
Naruto menatap datar kearah dua perempuan cantik didepannya, " dengar, lakukan seperti yang direncana, maka kemungkinan kita berhasil selamat dari sini cukup besar. " ucap Naruto, Kyubi dan Kaguya terdiam sesaat sebelum mereka mengangguk paham.
" tidak ada pilihan lain, kita gunakan rencanamu, Namikaze. "
" mari berjuang, Namikaze-kun. "
Setelah mengatakan itu Kaguya dan Kyubi mengambil posisi mereka menghadap kearah Assassin yang masih berdiri disana dengan santainya, sepertinya Assassin itu sangat percaya diri dengan kemampuan yang ia miliki...,
" Kaguya, kita mulai. "
Ucap Kyubi dengan intonasi nada dingin, Kyubi merogoh saku celananya dan mengeluarkan sepasang sarung tangan berwarna hitam, ia mengenakan sarung tangan tersebut dan menatap datar kedepan, Kaguya mengangguk pelan sebelum ia memejamkan matanya dan perlahan urat disekitar mata Kaguya menebal, sedetik kemudian Kaguya membuka matanya dan terlihatlah kebanggaan dari Clan Otsutsuki.
[Tenseigan]
Kaguya langsung mengambil posisi bertarung, dengan cepat ia merapal mantra dan seketika sebuah lingkaran magic muncul didepan jari telunjuk Kaguya dan melepaskan sebuah petir yang melesat dengan kecepatan tinggi kearah Assassin itu.
[Thunder Shot]
Blaaar!
Assassin itu berhasil menghindari petir berbahaya Kaguya sesaat setelah petir itu hampir mengenainya, Assassin itu menatap kearah Kaguya yang nenyeringai tipis kearahnya, merasakan hawa keberadaan seseorang disamping, Assassin itu menoleh kesamping dan seketika membulatlah matanya ketika melihat Kyubi sudah melompat kearahnya dengan sebuah bogem mentah yang siap menghajar tubuhnya, tidak ingin terkena serangan Kyubi Assassin itu langsung melompat menjauh.
" Orrrryyaaaa!?. "
Booom!?
Pukulan kuat Kyubi meremukan tanah hingga menyebabkan sebuah kawah kecil, Kyubi berdecih ketika serangannya berhasil dihindari, sementara Assassin itu menatap kearah bekas pukulan Kyubi, pukulan itu...,
" harus aku, akui jika kau memang anak dari [Immortal Wizard], kau menguasai salah satu Magic andalan miliknya, [Human Strength], jika aku terlambat menghindar sedetik saja mungkin aku akan terkena cidera parah. "
Ucap Assassin itu, Kyubi menatap datar Assassin itu, sebelum ia menghantamkan tinjunya, " kau akan menerima balasannya karena telah berani berniat menculik heiress dari clan bangsawan senju. " ucap Kyubi dingin, Assassin itu menyeringai tipis sebelum ia memiringkan tubuhnya ketika ia merasakan dari samping sesuatu yang berbahaya melesat kearahnya dan benar saja sedetik setelah ia menghindar sebuah bola liatrik berwarna tosca melesat cepat melewatinya dan melubangi dinding yang tak jauh dari mereka
" ara, meleset. "
Assassin itu mengalihkan pandangannya kesamping dimana disana Kaguya menciptakan lingkaran magic dijari telunjuknya yang membentuk sebuah pistol..., Kaguya menajamkan matanya dengan senyuman manis bertengger diwajahnya.
" lain kali tidak akan meleset. "
Ucap Kaguya, Naruto yang melihat kerjasama antara kedua perempuan didepannya berkeringat dingin, terkadang ia lupa jika dua perempuan yang saat ini bertarung dengan anggunnya melawan Assassin itu bukanlah perempuan biasa.
Naruto mengeleng pelan, bukan saatnya ia berpikir seperti itu, ada hal yang harus ia lakukan, Naruto melompat mencari posisi yang aman dan tanpa banyak waktu lagi langsung mengambil posisi meditasi, perlahan buku didada Naruto mengeluarkan cahaya Crimson yang menyelimuti Naruto dengan pedar crimson tipis.
- Mindscape -
" Master, buka matamu. "
Mendengar sebuah suara Naruto perlahan membuka matanya, dan kini di garis pandangannya terlihat seorang gadis bertubuh chibi, mengunakan pakaian Loli Gohtic hitam, bersurai hitam panjang, dengan iris mata hitam kosong yang menatap kearahnya..., Gadis kecil itu melayang rendah seolah ditempat itu tidak memiliki Gravitasi untuk dirinya.
" selamat datang didalam diriku, Master. "
Ucap Ophis sambil mengerakan kedua tangannya kesekeliling, pandangan Naruto terarah kesekeliling dan seketika iris shappire Naruto melebar sempurna, digaris pandangannya saat ini sebuah ruangan dengan cahaya berwarna putih mendominasi, terdapat begitu banyak lemari buku yang tersusun dengan rapihnya, jumlah lemari buku itu tidak bisa Naruto hitung karena sangat teramat banyak, Naruto menatap keatas dimana ia melihat banyak sekali buku yang melayang dengan tenang, ...,
" Ophis, apa ini semua pengetahuan yang kau miliki?. "
Tanya Naruto sambil menatap kagum akan jumlah buku yang ada disana, Ophis terdiam sebelum ia mengangguk pelan, " benar ini semua merupakan pengetahuan yang aku miliki, Master. Namun hilangnya ingatanku membuat isi dari hampir semua buku disini menghilang..., biar kutunjukan sesuatu. " ucap Ophis, ia mengalihkan pandangannya dan perlahan tangannya terarah keatas, dan ajaibnya dua buku bersampul hijau dan biru melayang pelan kearahnya.
