katana milik-nya.


Trank!


'Kuuh... Kuat sekali'


Naruto mengeraskan wajahnya ketika merasakan tekanan yang diberikan oleh Ruin Iskhur, karena tak kuat menahan tekanan luar biasa dari Ruin Iskhur Naruto akhirnya terhempas kesamping hingga melesat dan membentur tumpukan harta dengan keras.


Wush!


Booom!


Naruto bangkit selagi wajahnya meringis merasakan sakit dipunggung-nya, Naruto menatap kedepan dan seketika iris Shappire Naruto membulat sempurna, dihadapan Naruto terlihat Ruin Iskhur tengah menatap kearahnya dengan tombak petir yang bersinar terang...


'Shimatta!'


Blaaaar!


Ledakan hebat menerbangkan semua yang ada disekitar-nya tak lupa asap hitam yang membumbung tinggi, dari asap itu Naruto melesat keluar dengan Ruin Iskhur yang mengejar, Naruto mengeraskan wajahnya. Kecepatan Makhluk ini gila!, dan juga daya serangan Makhluk ini sangat dashyat, sedetik saja tadi diri-nya tidak membelokan Tombak Ruin Iskhur maka kepala-nya akan berlubang!.


Trank!


Trank!


Trank!


Naruto menahan serangan super cepat Ruin Iskhur dengan [Belial Eye] yang bergerak dengan liar, meski mata ini bisa memprediksi serangan sejauh 10 detik kedepan namun tetap saja percuma sebab kecepatan Naruto tidak bisa menyamai kecepatan dari serangan Ruin Iskhur yang super cepat...


Jrash!


Naruto terkena tusukan tombak Ruin Iskhur pada bagian lengan kiri-nya cukup dalam, darah mengalir keluar dari Luka itu namun tak berhenti sampai disitu Ruin Iskhur mengangkat tangannya yang dipenuhi oleh percikan Petir sebelum ia dengan cepat menghantam perut Naruto dengan telapak tangan penuh energi petir.


Naruto merasakan perutnya mendidih akibat energi petir yang bersarang diperutnya sebelum energi petir itu berkumpul dipusat [Mana] miliknya dan sedetik kemudian meledak!.


Brrrsssst!


Wush!


Blaaar!


Naruto terhempas dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya terhenti ketika menabrak dinding dengan sangat kuat hingga membuat debu membumbung tinggi dan menghalangi penglihatan..., Ruin Iskhur menatap kearah dimana Naruto terhempas sebelum dengan santai ia berjalan mendekati tempat itu.


Wussh!


Ruin Iskhur dibuat terkejut ketika dari balik debu yang menghalangi pemandangan melesat sekelabat bayangan yang memangkas jarak dengan kecepatan tinggi, Ruin Iskhur semakin dibuat terkejut ketika melihat Naruto sudah ada didepannya dengan tangan berada diatas gagang Katana miliknya...


[Namikaze Style:..]


Naruto bergumam pelan selagi tangannya mengenggam kuat katana miliknya, Ruin Iskhur yang melihat Naruto akan melakukan serangan dengan cepat mengarahkan tombaknya kekepala Naruto...


Naruto menatap serangan Ruin Iskhur dengan [Belial Eye] yang berkilat menakutkan sebelum Naruto dapat melihat arah datangannya serangan itu dan membuat Naruto memutar tubuhnya dengan cepat hingga tombak itu hanya melewati tubuhnya, dengan keadaan masih berputar Naruto dengan cepat melakukan tebasan yang sulit di-ikuti oleh Mata.


... Iai]


Jrasssh!


Untuk pertama kalinya Naruto berhasil mendaratkan satu serangan dan membuat tubuh Ruin Iskhur terbelah menjadi dua, namun bukan-nya senang, Naruto malah terkejut.


'Aku seperti menebas angin'

__ADS_1


Melihat keterkejutan Naruto, Ruin Iskhur menyungging senyuman tipis. "[Mengincarku saat sedang lengah ya, Sangat cerdas.]" Naruto melirik kebelakang dengan pandangan terkejut, Makhluk ini hidup!. Naruto menatap kearah tubuh bagian bawah yang masih berdiri ditempat itu, Naruto melihat sesuatu seperti energi petir membentuk sesuatu seperti tali yang menghubungkan bagian bawah tubuh dengan bagian atas tubuh Ruin Iskhur. Naruto menyeringai tipis makhluk ini boleh juga.