Ophis mengambil buku bersampul hijau, dan menepuknya dengan pelan, " ini adalah buku tentang Magic tumbuhan, disini terdapat Ensiklopedia yang memuat banyak sekali tanaman, mulai dari tanaman herbal, yang dapat menyembuhkan penyakit langka seperti keretakan pada inti mana, hancurmya jalur mana, dan masih banyak lagi penyakit yang sulit untuk disembuhkan, juga buku ini memuat tanaman beracun secara lengkap, bagi seorang Wizard type tanaman, buku ini merupakan harta karun, " Ucap Ophis sambil menunjukan isi buku itu pada Naruto, Naruto menatap hal itu dengan pandangan kagum, Ophis menutup buku itu sebelum ia melepaskan buku itu yang langsung melayang kembali ketempat asalnya.
" sementara buku ini..., "
Ophis mengambil buku bersampul biru, ia perlahan menepuk buku itu dan membukanya namun saat dibuka buku itu kosong, tidak ada catatan sama sekali, " buku ini adalah buku yang tadinya mengandung sebuah Magic yang telah lama hilang ratusan tahun lalu, aku tidak ingat siapa yang menciptakan Magic ini tapi bisa aku katakan jika Magic sangatlah kuat..., namun seperti yang master lihat, hilangnya ingatanku membuat isi dari buku ini menghilang. " ucap Ophis menunjukan isi buku kosong itu pada Naruto, Naruto terdiam sebelum ia mengelus dagunya dan menatap sekeliling.
" jadi, bisa aku asumsikan jika buku disini sebagai besar isinya telah menghilang begitu?. "
Tanya Naruto, Ophis terdiam sejenak sebelum ia mengangguk pelan, Naruto kembali berpikir sejenak sebelum ia menatap kearah Ophis. " nee, Ophis kau bilang padaku ingatanmu telah kembali meskipun itu hanya sebagian kecil dari ingatanmu kan?. " tanya Naruto, Ophis mengangguk lagi.
" jika begitu, maka dari banyaknya buku diruangan ini berapa banyak buku yang isinya telah kembali?. " tanya Naruto, Ophis terdiam sebelum ia menyentuh pelipisnya dengan telunjuknya.
" untuk saat ini jumlah buku yang isinya telah kembali, sekitar 163 buku, Master..., mulai dari buku tentang cara pengobatan, Martial Arts, Strategi, sejarah peradaban yang hilang dan masih banyak lagi. "
Ucap Ophis, Naruto terdiam sejenak sebelum ia mengalihkan pandangannya kearah Ophis...,
" jika begitu, Ophis. Bisakah kau memilihkanku sebuah buku Magic yang bisa melepaskan kita dari Assassin itu?. "
Tanya Naruto, Ophis terdiam sebelum ia mengarahkan tangannya kesamping dan seketika buku bersampul merah disalah satu lemari bergetar dan melayang cepat kearah Ophis.
" ini adalah Magic [Limit Burst], Magic yang paling cocok untuk situasi seperti ini, Master. Magic ini memiliki kemampuan yang luar biasa, namun efek samping Magic ini sangatlah merugikan bagi penggunanya, Master. "
Ucap Ophis, Naruto mengerutkan dahinya, merugikan bagi penggunanya?, Magic seperti apa itu?
" Efek apa yang diberikan jika menggunakan Magic ini?. "
Tanya Naruto, Ophis terdiam sebelum ia membuka buku itu dan membaca isinya. " [Limit Burst], Magic yang menggunakan 99% kapasitas [Mana] penggunanya untuk melepaskan kekuatan yang melampaui batasan fisik hingga Maksimal selama batas waktu 1 menit, dengan kata lain jika Master menggunakan Magic ini maka Master akan dapat melepaskan batasan kemampuan fisik Master dengan bayaran 99% kapasitas [Mana] yang Master miliki. "
Ucap Ophis, Naruto terdiam, mendapatkan kemampuan untuk melepaskan batasan normal yang dimiliknya saat ini, dan jeda waktunya hanya 60 detik?, resiko Magic ini terlalu besar..., tapi Ophis berkata jika Magic ini merupakan yang paling cocok untuk lepas dari Assassin berbahaya itu tapi tetap saja resikonya terlalu besar..., Kuso!, ini sama seperti perjudian!, dimana jika gagal maka ia akan langsung mati!.
Ophis yang melihat Masternya tengah menimbang pilihan berat tersenyum tipis, " jadi, bagaimana Master?..., apa kau akan mempelajari Magic ini?. " Tanya Ophis, Naruto menatap kearah Ophis dan kearah buku ditangannya, Naruto berpikir keras sebelum ia menghela nafas.
" hah~, baiklah, tidak ada pilihan lain, kita akan mencobanya, dan sisanya tergantung keberuntungan kita, "
Ucap Naruto, Ophis mengangguk pelan, " kalau begitu, sudah ditentukan..., " Gumam Ophis pelan, setelah mengatakan itu, buku ditangan Ophis melayang dan berubah menjadi sebuah bulatan cahaya berwarna putih, bulatan cahaya itu melesst cepat dan masuk kedalam tubuh Naruto...,
Deg!