'Merubah tubuhnya menjadi petir untuk menghindari?, memang benar-benar roh petir level tertinggi!, tapi... Aku juga tidak akan kalah!.'


Ruin Iskhur yang melihat seringai tipis Naruto mengerutkan dahinya sebelum ia menegang ketika merasakan bahaya dari samping-nya dan seketika Ruin Iskhur terkejut karena ia melihat pemuda yang ada disisi berlawanan sedang melakukan teknik yang selama ini menjadi andalan dari seorang Namikaze Naruto..., pemuda ini... Ada dua!. Naruto menyeringai melihat keterkejutan dari Ruin Iskhur.


[Doppelganger]


Sebuah kemampuan yang diberikan oleh Joker, dimana penggunannya dapat membuat Duplikat dari dirinya sendiri, berbeda dengan [Bunshin] yang jika terkena luka sedikit akan menghilang. [Doppelganger] lebih mirip seperti aslinya dimana ia akan menghilang jika orang yang mengaktifkan-nya kehabisan [Mana] atau Duplikat ini terkena serangan yang sangat fatal!.


Naruto mengaktifkan [Doppelganger] ketika ia tertutup oleh debu yang menghalangi pandangan Ruin Iskhur, Naruto merencanakan ini dengan cepat, sungguh Naruto, kau mirip ayahmu.


Kedua Naruto itu melakukan tebasan kekanan dengan cepat sebelum memutar tubuh mereka kekiri dan melakukan tebasan cepat dan ditutup dengan serangan dari atas!.


[Namikaze Style: Turning Swallow Strike]


[Namikaze Style: Turning Swallow Strike]


Ruin Iskhur kembali dibuat terkejut melihat tiga tebasan mematikan dalam satu kali gerakan... Bocah ini, dia sangat menarik!.


Flash!


Naruto melebarkan mata milik-nya ketika Ruin Iskhur tiba-tiba mengeluarkan cahaya menyilaukan!, dan... Suhu apa-apaan ini, panas sekali!, darahnya serasa mendidih!.


[Kililp Astrape: Thousand Lighting Bolts]


Blaaaaar!?


Ruin Iskhur meledakan energi petir hingga membuat Naruto dan [Doppelganger] miliknya terhempas jauh sebelum akhirnya membentur sangat kuat kedinding hingga menyebabkan getaran diruangan itu, [Doppelganger] milik Naruto yang terluka berat menghilang seperti ilusi, sementara Naruto menderita luka yang cukup serius disekujur tubuhnya yang terkena luka bakar akibat panas-nya suhu dari ledakan energi petir milik Ruin Iskhur.


Naruto mengembungkan pipinya ketika sesuatu memaksa keluar dan seketika darah cukup banyak meluncur keluar dan membasahi lantai dibawahnya... Naruto nampaknya menderita luka dalam yang cukup parah.


"Chough!, sial, semua tubuhku terasa mati."


Naruto bergumam selagi meringis kesakitan, pandangan Naruto terarah kedepan dimana ia melihat Ruin Iskhur perlahan menyatuh dengan tubuh bagian bawahnya... Sialan, dia benar-benar seekor monster.


Ruin Iskhur menatap kearah Naruto yang perlahan mencoba keluar dari dinding dengan susah payah, tubuh Naruto terlihat menerima banyak sekali luka namun Ruin Iskhur melihat Naruto membuat Fighting stance dan berniat terus melawannya, pemuda ini bahkan tidak bisa berdiri diatas kaki-nya yang bergetar...,


"[Semangatmu patut untuk dipuji, Nak. Tapi... Memaksakan tubuhmu sampai seperti itu, apa kau tidak takut tubuhmu hancur?.]"


Naruto yang mendengar perkataan Ruin Iskhur menaikan satu alisnya bingung sebelum ia menyeringai dengan wajah dipenuhi luka itu.


"Hanya inilah yang bisa aku lakukan untuk menjadi kuat, aku akan menjadi kuat, lebih, dan lebih kuat lagi demi mengapai tujuanku, karena itu jika demi menjadi kuat aku harus menhancurkan tubuh ini maka aku akan melakukannya tanpa ragu!... Karena itu majulah dengan kekuatan penuhmu, aku akan menghadapi-nya tanpa takut!."


Ruin Iskhur terdiam mendengar perkataan pemuda itu, Ruin Iskhur dapat melihat dengan jelas tekad baja yang membara dari iris shappire indah itu, dan entah kenapa melihat semangat dan tekad dari pemuda itu ia jadi ikut bersemangat... Perlahan seringai lebar dicipta diwajah Ruin Ishkur, ia mengangkat tinggi tombak miliknya dan...


Gooooooorrrrrrr!


sedetik kemudian ruangan itu bergetar hebat sebab Ruin Iskhur kini tengah mengeluarkan seluruh kemampuannya... Kilatan petir memancar liar dari seluruh tubuh Ruin Iskhur, Tombak ditangan Ruin iskhur perlahan tapi pasti berkobar dalam energi petir yang mengamuk.


"[Berbanggalah kau, Nak!. Aku memuji semangat dan tekadmu, karena itu aku akan menyerangmu dengn seluruh kekuatanku!]."


Ruin Iskhur terus mengobarkan kekuatannya hingga getaran pada ruangan itu semakin meningkat!, Naruto menatap semua hal itu dengan seringai diwajahnya... Naruto menguatkan kuda-kudanya dan menatap Ruin Iskhur dengan Seringai yang semakin lebar.


"Majulah, Roh petir terkuat, Ruin Iskhur!."


Ruin Iskhur menyeringai sebelum ia menenangkan kobaran [Mana] miliknya dan membuat getaran hebat mereda, Ruin Iskhur menatap Naruto dengan tombak petir yang saat ini terlihat menakutkan dengan percikan petir ganas yang menyelimuti seluruh permukaan tombak itu...,


"[Terimalah ini, Nak. Serangan terkuat milik-ku.]"


Ruin Iskhur mengambil ancang-ancang untuk melempar tombaknya, kuat-nya pijakan Ruin Iskhur membuat Lantai dibawah kakinya ambles cukup dalam dan dalam sekejap Ruin Iskhur melemparkan Tombak petirnya.


[Heavenly Thunder Spear]


Naruto menyeringai melihat tombak petir yang melesat dengan kecepatan gila itu, ini mungkin akan menjadi perjudian sebab jika sampai gagal maka Naruto akan mati, tapi ia harus melakukannya!.


Dengan gerakan cepat Naruto mengarahkan tangan-nya kedepan dimana jalur tombak itu melesat, tombak petir itu membentur tangan Naruto namun bukannya meledak hebat tombak itu malah dengan cepat terhisap kedalam tangan Naruto yang berubah menjadi hitam itu... Setelah semua bagian tombak terhisap Naruto dengan kuat mengepalkan tangan itu dengan kuat.


[Complexio]


Duaaaaaar!?


Ledakan hebat menelan tempat dimana Naruto berdiri, Ruin Iskhur yang melihatnya hanya bisa terdiam, ia mengira jika serangan telah memusnahkan Naruto, iapun bermaksud kembali keatas Menara namun ketika ia baru saja berbalik sebuah suara menghentikannya.


"Hey, mau kemana kau. Pertarungan kita baru saja dimulai."


Ruin Iskhur menoleh kebelakang dan ia terkejut maksimal ketika melihat pemuda yang seharusnya musnah akibat serangan kuat miliknya, namun yang ia lihat didepannya pemuda itu masih berdiri dengan penampilan yang sudah berubah drastis, tubuhnya saat ini diselimuti oleh petir ganas, rambut pirang milik-nya memanjang hingga rambut pirang itu berkibar-kibar tertiup angin.


Naruto merasakan tubuhnya dipenuhi oleh kekuatan yang meluap-luap dari tubuhnya, inikah kemampuan kedua yang diberikan oleh [The Joker] padanya...,


[Magia Erebea]


Sebuah Magic yang bisa menghisap segala jenis Magic musuh dan merubahnya menjadi kekuatan dari orang yang menggunakan [Magia Erebea], dan seperti yang dirasakan Naruto saat ini, kekuatan meluap-luap dari seluruh tubuh Naruto.