Naruto tersentak ketika merasakan luapan [Mana] bergejolak didalam tubuhnya, perlahan Aura berwarna Crimson menyelimuti tubuh Naruto..., Naruto meringis ketika merasakan tubuhnya terasa panas, sangat panas seperti terbakar!..., tak lama aura Crimson yang menyelimuti tubuh Naruto menghilang...,
Naruto langsung jatuh berlutut, gila!, itu tadi pengalaman yang mengerikan, Naruto mengatur nafasnya yang memburu, ia meringis kesakitan ketika kepalanya terasa nyeri, setelah beberapa saat nyeri itu hilang dan Naruto mengerutkan dahinya ketika ingatan asing tercetak jelas dikepalannya, Ophis tersenyum tipis melihat ekspresi Naruto. " selamat, Master. Kau sudah menguasai paksa [Limit Burst], " ucap Ophis, membuat Naruto menatap kearahnya sejenak sebelum ia bangkit dan mencoba mengerakan tubuhnya berharap agar tidak ada yang saraf atau sendi yang rusak..., Naruto menatap kearah tubuhnya,
" tubuhku..., terasa lebih ringan, ini terasa sama seperti.., "
" sama seperti ketika Master naik ke bintang selanjutnya. "
Potong Ophis dengan cepat, Naruto menatap kearah Ophis yang tersenyum tipis dengan pandangan bingung, sebelum iris shappirenya membulat ketika ia mengerti senyuman tipis Ophis...,
" selamat, Master kau sekarang berada ditingkat Bronze bintang 7, hanya tinggal 4 bintang lagi sampai Master memenangkan taruhan dengan orang yang bernama Jiraiya itu. "
Ucap Ophis, Naruto terdiam sejenak sebelum ia tersenyum tipis, " begitu ya?, 4 tingkat lagi sebelum aku membungkam mereka semua, " ucap Naruto, tangan Naruto terkepal erat seolah menyiratkan jika dirinya yakin dapat menjadi peringkat perak dan membuat mereka mengetahui siapa dia yang sebenarnya.
Naruto mengalihkan pandangannya kearah Ophis, dan tersenyum tipis. " kalau begitu, Ophis. Aku harus segera pergi dan membereskan situasi kita. " Ucap Naruto, Ophis mengangguk pelan.
" Master, sebelum pergi, aku ingatkan lagi..., [Limit Burst] hanya bisa kau gunakan sekali, setelah itu kau akan kehilangan seluruh tenagamu, jadi gunakan waktu 1 menit sebaik mungkin. "
Ucap Ophis, Naruto terdiam sebelum ia tersenyum dan mengangguk pelan, " tentu akan aku gunakan sebaik mungkin dan lagi pula, jika benar apa yang ada didalam buku yang aku kuasai secara paksa ini, maka 1 menit lebih dari cukup untuk mengalahkan Assassin itu..., kalau begitu, sampai nanti, Ophis. " ucap Naruto sebelum perlahan menghilang, Ophis menatap tempat Naruto menghilang sebelum ia menatap keatas, mata yang sebelumnya hanya terisi kekosongan kini mulai tersirat setitik kesedihan, dan kerinduan disana, Ophis memejamkan matanya dan bergumam pelan.
" Imouto..., "
- Real World -
Sementara itu didunia nyata, Lotus city, kota reruntuhan kuno itu, kini semakin terlihat runtuh, banyak sekali retakan pada tanah, dan hancurnya beberapa rumah..., hal ini diakibatkan oleh tiga orang yang tengah bertarung habis-habisan disana.
Kaguya mengatur nafasnya yang sedikit memburu kulit Kaguya mulai terlihat pucat, menandakan jika ia terlalu banyak menggunakan mana didalam tubuhnya, tak berbeda jauh dari Kaguya, Kyubipun terlihat sudah mulai kelelahan, mereka berdua menyerang Assassin itu menggunakan kombinasi mereka namun Assassin itu selalu bisa menghindarinya dengan mudah...,
Assassin itu menatap kedua perempuan heiress clan ternama didepannya dengan pandangan remeh, " hanya segini sajakah, kemampuan yang dimiliki pewaris clan bangsawan Senju dan Otsutsuki?, lemah. " ucap Assassin itu, Kyubi yang mendengarnya tersulut emosi dan berniat berlari untuk menghajar Assassin itu namun dengan cepat Kaguya menahan Kyubi.
" Kaguya!, apa yang kau-, "
" Kyu!, hentikan!, dia hanya memancing emosi kita!, ingat rencana dari Namikaze itu. "
Kyubi terdiam mendengar nada memerintah dari Kaguya, ia menarik nafas dan menenangkan dirinya, " maaf, aku hampir terpancing. " ucap Kyubi, Kaguya melirik sejenak kearah Kyubi yang sudah mulai tenang, sebelum ia menatap kedepan dimana Assassin itu menyeringai...,
Kaguya memutar gir-gir diotaknya, ia harus menemukan cara untuk mengulur waktu seperti yang dikatakan oleh Namikaze itu, Kaguya melirik kesamping dimana tak jauh dari mereka Naruto tengah bermeditasi...,
' dia masih belum selesai juga?, sebenarnya Teknik rahasia apa yang akan ia gunakan untuk mengalahkan Assassin itu?, '
Batin Kaguya, ia kembali melirik kedepan dimana ia melihat Assassin itu berjalan pelan mendekati dirinya dan Kyubi...,
" aku rasa waktu bermainnya sudah selesai, saatnya membawa kalian berdua pergi..., "
Ucap Assassin itu dengan seringai kejam diwajahnya, perlahan Aura tak mengenakan mencemari udara, sebuah pedar tipis menyelimuti tangan kanan Assassin itu, Kaguya menatap hal itu sebelum ia membulatkan matanya...,
" Kyubi!, menghindar!. "
Teriak Kaguya, Kyubi tersentak sebelum ia mengikuti perkataan Kaguya dan langsung melompat kesamping dan tepat sedetik kemudian sebuah pedar energi tipis melesat cepat melewati dirinya.
Jrasssh!?.
Sebuah garis lurus tercipta ditanah, Kyubi menatap hal itu dengan keringat dingin membasahi wajah Kyubi..,
' berbahaya..., sedikit terlambat saja maka aku akan..., "
__ADS_1
Kyubi mengalihkan pandangan kesamping dan seketika ia membulatkan matanya ketika melihat Assassin itu sudah melesat kearah Kaguya, dengan gerakan cepat Kyubi segera berlari menuju Kaguya...,
" Kaguya!, awas!, "
namun karena faktor kelelahan yang dialami Kyubi ia kalah cepat dengan Assassin itu hingga dalam sekejap Assassin itu sudah berada didepan Kaguya dan memberikan sebuah pukulan kuat diulu hati Kaguya yang tidak bisa menghindari karena terkejut...,
Duakh!