" aku akan menamakan teknik ini, [Magia Erebea: Raiten Taiso]... Dan saatnya kita mulai ronde kedua kita, Ruin Iskhur!."


"[Hebat, Nak!. Kau terus membuatku terkejut!, kau sangat menarik, Nak!.]"


Ruin Iskhur berkata dengan senang sebelum ia mengangkat tangannya dan seketika enerti petir berkumpul dan membentuk sebuah Great Sword yang memancarkan kekuatan petir yang hebat.


Naruto dan Ruin Iskhur menatap satu sama lain sebelum keduanya melesat dengan kecepatan kilat, dan keduanya bertukar serangan dengan kecepatan yang sama hingga menciptakan suara dentingan logam yang bergema diruangan itu!.


Trank!


Trank!


Trank!


Naruto dan Ruin Iskhur terus melesat dan menukar serangan dengan kecepatan kilat milik mereka, Naruto menyeringai melihat ia sudah bisa mengimbangi Roh Petir terkuat, Ruin Iskhur.


'Wujudku ini tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi. tapi, aku bisa melihatnya... Kini kita seimbang, jadi aku akan tidak akan kalah!'


Naruto menebaskan katana miliknya dengan cepat ketika ia melihat melihat yang dibuat Ruin Iskhur...,


Jrasssh!


Naruto berhasil memotong tangan Ruin Iskhur menyebabkan pedang besar milik Ruin Iskhur terlepas dan melayang diudara, Naruto yang melihat pedang itu dengan cepat mengambilnya... Naruto mengalihkan pandangannya kedepan dimana ia melihat Ruin Iskhur melesat menjauh darinya..., kabur?, tidak bisa dibiarkan!.


Naruto melesat mengejar Ruin Iskhur dengan kecepatan tinggi, ketika jarak mereka sudah menipis Naruto dengan cepat menebaskan kedua pedang ditangannya ketubuh Ruin Iskhur...


Jrash!


Jrash!


Tak henti sampai disana, Naruto dengan cepat menebas tubuh Ruin Iskhur hingga terbelah menjadi dua dengan pedang besar yang telah mengeluarkan cahaya menyilaukan milik Ruin Iskhur.


Blaaaaaaar!


Pedang besar itu meledak dan melepaskan energi petir dalam skala besar dan menyapu sekitar... Tak lama ledakan itu mereda dan terlihatlah sebuah kawah dengan Ukuran lumayan besar dengan Ruin Iskhur sebagai pusatnya... Tubuh Roh petir terkuat itu terpotong jadi dua. Tak jauh dari posisi Ruin Iskhur, Naruto menatap datar Ruin Iskhur yang tergeletak didepannya.


"[Nampaknya aku kalah darimu anak muda.]"


Naruto menatap datar Ruin Iskhur yang berkata dengan nada pelan, "ya, kau kalah. Namun aku menang atas dasar keberuntungan, melawan Roh petir terkuat sepertimu adalah hal mustahil untuk aku menangkan." ucap Nsruto, Ruin Iskhur terdiam sebelum ia tersenyum tipis.


"[Untuk manusia yang telah mengalahkanku, melihatmu merendah membuatku sakit. Nak, sejak awal kemenanganmu sudah ditentukan, aku telah jatuh dalam rencanamu, dan itulah yang membuatku kalah, aku terpancing olehmu dan menyerangmu dengan seluruh kekuatanku namun kau berhasil mematahkan bahkan menjadikan seranganku sebagai kekuatanmu, dan itulah yang membuatku bisa kalah darimu, Nak. Berbanggalah untuk itu.]"


Perlahan tubuh Ruin Iskhur bersinar lembut dan memudar, Naruto menatap hal itu dengan datar.


"[Ini perpisahan kita, Nak. Pertarungan tadi adalah pertarungan terbaik yang aku rasakan, dan Nak, kini seluruh harta peninggalan master-ku menjadi milikmu seutuhnya, anggap saja sebagai hadiah karena berhasil mengalahkanku.]"


Setelah mengatakan itu, tubuh Ruin Iskhar menghilang menjadi butiran-butiran cahaya, Naruto menatap kepergian Ruin Iskhar dengan wajah datar, jujur saja dari semua lawan yang pernah dihadapi-nya, Ruin Iskhar merupakan yang terkuat, Naruto terdiam sebelum ia menatap kearah tangan-nya dimana disana pedang besar milik Ruin Iskhur tergenggam dengan erat.