" Cough!?..., "
Kaguya melotot dan memuntahkan sedikit air liurnya, ketika ulu hatinya diserang rasa sakit yang sangat hebat, hingga ia jatuh berlutut, Kaguya merasa jika pandangannya langsung mengabur dan tak lama ia langsung terjatuh tak sadarkan diri...,
" Kaguya!?..., beraninya kau!..., "
Wajah Kyubi mengeras melihat Sahabat baiknya pingsan, hal itu membuat Kyubi langsung tersulut emosi hingga tanpa banyak waktu lagi Kyubi berlari kearah Assassin yang hanya menatapnya dengan tatapan misterius...,
Pukulan, demi pukulan Kyubi lancarkan namun tidak ada satu pun pukulan miliknya yang mengenai Assassin itu, Assassin itu menyeringai kecil sambil terus menghindari pukulan demi pukulan yang dilancarkan Kyubi.
" kau memukul seperti perempuan, eh, tunggu kau memang perempuan hahahaha!?. "
Kyubi mengeraskan wajahnya, harga diri yang ia miliki sedang direndahkan!, ini tidak bisa dibiarkan!, Assassin yang menyeringai ketika Kyubi memukul dengan membabi buta, sepertinya Kyubi tersulut emosi dan kehilangan ketenangannya dan hal itu dimanfaatkan oleh Assassin itu ketika melihat Kyubi membuka celah, tanpa banyak waktu lagi sebuah pukulan kuat bersarang diperut Kyubi...,
Duakh!
" Cough!?..., "
Kyubi melotot ketika ia merasakan rasa sakit yang begitu hebat diperutnya, ia jatuh berlutut dan meringkuk kesakitan, Assassin itu menyeringai melihat Kyubi yang nampak kesakitan...,
" heh~, kau sepertinya memiliki ketahanan tubuh yang tinggi, kau pasti melatih tubuhmu dengan intens hingga kau masih tetap sadar setelah menerima pukulanku..., "
Ucap Assassin itu namun Kyubi tidak menjawabnya ia masih meringkuk kesakitan, Assassin itu terdiam sejenak sebelum ia dengan cepat mencengkram leher Kyubi dan mengangkatnya tinggi...,
" mari kita coba, apa kau masih bisa sadar setelah menerima pukulan keduaku..., "
Ucap Assassin itu dengan wajah psyco disana, Kyubi memberontak dan berusaha melepaskan cengkraman kuat Assassin itu, namun sia-sia tenaganya sudah menipis..., Assassin itu menyeringai dan dengan santainya ia menyiapkan pukulan berlapis Mana ditangannya...,
" saa..., berikan aku jeritan terbaikmu, Heiress selanjutnya dari Clan Senju..., "
Ucap Assassin itu yang dengan cepat langsung mengarahkan pukulan keperut Kyubi, namun sebuah cengkraman menghentikan pukulan yang sedikit lagi akan menghantam perut Kyubi...,
Grep!
Assassin itu terdiam sebelum ia menatap kebawah dimana disana Naruto, orang yang menghentikan pukulannya menundukan sedikit wajahnya hingga ekspresi Naruto tidak terbaca sama sekali...,
Naruto melakukan gerakan lembut dengan tangan kiri yang tersisa perlahan diselimuti oleh pedar energi tipis dengan gerakan cepat Naruto menghantam perut Assassin itu...,
[Namikaze Martial Arts Style : Palm Impact]
Sebuah palm kuat menghantam telak Assassin itu hingga membuat Assassin itu terseret beberapa meter kebelakang, Kyubi yang terlepas dari cekikan Assassin itu perlahan melayang jatuh namun sebelum menyentuh tanah Naruto terlebih dahulu menangkapnya...,
Merasakan sebuah buaian hangat membuat Kyubi perlahan membuka matanya dan iris ruby-nya melihat sebuah batu Shappire indah tengah menatap tajam kedepan, sebelum iris shappire itu menatap kearahnya dengan pandangan yang tersirat setitik rasa khawatir.
" maaf membuatmu menunggu lama, Senju. "
Ucap Naruto, Kyubi terdiam sebelum ia tersenyum tipis, " sekarang aku serahkan sisanya padamu, Namikaze-kun. " setelah mengatakan itu Kyubi langsung kehilangan kesadaran, Naruto terdiam sejenak sebelum ia memasang senyuman tipis, perempuan ini, padahal ia dan temannya itu bisa saja mengabaikan dirinya dan lari menyelamatkan diri tapi perempuan ini tetap bertarung karena ia menaruh kepercayaan pada rencananya, sepertinya Senju Kyubi bukanlah orang buruk...,
Naruto mengalihkan pandangannya kearah Kaguya yang tergeletak tak jauh darinya, Naruto berjalan pelan dan meletakan Kyubi disamping Kaguya dengan lembut..., Naruto menatap keduanya sejenak sebelum ia berbalik dan berjalan kearah Great Sword miliknya yang tergeletak ditanah...,
Naruto mengambil pedangnya dan memposisikan pedangnya didepannya dan menenangkan jalur pernafasannya, lalu menatap tajam kearah Assassin yang terlihat sedikit meringis kesakitan Naruto
" demi mereka yang menaruh harapan padaku, aku akan mengalahkanmu disini, Ossan..., "
Ucap Naruto datar, Assassin itu terdiam dan menatap intens Naruto, aura pemuda itu terasa berbeda daripada sebelumnya, Naruto terdiam sejenak sebelum ia bergumam pelan.