[Complexio]


Perlahan Pedang besar itu terhisap ketangan Naruto dan menghilang, Naruto menghela nafas dan perlahan Naruto menon-aktifkan mode terkuatnya saat ini... Naruto mengalihkan pandangan kearah Gabriel yang nampaknya tak sadarkan diri, Naruto menatap Gabriel selama beberapa saat sebelum ia mengalihkan pandangannya kearah menara.


"berakhir sudah..."


- Change Scene -


"No-Nona tenanglah..."


Seorang pria berbadan tambun dengan kumis tebal tengah memasang wajah kesulitan dengan keringat dingin diwajahnya, dia adalah pemilik penginapan yang tengah berurusan dengan Gabriel yang tengah menghancurkan apapun yang ia temukan dengan pedang cahaya ditangannya.


Pria tambun itu semakin berkeringat dingin ketika Gabriel semakin brutal menghancurkan apapun disekitarnya... Setelah sedikit puas telah melampiaskan amarah dan kekesalan-nya dengan kecepatan Menakutkan Gabriel menatap kearah pria yang merupakan pemilik penginapan ini.


"Kau, apa kau tahu kemana perginya orang yang membawaku kesini?."


"Ah!, tu-tuan itu telah pergi-, tunggu, Nona!, tuan yang mengantatmu kesini meninggalkan surat dan cincin ini yang ditunjukan untukmu!..."


Gabriel mengalihkan pandangannya dan menatap kearah surat dan cincin ruang berwarna perak ditangan pria tambun itu, Gabriel berjalan dan dengan cepat merampas cincin dan surat itu... Pria tambun itu menghela nafas lega ketika ia berhasil menghentikan amukan Gabriel yang berniat menhancurkan lukisan antik berharga mahal dengan pedang cahaya miliknya.


Gabriel duduk ditepi ranjang yang sudah hancur akibat amukannya sebelum ia menatap kearah cincin ditangannya laku beralih kesurat ditangannya, Gabriel membuka surat ditangannya dan nembacanya dengan pandangan intens.


[Jika kau membuka surat ini artinya kau sudah sadar, dengar aku akan mengatakan beberapa hal saja karena aku malas berurusan dengan perempuan sepertimu...]


[Pertama, kau harus berterimakasih padaku karena aku menolongmu saat kau terkena jebakan yang terpasang diruang harta itu dan pingsan dengan memalukan, cih... Kau menyebut dirimu seorang wizard tapi kau dikalahkan oleh jebakan simpel?, kau tahu, aku ingin tertawa keras melihat hal itu...]


Twich!


Urat dipelipis Gabriel menebal melihat kalimat ejekan dari pemuda yang menolong-nya itu, Gabriel menahan kemarahannya sebelum ia kembali melanjutkan membaca surat itu.

__ADS_1


[Kedua, aku tidak tertarik dengan harta kota Ligodorian, jadi aku memberikan semuanya padamu, tenang aku tidak akan berbohong tentang hal ini, didalam cincin ruang itu terdapat Formula Magic yang menurutku cukup kuat, Coin emas, dan segala macam benda berharga ada disana, ambil semua-nya, lalu sebagai ganti-nya, aku hanya meminta satu hal padamu...]


Gabriel mengerutkan dahinya, nih cowok waras?, memberikan seluruh harta kuno dari kota kuno Ligodorian dan hanya meminta satu permintaan?, selain memiliki bakat cacat, pemuda ini ternyata sangat bodoh!.


Gabriel mendengus geli sebelum ia melihat kelanjutan-nya dan seketika Gabriel langsung membeku ditempat dengab mata menatap kosong kalimat yang ditulis tebal disurat itu...


[MULAI SAAT INI MENJAUHLAH DARIKU!]


Perlahan tubuh Gabriel bergetar dan dalam sekejap surat ditangan Gabriel terbakar oleh api emas, Aura menakutkan menyeruak dari tubuh Gabriel membuat Pria tambun yang ada disana ketakutan dan lari dari sana..., getaran pada Bahu Gabriel semakin terlihat jelas sampai...