[Accel]
Setelah mengucapkan itu Naruto langsung melesat dengan kecepatan tinggi membuat Assassin itu bersiaga, Naruto dalam sekejap sudah berada didepan Assassin itu dan dengan cepat melakukan tebasan horizontal kekiri tidak ingin Mati Assassin itu berniat menahan pedang Naruto dengan cakarnya namun iris mata Assassin itu membulat ketika Naruto dengan cepat memutar tubuhnya dan melakukan tebasan kekanan, dan terakhir ditutup dengan sebuah tebasan vertikal dari atas...,
' apa!?, tiga serangan dalam satu gerakan!?, bocah ini!, bukan bocah biasa '
[ Namikaze Style : Turning Swallow Strike ]
Assassin itu langsung melompat kebelakang dengan kecepatan tinggi hingga ia hanya terkena luka gores dikulitnya, darah mengalir dan menetes ketanah...,
Naruto menatap datar hal itu sebelum ia memposisikan Great Swordnya disamping tubuhnya, perlahan Naruto menutup mata kanannya dan sedetik kemudian iris berwarna Golden Vertikal terlihat disana...,
Ucap Naruto datar, Assassin itu sedikit meringis merasakan luka ditubuhnya, ia sepertinya terlalu meremehkan pemuda ini, perlahan Aura tidak mengenakan menguar dari tubuh Assassin itu, Naruto menatap hal itu datar meskipun samar-samar terlihat keringat dingin jatuh bebas dipelipisnya.
" aku sepertinya terlalu meremehkanmu, Bocah. Sebagai permintaan maaf, perkenalkan, Namaku adalah D, salah satu Anggota Serikat Balam. "
Ucap Assassin itu yang memperkenalkan namanya sebagai D, Naruto terdiam sejenak sebelum ia menatap kearah Assassin itu dengan datar.
" Naruto, Namikaze Naruto. "
Ucap Naruto datar, Assassin itu menyeringai, Aura yang tidak mengenakan sebagai menguar dari tubuh Assassin itu, perlahan tubuh berbulu Assassin itu berubah menjadi lebih gelap lagi...,
" Naruto ya?, Rune Breaker, dari Bangsawan Rendah Namikaze, aku mengakuimu bocah, sebagai penghormatan aku akan melawanmu dengan kekuatan penuhku. "
Ucap Assassin itu, Naruto menyipitkan matanya ketika merasakan tekanan aneh didalam pancaran Mana dari D, entah kenapa terasa begitu gelap..., Naruto langsung waspada ketika Aura tidak mengenakan sudah mulai tenang, D tertawa kecil sebelum ia mengalihkan pandangannya kearah Naruto.
" kita mulai, Bocah. "
Tepat setelah mengatakan itu D langsung menghilang dari tempatnya meninggalkan kepulan debu disana, Naruto langsung waspada, Naruto menfokuskan seluruh panca indranya untuk merasakan hawa keberadaan D namun nihil...,
' sial, aku tidak bisa merasakan hawa keberadaan Assassin itu, ia seolah membaur dengan sekitar. '
Batin Naruto. insting Naruto menjerit ketika ia merasakan bahaya dari samping, dengan gerakan cepat Naruto memposisikan Great Swordnya kesamping dan sedetik kemudian sebuah bekas cakar tercipta dibadan Great Sword, Naruto membulatkan sedikit matanya melihat Goresan diatas Great Swordnya...,
" heh, kau berhasil menahannya dengan pedang itu ya?, kita lihat sejauh mana pedangmu itu bisa sanggup menahan serangan selanjutnya. "
Suara D bergema disana, Naruto melirik kesekitar namun nihil ia tidak bisa menemukan letak suara D, Naruto kembali merasakan bahaya dari sampingnya dan dengan cepat menahannya menggunakan Great Swordnya dan sebuah bekas cakaran tercipta disana..., hal itu terus terjadi berkali-kali hingga Naruto kelihatan kesulitan...,
' sial, aku bisa selamat berkat instingku, aku harus mencari cara sebelum-, '
Krak!
Naruto melotot tak percaya saat sebuah retakan muncul di Great Swordnya, pedang miliknya sudah mencapai batasnya, retakan semakin menjalar kesemua bagian Great Sword sebelum detik selanjutnya, Great Sword itu hancur berkeping-keping...,
" khek~, pedang murahan itu sekarang sudah tidak ada lagi, serangan selanjutnya pasti akan merobek tubuhmu..., "
Naruto menatap kearah patahan Great Sword yang tergeletak ditanah, ia mengalihkan pandangannya pada patahan ditangannya dengan ekspresi tak terbaca...,
Jrasssh!
Sebuah serangan mengores punggung Naruto, darah perlahan mengalir dari luka itu, Naruto meringis sedikit namun ia tidak memperdulikan lukannya, ia perlahan merendahkan tubuhnya dan meletakan patahan pedang ditangannya ketanah...,
Jraasssh!
Sebuah luka kembali Naruto dapatkan dilengan kirinya, namun sekali lagi Naruto tidak mengubrisnya dan lebih memilih menatap kearah pedang didepannya...,
" kau sudah berjuang dengan baik, terima kasih karena sudah-, "
Jraassh!
" ugh!, melindungiku sampai saat ini, beristirahatlah dengan tenang, sekali lagi terima kasih..., "
Ucap Naruto, dari balik semak-semak D menatap hal itu dengan seringai tipis, " heh, aku baru pertama kali ini melihat seorang Knight melakukan penghormatan terakhir pada sebuah senjata yang biasa digunakan untuk membunuh. " ucap D, Naruto perlahan bangkit, wajahnya menundukan kebawah hingga tidak terlihat Ekspresi apa yang ada disana.
D menyeringai melihat Naruto yang terdiam ditempatnya, " ada apa, Bocah, kau sudah menyerah karena pedangmu telah tiada?, " ucap D namun Naruto sama sekali tidak menjawab, melihat hal itu D langsung bersiap melakukan serangan.