" Kau pikir kau siapa, Namikaze Naruto!,"


Sementara Namikaze Naruto saat ini tengah berada dikereta kuda sederhana, tujuan Naruto saat ini adalah kembali ke ibukota kerajaan [Alvarez]...


'Master, apa kau yakin memberikan semua harta yang telah susah-susah kau dapatkan pada perempuan itu?.'


Naruto menghela nafas mendengar pertanyaan yang sudah beberapa kali ini ia dengar, dan jawaban Naruto selalu sama.


"Joker, kita sudah membicarakan ini puluhan kali, dan jawabanku tetap sama [iya], tidak ada guna-nya aku mengambil harta itu jika aku sudah mendapatkan sesuatu yang lebih berharga daripada harta karun Kuno itu, bukankah kau juga melihat sendiri apa yang kita dapatkan dari Menara itu?."


'... Baiklah, Master. Jika itu keinginanmu maka aku akan mengikutinya.'


"Terimakasih, dan kau tenang saja aku tidak akan melupakan kesepakatan kita, Joker."


Naruto tersenyum selagi ia mengalihkan pandangannya keluar, pemandangan indah hamparan alam menawan memanjakan mata Naruto, senyum diwajah Naruto perlahan berubah menjadi seringai maniak.


"Hirozimon Academy, aku kembali."


.


.


.


- Mode Terkuat Vs Roh terkuat -


.


.


.


Sudah tiga hari semenjak Naruto pulang, dan hari ini Naruto baru saja menyelesaikan urusan laporan miliknya pada Kepala sekolah, Naruto menghela nafas lelah, tuh kepala sekolah sepertinya sangat membenci dirinya, ada apa dengan kepala sekolah ini?, salah atau dosa apa yang pernah ia lakukan pada kepala sekolah itu hingga Senju Tsunade begitu membencinya?.


Naruto mengangkat bahu tak tahu dan lebih memilih melangkah menuju kearah kantin, sekarang adalah jam untuk makan siang dan waktu yang tepat untuk mengisi perutnya yang kosong.


... Atau setidaknya seperti itu, sesampainya dikantin Naruto mendapati antrian memanjang yang membuat Naruto kesal hanya dengan menatapnya, sial... Hari ini nampaknya Naruto tidak akan makan siang dulu, antrian panjang itu membuatnya mual...


Naruto memasang wajah datar dan berjalan dengan pelan dilorong sesekali terdengar suara perut berdemo minta di isi namun karena kantin penuh sesak, dan Naruto benci itu, lebih baik Naruto berjalan dilorong berharap ada dewi yang datang dari langit dan memberikannya Obento. Beh, konyol mana mungkin itu terjadi?...


"Naruto-kun!."


Naruto menghentikan langkahnya ketika ia mendengar sebuah suara yang begitu familiar ditelinga-nya, dengan gerakan pelan Naruto menoleh dan ia melihat seorang perempuan bersurai pirang diikat rapi dengan kacamata tebal yang bertengger manis dihidungnya tengah berjalan cepat kearahnya dengan tangan melambai... Naruto mengerutkan dahinya melihat perempuan yang sangat ia kenal, perempuan itu adalah Ayame Shaga.


"Shaga-chan?, apa yang kau lakukan disini?."


Shaga menghentikan langkahnya tepat didepan Naruto yang nenatapnya dengan bingung, Shaga tersenyum manis sebelum ia menunjukan keranjang piknik kearahnya seraya berkata...


"Naruto-kun, apa kau mau makan siang denganku?"


Naruto terdiam menatap Shaga dengan tatapan kosong sebelum dengan cepat ia mengambil posisi sujud ala Knight dan menatap Shaga yang terkejut melihat dirinya yang bersujud ala Knight dengan tatapan mendalam...


"Shaga-chan-, tidak, Megami-sama... Aku dengan senang hati akan mengikuti apapun permintaanmu, dengan ini aku menyerahkan diriku sepenuhnya padamu, wahai Dewi-ku!."


"Na-Naruto-kun, ber-berdirilah kau membuat kita menjadi pusat perhatian, se-sebaiknya kita segera pergi ketaman belakang sebelum jam makan siang berakhir."


"Sesuai permintaan anda, megami-sama."


"Auuu..."


- Change Scene -


Naruto dan Shaga kini tengah berada ditaman belakang, mereka berdua mengelar kain sebagai alas duduk mereka, dengan duduk dibawah pohon yang menghindari panas terik matahari keduanya tengah bersiap-siap untuk makan siang, Shaga memnuka keranjang piknik itu dan terlihat roti sandwich.


Shaga mengambil satu roti sandwich dan memberikannya pada Naruto yang menerimanya dengan senang hati, setelah mengucapkan terimakasih tanpa banyak waktu lagi Naruto langsung mengigit sandwich...


Shaga menatap cemas kearah Naruto yang nampak terdiam selagi matanya menatap kearah Sandwich ditangan-nya dengan intens, sebelum Naruto mengalihkan pandangannya kearah Shaga yang langsung gugup hingga tahap maksimal, Shaga dapat merasakan jantungnya berdetak dengan cepat, uuuh... Tatapan serius Naruto semakin membuat-nya gugup.


"Shaga-chan... Apa Sandwich ini buatanmu?."


Ba-dump!


Shaga merasakan jantung-nya semakin berdegub dengan cepat menyalurkan darah keseluruh wajahnya saat ini, dengan pelan Shaga mengangguk, ia terlalu takut untuk menatap Naruto dan lebih memilih mengalihkan pandangannya... Seandainya Shaga mau menatap Naruto maka disaat itu ia akan melihat wajah yang dipenuhi sinar kekaguman yang ditunjukan pada-nya.


"Benarkah?, wow... Kau tahu Sandwich ini sangat enak!."


Shaga terdiam dengan mata melebar sebelum ia mengalihkan pandangan-nya dan menatap Naruto yang tengah tersenyum secerah matahari.


"Be-benarkah?..."


Tanya Shaga terbata dan mendapatkan anggukan cepat dari Naruto.


" ya!, ini sangat enak... Bahkan sangking enaknya kau bisa mendapatkan keuntungan yang banyak dengan menjual ini!."


Naruto berucap selagi ia memakan Sandiwich ditangannya dengan cepat, Naruto memang pernah merasakan Sandwich dari Kyubi tapi milik Shaga berada dikelas yang berbeda, bagaimana mengatakannya ya... Luar biasa!-, tidak!, menakjubkan!.


Shaga mengulas senyuman manis, perasaan takut dan cemas yang menghantui hatinya kini menghilang sepenuhnya dan tergantikan oleh perasaan hangat ketika melihat betapa senang-nya Naruto memakan masakan-nya... Naruto memakan Sandwich itu sampai habis, senyuman Shaga melebar melihat betapa lahap-nya Naruto memakan masakan simpel-nya ini.


"Begitukah?, mungkin benar aku bisa mendapatkan keuntungan besar dari menjual melihat bagaimana kau menikmati-nya, ufufufu."


Shaga tertawa kecil membuat rona merah tipis menghinggapi pipi tan Naruto, uuuh... Kini giliran Naruto yang malu, ia mengaruk pipi-nya dengan malu... Namun ekspresi Naruto hilang sedetik kemudian ketika menyadari sesuatu, Shaga yang melihat perubahan sikap Naruto menatap bingung Naruto yang saat ini tengah memasang pose berpikir dengan mencubit dagunya selagi mata-nya terpejam.


Tak lama iris Shappire itu menunjukan wujudnya dan menoleh kearah Shaga dengan tatapan serius.


"Shaga-chan, aku rasa menjual makanan ini, itu adalah ide yang buruk."


"Ke-kenapa bisa begitu?."


Shaga bertanya dengan gagap, entah kenapa ditatap serius oleh shappire indah itu membuat Shaga menjadi gugup?, ia tidak tahu dan bingung dengan hal itu... Naruto semakin menatap serius Shaga sebelum ia dengan cepat mengcengkram lembut bahu Shaga.


"Karena jika kau melakukannya aku tidak akan bisa merasakan masakanmu, Shaga-chan!. Dan itu buruk untuk ku!."


Hening...


"Prrrft... Hahahaha..."


Shaga tertawa terbahak-bahak ketika mendengar perkataan Naruto, jadi hanya karena itu Naruto bisa menjadi seserius ini?, ini mengejutkan dan sangat lucu hingga Shaga mengorbankan harga dirinya sebagai perempuan dengan tertawa terbahak-bahak, Naruto yang melihat Shaga tertawa melepaskan cengkarman-nya dan menatap Shaga dengan pandangan bingung.