" baiklah, aku akan segera melenyapkanmu, Bocah!. "
Setelah mengatakan itu, D menguatkan kuda-kudanya dan langsung melesat kearah Naruto yang terdiam disana dengan wajah menunduk, D mengarahkan sebuah cakar tajam yang siap menguyak leher Naruto.
" Matilah kau bocah!. "
Grep!
D membulatkan matanya ketika Naruto dengan gerakan cepat menangkap tangannya hingga cakar yang sebentar lagi mengoyak leher Naruto terhenti disana..., D berusaha menarik tangannya namun cengkraman Naruto terlalu kuat...,
Naruto perlahan melakukan gerakan lembut dengan tangan kirinya yang kini diselimuti oleh pedar Mana tipis dan dengan gerakan cepat Naruto langsung menghantamkan Palm kuat keperut D.
[Namikaze Martial Arts Style : Palm Impact]
Duakh!
" Ohok!..., "
D memuntahkan air liur keudara dan terseret kebelakang, tak henti sampai disana Naruto dengan cepat muncul didepan D yang terkejut melihatnya dan langsung memberikan Palm kuat kedagu D hingga membuat D terangkat keudara, Naruto bergumam pelan...,
__ADS_1
[Boost]
Setelah mengatakan itu Naruto kembali melesat kearah D yang terhempas kebelakang dan langsung memberikan tendangan kuat yang membuat D terlempar cepat dan membentur dinding salah satu rumah dikota mati itu...,
D perlahan bangkit dari timbunan reruntuhan, disudut bibir D kini terlihat darah mengalir menandakan jika serangan Naruto kali ini berefek pada tubuhnya..., D mengembungkan pipinya sebelum memuntahkan sedikit darah...,
' si-sial, ak-aku berhasil dilukai oleh seorang bocah Academy, "
D mengelap darah disudut bibirnya dan menatap kearah berjalan kearahnya dengan langkah berat, samar-samar dapat terdengar ditelinga gumam dingin seorang Namikaze Naruto.
" memukul seorang perempuan dengan kejamnya, tidak hanya itu, kau juga telah berani menghina pengorbanan 'teman' yang sudah melindungiku, kau..., harus mati..., "
D, untuk pertama kalinya ia merasakan sesuatu yang disebut rasa takut ketika Naruto menatapnya dengan mata yang sebelumnya menyimpan kehangatan kini terlihat kosong dan tak ada lagi kehangatan disana, yang ada disana hanyalah tatapan hampa dan jika dilihat dengan teliti maka disana terdapat sebuah pedang yang siap menusuk siapapun yang ia pandang...,
Rasa takut D semakin menjadi-jadi ketika langkah Naruto entah kenapa bisa terdengar bagaikan alunan musik kematian ditelinganya..., D mengertakan giginya, ia seorang Assassin berpengalaman dibuat ketakutan oleh bocah Academy!, jika orang itu mengetahui hal ini, pasti dirinya akan ditertawakan!, D dengan cepat menusuk tangannya sendiri dengan cakarnya..., menggunakan rasa sakit untuk menghilangkan rasa takut..., cara yang efektif...,
" Bangsat!, aku pasti akan membunuhmu dengan cara yang akan membuatmu berharap tidak pernah merasakannya..., "
D mengobarkan [Mana] miliknya hingga udara terasa sesak namun Naruto hanya menatap hal itu dengan pandangan kosong sebelum ia berhenti tak jauh dari D dan bergumam pelan namun bisa didengar oleh D.
[Limit Burst]
Wussh!
Sebuah gelombang aura yang cukup besar memenuhi udara, aura merah crimson menyelimuti tubuhnya Naruto dan membungkusnya dalam pedar tipis, Naruto menatap kearah D yang membeku ditempat dengan [Belial Eye's] yang masih aktif dimata kanannya..., Naruto menyiapkan kuda-kuda dan dalam sekejap Naruto melesat cepat dan muncul didepan D yang terkejut melihat pergerakan Naruto yang sangat cepat!...,
D, yang terkejut tidak menyadari sebuah pukulan kuat mengarah padanya...,
Duakh!
" Gfuk! "
D, terseret beberapa meter kebelakang, ia menatap kedepan dan ia membulatkan matanya ketika Naruto muncul didepannya dengan dua tendangan memutar yang langsung menghantam telak D hingga membuat kembali terseret kebelakang, ..., tak henti sampai disana Naruto langsung melakukan step cepat layaknya seorang yang tengah menari sebelum ia memutar tubuhnya dan menghantamkan dua Palm kuat kedada dan perut D hingga membuat D memuntahkan sedikit darah...,
" Chough!, "
D, meringis kesakitan, seluruh tubuhnya entah kenapa terasa begitu sakit. D, mengalihkan pandangannya pada Naruto dan seketika iris D mengecil ketika ia melihat Naruto diselimuti oleh hembusan angin yang menari ganas disekitar tubuhnya..., D langsung merasakan firasat buruk ketika Naruto melakukan gerakan lembut selayaknya penari yang menari bersama angin dialam bebas, anginpun mengikuti gerakan Naruto...,
Naruto menatap datar kearah D sebelum melesat dan dalam satu kedipan mata ia sudah berada didepan D yang terkejut melihat kemunculannya, Naruto memutar kedua tangannya lembut sebelum menghantamkan dua pukulan kuat...,
[Namikaze Secret Technique : Seiryuu]
Blaaar!
Sebuah pukulan dengan memanfaatkan tekanan udara yang terkumpul lewat serangkaian gerakan beladiri meledak hebat dan membuat D terpental jauh kebelakang sebelum berhenti ketika ia membentur sebuah dinding kokoh hingga menciptakan sebuah retakan layaknya jaring laba-laba disana..., dan D-pun kalah...,
" hosh..., hosh..., hosh..., "
Naruto menenangkan deru nafasnya yang memburu, sudah ia duga ia masih belum mampu menahan beban dari teknik Martial Arts tingkat tinggi yang diajarkan Kakeknya, ia masih harus banyak melatih tubuhnya kembali...,
" hosh..., hosh..., hosh..., daya serangan dari teknik ini bertambah drastis dari terakhir kali aku ingat, mungkin ini berkat [Limit Burst]. hosh..., hosh..., hosh..., "
Deg!
Naruto merasakan seluruh saraf ditubuhnya menegang, ini pasti efek dari teknik tingkat atas yang ia keluarkan tadi, " ugh..., tidak hanya daya serang, beban teknik ini juga semakin menjadi-jadi..., hosh..., hosh..., aku harus cepat menemukan cara mengatasinya atau tubuhku tidak akan sanggup menahan beban teknik ini lagi..., " Ucap Naruto dengan nafas yang terengah-engah, namun sebuah senyuman puas terpatri diwajahnya, " tapi aku menang..., " ucap Naruto sebelum ia kehilangan kesadarannya dan jatuh ditempat...,
Ophis menyaksikan semua pertarungan itu dengan serius, Masternya kembali menunjukan sebuah pertarungan epic dengan kemampuan pure miliknya...,
" [Namikaze Secret Technique : Seiryuu]..., sungguh teknik yang melampaui keterbatasan Fisik, aku mungkin akan bilang teknik ini teknik tingkat menengah jika saja teknik ini menggunakan mana, namun teknik ini tidak mengonsumsi mana sedikitpun..., Namikaze Clan..., aku penasaran seperti apa Clan itu hingga bisa menciptakan salah satu manusia yang wajib mendapatkan gelar sebagai seekor Monster. "
Ucap Ophis bermonolog sendiri, ia perlahan melayang turun dan menampakan kaki tanpa alas kakinya kelantai, ia memutar tubuhnya dengan anggunnya sebelum ia menatap keatas.
" tidak salah aku memilihmu menjadi Masterku, hal menarik apa lagi yang akan menanti kita Master..., aku tidak sabar menantikannya. "
.
.
.
- The Worst One -
.
.
.
Hari pun berganti, Matahari perlahan naik tahta?, dan memulai tugasnya untuk membangunkan sebagian makhluk dunia untuk memulai aktifitasnya, dan hal itu juga berlaku untuk seorang pemuda yang saat ini tengah tertidur nyenyak, sinar matahari nampaknya mengusik pemuda itu, Namikaze Naruto, nama pemuda itu.
Naruto perlahan mengeliat pelan sebelum iris Shappire miliknya menyapa dunia...,
" ugh, "
Naruto meringis ketika ia berusaha bangkit, ia memijat pelipisnya yang berdenyut, setelah beberapa saat akhirnya nyeri dikepala Naruto reda dan ia mulai bisa melihat dengan jernih, Naruto mengalihkan pandangannya kesekeliling, uhm?, apa ini?, apa ia berada didalam sebuah tenda?, Naruto mengalihkan pandangannya, dan pandangan Naruto terkunci pada kedua sisinya, Naruto terdiam ketika melihat sisi kanan dan kirinya dimana ia melihat kepala merah keorangean dan putih perak berada disini kanan dan kirinya, wajah damai terpatri diwajah kedua perempuan cantik dikedua sisinya...,
Naruto menatap hal itu dengan mata mengerjap berkali-kali, sebelum ia tersenyum hambar, dan tanpa aba-aba ia mengampar dirinya sendiri..., sakit!, ini bukan mimpi!, ini nyata...,
" ah, sial..., aku tidak tahu harus menganggap ini keberuntungan atau kesialan..., "
Gumam Naruto dengan wajah depresi, Naruto menghela nafas sebelum ia memutuskan keluar dari tenda, Naruto menegakan tubuhnya dan melakukan peregangan ringan, sebelum ia menatap daerah sekitar, dimana disana terlihat sekali bekas pertempuran, Naruto terdiam ketika ia mengingat dengan jelas pertempuran antara tiga siswa academy melawan Assassin berpengalaman dimana puncak pertempuran ditutup dengan kemenangan Naruto.
Sebuah cahaya berwarna crimson muncul didada Naruto dan tak lama setelah itu sebuah buku Gremoire muncul, Naruto tersenyum tipis melihat buku didadanya.
' Hoaam~, selamat pagi, Master. '
" selamat pagi, Ophis. "
Ucap Naruto sambil tersenyum geli ketika ia yakin saat ini Ophis tengah mengucek matanya dengan pose imut yang ia yakin bisa membuat lolicon manapun memangsa Ophis..., Naruto menghirup udara pagi yang segar sebelum ia memutuskan untuk berjalan mengeliling Lotus City sejenak.
' Hoaam~, nee..., Master, apa kau akan kembali lagi dalam ruang harta mengingat kita belum mengambil seluruh harta disana. '
Ucap Ophis, Naruto tersenyum tipis, " tentu saja kita akan mengambilnya, malahan sekarang aku ingin kesana dan mengambilnya..., " ucap Naruto sambil melangkah menuju pintu masuk keruang harta..., setelah beberapa saat melangkah akhirnya Naruto sampai ditempat ruang harta, Naruto terdiam melihat ruang yang gelap gulita dan hanya ada satu cahaya yang masuk kedalam lewat sebuah celah disana...,
" baiklah saatnya mengambil benda terakhir. "
Ucap Naruto dengan mata kanan yang berubah warna menjadi Golden dengan pupil Vertikal..., dalam penglihatan Naruto semuanya terlihat jelas, Magic dimata kanan Naruto layaknya kacamata khusus yang memiliki fitur 'penglihatan malam' Naruto melangkah pelan mendekati sebuah kotak peti batu kecil, Naruto terdiam sejenak sebelum ia merogoh sakunya dan mengeluarkan tiga buah kunci, Naruto memilih salah satu kunci dan memasuknya kelubang kunci disana...,
Clek!