"A-Aku kira apa yang ingin kau katakan, ternyata hanya itu... Hahaha. "


Shaga tertawa selama beberapa saat sebelum ia melepaskan kacamata-nya dan mengelap air mata yang ada disudut mata-nya akibat ia tertawa terlalu lama. Naruto membeku ketika sekilas melihat iris Violet indah milik Shaga, mata itu sangat cantik... Shaga tidak menyadari hal itu dan menghela nafas.


"Hah~, tenang saja, Naruto-kun. Kau tetap akan merasakan masakan buatanku, kau hanya perlu meminta-nya saja."


Ucap Shaga sambil memakai kacamata milik-nya namun baru saja ia akan mengenakan kacamata tebal milik-nya sebuah tangan menghentikan-nya.


Shaga terkejut melihat tangannya yang ditahan oleh sebuah tangan yang sedikit berotot, pandangan Shaga terangkat keatas dan seketika ia terdiam ketika ia melihat sepasang Shappire indah tengah menatapnya dengan tatapan mendalam.


"Matamu indah sekali, Shaga-chan."


Shaga terdiam mendengar perkataan Naruto sebelum perlahan pipi putih-nya tercetak rona tipis yang dengan cepat menyebar dan membuat wajahnya memerah layaknya tomat, Shaga mengalihkan pandangannya kesamping, ada apa ini?, kenapa ini bisa terjadi... Shaga tidak tahu mengapa tapi ia bisa dengan jelas mendengar detak jantungnya yang berdegub dengan cepat, dan ia juga merasakan wajah tengah memanas!.


Uuuh... Ini terjadi lagi, dihadapan iris shappire indah itu, Shaga menjadi pemalu dan tak bisa berbuat banyak. Naruto yang melihat hal itu menahan dagu Shaga dengan lembut dan perlahan mengarahkan kembali agar ia bisa melihat iris Violet indah itu.


Shappire dan Violet saling bertatapan satu sama lain keduanya seakan terhipnotis dan perlahan Shaga menutup matanya dan memajukan wajahnya, Naruto yang melihat undangan itu juga memajukan wajahnya dan memotong jarak diantara mereka...


Apa ini?, apa dirinya dan Naruto akan segera berciuman?, kenapa ini bisa terjadi?... Shaga tidak tahu dan tidak peduli, yang ia lajukan saat ini hanya mengikuti kata hati-nya untuk mengecup bibir pemuda didepannya!..., sedikit, hanya tinggal sedikit lagi Shaga akan bisa merasakan bibir pemuda bego dan paling gak peka sama perasaan perempuan ini... Tinggal sedikit lagi!.


Ting!


Ting!


Ting!


Naruto dan Shaga tersadar ketika Bel penanda waktu istirahat berakhir, keduanya menatap wajah masing-masing yang hanya terpisahkan oleh sedikit lagi jarak, keduanya segera tersadar dan menjauh dengan panik... Kedua wajah mereka berdua memerah sempurna, mereka berdua hampir saja melakukan hal yang memalukan...


"Sh-Shaga-chan... Ak... Aku minta maaf, Ak-Aku tidak bermaksud untuk..."


"Ja-jangan minta maaf, Baka!. Ka-kau membuatku tambah malu!."


Naruto dan Shaga mengalihkan pandangan mereka kearah lain, mereka terlalu malu hingga tidak berani menatap wajah masing-masing... Uuuh, mereka berdua hampir saja melakukan hal yang memalukan!, mereka hampir saja b-be-ber...berciuman!.


"Shaga... Maaf aku hampir saja mencium-,"


"Wuuuah!, jangan katakan itu, Baka!... Dasar Naruto no baka!."


Shaga sudah tidak kuat menahan rasa malu-nya hingga akhirnya ia langsung melarikan diri meninggalkan Naruto yang hanya bisa menatap kepergian Shaga... Mata Naruto berkerjap beberapa kali melihat kepergian Shaga yang sangat cepat.


"Dia sangat cepat..."


Gumam Naruto kagum, sebelum Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap kelangit sebelum tubuhnya bergetar dan seketika...,

__ADS_1


"Itu memalukan!"


__ADS_2