Naruto tersenyum puas melihat peti batu itu terbuka, Naruto langsung saja melihat benda apa yang ada didalam dan seketika Alis Naruto bertautan ketika melihat benda apa yang ada didalam, Naruto mengambil benda disana dan menatapnya dengan pandangan bingung, ini kan...,
" jepit rambut?. "
Yap, sebuah jepit rambut dengan bentuk dan warna indah tak lupa hiasan beberapa batu permata disana hingga membuat kepit rambut itu terlihat sangat indah, Naruto mengerutkan dahinya, untuk apa seorang penguasa kota menaruh jepit rambut perempuan didalam peti batu dan dikunci rapat?, Naruto mengangkat bahu tak peduli, mungkin saja jepit rambut ini milik istri tercinta penguasa ini?, maa.., siapa peduli, Naruto menghela nafas dan memasukan jepit rambut itu kesakunya...,
" saatnya kembali, "
- Time Skip -
Pagipun kini berganti menjadi siang, Naruto menatap datar kedepan, Setelah berkemas Naruto, Kyubi dan Kaguya akhirnya meninggalkan Lotus City, tentunya setelah mereka menjarah harta diruang harta penguasa kota ini dan hal itu memaksa Naruto kembali keruang harta dua kali, Naruto hanya bisa menghela nafas dengan itu, dan pembagian hartapun dimulai dimana Kyubi mendapatkan 35%, Kaguya 35% dan Naruto 30%.
Kenapa Kaguya mendapatkan hasil lebih banyak dari Naruto?, ya, karena dia yang menyimpan seluruh harta jarahan kota kuno ini didalam Ring Storage, Naruto menghela nafas, ia lupa jika Otsutsuki merupakan clan dengan bisnis paling banyak diseluruh kerajaan [Alvarez] jadi tidak mengherankan jika ia menaruh harga terhadap sesuatu kesepakatan, otak pembisnis nih mah...,
Naruto nampaknya harus berusaha menjadi orang yang sabar itu semua karena Kaguya sedaritadi terus mengeluh dan meminta untuk beristirahat, dengan alasan jika kakinya sakitlah, capeklah, panaslah, dan banyak lagi, Kaguya terus mengeluh sampai akhirnya Naruto menghela nafas tipikal, Ojou-sama, kemana-mana selalu naik kereta kuda, Naruto mengalihkan pandangan dan menatap perempuan Otsutsuki itu dengan datar.
" Otsutsuki-san, jika kau terus mengeluh seperti itu, maka aku bersedia mengendongmu sampai dikota berikutnya, bagaimana apa kau mau?. "
Tanya Naruto datar dan hal itu sukses membuat Kaguya terdiam dengan wajah sedikit memerah yang langsung menatap kearah lain, " ba-baka!, ap-apa yang kau katakan..., " ucap Kaguya malu, Naruto menatap hal itu sejenak sebelum ia mengalihkan pandangannya kedepan...,
' Tsundere kah?, '
Setelah berjalan selama dua hari penuh!, akhirnya Ketiga Remaja Academy itu sampai di ibukota kerjaan, tanpa banyak waktu lagi ketiganya segera berjalan menuju Academy untuk melaporkan kepulangan mereka...,
" Apa!?, kau diserang oleh Assassin!, kau tidak apa-apakan sayang?. "
Tsunade berucap dengan khawatir, hal ini terjadi karena Kyubi mengatakan semua pengalaman mereka, mulai dari menemukan reruntuhan kota kuno, sampai kebagian dimana mereka bertempur dengan Assassin, Naruto hanya bisa menatap datar hal itu, ia tidak memperdulikan kegiatan didepannya...,
Kyubi memasang wajah memerah ketika ibunda nya bertingkah berlebihan didepannya, mungkin ia tidak keberatan jika hanya ada dirinya namun saat ini ada yang sedang memperhatikan mereka, terutama. " Ka-Kaa-chan, aku baik-baik saja, ja-jadi berhentilah bertingkat berlebihan seperti itu aku malu..., " ucap Kyubi sambil mencuri-curi kesempatan melirik kearah Naruto yang hanya bisa memutar mata bosan...,
Tsunade menghela nafas, dan tersenyum kearah Kyubi dan Kaguya, " beruntungnya kau, Kyu-chan. Karena Kaguya dikirim oleh Seito Kaichou berhasil mengatasi Assassin itu, aku sebagai kepala sekolah tentu saja bangga dengan kalian berdua, kalian memang murid paling 'berbakat' diacademy ini tidak seperti..., " ucap Tsunade sambil melirik kearah Naruto yang terlihat tidak peduli, Kyubi dan Kaguya terdiam mendengar pujian dan hinaan tak langsung dari Tsunade, Tsunade mengalihkan pandangan kearah Kyubi dan Kaguya lalu tersenyum manis.
" baiklah, Laporan kalian aku terima, terimakasih atas kerja keras kalian 'berdua', setelah ini mungkin aku akan memberikan kalian hadiah karena telah berhasil mengalahkan 3 Assassin dari serikat yang menjadi musuh semua Ras..., " ucap Tsunade membuat Kyubi dan Kaguya terdiam dan melirik kearah Naruto dengan rasa bersalah, Naruto menatap datar hal itu sebelum ia membuka mulut setelah sedaritadi diam.
" Ano..., Tsunade-sensei?, bolehkah aku pergi dari sini?, "
Tanya Naruto, Tsunade tanpa menoleh memberikan Gestur mengijinkan, Naruto menundukan kepalanya sedikit sebelum langsung pergi dari sana..., meninggalkan Kyubi dan Kaguya yang dihujani pujian dari Tsunade, tanpa Tsunade sadari baik Kyubi maupun Kaguya menatap kepergian Naruto dengan rasa bersalah yang terpatri diwajah mereka...,
' Namikaze / Namikaze-kun. '
__ADS_1